Breaking Dawn part 1

Breaking Dawn part 1Gambar ini merupakan gambar poster film bioskop yang kami foto dari poster di Bioskop EX Plaza XXI yang berlokasi di Jakarta Pusat.

Pada saat kami menulis blog ini, film dari Holywood yang berjudul : Breaking Dawn part 1 ini masih dipertunjukkan di berbagai bioskop XXI di Jakarta bahkan di Bioskop EX Plaza XXI diputar di 4 bioskop dari 6 bioskop yang ada.

Dan walaupun diputar di banyak bioskop, tetapi tempat duduk pada penuh, ada apa gerangan dengan film bioskop yang berjudul : Breaking Dawn part 1 ini ?

Pada kesempatan ini kami ingin membahas mengenai film menurut pandangan dan pendapat kami (jadi ini hanya bersifat personal opinion saja).

Kalau pembaca blog kami tidak setuju dengan pandangan dan pendapat kami ataupun berbeda pendapat, maka itu adalah wajar, karena semua orang punya cara pandang dan cara berfikir sendiri-sendiri.

Semoga tulisan pada blog kami ini bermanfaat untuk merumuskan sedikit banyak tentang esensi dan makna dari film bioskop ini, terutama yang telah menonton film ini dan masih bertanya-tanya akan makna film ini, ataupun yang belum menonton nya dan bisa mendapatkan sedikit informasi mengenai film yang berjudul : Breaking Dawn part 1 ini.

Breaking Dawn yang dalam bahasa Indonesia nya bisa diterjemahkan sebagai Melanggar Fajar atau Mengatasi Fajar, biasa nya merupakan judul-judul film horror seperti film-film vampire (manusia serigala) yang hidup dan bereaksi pada malam hari, sedangkan mereka tidak mampu mengatasi matahari terbit (fajar), dan dengan judul Breaking Dawn ini, maka berarti mereka (Vampire) mencoba melanggar keterbatasan mereka dalam mengatasi matahari (fajar).

Vampire (manusia serigala) yang kita tahu selama ini adalah manusia yang hidupnya meminum darah manusia, dengan cara menghisap darah manusia. Biasanya Vampire (manusia serigala) ini menggigit pada leher manusia yang menjadi korbannya dengan gigi taring nya dan mengisap darah manusia tsb. Dan selanjutnya korban nya akan tertular dan menjadi Vampire (manusia serigala) juga, dan sebagai Vampire, manusia serigala ini bisa berubah wujud menjadi serigala dan mempunyai kekuatan yang luar biasa, melebihi manusia biasa.

Dan dengan adanya part 1, maka berarti film bioskop ini belumlah final, belumlah selesai, dan akan ada adegan dan skenario lanjutan di part 2.

Dalam film ini si wanita yang manusia asli (bukan Vampire) sangat mencintai seorang Vampire pria, mungkin bisa diistilahkan cinta buta, karena sudah tidak menghiraukan bahwa pria yang dicintainya bukanlah manusia asli tetapi adalah seorang Vampire. Dan priaVampire ini juga sangat mencintai wanita ini. Bahkan secara jujur Vampire pria ini telah memberitahukan kepada wanita tsb bahwa ia sudah merasa sangat bersalah karena telah banyak meminum banyak darah manusia walaupun yang menjadi korbannya selalu orang jahat (penjahat). Si wanita bisa memahaminya bahkan menerima kenyataan ini (apakah ia befikir menghisap darah manusia penjahat oleh seorang Vampire lebih baik daripada menghisap darah manusia tidak berdosa yang dilakukan oleh para koruptor ?).

Bahkan sebelum acara resepsi pernikahan, si wanita ini sempat bermimpi buruk, bahwa pada hari pernikahannya seluruh tamu nya dimangsa oleh si Vampire pria dan teman-teman Vampire lainnya. Tetapi si wanita ini tetap setia pada cinta nya dan siap menghadapinya. Saat ia menuju ke pelaminan, ketika diantar oleh ayah kandungnya, ia bahkan berpesan pada ayahnya agar memegangnya walaupun apa pun yang terjadi, dan jangan sampai ia terjatuh. Akhirnya ayah nya menyerahkan kepada mempelai pria si Vampire tersebut. Pesta dan resepsi pernikahan manusia wanita dan Vampire pria yang saling jatuh cinta pun berlangsung sangat meriah.

Kemudian muncullah mantan pacar si wanita ini yang ternyata juga seorang Vampire pria, kehadiran mantan pacar si wanita ini adalah merupakan variasi yang dibuatkan oleh sutradara ataupun pengarang cerita film ini. Mantan pacar nya ini mencintai wanita manusia ini, tetapi si wanita manusia tidak mencintainya dan menikah dengan kekasihnya yang sangat dicintainya yang akhirnya menjadi suaminya. Jadilah pasangan pengantin wanita manusia dan Vampire pria. Dan setelah acara resepsi pernikahan selesai, si wanita manusia ini pun pergi meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk hidup bersama suaminya yang Vampire (manusia serigala).

Mereka pun menjalani bulan madu. Bahkan setelah malam pengantin, tubuh wanita manusia menjadi luka-luka karena berhubungan dengan Vampire suaminya, tetapi ia tetap bisa menerima kenyataan tsb dan tetap mencintai suami nya.

Akhirnya wanita manusia ini pun menjadi hamil, dan inilah bagian yang seru dari film bioskop ini. Karena janin yang dikandung merupakan hasil pertemuan dua jenis makhluk, yakni manusia dan Vampire, ternyata mempunyai kelainan dari yang biasa dialami oleh manusia biasa. Janinnya menyerap gizi dan nutrisi jauh lebih banyak dari pada ukuran normal, sehingga ikut menyerap nutrisi dari ibu nya sendiri, menyebabkan ibunya menjadi kurus dan kehilangan banyak energi. Di sinilah drama film ini menjadi seru karena terjadilah berbagai pertentangan menghadapi bayi yang dikandung oleh si wanita manusia dan nasib wanita manusia yang mengandung bayi yang tidak biasa ini.

Mereka tidak tahu makhluk apa yang akan dilahirkan oleh si wanita manusia ini. Bahkan si Vampire pria yang merupakan ayah dari bayi tsb sempat menyebut bayi tsb dengan istilah makhluk dan bukan bayi, yang tentu saja membingungkan si ibu. Tetapi si ibu yang mempunyai naluri keibuan yang luar biasa tetap mempertahankan janin yang dikandungnya dengan segala resiko yang bakal dihadapi, bahkan termasuk resiko kematian dan penderitaan yang luar biasa yang harus dihadapi. Semua penderitaan dan ketidakpastian dijalani oleh si ibu dengan tabah, bahkan ketika tubuhnya sudah begitu menderita kekurangan nutrisi dan akhirnya terpaksa meminum darah segar yang ternyata disukai oleh bayi yang dikandung nya dijalankannya dengan ikhlas. Padahal dalam keadaan normal, saat makan daging ayam yang setengah matang yang masih mengandung darah, baru melihat darahnya saja sudah mual dan muntah-muntah. Di sinilah ditunjukkan betapa agung nya seorang ibu, yang rela berkorban, menderita tanpa batas, bahkan siap untuk mati demi keselamatan dan lahirnya bayi yang dikandungnya, walaupun bahkan bentuk dan wujud bayi nya pun masih tidak jelas karena merupakan hasil dari ayah yang Vampire (manusia serigala).

Mungkin bagian ini lah yang menarik dan ingin disaksikan oleh para penonton, sehingga film ini menarik banyak penonton. Sampai akhirnya lahirlah si bayi walau melalui suasana yang sangat membahayakan. Si ibu koma (tapi semuanya hanya mengerti bahwa si ibu sudah meninggal) dan dengan berbagai upaya suaminya yang Vampire pria berusaha keras untuk membuatnya kembali hidup.

Sedangkan bayi yang dilahirkan ternyata berbentuk normal seperti manusia biasa, yang ternyata sudah mempunyai kekuatan yang luar biasa, sehingga saat mantan pacar si wanita manusia tsb begitu emosional dan mau membunuhnya karena telah menjadi sumber penyebab kematian si ibu, saat menatap mata si bayi tsb, ia dibawa ke alam bawah sadar nya dan membuat nya tertunduk dan menurut.

Pada akhir film Breaking Dawn part 1 ini, ternyata setelah melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh suaminya yang Vampire pria, akhirnya si wanita manusia ini pun akhirnya hidup kembali (membuka mata petanda masih hidup).

