Singapore berkabung atas wafatnya Lee Kuan Yew

Mengapa Singapore berkabung ? Ya, karena Bapak Bangsa Singapore yaitu Lee Kuan Yew telah wafat pada pagi hari ini, dan Singapore telah menyatakan akan berkabung selama 7 hari dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

Lee Kuan Yew yang lahir pada tanggal 16 September 1923, wafat pada usia yang tergolong sangat tinggi yaitu usia 91 tahun pada tanggal 23 Maret 2015.

Lee Kwan Yew merupakan perdana menteri pertama Singapore, yang telah membangun dan merubah wajah negara Singapore menjadi salah satu negara yang cukup dikenal di dunia ini. Perdana menteri yang memerintah 30 tahun an ini telah menyulap Singapore yang baru merdeka menjadi negara yang disegani.

Kemajuan ekonomi dan keteraturan dalam tatanan masyarakat yang bisa dilipat dari kebersihan di seluruh Singapore, dengan sanksi ketat bagi pembuang sampah sembarangan, membuat Singapore memang jadi negara yang bersih dan warga Singapore boleh bangga akan hal ini.

Seorang turis yang di negara nya bisa membuang sampah sembarangan tanpa ada hukuman yang jelas, begitu sampai dan menginjakkan kaki di Singapore bisa menjadi berhati-hati dan mampu menjaga diri untuk juga tidak membuang sampah sembarangan.

Negara singapore yang minim sumber daya alam (bahkan air dan makanan diimpor dari luar negeri), tapi mampu menjadi negara ekonomi maju dunia dengan mengembangkan industri jasa, industri pariwisata, dan menjadi negara transit dari berbagai bisnis di dunia ini.

Singapore juga menjadi negara yang aman, sehingga para turis yang berkunjung ke sana tidak merasa khawatir baik dari segi keselamatan sepanjang hari bahkan juga di malam hari.

Karenanya warga Singapore sangat bangga akan bapak bangsa mereka ini dan dunia pun mengakui Lee Kuan Yew sebagai orang besar, yang telah membuat negara Singapore sebagai salah satu negara yang significan di dunia ini.

Lee Kuan Yew telah merubah satu pelabuhan kecil menjadi negara dengan ekonomi yang sangat maju di dunia.

Indonesia juga menyatakan ikut berduka cita akan meninggalnya Lee Kuan Yew ini.

Banyak negara juga telah mengirimkan ucapan duka cita ini.

Selamat jalan Bapak Bangsa Singapore : Lee Kuan Yew.

Dan kita harapkan akan lahir banyak orang-orang besar seperti Lee Kuan Yew ini.

Bila banjir dan macet jadi satu

Banjir merupakan hal yang tidak disukai, demikian juga dengan kemacetan lalu lintas. Dan kalau kedua kondisi ini menyatu, maka makin sengsaralah orang yang mengalaminya.

Pada sore hari ini Sabtu tanggal 22 Desember 2012 telah terjadi hujan dengan curah yang cukup tinggi, dan telah menyebabkan banyak genangan air, bahkan banjir di berbagai wilayah kota Jakarta.

Hal seperti ini bukan baru kejadian kali ini saja, tetapi merupakan peristiwa yang terus menerus berulang hampir setiap tahun. Dan berikut ini adalah foto kemacetan dalam suasana genangan air akibat hujan lebat di Jl. Jendral Sudirman – Jakarta Pusat sebagai berikut :

Jl. Jendral Sudirman - Jakarta Pusat yang macet total disertai genangan air

Jl. Jendral Sudirman - Jakarta Pusat yang macet total disertai genangan air

Dalam foto tersebut terlihat dengan sangat jelas kemacetan total, disertai genangan air dan kesemrawutan lalu lintas, yang mana terdapat mobil-mobil pribadi yang masuk menyerobot ke dalam jalur bus way, baik karena menghindari macet maupun menghindari genangan air (banjir).

Gubernur baru DKI Jaya yaitu Bapak Jokowi baru saja beberapa bulan menjabat sebagai Gubernur DKI Jaya, tetapi memang berbagai tumpukan masalah yang ditinggalkan oleh Gubernur lama memang sangat fatal bahkan tidak manusiawi, sehingga memang kita heran apa saja yang dikerjakan oleh Gubernur lama sehingga juga tidak disukai oleh masyarakat kota Jakarta, sehingga pada pemilukada (pemilihan kepala daerah) DKI Jaya kalah dengan Bapak Jokowi yang bahkan bukan warga Jakarta dan tidak ber KTP (kartu penduduk) DKI Jaya. Walaupun didukung oleh mayoritas partai, tetapi rakyat sudah tidak bisa menerima kehadiran Gubernur lama yaitu Foke, sehingga dalam dua kali putaran pilkada DKI Jaya selalu kalah dengan Bapak Jokowi.

