Cap Go Mei merupakan hari ke – 15 setelah tahun baru Imlek

Seperti yang orang ketahui, tahun kalender penanggalan Imlek merupakan penanggalan berdasarkan perhitungan pergerakan bulan (kalender berdasarkan lunar). Penanggalan lunar ini sudah jauh lebih lama dari pada penanggalan internasional yang kita kenal dengan tahun Masehi saat ini.

Menjelang Imlek, yang umumnya merupakan masa panen padi pada zaman dahulu di negara Tiongkok, di negara kita sini belakangan ini sering terjadi curah hujan yang tinggi. Bahkan curah hujan dengan kapasitas yang tinggi dan durasi hujan yang lama, telah banyak pula memberikan masalah genangan air sampai banjir.

Pergantian tahun berdasarkan kalender lunar (kalender imlek) ini merupakan momen penting, karena juga merupakan sumber cara perhitungan umur seseorang berdasarkan shio, seperti pada tahun ini yang dikenal dengan shio Kambing, bahkan lebih detailnya yaitu tahun Kambing Kayu, karena dominan nya unsur kayu pada tahun shio Kambing pada tahun ini.

Orang juga lebih mudah mengingat umur seseorang dengan menghitung sirklus 12  tahunan dari masing-masing 12 shio pada penanggalan imlek ini. Sehingga kalau orang mempunyai shio yang sama, misalnya sama-sama shio Kambing, maka selisih umurnya akan berbeda dengan kelipatan 12 tahun. Sehingga dengan melihat generasi dari orang lain dan tahu shio orang yang bersangkutan, akan sangat mudah kita mengingat dan mengetahui umur orang tersebut.

Perayaan Tahun baru Imlek berlangsung selama 15 hari. Dalam bahasa Chinese (tepatnya bahasa daeraah Hokkian), angka 15 disebut sebagai Cap Go, dan Malam disebut sebagai Mei. Sehingga malam tanggal 15 tahun Imlek dikenal sebagai Cap Go Mei.

Banyaknya orang-orang yang berlatar belakang garis keturunan dari negara Tiongkok, yang telah menyebar ke seluruh dunia, tentu saja juga membawa serta budaya nenek moyang dan leluhurnya. Walaupun di negara lain telah bercampur dan berasimilasi ataupun berbaur dan telah terjadi banyak evolusi maupun modifikasi, tetapi hormat leluhur dan budaya leluhur tentu merupakan suatu hal yang patut dijunjung tinggi dan dihargai sebagai panutan dalam hidup.

Di Indonesia pun, keturunan Tionghoa, sejak diperbolehkan kembali oleh mantan Presiden Gusdur, mulai ramai-ramai merayakan Cap Go Mei ini secara terbuka dan meriah.

Perayaan-perayaan Cap Go Mei pun kemudian juga sering dihadiri oleh pejabat-pejabat, bahkan presiden dan para menteri nya.

Pada tahun ini (tahun 2015), perayaan Cap Go Mei dilaksanakan di Hall D, Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, yang dimotori oleh Forum Bersama Indonesia Tionghoa, dengan tema Cap Go Mei Bersama 2015 Bersama Membangun Indonesia, Indonesia Satu, Indonesia Jaya. Perayaan ini walaupun tidak dilaksanakan pada tepat pada malam ke 15 tahun Imlek, tetap merupakan perayaan yang meriah, yaitu telah dilaksanakan pada hari Senin, 2 Maret 2015 dari jam 18.00 malam sampai selesai.

Penuh sesaknya kursi pengunjung merupakan indikator begitu besarnya antusias warga dalam merayakan perayaan Cap Go Mei ini.

Tampilnya tarian Barongsai, selain tarian-tarian lainnya merupakan suatu kekhasan dari perayaan dalam perayaan malam Cap Go Mei ini. Perayaan Cap Go Mei ini juga banyak dilaksanakan secara meriah di kota-kota besar lainnya di Indonesia, misalnya di Bogor, di Palembang, di Medan, di Pontianak, dan banyak lagi.

Berikut ini beberapa foto acara panggung yang mengisi acara perayaan Cap Go Mei tersebut :

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015

Perayaan Cap Go Mei 2015