Maka akan hadir film Breaking Dawn part 2. Mungkin kita bisa menerka-nerka apa yang akan disajikan oleh film Breaking Dawn part 2 mendatang. Apakah si ibu yang manusia biasa, setelah melewati masa-masa kritis dan sudah mengalami berbagai kejadian akan masih menjadi manusia biasa yang lemah atau juga sudah berubah menjadi manusia serigala juga yang mempunyai kekuatan super. Dan setelah bayi nya bertumbuh besar, apakah akan menjadi manusia super yang bahkan akan menaklukkan semua manusia serigala lainnya dan menjadi pemimpin dari para manusia serigala, atau mungkin ada skenario lain, maka kita nantikan kehadiran film Breaking Dawn part 2, yang tentu akan memberikan suatu kejutan baru lainnya.

Tulisan ini hanyalah ulasan saja, sehingga bisa saja para pembaca berpendapat berbeda. Semoga bermanfaat.

Promosi bukan sekedar investasi

Di tempat-tempat pos masuk dan pos keluar parkir di sebagian besar Mall-mall dan Gedung-gedung parkir di Jakarta waktu yang lalu (maksudnya dalam bulan Maret 2011 yang lalu) bisa kita ketemui dan lihat gambar stiker seperti gambar sebagai berikut ini :

Flash BCA pengganti uang tunai Apa artinya ini ?

Kami menulis ini bukan untuk promosi, tetapi ini hanyalah suatu artikel dalam blog kami yang mencoba melihat lebih dalam makna dan manfaat dari semua ini.

Tujuan dari tarif parkir Rp. 1,- kalau dibayar dengan menggunakan Flazz BCA, maka konsumen menikmati harga yang sangat murah untuk parkir pada jam pertama saja, yaitu hanya senilai Rp. 1,-.

Uang senilai Rp. 1,- saat ini sudah hampir tidak bermakna lagi, karena tidak bisa digunakan untuk berbelanja dan dianggap sudah tidak bernilai. Dengan kata lain sebenarnya ini bisa dikatakan sebagai gratis. Cuma dengan mensyaratkan menggunakan kartu Flazz BCA, maka nilai Rp. 1,- masih bisa dipotongkan dari saldo uang kita di dalam kartu Flazz tersebut.

Tujuannya tentu agar masyarakat mau menggunakan kartu Flazz BCA dan membawanya setiap hari di dalam dompetnya. Program ini hanya berlaku sebulan dan sebenarnya ini merupakan penerapan yang kedua, mungkin karena dinilai promo sebelumnya belum mencapai tujuan seperti yang diharapkan. Tentu masyarakat pemakai kartu Flazz telah berhemat dengan mengikuti promo ini. Dan tentunya akan makin banyak pengguna kartu Flazz yang merupakan pengganti uang tunai ini.

Promosi semacam ini sebenarnya bukan saja promosi, tetapi bahkan juga lebih dari sekedar investasi. Kalau berjuta-juta rakyat Indonesia menggunakan Flazz BCA menggantikan uang tunai, bisa dibayangkan berapa besar uang tunai yang bisa dikumpulkan oleh pihak bank. Anggap saja saldo rata-rata kartu Flazz BCA hanya Rp. 100.000,- saja, maka kalau jutaan rakyat Indonesia memiliki kartu Flazz ini, maka berarti milyaran bahkan trilliun rupiah uang akan terkumpul. Orang membeli dulu dan mengisi uang di dalam kartu Flazz, lalu setelah itu banyak yang hanya disimpan begitu saja tanpa dipakai-pakai. Sedangkan uang di dalam kartu Flazz BCA sama sekali tak mendapatkan bunga sama sekali, bahkan banyak yang hanya tersisa di dalam kartu berupa deposit saja. Maka berarti jumlah uang yang besar yang terkumpul sama sekali tak ada kewajiban memberikan bunga sama sekali. Jelas penghimpuman dana seperti ini sangat menguntungkan. Ini merupakan suatu pilihan cerdas dan strategi yang kreatif yang bisa dilakukan oleh suatu perusahaan swasta. Dan promo yang dilakukan dengan membayar tarif parkir hanya Rp. 1,- pada jam pertama jelas hanya memanfaatkan sebagian kecil dari keuntungan yang diperoleh dari penghimpunan dana deposit ke dalam kartu Flazz.

Selain itu, bagi pengelola parkir juga memperoleh kemudahan karena tidak perlu menyediakan uang kembali, juga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, yang berarti memudahkan dan juga makin aman. Penggunaan kartu Flazz dalam membayar parkir juga bisa membantu mencegah korupsi dari para petugas parkir dan mempercepat waktu dalam pembayaran parkir dibandingkan kalau harus mengembalikan uang parkir bagi pengendara yang membayar dengan uang dengan nominal besar.

Bahkan saat ini Kartu Flazz BCA telah berinovasi, antara lain misalnya bekerja sama dengan tabloid NOVA dengan menerbitkan kartu Flazz dengan logo NOVA yang bisa berfungsi sebagai kartu discount juga mengikuti pogram-program dari Tabloid Nova. Ataupun juga bekerja sama dengan Kompas dengan menerbitkan kartu Flazz dengan logo Kompas yang bisa memanfaatkan program-program promosi dari Kompas, dan sebagainya.

Sudah saatnya kita perlu lebih banyak perusahaan swasta yang berinovasi dengan hal-hal yang bermanfaat dan menguntungkan. Dan alangkah baiknya bila pemerintah ataupun perusahaan milik pemerintah (BUMN) bisa mengeluarkan program-program yang inovatif dan bermanfaat seperti ini, maksudnya bukan yang mirip seperti ini, tetapi manfaat dan kegunaannya bisa untuk kemudahan dan keuntungan bersama, untuk masyarakat banyak. Mudah-mudahan ya !

Kemacetan Lalu Lintas yang Teratur

Berikut ini adalah foto dari Harian Kompas, hari Selasa tanggal 19 Juli 2011 halaman 11 mengenai Internasional.

Kemacetan Lalu Lintas yang Teratur

Dan komentar fotonya adalah sbb : Ratusan pengemudi taksi memblokir jalan di pusat kota Athena – Yunani, selama unjuk rasa, Senin (18/7). Pengemudi taksi geram dengan rencana meliberalisasi peraturan ketat yang melindungi profesi mereka sebagai bagian dari program pemulihan keuangan negara. Protes serupa sebelumnya dilakukan berbagai kelompok profesi lain.

Apa yang kita lihat dari foto diatas sangat menarik dan menjadi pembahasan dalam tulisan kami berikut ini.

Menarik karena betapa teraturnya mobil taksi di jalan raya. Macet tapi teratur. Bahkan jauh lebih teratur dibandingkan dengan kemacetan di jalan-jalan raya di dalam kota Jakarta. Kalau saja kemacetan lalu lintas di Jakarta bisa teratur seperti susunan mobil dalam foto tersebut di atas, mungkin kita bisa mengurangi stress terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang tidak manusiawi di dalam kota Jakarta.

Macet dan kemacetan yang kita alami di jalan-jalan raya di kota Jakarta sangat jauh dari keteraturan seperti foto di atas, mobil acak-acak, ada yang dari kiri ingin memotong jalan ke kanan atau sebaliknya, ada mobil yang di luar jalur yang seharusnya. Belum lagi kadang diselip oleh bajaj, mikrolet, angkot, bus, bahkan sepeda motor yang menyelip dan memotong di sela-sela jalan tanpa keteraturan sama sekali. Yang lebih mengagetkan kadang ada sepeda motor yang berjalan berlawanan arah, atau ada orang yang sedang mendorong gerobak dagangan juga ikut berebut jalur jalan. Sepeda pun kadang-kadang bisa muncul tanpa terduga. Semua ketidakteraturan berlangsung setiap hari dan sangat melelahkan para pengemudi karena khawatir akan bersenggolan dengan kendaraan lain yang berjalan terlalu berdekatan, atau bahkan kaca spion sering disenggol oleh motor yang memaksa menyalip.

Kalau saja kemacetan bisa seteratur seperti di foto, maka tentu kekhawatiran bersenggolan dengan mobil lain atau dengan sepeda motor bisa berkurang, sehingga mengurangi stress, walaupun tentu saja macet bukanlah hal yang kita inginkan.

Juga kalau kita kembali melihat gambar foto di atas, kita bisa lihat tiang-tiang di jalanan yang tentunya berfungsi sangat baik untuk kepentingan transportasi seperti kereta api dan sebagainya. Sangat berbeda jauh dengan kondisi tiang-tiang di Jalan Rasuna Said yang terbengkalai yang menjadikan pandangan dan pemandangan yang sangat jelek serta membahayakan berlalu lintas juga. Tiang-tiang yang rencananya untuk monorel, tak pernah selesai dan terbengkelai bertahun-tahun menjadikan wajah ibu kota Jakarta menjadi benar-benar sangat memalukan sebagai suatu ibu kota.