Kenapa penguasa bisa meninggalkan begitu banyak masalah kemanusiaan di dunia modern yang sebenarnya tidak semestinya terjadi ? Jawaban yang paling sederhana adalah bahwa pejabat yang digaji tidak bekerja untuk pekerjaannya seperti pegawai yang bekerja pada perusahaan. Seorang pegawai yang bekerja pada perusahaan mesti loyal pada misi dan visi perusahaan dan menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk kemajuan dan kejayaan perusahaan. Kalau seorang pejabat yang sudah digaji bisa berfikir dan bekerja seperti pegawai perusahaan tersebut maka masalah kemanusiaan yang begitu parah tidak seharusnya terjadi.

Harapan besar masyarakat kota Jakarta sekarang bertumpu pada Bapak Jokowi, yang merupakan gubernur baru pilihan rakyat. Dengan dukungan rakyat yang besar kita berharap akan banyak kemajuan dan prestasi yang akan dihasilkan oleh Gubernur yang baru ini. Memang memperbaiki kerusakan fatal yang ditinggalkan oleh Gubernur lama bukanlah seperti membalikkan tangan, tentu perlu proses, perlu waktu, dan semoga Jakarta baru akan bisa terwujud dalam waktu beberapa tahun mendatang.

Seorang pejabat selain harus berorientasi pada prestasi, juga mesti punya hati nurani dan memikirkan kepentingan rakyat banyak. Bila memungkinkan bahkan seharusnya bisa menghasilkan karya besar yang berguna dan bisa dikenang oleh umat manusia sepanjang masa. Kalau tidak bisa membuat karya besar tingkat dunia seperti Tembok Besar di China, atau Menara Eiffel di Perancis, atau Candi Borobudur di Magelang, ya minimal kelas nasional. seperti Monumen Nasional (Monas) karya mantan Presiden Soekarno. Prestasi Soekarno bisa kita ingat dan sangat membanggakan bangsa Indonesia, baik sebagai proklamator, sebagai presiden yang membuat negara Indonesia disegani di dalam pergaulan bangsa-bangsa di dunia.

Maka kita tentu kita berharap bahwa Bapak Jokowi selaku Gubernur DKI Jaya pilihan rakyat akan juga membuat sesuatu karya besar yang akan diingat oleh warga DKI Jaya selamanya, dan mengatasi berbagai masalah rutin seperti kemacetan lalu lintas dan banjir.

Memang tantangannya tidak mudah dan tidak sederhana karena sudah jadi penyakit akut, tetapi kami yakin selama ada kemauan disertai hati nurani, maka pasti akan ada jalan. Karena semua keberhasilan dan kemajuan akan kita nikmati bahkan sangat bermanfaat buat anak cucu dan keturunan kita di masa mendatang.

Pempek makanan favorit asal Palembang

Kota Palembang merupakan salah satu kota yang terkenal di Indonesia, merupakan ibu kota dari Propinsi Sumatera Selatan. Kota Palembang ini dilalui oleh sebuah sungai yang lebar yang juga cukup terkenal, yaitu : Sungai Musi.

Melintang di atas Sungai Musi terdapat sebuah jembatan yang merupakan lambang dan menjadi kebanggaan kota Palembang, yaitu : Jembatan Sungai Musi. Jembatan Sungai Musi ini menghubungkan bagian Hulu dan bagian Hilir dari Sungai Musi.

Bahkan di tengah-tengah Sungai Musi terdapat sebuah pulau yang sangat terkenal di kota Palembang, yaitu Pulau Kemarau. Di Pulau Kemarau ini terdapat makam keramat yang selain menjadi legenda, juga menjadi tempat sembahyang banyak masyarakat kota Palembang. Pulau Kemarau juga menjadi bagian dari wisata bahari di Kota Palembang. Setiap tahun pada hari Cap Go Mei (yaitu malam tanggal 15 bulan ke satu penanggalan Tionhoa), Pulau Kemarau selalu penuh sesak dengan pengunjung baik yang bersembahyang maupun yang sekedar berwisata ke Pulau Keramat tersebut. Pulau Kemarau juga memberikan suatu daya magis luar biasa karena masyarakat Palembang para pemilik kapal dan perahu, banyak yang menggratiskan dan melayani dengaan senang hati semua pengunjung ke Pulau Kemarau ini,