Kadang saya sering berandai-andai saja. Kenapa pejabat atau para ahli transportasi tidak mencoba berlalu lintas setiap hari secara coba-coba semua moda transportasi yang ada di Jakarta. Coba naik bus kota, rasakan sesak-sesakan di dalam bus. Atau coba naik busway, rasakan antri yang lama dan panjang, sedangkan jalur jalan busway hanya sepi-sepi saja. Atau coba rasakan naik mikrolet dan angkot yang kadang-kadang stop mendadak, atau stop ditengah-tengah jalan. Atau coba naik ojek motor yang menyalip-nyalib seenaknya. Atau coba menyeberang jalan, yang kadang betapa sulitnya karena tidak ada rambu ataupun kurangnya jembatan penyeberangan.

Mungkin karena pejabat atau ahli transportasi selama ini hanya jalan dan merasakan jalan di luar negeri karena mungkin terlalu sering keluar negeri, sehingga seolah tidak sadar apa yang sedang terjadi dalam kemacetan lalu lintas di Jakarta. Atau mungkin juga karena setiap mau melewati suatu jalanan, ada pengawal yang mengusir-usir pengendara lain dalam membuka jalan khusus untuk dilewati sehingga tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di tengah jalanan di dalam kota Jakarta.

Kesembrawutan lalu lintas tentulah bukannya diinginkan oleh masyarakat pemakai jalan. Mungkin karena frustasi di jalan, terjebak kemacetan, kehabisan waktu, dan kelelahan. Dan karena situasi yang sulit sedangkan tidak tahu harus berkeluh kesah kepada siapa, akhirnya saling berebut jalan dan akhirnya terjadilah awut-awutan seperti yang kita lihat dan alami setiap hari.

Semakin cepat niat penyelesaian kemacetan lalu lintas dengan investasi besar-besaran dalam pengembangan infrastruktur dan transportasi serta realisasi secepatnya dan senyatanya sangat dinantikan. Kalau masih terus berwacana atau hanya membuat peraturan-peraturan dan pembatasan-pembatasan, maka itu bukanlah suatu penyelesaian, tetapi hanya pengalihan masalah dan juga mungkin akan melahirkan masalah baru yang jauh besar di kemudian hari.

Janganlah penambahan mobil atau penambahan kendaraan dijadikan alasan dan kambing hitam. Justru bertambahnya kendaraan pribadi karena masalah yang ada tidak terselesaikan sehingga memaksa masyarakat membeli kendaraan pribadi supaya bisa berpergian dengan lebih fleksible. Kalau penambahan kendaraan pribadi dijadikan kambing hitam, bisa kita membandingkan dengan penambahan manusia di dunia ini. Pertanyaannya : Apakah kalau manusia bertambah lalu harus terjadi kekurangan makanan dan manusia menjadi kelaparan ? Kenyataannya kan tidak demikian, manusia bertambah, makanan tidak lantas kekurangan, bahkan produksi makanan berlebihan, makanan kaleng, makanan yang diawetkan kenyataannya makin banyak, tidak kehabisan, bahkan bisa makan sampai kekenyangan dan berlebihan, dan menjadikan orang-orang banyak yang over weight (kegemukan).

Jadi sudah waktunya tidak perlu mencari kambing hitam, tetapi bangunlah infrastruktur yang memang sudah sangat ketinggalan dan sangat terlambat ini. Kalau memang ada niat untuk membangun, dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka pada waktunya nanti pasti semua masalah bisa diatasi. Manusia punya akal budi dan bisa beradaptasi dengan baik, maka seharusnya semuanya bisa diatasi, asal ada niat dan memang kita saat ini berlomba dengan waktu, jangan sampai kemacetan yang semakin meningkat setiap hari berubah menjadi neraka berlalu lintas.

Semoga segala masalah bisa teratasi secepatnya, dan biarkan yang terjadi sekarang menjadi kenangan buruk saja untuk masa yang akan datang. Semoga !

Air untuk Kehidupan bisa juga menjadi Tsunami

Masih ingat akan ajaran Siddharta Gautama, terutama bagi umat agama Buddha, yang menerangkan mengenai Jalan Tengah. Bahwa segala sesuatu yang berlebihan (extrim) adalah tidak baik, dan yang seharusnya adalah Jalan Tengah. Dan kebijakan ajaran agama Buddha ini sudah ada sejak zaman dahulu yang berlaku universal.

Demikianlah seperti halnya mengenai AIR. Tanpa air tidak ada kehidupan, itulah yang biasa disimpulkan oleh orang-orang yang ke luar angkasa yang ingin mencoba menemukan kehidupan di luar planet bumi. Tanpa menemukan adanya air, maka para ahli luar angkasa menyimpulkan tiada kehidupan di orbit luar angkasa yang didatanginya. Bila ditemukan air di planet di luar bumi, maka harapan ditemukan kehidupan di planet ataupun gugus galaxy tersebut diharapkan bisa ditemukan kehidupan atau makhluk lain (makhluk luar angkasa). Setidaknya, manusia mencoba mencari lahan baru di luar angkasa yang suatu hari nanti bisa untuk dijadikan tempat untuk hidup.

Memang tanpa adanya air, kita tak mungkin hidup. Kekurangan air pun jadi masalah, orang bisa kehausan, atau tidak bisa melakukan aktivitas hidup secara normal, seperti untuk mandi, masak, mencuci dan sebagainya. Orang yang karena kesehatannya terganggu, sehingga terjadi dehidrasi, maka dalam tubuh akan kekurangan cairan, dan ini pun jadi masalah dan bisa membahayakan hidup.

Air jelas sangat penting untuk kehidupan. Tetapi kalau airnya berlebihan, juga bisa menjadi masalah. Hujan yang turun di atas batas normal, bisa sangat mengganggu. Air sungai yang meluap, genangan air, dan banjir tentu juga menjadi masalah buat manusia dan bisa menjadi musibah.

Dan kalau yang terjadi adalah TSUNAMI, maka musibah terhadap manusia bisa menjadi luar biasa. Gempa di dasar laut dapat menggerakkan air laut dan menyebabkan air laut bergejolak sedemikian sehingga menjadi ombak besar dan menyerang masuk ke daratan merupakan peristiwa Tsunami. Kalau skala gempa di dasar laut cukup besar sehingga menjadikan potensi tsunami, maka terjadilah musibah tsunami. Dan kalau manusia tidak siap menghadapi tsunami ini, maka musibah, bencana, dan korban tak bisa dielakkan. Walaupun manusia siap pun kalau tsunami terjadi, bencana dan kerugian pasti terjadi.

Saat tsunami terjadi, banyak bangunan dan infrastruktur di sepanjang garis pantai dan sekitarnya hancur diterjang tsunami. Dan kalau tsunami terjadi pada pantai yang ada manusianya, maka bencananya menjadi lebih besar. Rumah-rumah dan segala isinya hancur ataupun rusak diterjang tsunami. Bahkan berbagai kendaraan seperti mobil-mobil yang tak sempat diselamatkan dilumat oleh tsunami. Bahkan manusia yang tak sempat menyelamatkan diri juga akhirnya tewas akibat bencana tsunami ini. Masih segar ingatan kita akan Tsunami yang menghantam Aceh (di pantai Barat Sumatera bagian Utara), yang bahkan pengaruh tsunaminya juga sampai ke negara Srilangka dan Pukhet yang merupakan pantai negara Thailand. Ratusan ribu orang Aceh meninggal akibat tsunami tersebut dan juga kerusakan parah terjadi pada rumah berbagai fasilitas yang ada.

Dan pada bulan Maret ini (tepatnya pada tanggal 11 Maret 2011), kembali Tsunami menyerang pantai Timur negara Jepang. Bisa kita lihat di berbagai berita surat khabar dan telivisi, sangat banyak bangunan yang hancur, mobil-mobil juga hanyut dibawa oleh air laut, dan juga memakan korban nyawa manusia juga. Walaupun jumlah korban (orang yang meninggal) tidak sebanyak saat tsunami di Aceh, tetapi kehilangan nyawa tetap terjadi. Bahkan ada satu hal yang sampai saat ini masih menakutkan, yaitu akibat lanjutan dari peristiwa tsunami yang sudah berlalu, yaitu rusaknya fasilitas reaktor nuklir pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi. Bocornya nuklir dan efek radiasi nuklir bisa menjadi lebih berbahaya, selain radiusnya bisa mencapai jarak yang sangat jauh, juga akibat dari terkena radiasi nuklir ini bisa menyebabkan berbagai penyakit dan cacat lainnya.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa memang air bisa sangat berguna untuk kehidupan, tetapi bila kekurangan bisa jadi masalah, kelebihan juga jadi masalah. Jadi JALAN TENGAH adalah yang seharusnya. Pengalaman dan berbagai kejadian dari masa ke masa akan menjadikan manusia menjadi makin dewasa dan dengan segala akal budinya, manusia akan mencari solusi dan berbagai teknik untuk menghadapi berbagai masalah yang bisa muncul dari air ini. Dimulai dari berkembangnya ilmu meramal cuaca, sampai alat-alat deteksi gempa dan alat-alat peringatan bahaya tsunami, walaupun saat ini belum sempurna dan masih selalu terkalahkan dengan kejadian mendadak di luar kendali manusia, tetapi manusia tetap harus optimistis, bahwa suatu saat bisa mendapatkan solusi dan kesiapan untuk menghadapi semuanya. Makin hari makin berkembang teknologi dan ilmu pengetahuan dan semoga suatu hari nanti, manusia akan siap dan bisa menghindarkan bencana akibat dari extrim yang diakibatkan oleh air ini. Setidaknya bisa meminimalisasi kerugian dan kerusakan, serta meminimalkan korban.

Bukan dalam arti manusia ingin melawan alam, tetapi manusia ada saatnya bisa mengelola alam dengan lebih baik. Juga bisa mengelola bencana alam dengan lebih baik. Sehingga air yang kita butuhkan untuk kehidupan kita, juga bisa menjadi sahabat yang baik untuk kita. Manusia saat ini sudah bisa membotolkan air agar mudah dibawa kemana-mana, membuat saluran irigasi yang memanfaatkan air untuk sawah dan tanamannya, juga membuat kincir air untuk menghasilkan energi, ataupun membuat waduk untuk pembangkit tenaga listrik (PLTA : pembangkit listrik tenaga air) ataupun untuk rekreasi air dan tempat wisata. Bahkan ombak laut pun sudah bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Juga memanfaatkan air untuk transportasi, baik transportasi kanal (seperti banyak di negara Belanda), transportasi sungai, transportasi laut. Memanfaatkan air untuk olahraga, seperti renang, ski air, bahkan surfing. Terlihat disini bahwa air sudah lama dan banyak yang bisa dimanfaatkan. Air sudah menjadi sahabat manusia, dan agar saat bencana yang timbul akibat oleh air ini (baik curah hujan yang berlebih, sungai yang meluap, ataupun tsunami) bisa tetap menjadi sahabat bagi manusia, dan bukan memakan nyawa banyak manusia. Dan kita harapkan hal seperti ini waktunya akan tiba. Mungkin terdengar agak aneh dan berlebihan, tetapi kalau kita melihat kenyataan kemajuan teknologi yang luar biasa cepat belakangan ini, seperti dunia internet, dunia telekomunikasi, yang bisa mengalahkan waktu dan jarak (dalam arti orang yang berjauhan jaraknya, bisa berkomunikasi secara online secara real time). Maka tiada harapan yang tidak mungkin dalam soal pengelolaan air ini, baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan di luar normal.

Masih adakah Trotoar yang layak ?

Trotoar yang layak tentu diperlukan oleh para pejalan kaki. Bahkan mereka yang menggunakan kendaraan umum juga memerlukan trotoar untuk berjalan dari halte ataupun sebaliknya. Jarak halte bus menyebabkan makin dibutuhkannya trotoar agar orang-orang bisa mempunyai jalur jalan untuk menuju ke halte bus, ataupun menuju tujuan setelah turun dari halte bus. Begitu juga orang-orang yang ingin berjalan menuju ke gedung-gedung tetangga pun membutuhkan trotoar.

Berikut ini ada foto dari Harian “Seputar Indonesia” terbitan tanggal 16 Maret 2011 halaman 12 rubrik Megapolitan, dengan tulisan di bawah foto tersebut : Sejumlah pengendara motor melintas di trotoar tepi saluran Mookervart, Jakarta Barat, kemarin. Mereka mengambil jalan pintas ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Daan Mogot.

Lewat Trotoar

Memperhatikan foto di atas terlihat dengan jelas, bahwa hak pejalan kaki sudah diserobot dan direbut oleh pengendara sepeda motor. Tetapi walaupun trotoar dipakai oleh pengendara sepeda motor pun, jalanan tetap macet dan kecepatan laju sepeda motor pun tidak lantas menjadi lancar. Kesembrawutan dan ketidakteraturan pemanfaatan jalur jalan dan trotoar, jelas menandakan bahwa kemacetan sudah sangat parah, dan membuat pengendara menjadi stress dan terpaksa melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Ini menandakan bahwa langkah darurat sudah harus diambil, dan kenapa pengemudi dan pemakai jalan hanya bisa berkeluh kesah terus-menerus bertahun-tahun tanpa solusi ? Apakah masih ada orang yang peduli selain yang berkeluh-kesah dan yang pasrah saja ?

Dan kalau seperti estimasi yang telah dibicarakan berbagai pihak bahwa kemungkinan Jakarta akan macet total dalam beberapa tahun mendatang, dalam arti kendaraan tak bisa bergerak maju lagi (?), apakah kita sebagai manusia yang punya akal budi, yang punya pemimpin dan punya berbagai sumber daya akan membiarkan hal ini benar-benar menjadi kenyataan. Berbagai wacana, studi banding, seminar, talk show, diskusi, dan bermacam-macam bentuk omong-omong kosong apakah masih ada manfaatnya lagi ? Hal ini harus dijadikan perhatian serius dan harus diperlakukan sebagai suatu bencana yang harus langsung diambil tindakan, bukan lagi hanya pembahasan dan omong-omong.

Kejadian macet sampai berjam-jam, bahkan sampai tengah malam sudah sering menjadi kenyataan. Bahkan pernah kemacetan sampai menjelang pagi hari, terutama saat terjadi hujan lebat, banjir, ditambah pohon tumbang. Ataupun karena ada kecelakaan lalu lintas, sehingga perjalanan terganggu, dan makin lama menjadi kemacetan parah yang menjalar kemana-mana. Sekali saja kejadian seperti ini sudah seharusnya diambil langkah-langkah pencegahan dan tindakan nyata supaya hal yang tidak diinginkan ini bisa segera menjadi mimpi masa lalu saja.

Lawan yang harus dihadapi suatu bangsa bukan hanya agresi dari bangsa lain. Tetapi juga musuh dari dalam, bencana alam, dan kondisi lingkungan. Dan kalau kemacetan lalu lintas kita setarakan dengan lawan berat seolah kita diserang oleh pasukan asing, maka dengan kemampuan kita yang memiliki berbagai sumber daya dan akal budi, seharusnya kita harus bisa memenangkan perang tersebut. Kita harus bisa menang menghadapi kemacetan lalu lintas, dengan pembangunan infrastruktur yang jelas dan segera.

Sekian puluh tahun yang lalu bahkan bangsa Belanda yang terkenal dengan sebutan Kompeni mampu membangun infrastruktur kereta api, untuk kepentingan Kompeni dan juga bisa berfungsi untuk umum juga, yang sisa-sisanya masih ada sampai saat ini. Kalau puluhan tahun yang lalu, dengan medan yang lebih berat, dengan peralatan yang belum semodern sekarang saja, Kompeni yang dari bangsa lain saja mampu membangun rel-rel kereta api dan membuat jalur transportasi, kenapa sekarang kita seolah jadi orang lumpuh yang seolah hanya bisa berputus asa ? Sudah waktunya kita membalikkan tangan merubah kenyataan pahit kemacetan lalu lintas dan menjadikan kota yang lebih manusiawi. Yang tentunya akan juga berimplikasi baik pada segi-segi kehidupan yang lain, terutama kelancaran berbisnis dan lancar dalam pelayanan kepada konsumen.

Semua ini harus kita jadikan tantangan yang mesti segera kita atasi, dan semoga.

Menjamurnya Sepeda Motor

Foto berikut ini adalah bersumber dari foto pada Harian Kompas terbitan hari Jumat tanggal 11 Maret 2011 halaman 1 dengan judul : “Membludaknya Pengendara Motor”, dan di bawah foto ada tulisan : Ribuan pengendara sepeda motor melawan arus lalu lintas saat melintas ruas Jalan Pengumben, Jakarta Barat, Kamis (10/3). Sistem lawan arus (contraflow) di lokasi tersebut diatur polisi untuk mengatasi membludaknya pengendara sepeda motor.

Memang, dalam beberapa tahun terakhir ini, sepeda motor sudah mulai menguasai jalanan di dalam kota Jakarta,  maksudnya menjamurnya sepeda motor, membuat jumlah sepeda motor makin hari makin banyak dan bahkan mulai membawa satu masalah baru, yaitu sembrawutnya sepeda motor di jalanan. Contoh sangat sederhana, coba perhatikan di perempatan jalan saat lampu jalan (traffic light), ketika mobil-mobil mulai berhenti di belakang garis stop saat lampu merah, mulailah sepeda motor  menyalip ke depan, satu persatu mulai maju ke depan, makin ke depan dan makin kedepan. Sehingga berbagai sepeda motor memadati di depan mobil yang berhenti di belakang garis stop. Sepeda motor ini juga sering memaksa maju ke depan kadang-kadang sampai menyentuh mobil ataupun menabrak kaca spion mobil yang mau dilewatinya.