Dengan makin berkembangnya minat para sponsor dan relawan, maka belakangan ini, bahkan dari sisi sungai Musi sampai ke Pulau Kemarau sudah tidak perlu dilayari dengan kapal ataupun dengan perahu lagi kalau sedang masa Cap Go Mei, karena kapal-kapal maupun ponton disusun menjajar sambung menyambung dari sisi sungai Musi sampai ke sisi Pulau Kemarau, sehingga pengunjung cukup berjalan kaki saja menyeberangi sungai Musi.

Ini merupakan salah satu fenomena luar biasa yang hanya dimiliki oleh kota Palembang dengan Sungai Musi dan Pulau Keramat yaitu Pulau Kemarau.

Palembang, karena dilalui oleh Sungai Musi, maka tentu saja menghasilkan banyak ikan sungai yang lezat-lezat.

Ikan-ikan dari Sungai Musi sangatlah segar dan sehat dengan gizi yang tinggi dan rasa yang lezat, dan terkenal banyak dibikin menjadi makanan spesial Palembang yaitu Pempek.

Ikan-ikan yang terkenal lezat untuk pembuatan Pempek ini adalah : ikan kutak, ikan belido, ikan gaabus, dan ikan tenggiri. Ikan kutak dan ikan belido merupakan ikan khas Palembang yang memang paling lezat untuk dijadikan pempek. tetapi ikan gabus dan ikan tenggiri juga bisa menjadi alternatif pembuatan pempek dengan rasa yang lezat juga.

Pempek Telor (kapal selam)

Pempek Telor (kapal selam)

Makanan pempek yang menjadi khas makanan Palembang yang sudah juga terkenal ke berbagai kota di Indonesia, sebenarnya juga punya berbagai variasi nya, seperti :

  • Macam-macam pempek : Pempek panjang (lenjer), pempek bulat (adaan), pempek panggang (pempek tunu), pempek pastel, pempek keriting, pempek tahu, pempek kulit, pempek lenggang, dan pempek telor (dikenal juga sebagai kapal selam).
  • Tekwan.
  • Model.
  • Celimpungan.
  • Kerupuk, kemplang, kemplang badak, getas.

Dan untuk memperlezat makanan ini juga ada kuah khusus untuk pempek, kerupuk dan kemplang yaitu cuko.

Memang seluruh variasi makanan dari pempek ini sangat lezat kalau pandai mengolah dan memasaknya, dengan bahan ikan sebagai bahan baku utama, jelas ikan sangat tinggi gizi nya dan juga lezat, dan unsur bahan baku kedua yaitu tepung sagu. Selebihnya adalah bumbu-bumbu yang diramu supaya benar-banar menjadi makanan yang lezat.

Bersama ini kami sertakan salah satu alternatif resep untuk membuat pempek telor dengan ikan tenggiri, sbb :

Bahan baku untuk Pempek :

  • 500 gram ikan Tenggiri.
  • 250 ml air es.
  • 2 sendok makan gula pasir.
  • 1 sendok makan garam.
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk.
  • 350 gram tepung sagu.
  • 20 butir telor puyuh (umumnya yang dipakai adalah telor ayam, contoh disini dengan telor putuh).

Bahan baku untuk Cuko :

  • 250 gram gula merah.
  • 50 gram asam Jawa.
  • 600 ml air.
  • 1 sendok makan bawang putih (haluskan).
  • 1 sendok makan cabe rawit merah (haluskan).
  • 1 sendok makan cabe merah (haluskan).

Bahan pelengkap :

  • 200 gram mie kuning basah (seduh dengan air panas).
  • 100 gram mentimun (dipotong-potong dulu).
  • 30 gram ebi (ditumbuk halus).

Cara membuat pempek telor :

  1. Haluskan ikan Tenggiri dengan pirikan. (Pirikan adalah saringan dari kuningan untuk menghaluskan daging ikan, tekan pirikan di atas potongan daging ikan, daging yang tersaring di atasnya dapat langsung diolah). Note : saat ini di Kota Palembang sudah ada yang menjual daging ikan Tenggiri atapun daging ikan Gabus yang sudah dipirik, sehingga siap untuk dipakai tanpa harus melakukan pekerjaan memirik ikan lagi.
  2. Campur air es, gula pasir, garam, dan kaldu bubuk, aduk sampai gulanya larut. Tuang campuran air ke dalam ikan yang sudah dihaluskan sambil diaduk rata. Uleni ikan tenggiri hingga menggumpal dan kenyal. (Pastikan daging ikan diuleni hingga kenyal dan mengkilap agar pempek lebih kenyal dan tidak keras).
  3. Tambahkan pelan-pelan tepung sagu, aduk rata. (Setelah tepung sagu dimasukkan jangan terlalu sering menguleni adonan karena pempek akan keras). Timbang adonan ikan seberat 30 gram. (Lumuri tangan dengan tepung sagu saat membuat adonan agar adonan tidak lengket di tangan).
  4. Ambil satu adonan ikan, buat lubang di tengahnya, masukkan 1 butir telor puyuh yang sudah dibuang kulit telurnya, tutup adonan perlahn-lahan sampai rapat.
  5. Masukkan langsung ke dalam air mendidih, masak sampai matang. Lakukan sampai seluruh adonan habis. Pempek yang sudah matang akan mengapung ke permukaan air. Angkat dan tiriskan.
  6. Goreng hingga berkulit, potong-potong lalu hidangkan dengan peoengkap.
  7. Siapkan cuko : Masak gula merah,  asam Jawa, dan air sampai gula larut dan kental. Angkat dan saring. Lalu masak kembali, tambahkan garam,  bawang putih halus, cabe rawit merah halus, dan cabe merah halus, diaduk sampai rata, dan dimasak sampai mendidih.

Maka dengan bahan baku seperti data di atas, bisa dibuat sebanyak 20 porsi Pempek Telor (Kapal Selam).

Anda ingin mencoba membuat pempek ?, atau mungkin doyan makan pempek ? Maka ini mungkin bisa menjadi gambaran dan referensi saja.

Selamat menikmati makanan khas Palembang, yaitu Pempek.

Di kota-kota lain biasanya hanya dibuat dari ikan Tenggiri, memang ikan inilah yang bisa ditemukan di kota lain.

Semoga bermanfaat dengan makanan favorit khas dari Palembang.

Air untuk Kehidupan bisa juga menjadi Tsunami

Masih ingat akan ajaran Siddharta Gautama, terutama bagi umat agama Buddha, yang menerangkan mengenai Jalan Tengah. Bahwa segala sesuatu yang berlebihan (extrim) adalah tidak baik, dan yang seharusnya adalah Jalan Tengah. Dan kebijakan ajaran agama Buddha ini sudah ada sejak zaman dahulu yang berlaku universal.

Demikianlah seperti halnya mengenai AIR. Tanpa air tidak ada kehidupan, itulah yang biasa disimpulkan oleh orang-orang yang ke luar angkasa yang ingin mencoba menemukan kehidupan di luar planet bumi. Tanpa menemukan adanya air, maka para ahli luar angkasa menyimpulkan tiada kehidupan di orbit luar angkasa yang didatanginya. Bila ditemukan air di planet di luar bumi, maka harapan ditemukan kehidupan di planet ataupun gugus galaxy tersebut diharapkan bisa ditemukan kehidupan atau makhluk lain (makhluk luar angkasa). Setidaknya, manusia mencoba mencari lahan baru di luar angkasa yang suatu hari nanti bisa untuk dijadikan tempat untuk hidup.

Memang tanpa adanya air, kita tak mungkin hidup. Kekurangan air pun jadi masalah, orang bisa kehausan, atau tidak bisa melakukan aktivitas hidup secara normal, seperti untuk mandi, masak, mencuci dan sebagainya. Orang yang karena kesehatannya terganggu, sehingga terjadi dehidrasi, maka dalam tubuh akan kekurangan cairan, dan ini pun jadi masalah dan bisa membahayakan hidup.

Air jelas sangat penting untuk kehidupan. Tetapi kalau airnya berlebihan, juga bisa menjadi masalah. Hujan yang turun di atas batas normal, bisa sangat mengganggu. Air sungai yang meluap, genangan air, dan banjir tentu juga menjadi masalah buat manusia dan bisa menjadi musibah.