Banyaknya sepeda motor ini selain karena kemacetan lalu lintas di kota Jakarta yang sudah sangat parah, menyebabkan sebagian warga memilih motor dengan harapan agar bisa lebih cepat dalam mencapai tujuan perjalanannya. Tetapi ternyata dengan mengendarai sepeda motor juga tidak menjamin kalau lantas pasti bisa lancar. Jalan yang sempit dan macet, tanpa adanya jalur khusus sepeda motor menyebabkan sepeda motor mesti pintar-pintar menyelip-nyelip di antara mobil-mobil. Dan kalau terjadi kemacetan parah, kadang-kadang sepeda motor pun ikut terjebak kemacetan dan tak bisa melaju sama sekali.

Selain karena faktor kemacetan, pilihan menggunakan sepeda motor juga karena fasilitas kendaraan umum kurang memberikan kenyamanan, kurang aman karena banyaknya pengamen, resiko copet dan antri yang lama. Serta kadang-kadang mesti berdesak-desakan di dalam bus atau kendaraan umum lainnya. Walaupun sebenarnya mengendarai sepeda motor juga ada resikonya sendiri. Kalau hujan, jadi kehujanan dan basah, tidak hujan juga kadang panas terik ataupun berdebu. Resiko kehilangan sepeda motor di tempat parkir juga merupakan permasalahan tersendiri. Bahkan helm pun bisa hilang juga di tempat parkir, ataupun saat sepeda motor kehujanan, helm pun bisa jadi basah juga.

Tetapi bagi sebagian besar masyarakat, harga mobil yang mahal dan tak terjangkau juga menyebabkan pilihan kepada sepeda motor ini. Resiko kecelakaan berkendaraan sepeda motor juga tinggi, banyak sepeda motor yang lain berkendara seenaknya, memotong kendaraan lain seenaknya atau bahkan ada juga yang belum benar-benar mahir dalam mengendarai sepeda motornya. Kecelakaan pada sepeda motor lebih riskan bagi pengendaranya, karena umumnya saat terjadi kecelakaan umumnya pengendara ataupun boncengannya akan jatuh ke jalan, sehingga umumnya terjadi resiko luka ataupun cacat. Berbeda dengan pengendaraan mobil, yang umumnya pengemudi dan penumpangnya umumnya tidak terluka, hanya mobilnya saja yang rusak atau penyot.

Banyaknya sepeda motor dan pertumbuhannya yang luar biasa memang mesti diperhatikan dan dipikirkan secara khusus, seperti menyediakan jalur jalan khusus untuk sepeda motor. Membiarkan sepeda motor bercampur aduk dan saling berebut jalan bukanlah hal yang semestinya. Bahkan banyaknya motor yang berjalan melawan arah arus lalu lintas juga mesti ditertibkan karena selain menyebabkan resiko kecelakaan juga menyebabkan bertambahnya kemacetan. Sebagai contoh jalan tembus dari Season City di Jalan Jembatan Besi ke arah Roxy di Jl. Kyai Tapa, pas di bawah Jembatan Layang di Roxy, banyak sekali sepeda motor yang berjalan melawan arus yang mendesak masuk dan berebut jalan ke arah jalan tembus baru ke arah Season City. Ini benar-benar membuat kemacetan dan yang mengatur lalu lintas di sana pun hanya pak Ogah atau orang yang tak jelas identitasnya.

Pembiaran sepeda motor melawan arus lalu lintas juga bukanlah hal yang mendidik, dan akan menyebabkan pengendara jadi terbiasa melawan rambu-rambu lalu lintas dan tidak mendidik pengemudi untuk patuh sepenuhnya pada peraturan lalu lintas. Kalau hanya mengharuskan sepeda motor menyalakan lampu depan walaupun pada pagi atau siang hari bukanlah solusi, karena hanya membebankan pengemudi saja, kalau pengemudi lupa mematikan lampu saat parkir bisa jadi aki nya jadi rusak. jadi perencanaan yang matang dan pembangunan sarana dan jalur jalan untuk sepeda motor sudah mendesak.

Semestinya kalau seluruh angkutan umum berfungsi optimal, memberikan kenyamanan dan keamanan, serta bisa tepat waktu, tak semestinya pertumbuhan sepeda motor akan sebegitu dasyat, Karena pilihan sepeda motor juga merupakan semacam langkah terpaksa bagi sebagian orang karena tak ingin bersusah-susah antri lama untuk naik kendaraan umum, ataupun menghindari berdesak-desakan di dalam kendaraan umum, ataupun menghindari resiko copet ataupun masalah-masalah keamanan lainnya.

Mudah-mudahan suatu hari nanti bersepeda motor bisa bukan karena keterpaksaan karena berbagai alasan di atas, tapi karena memang pilihan yang semestinya dari pengemudinya. Sehingga juga ada ketertiban yang lebih baik.

Menonton Sie Jin Kwie kena fitnah

Sie Jin Kwie 1Sie Jin Kwie 2Sie Jin Kwie 3Sie Jin Kwie 16Sie Jin Kwie 7

Sie Jin Kwie

Pada tanggal 4 Maret 2011 sampai dengan tanggal 26 Maret 2011 setiap hari (kecuali hari Senin) diadakan pertunjukkan SIE JIN KWIE KENA FITNAH di Graha Budaya – PKJ (Pusat Kesenian Jakarta) Taman Ismail Marzuki -di Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Pertunjukkan yang dibawakan oleh TEATER KOMA ini merupakan produksi ke -122 dari Teater Koma dalam rangka ulang tahun Teater Koma yang ke – 34 ( 1977 – 2011 ). Pertunjukkan ini dimulai malam hari pada jam 19.30 dan selesai pada tengah malam pada jam 23.30 WIB. Memang pertunjukkannya sangat panjang dan lama (kurang lebih 4 jam) dan hanya disertai 1 kali break (istirahat 20 menit saja).

SIE JIN KWIE KENA FITNAH in merupakan Naskah karya : Tio Keng Jian dan Lo Koan Chung. Saduran dan Sutradaranya : N. Riantiarno.

Ringkasan kisahnya sebagai berikut :

Pada pertengahan abad ke – 7, di negeri China. Waktu berlalu, Kaisar Dinasti Tang LISIBIN memerintah negeri yang kian makmur. Sementara itu, Raja Muda SIE JIN KWIE memerintah wilayahnya dengan adil dan bijaksana.

Sayang seribu sayang, Sie Jin Kwie jatuh dalam perangkap yang dirancang oleh BEIJIN dan suaminya, LITOCONG, dibantu oleh pengurus rumah tangga mereka, THIOJIN. Sie Jin Kwie difitnah berlaku tidak senonoh. Surat pengaduan dikirim kepada Kaisar. Tanpa pikir panjang, Kaisar langsung naik pitam dan berniat menghukum mati Sie Jin Kwie.

Banyak pihak yang berusaha menolong Sie Jin Kwie. LIUKIMHUA, istri Sie Jin Kwie dan putri mereka, SIEKIMLIAN, didukung para sahabat sang Raja Muda, berupaya keras meredakan amarah Kaisar.

Di tengah kemelut itu, datang tantangan perang dari negeri asing. Negeri Tang di ujung tanduk, sebab panglima perang andalan mereka sedang menanti hukuman mati.

TEATER KOMA mengemas cerita ini dalam Drama Perbauran antara Opera China (lengkap dengan kostum-kostum mewah kerajaan China zaman dulu), disertai kombinasi Boneka Potehi, Golek Menak, Wayang Wong, dan Wayang Tavip. Ini merupakan suatu karya kombinasi yang membuat pertunjukan menjadi menarik dan memberikan nilai lebih pada pertunjukkan tersebut. Sehingga ramai penonton. Dengan tiket dimulai dari Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 200.000,- (tergantung hari dan kelas) pertunjukkan ini menyedot banyak penonton yang menikmati pertunjukkan tersebut sampai kurang lebih 4 jam penuh.

Saat break (istirahat) yang 20 menit tersebut, para penonton ramai berebut membeli snack dan minuman yang dijual di area lobby. Di sini terlihat bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan akan memberi berkah juga pada usaha lain seperti usaha jasa makanan.

Dari sini kita bisa melihat bahwa kreativitas memang perlu. Menampilkan suatu cerita lama, walaupun sudah sangat kuno dari zaman dahulu tetap bisa dikemas menjadi pertunjukkan yang menarik dari masa ke masa. Dan tidak perduli dari mana pun asal cerita itu, semuanya tetap bisa menjadi tontonan yang menarik dan laku sebagai komoditas tontonan.