Dan kalau yang terjadi adalah TSUNAMI, maka musibah terhadap manusia bisa menjadi luar biasa. Gempa di dasar laut dapat menggerakkan air laut dan menyebabkan air laut bergejolak sedemikian sehingga menjadi ombak besar dan menyerang masuk ke daratan merupakan peristiwa Tsunami. Kalau skala gempa di dasar laut cukup besar sehingga menjadikan potensi tsunami, maka terjadilah musibah tsunami. Dan kalau manusia tidak siap menghadapi tsunami ini, maka musibah, bencana, dan korban tak bisa dielakkan. Walaupun manusia siap pun kalau tsunami terjadi, bencana dan kerugian pasti terjadi.

Saat tsunami terjadi, banyak bangunan dan infrastruktur di sepanjang garis pantai dan sekitarnya hancur diterjang tsunami. Dan kalau tsunami terjadi pada pantai yang ada manusianya, maka bencananya menjadi lebih besar. Rumah-rumah dan segala isinya hancur ataupun rusak diterjang tsunami. Bahkan berbagai kendaraan seperti mobil-mobil yang tak sempat diselamatkan dilumat oleh tsunami. Bahkan manusia yang tak sempat menyelamatkan diri juga akhirnya tewas akibat bencana tsunami ini. Masih segar ingatan kita akan Tsunami yang menghantam Aceh (di pantai Barat Sumatera bagian Utara), yang bahkan pengaruh tsunaminya juga sampai ke negara Srilangka dan Pukhet yang merupakan pantai negara Thailand. Ratusan ribu orang Aceh meninggal akibat tsunami tersebut dan juga kerusakan parah terjadi pada rumah berbagai fasilitas yang ada.

Tsunami yang terjadi di Jepang

Dan pada bulan Maret ini (tepatnya pada tanggal 11 Maret 2011), kembali Tsunami menyerang pantai Timur negara Jepang. Bisa kita lihat di berbagai berita surat khabar dan telivisi, sangat banyak bangunan yang hancur, mobil-mobil juga hanyut dibawa oleh air laut, dan juga memakan korban nyawa manusia juga. Walaupun jumlah korban (orang yang meninggal) tidak sebanyak saat tsunami di Aceh, tetapi kehilangan nyawa tetap terjadi. Bahkan ada satu hal yang sampai saat ini masih menakutkan, yaitu akibat lanjutan dari peristiwa tsunami yang sudah berlalu, yaitu rusaknya fasilitas reaktor nuklir pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi. Bocornya nuklir dan efek radiasi nuklir bisa menjadi lebih berbahaya, selain radiusnya bisa mencapai jarak yang sangat jauh, juga akibat dari terkena radiasi nuklir ini bisa menyebabkan berbagai penyakit dan cacat lainnya.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa memang air bisa sangat berguna untuk kehidupan, tetapi bila kekurangan bisa jadi masalah, kelebihan juga jadi masalah. Jadi JALAN TENGAH adalah yang seharusnya. Pengalaman dan berbagai kejadian dari masa ke masa akan menjadikan manusia menjadi makin dewasa dan dengan segala akal budinya, manusia akan mencari solusi dan berbagai teknik untuk menghadapi berbagai masalah yang bisa muncul dari air ini. Dimulai dari berkembangnya ilmu meramal cuaca, sampai alat-alat deteksi gempa dan alat-alat peringatan bahaya tsunami, walaupun saat ini belum sempurna dan masih selalu terkalahkan dengan kejadian mendadak di luar kendali manusia, tetapi manusia tetap harus optimistis, bahwa suatu saat bisa mendapatkan solusi dan kesiapan untuk menghadapi semuanya. Makin hari makin berkembang teknologi dan ilmu pengetahuan dan semoga suatu hari nanti, manusia akan siap dan bisa menghindarkan bencana akibat dari extrim yang diakibatkan oleh air ini. Setidaknya bisa meminimalisasi kerugian dan kerusakan, serta meminimalkan korban.