Kita bisa melihat suatu kenyataan bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan bisa memberikan lapangan kerja atau menggairahkan usaha-usaha pendukung lainnya. Tetapi saat ini sedang terjadi gonjang-ganjing masalah pajak film import (film Hollywood). Akibatnya BlitzMegaplex mulai sepi penonton, karena kekurangan supply film-film import yang bermutu. Bahkan pihak BlitzMegaplex sudah sampai pada tahap mempertimbangkan untuk menutup usaha dengan melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) secara besar-besaran (mudah-mudahan hal ini tidak terjadi). Hal ini sangat ironis, negara kita yang tingkat penganggurannya begitu tinggi kenapa mesti membuat suatu kebijakan yang berefek langung ataupun tidak langsung pada langkah-langkah PHK yang akan berakibat semakin banyaknya pengangguran. Dan kalaupun importir film Hollywood lalu menghentikan import film, bukankah kenaikan pajak menjadi tidak menghasilkan apa-apa, bahkan penghasilan pajak akan turun. Jadi target apa yang akan dicapai. Rakyat pun akan ketinggal informasi dunia luar (dalam hal perkembangan film-film bermutu dengan berbagai kreasi, imaginasi dan kemajuan teknologi perfilmannya). Dunia bisnis perlu keseimbangan, pajak yang terlalu membebani pengusaha dan masyarakat kalau sudah keluar dari keseimbangan sebaiknya ditinjau ulang. Bahkan di negera China saja, saat ini sedang merencanakan menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak. Hal ini agar masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik, dan meningkatkan konsumsi, sehingga bisa ikut menggairahkan ekonomi, dan menjadi salah satu penggerak ekonomi. Bukankah lebih baik menggiatkan eksplorasi sumber daya alam dan memaksimalkan produksi sampai kepada produk jadi untuk dipasarkan ke seluruh dunia, dan menyiapkan infrastruktur yang berkelas internasional, serta pembangunan infrastruktur pendukung yang sudah sangat terlambat dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan dibandingkan dengan negara-negara Asia tetangga kita saja, kita sudah sangat jauh ketinggalan.

Lebih baik berfikir dan bertindak kreatif, seperti contoh pertunjukkan yang ditampilkan oleh Teater Koma tersebut. Sehingga walaupun sudah 34 tahun tiada berhenti, dan tidak mengenal titik. Yang ada hanya koma, itulah harapan kita. Teater Koma hanya ada koma, tidak ada titik.

Jalan Rusak Menambah Kemacetan Lalu Lintas

Terlampir ini adalah foto dari Harian “Warta Kota” terbitan hari Senin tanggal 7 Maret 2011 pada rubrik : Metropolitan, dan komentar di bawah foto tersebut adalah sebagai berikut : Jl. RE Martadinata, tepatnya di depan pintu 03 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, mengalami kerusakan parah sehingga menimbulkan genangan saat hujan.

Jalan rusak

Fenomena seperti ini memang cukup banyak ditemukan di jalan-jalan di dalam kota Jakarta. Pada saat tak ada genangan air, lubang-lubang pada jalan, atau kerusakan jalan akan lebih terlihat bentuk dan ukurannya sehingga kendaraan lebih bisa menghindar dari lubang, itu pun kalau masih ada ruang untuk menghindar. Kalau tak ada ruang untuk menghindar, terpaksa kendaraan berjalan melalui lubang-lubang dengan berbagai resiko seperti rusaknya ban ataupun penyotnya bagian terbawah dari kendaraan. Dalam keadaan jalan sedikit sepi, lubang-lubang ini bisa sangat mematikan, karena pengendaraan yang sedang mencoba melintas dengan lebih cepat, bisa terbentur keras pada lubang tersebut, yang selain bisa menyebabkan pecahnya ban, atau rusaknya ban, juga bisa menyebabkan kecelakaan. Kadang-kadang pengendara tidak bisa menghindar, karena ada yang lubangnya baru kelihatan setelah kendaraan sangat dekat dengan lubang tersebut.

Banyaknya lubang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, menyebabkan kendaraan melambat, sehingga menambah kemacetan lalu lintas. Dalam keadaan banjir, bukan hanya lubang ini yang tidak bisa diperkirakan oleh pengendara, bahkan kanstin pemisah jalur lambat dan jalur cepat, ataupun beton pemisah dengan jalur busway sama sekali tidak terlihat, dan menambah resiko bahaya bagi kendaraan yang mencoba melewati banjir. Bahkan got-got terbuka di pinggir jalan pun tak bisa diketahui persis posisinya sehingga menjadi sangat berbahaya. Masalahnya kalau ada hujan lebat yang agak lama saja, cukup banyak ruas jalan di Jakarta yang tergenang sampai batas-batas jalan itu tidak terlihat sama sekali. Dan kemacetan pun makin menjadi-jadi. Kadang-kadang pengendara bisa terjebak berjam-jam tanpa bergerak maju sama sekali.

Tentunya semua pihak menginginkan agar jalan-jalan umum bisa berfungsi baik, karena kecelakaan bisa menimpa siapa saja, kemacetan sangat melelahkan dan membuat stress. Lebih besar kerugian pada masyarakat baik yang rusak kendaraannya maupun yang mengalami kecelakaan dibandingkan dengan biaya perbaikan jalan itu sendiri. Banyaknya penganguran, seharusnya bisa direkrut tenaganya untuk dididik untuk bekerja dalam ikut melaksanakan perbaikan-perbaikan jalan. Memberikan pekerjaan kepada penganggur akan lebih bermanfaat dari pada memberikan uang tunai kepada orang miskin yang akan habis begitu saja, dan tidak produktif. Pekerjaan perbaikan dan perawatan jalan secara rutin yang memberikan penghasilan bagi pekerja, juga akan bermanfaat meningkatkan daya beli masyarakat. Meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan konsumsi yang akan ikut berperan dalam menggerakkan roda perekonomian juga.

Perbaikan jalan memang ada, tapi sangat lambat sekali, dan sangat menganggu pengguna jalan. Seharusnya pekerjaan-pekerjaan yang bersifat mengganggu kepentingan orang banyak ini, bisa dilakukan secara cepat dan express, maksudnya seharusnya pekerjaan dilakukan secara non-stop dalam 24 jam sehari, dan mengutamakan pekerjaan pada malam hari saat gangguan menjadi berkurang. Kami sangat yakin banyak pekerja yang siap bekerja malam hari, bahkan banyak pekerja yang siap bekerja lembur agar mendapatkan penghasilan lebih. Kalau menyangkut kepentingan umum, seharusnya sudah tidak boleh menghitung untung rugi atau besarnya biaya. Dan kalaupun biaya pekerjaan menjadi lebih mahal untuk membayar pekerja yang bekerja lembur atau bekerja tengah malam, seharusnya tidak ada kerugian juga buat otoritas, karena uangnya juga mengalir untuk pekerja rakyat negara kita. Bukankah ini lebih baik daripada membagi-bagikan uang kepada orang miskin, sehingga terjadi antrian orang miskin, dan banyak orang kemudian mengaku jadi orang miskin agar mendapat uang. Seharusnya kita bisa membangun rasa bangga kepada masyarakat karena mereka bisa bekerja dengan baik, bukan menerima uang dengan mengaku sebagai orang miskin, sehingga budaya malu untuk hal-hal yang bersifat negatif bisa membuat bangsa lebih berbudaya.

Perbaikan jalan pun sebaiknya mesti yang baik dan kuat, karena kerusakan berulang-ulang akan sangat merugikan juga. Sebagai contoh, jalur jalan busway yang baru dibangun belum lama saja sudah rusak lagi dan rusak lagi. Perbaikannya juga lama, dan berulang-ulang. Buswaynya pun terpaksa jalan ke luar jalur busway nya. Kalau dari awal perencanaan konstruksi jalannya sudah memperhitungkan faktor kekuatan yang semestinya dengan faktor keamanan yang cukup, mestinya hal ini tidak boleh terjadi. Memang beban busway yang penuh penumpang dengan kecepatan laju yang tinggi dan juga dengan pengereman yang mendadak memerlukan konstruksi yang kuat pada jalur jalan busway ini. Zaman sudah begitu maju, semua ini bisa diprediksi dan bisa dihitung, konstruksi jalan juga bisa direncanakan selayaknya dengan perhitungan yang matang. Dengan memperhitungkan kondisi tanah, kadar air tanah baik saat musim kemarau maupun musim hujan, daya dukung tanah dan jenis tanahnya, maka seharusnya semua jalur busway bisa dibuat yang kuat dan tidak mudah rusak. Bukankah lebih mahal kalau setelah rusak lalu harus dibongkar dan dibangun kembali. Jangankan hanya membuat jalur jalan busway yang kuat dan tahan, membangun runway pesawat terbang di atas rawa-rawa pun manusia sanggup melakukannya.

Bila saja kondisi tanah pendukung jalan ternyata kurang bagus, seharusnya dilakukan dulu perbaikan tanah (soil improvement). Berbagai teknik perbaikan tanah bisa diterapkan sesuai dengan keadaan tanah dan kondisi di lapangan. Bisa saja menggunakan perkuatan dengan cerucuk, atau perbaikan tanah dengan teknik injeksi, column stone, penggalian dan penggantian lapisan tanah pendukung, dan disertai pemadatan yang cukup. Sehingga benar-benar didapat lapisan tanah yang sudah mempunyai daya dukung dengan faktor keamanan yang cukup, sehingga bisa dibuatkan lapisan beton ataupun aspal hotmix di atasnya. Kalau perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara baik dan memenuhi syarat-syarat perhitungan teknis, seharusnya kerusakan jalan bisa diminimalisasi.

Kalau saja manajemen perbaikan dan perawatan jalan bisa berjalan baik dengan tingkat respon yang cepat, maka kerugian di pihak pengguna jalan akan berkurang, dan setidaknya bisa mengurangi kemacetan lalu lintas, walaupun ini bukanlah solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Tetapi yang terjadi saat ini, ketika ada kerusakan parah di jalan-jalan, masyarakat hanya bisa menggerutu dan putus asa, dan tak mengerti apa yang harus dilakukan agar perbaikan jalan itu bisa segera terealisasi. Semoga suatu hari nanti tidak ada lagi jalan rusak yang dibiarkan berlama-lama membahayakan pengguna jalan dan juga menambah kemacetan lalu lintas. Harapan kita semua agar segalanya makin hari makin baik, karena manusia punya akal budi dan bisa merubah dunia dan keadaan yang jelek menjadi baik.

Kawasan Khusus Pejalan Kaki

Pagi ini saya baru saja membaca Harian “Kompas” terbitan hari Minggu tgl. 6 Maret 2011 halaman 12 Rubrik : Foto Pekan Ini, dengan artikel berjudul : “Suatu Hari di Negeri Pejalan Kaki” dan terlampir gambar fotonya yang berjudul : “Kepadatan di Jalur Pedestrian” sebagai berikut :

Kepadatan d Jalur Pedestrian

Disimak dari foto tersebut, terlihat kesibukan dan keasikan dalam berjalan kaki. Berjalan kaki bisa menjadi menyenangkan dan juga tentu lebih sehat. Secara tidak langsung orang-orang yang sibuk, maupun orang yang tidak pernah berolah raga, menjadi berolah raga dalam bentuk jalan kaki.

Di dalam artikel di Harian Kompas tersebut mengambil contoh kota Hongkong sebagai Negeri Pejalan Kaki. Saya yakin banyak turis yang jalan-jalan ke Hongkong juga akan senang berjalan kaki, sambil melihat-lihat toko-toko di kiri-kanan jalan dengan berbagai kesibukan yang menyenangkan. Dalam suasana ramai yang menyenangkan, orang bisa berjalan berkil0-kilometer tanpa merasa jauh, bahkan tidak merasa lelah sama sekali. Mungkin sambil sesekali mampir di toko-toko yang menjual barang-barang yang menarik perhatian. Berjalan bisa lebih menyenangkan dari pada naik dan duduk di atas kendaraan dan hanya lewat saja tanpa banyak kesan dan kenangan yang berarti.

Setiap negara bisa saja menciptakan kawasan khusus pejalan kaki. Bila didukung dengan suasana yang aman dan nyaman, dengan banyaknya kegiatan bisnis yang menarik pengunjung, disertai pohon-pohon yang membuat cuaca menjadi sejuk dan menyenangkan, maka orang-orang akan senang berjalan kaki di kawasan khusus pejalan kaki ini. Bahkan orang-orang juga senang duduk-duduk sambil makan minum di berbagai rumah makan di kawasan tersebut. Bahkan suasana seperti ini bisa menjadi kesan yang menyenangkan dan menjadi kesan yang tak terlupakan.

Sejak puluhan tahun yang lalu, di kota Sydney di negara Australia, ada kawasan China Town, yang suasananya juga menyenangkan karena menjadi kawasan pejalan kaki. Walaupun orang parkir mobil agak jauh, kemudian saat memasuki kawasan China Town ini lalu hanya berjalan kaki, tapi orang-orang merasa senang, karena suasananya menyenangkan, aman dan nyaman. Berbagai fasilitas dari mesin ATM (automatic teller machine), telepon-telepon umum (public phone), serta berbagai kegiatan bisnis, dari restoran, cafe, food court, mini market, sampai toko-toko sangat mudah ditemukan, dan membuat suasana menjadi menyenangkan.

Seharusnya di dalam kota Jakarta pun bisa dibuat Kawasan Pejalan Kaki seperti ini. Dan ini akan lebih menyenangkan dan lebih baik dari pada mengadakan Car Free Day, dengan menutup jalan protokol seperti Jalan Sudirman atau Jalan MH Thamrin. Sama sekali efektivitas dari Car Free Day itu tidak punya arti apa-apa, hanya memindahkan kemacetan lalu lintas pada hari Minggu saja. Orang yang ingin buru-buru dalam perjalanan, baik karena ada janji atau kegiatan keluarga atau kegiatan lainnya bisa sangat terganggu dengan adanya Car Free Day tersebut. Kalau ada janji atau keperluan mendadak, tak mungkin hanya karena ada Car Free Day lalu orang harus membatalkan janji atau menunda hal yang tak boleh ditunda. Dan karena kurangnya informasi adanya Car Free Day, lalu setelah tiba dekat jalan ditutup, lalu harus berbelok ke jalan-jalan kecil yang sama sekali tak memadai untuk dilewati, dengan bermacet-macetan dan mesti berhadapan dengan banyaknya pak Ogah (orang-orang yang tak jelas identitasnya yang ikut-ikut pura-pura mengatur lalu lintas hanya untuk minta imbalan uang, padahal orang-orang ini dengan sengaja menghadang kendaraan yang mau lewat dengan badannya supaya lebih macet dan supaya diberi uang). Akibat berpindahnya kemacetan dan bertambah lamanya kendaraan-kendaraan terjebak dalam kemacetan di jalan-jalan lain dan berputar-putar dalam kebingungan, bukankah terjadi pemborosan waktu dan bahan bakar yang lebih banyak. Akibatnya juga polusi dari kendaraan bertambah, bukannya berkurang dengan adanya Car Free Day seperti yang diharapkan. Orang yang mengadakan Car Free Day hanya melihat jalan yang ditutup jadi sepi, tapi mungkin tidak melihat berpindahnya kemacetan dan makin macetnya jalan di gang-gang kecil yang makin menyengsarakan pengemudi, dan bertambahnya polusi dari kendaraan yang macet-macetan tersebut.

Memang kota Jakarta sangat jauh bila dibandingkan dengan kota pejalan kaki yang lain. Banyak jalan-jalan yang bahkan tanpa trotoar untuk pejalan kaki. Kalaupun ada, banyak sekali hambatan dalam berjalan kaki. Ambil contoh saja, orang berjalan kaki dari Harmoni ke Gajah Mada Plaza di Jakarta Pusat. Ternyata berjalan kaki bisa sangat berbahaya, banyak motor-motor yang berjalan memotong jalan, berlawanan arah, bahkan banyak sekali parkir mobil dan motor di pinggir jalan (seperti di Jl. Gajah Mada di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat), yang menyebabkan orang yang mau berjalan kaki mesti berjalan menembus barisan motor dan mobil yang diparkir tersebut dengan susah payah. Belum lagi adanya got terbuka, atau sebagian tertutup dan sebagian terbuka, yang bisa menyebabkan kaki masuk lubang got atau terjatuh. Di tambah panas terik matahari karena kurangnya pohon-pohon penyejuk. Dan juga saat menyeberang di persimpangan atau di pertigaan (seperti di Persimpangan Jl. Gajah Mada dengan Jl. Kemakmuran),  mesti sangat berhati-hati karena sulitnya menyeberang, kendaraan tampaknya tak ada yang mau mengalah untuk orang yang mau menyeberang, sedangkan lampu khusus untuk menyeberang tidak ada. Benar-benar berjalan kaki jadi sulit dan bisa saja jadi berbahaya.

Atau lihat saja contoh di Jl. Pangeran Jayakarta di Jakarta Utara, yang satu sisi jalannya selalu tergenang air sepanjang tahun, baik musim panas apalagi musim hujan. Saat pejalan kaki berjalan dari arah Jl. Gunung Sahari ke arah Jl. Pangeran Jayakarta, saat melewati pinggir jalan tersebut mesti sangat berhati-hati, bisa-bisa ada kendaraan yang lewat kemudian genangan air tadi memercik dan membasahi seluruh pakaian pejalan kaki di pinggir jalan tersebut. Sandal dan sepatu juga sangat cepat menjadi rusak karena terendam air saat pejalan kaki mesti melewati genangan air tersebut. Bahkan pengendara motor pun saat berhenti, dan kakinya terpaksa menginjak jalan supaya tidak terjatuh, maka sandal dan sepatunya pun akan jadi basah.

Kalau melihat kenyataan bahwa berjalan kaki di kota Jakarta tidak lagi menyenangkan, apakah lalu kalau ada himbauan agar orang yang memakai kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum bisa menjadi efektif ? Tentu saja tidak, karena semua manusia menginginkan kesenangan dan ingin menghindarkan kesusahan, jadi walaupun orang yang tak mampu pun jadi bermimpi ingin punya kendaraan sendiri.

Karenanya pembangunan infrastruktur jalan mesti mempertimbangkan semuanya ini. Perlu dipikirkan juga pedestrian buat pejalan kaki. Kalau di kota Beijing atau di kota Sanghai – Tiongkok, ada jalur-jalur jalan khusus buat orang yang bersepeda. Atau bahkan di kota Kuala Lumpur – Malaysia, ada jalur khusus di samping jalan tol untuk mobil, yang dikhususkan untuk pengendara sepeda motor. Maka sudah saatnya selain mengatasi kemacetan dengan pembangunan infrastruktur yang berorientasi mengatasi kemacetan mobil, perlu juga dipikirkan untuk jalur sepeda motor dan juga jalur untuk pejalan kaki, supaya semua bagian masyarakat bisa menikmati hidupnya masing-masing. Semoga.

Tragedi Kemacetan Merak – Bakauheni

Kadang-kadang sebuah cerita anak-anak bisa jadi pembanding yang bagus. Saya masih ingat sebuah cerita mengenai menyeberangi suatu sungai, yang mana kita mesti menyusun beberapa ekor buaya supaya bisa melintas di atas punggung buaya sehingga kita bisa menyeberangi sungai tersebut. Karenanya kita mesti bersabar sampai buayanya tersusun dari sisi sungai sebelah sini sampai ke sisi ujung seberang sana. Itupun bisa  saja penyeberangan menjadi gagal kalau ada buaya yang tiba-tiba mengamuk saat dilintasi punggungnya. Wah, selain mesti sabar juga benar-benar nasib rasanya cuma ada di ujung tanduk. Sepertinya sudah tidak ada jalan lain lagi kecuali berharap cemas.

Kalau sebelumnya tulisan kami : “Tragedi Kemacetan” mengenai kenyataan kemacetan lalu lintas di dalam kota Jakarta, maka kali ini kami juga ingin menulis mengenai satu fenomena yang sangat merupakan tragedi juga, yaitu Tragedi Kemacetan di Penyeberangan dari Merak ke Bakauheni. Jarak Merak ke Bakauheni boleh dibilang cukup dekat, karena itu adalah dua titik terdekat dari sisi Barat Pulau Jawa ke sisi Selatan Pulau Sumatera. Hanya dipisahkan oleh sebuah selat yaitu Selat Sunda, yang ombaknya tidak begitu besar dan karenanya tidak begitu membahayakan. Bukan seperti Samudera Hindia yang ombaknya besar dan lebih sulit diduga. Tapi kemudian mengapa ini menjadi masalah ?

Yang jadi masalah bukan ombak atau selatnya, tapi yang masalah adalah kendaraan-kendaraan yang akan menyeberang dari Merak ke Bakauheni berbaris antri dalam kemacetan yang luar biasa, bahkan mencapai lebih dari 12,5 km. Angkutan-angkutan yang berisi berbagai komoditas, bahkan banyak juga yang berisi bahan-bahan makanan yang bisa membusuk, baik berupa sayur-mayur, buah-buahan, daging, sampai komoditi bisnis lainnya. Memang belum ada alternatif lain bagi kendaraan angkutan dari Pulau Jawa yang akan menuju ke Pulau Sumatera, semuanya melalui Merak dan menyeberang melalui Selat Sunda dengan menumpang kapal-kapal Ferry menuju Bakauheni, sebelum melanjutkan ke perjalanan yang masih jauh lagi tergantung tujuan akhirnya, bisa saja ada yang sampai ke ujung Sumatera Utara, Medan ataupun Aceh. Supir-supir angkutan tersebut dibekali dengan ongkos yang terbatas, tetapi kemacetan yang luar biasa dan tak bisa diduga kapan baru bisa berhasil menyeberang sampai ke Bakauheni membuat mereka stress, kurang istirahat, capek, kehabisan persediaan bekal, serta khawatir bahan-bahan yang diangkut rusak, busuk, ataupun menjadi sangat lama dijemur di bawah panas terik matahari. Hal ini tentu saja jauh di luar dugaan dan perhitungan para supir tersebut, tetapi telah merusak semua rencana, bahkan waktu pengantaran jadi lama dan menjadi terhambat dan terlambat. Semua itu terjadi dan seolah tidak ada yang bisa dilakukan, hanya menunggu dalam keputus-asaan saja.

Fenomena ini hampir sama seperti contoh cerita di atas, saat harus menunggu buaya untuk berbaris supaya bisa melintas, dan berharap buayanya tidak ada yang mengamuk. Wah, kenapa kejadian seperti ini masih bisa terjadi di dunia nyata dengan teknologi begitu canggih. Di dunia yang sumber daya manusianya begitu besar, hasil alamnya melimpah, peralatan modern mudah didapat dan dibeli dimana-mana, serta teknologi sudah sangat-sangat maju. Zaman sekarang adalah zaman dimana orang bisa dengan mudah mewujudkan angan-angan. Misalnya kalau angan-angannya ingin ada jembatan penyeberangan yang melintas dari Merak sampai ke Bakauheni atau dari sisi Barat Pulau Jawa ke sisi Selatan Pulau Sumatera, maka itu hanyalah masalah niat saja, karena semua itu bisa dibuat, dan kemampuan manusia untuk membuatnya bukan lagi menjadi semcam tantangan, tapi hanya masalah niat, perencanaan, bahan, pembiayaan, manajemen, dan realisasi saja. Jadi bukanlah zamannya lagi kita bermain dengan susunan buaya yang berbaris untuk kita melintas di atasnya.

Kalaupun jembatan penyebarangan belum bisa dibangun dan masih jauh dari angan-angan, tetapi setidaknya hanya mengatasi sebuah selat kecil untuk menyeberangkan mobil-mobil angkutan bagi sebuah negara kepulauan mestinya bukanlah hal besar. Kejadian di atas jelas-jelas sangat merugikan banyak pihak, dan sudah saatnya hal seperti ini tak boleh terjadi lagi di masa yang akan datang. Saat kendaraan belum menumpuk sampai belasan kilometer dan antri tanpa kejelasan jadwal penyebrangan, mestinya semua langkah darurat sudah mesti diambil. Haruskah otoritas hanya memikirkan untung rugi jangka pendek, karena kerugian akibat tragedi kemacetan ini jauh di luar perhitungan akal sehat siapa pun. Bukan hanya sekedar kerugian materi dan uang saja, kerugian akibat keterlambatan pelayanan terhadap konsumen dan nasabah, melibatkan juga masalah kepercayaan dan bonafiditas, serta timbulnya konflik-konflik seperti antara pimpinan perusahaan angkutan dengan para supir angkutan. Rusaknya bahan dan muatan merupakan kerugian material yang tentu di luar perhitungan. Keterlambatan pengantaran pesanan kepada konsumen akan sangat mengecewakan para konsumen dan para pemesan barang. Penghasilan dari perusahaan angkutan pun menurun karena kapasitas angkut dan frekuensi pengangkutan menurun. Supir-supir pun berkurang pemasukan dan penghasilannya karena frekuensi pengangkutan berkurang, bahkan biaya tak terduga menjadi besar akibat semua kemacetan yang menjadi tragedi ini.

Memang kejadian kemacetan pada penyeberangan Merak – Bakauheni tidak selalu terjadi, tetapi tragedi kemacetan ini bukan baru terjadi satu atau dua kali, yang seharusnya sudah bisa diantisipasi untuk waktu-waktu mendatang. Kalau dermaga di sisi pelabuhan Merak memang kurang (hanya 5 unit), seharusnya bisa dibangun lebih banyak atau lebih besar dengan kapasitas yang memenuhi syarat, demikian pula di sisi pelabuhan Bakauheni (hanya 4 unit). Dan kapal-kapal Ferry yang melayani kalau kurang pun (hanya 33 kapal kalau beroperasi semua) seharusnya ditingkatkan jumlah dan kapasitasnya. Dan tentunya mesti dicarikan solusi-solusi lainnya yang bersifat jangka panjang, sehingga semua tragedi kemacetan akan menjadi kenangan pahit di masa lalu.  

Silakan berikan komentar anda yang mungkin bisa menjadi masukan berarti buat kita semua !

Antrian di Merak

Gambar di atas ini bersumber dari foto dari Harian “Kompas” edisi tanggal 21 Februari 2011 halaman 26 pada artikel “Antrean Lagi di Merak” pada rubrik Metropolitan.

(Terlihat dalam foto, seorang supir kelelahan dan tertidur di bawah kolong mobil truknya menunggu kemacetan luar biasa di Merak).