Bukan dalam arti manusia ingin melawan alam, tetapi manusia ada saatnya bisa mengelola alam dengan lebih baik. Juga bisa mengelola bencana alam dengan lebih baik. Sehingga air yang kita butuhkan untuk kehidupan kita, juga bisa menjadi sahabat yang baik untuk kita. Manusia saat ini sudah bisa membotolkan air agar mudah dibawa kemana-mana, membuat saluran irigasi yang memanfaatkan air untuk sawah dan tanamannya, juga membuat kincir air untuk menghasilkan energi, ataupun membuat waduk untuk pembangkit tenaga listrik (PLTA : pembangkit listrik tenaga air) ataupun untuk rekreasi air dan tempat wisata. Bahkan ombak laut pun sudah bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Juga memanfaatkan air untuk transportasi, baik transportasi kanal (seperti banyak di negara Belanda), transportasi sungai, transportasi laut. Memanfaatkan air untuk olahraga, seperti renang, ski air, bahkan surfing. Terlihat disini bahwa air sudah lama dan banyak yang bisa dimanfaatkan. Air sudah menjadi sahabat manusia, dan agar saat bencana yang timbul akibat oleh air ini (baik curah hujan yang berlebih, sungai yang meluap, ataupun tsunami) bisa tetap menjadi sahabat bagi manusia, dan bukan memakan nyawa banyak manusia. Dan kita harapkan hal seperti ini waktunya akan tiba. Mungkin terdengar agak aneh dan berlebihan, tetapi kalau kita melihat kenyataan kemajuan teknologi yang luar biasa cepat belakangan ini, seperti dunia internet, dunia telekomunikasi, yang bisa mengalahkan waktu dan jarak (dalam arti orang yang berjauhan jaraknya, bisa berkomunikasi secara online secara real time). Maka tiada harapan yang tidak mungkin dalam soal pengelolaan air ini, baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan di luar normal.

Jalan Rusak Menambah Kemacetan Lalu Lintas

Terlampir ini adalah foto dari Harian “Warta Kota” terbitan hari Senin tanggal 7 Maret 2011 pada rubrik : Metropolitan, dan komentar di bawah foto tersebut adalah sebagai berikut : Jl. RE Martadinata, tepatnya di depan pintu 03 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, mengalami kerusakan parah sehingga menimbulkan genangan saat hujan.

Jalan rusak

Fenomena seperti ini memang cukup banyak ditemukan di jalan-jalan di dalam kota Jakarta. Pada saat tak ada genangan air, lubang-lubang pada jalan, atau kerusakan jalan akan lebih terlihat bentuk dan ukurannya sehingga kendaraan lebih bisa menghindar dari lubang, itu pun kalau masih ada ruang untuk menghindar. Kalau tak ada ruang untuk menghindar, terpaksa kendaraan berjalan melalui lubang-lubang dengan berbagai resiko seperti rusaknya ban ataupun penyotnya bagian terbawah dari kendaraan. Dalam keadaan jalan sedikit sepi, lubang-lubang ini bisa sangat mematikan, karena pengendaraan yang sedang mencoba melintas dengan lebih cepat, bisa terbentur keras pada lubang tersebut, yang selain bisa menyebabkan pecahnya ban, atau rusaknya ban, juga bisa menyebabkan kecelakaan. Kadang-kadang pengendara tidak bisa menghindar, karena ada yang lubangnya baru kelihatan setelah kendaraan sangat dekat dengan lubang tersebut.

Banyaknya lubang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, menyebabkan kendaraan melambat, sehingga menambah kemacetan lalu lintas. Dalam keadaan banjir, bukan hanya lubang ini yang tidak bisa diperkirakan oleh pengendara, bahkan kanstin pemisah jalur lambat dan jalur cepat, ataupun beton pemisah dengan jalur busway sama sekali tidak terlihat, dan menambah resiko bahaya bagi kendaraan yang mencoba melewati banjir. Bahkan got-got terbuka di pinggir jalan pun tak bisa diketahui persis posisinya sehingga menjadi sangat berbahaya. Masalahnya kalau ada hujan lebat yang agak lama saja, cukup banyak ruas jalan di Jakarta yang tergenang sampai batas-batas jalan itu tidak terlihat sama sekali. Dan kemacetan pun makin menjadi-jadi. Kadang-kadang pengendara bisa terjebak berjam-jam tanpa bergerak maju sama sekali.

Tentunya semua pihak menginginkan agar jalan-jalan umum bisa berfungsi baik, karena kecelakaan bisa menimpa siapa saja, kemacetan sangat melelahkan dan membuat stress. Lebih besar kerugian pada masyarakat baik yang rusak kendaraannya maupun yang mengalami kecelakaan dibandingkan dengan biaya perbaikan jalan itu sendiri. Banyaknya penganguran, seharusnya bisa direkrut tenaganya untuk dididik untuk bekerja dalam ikut melaksanakan perbaikan-perbaikan jalan. Memberikan pekerjaan kepada penganggur akan lebih bermanfaat dari pada memberikan uang tunai kepada orang miskin yang akan habis begitu saja, dan tidak produktif. Pekerjaan perbaikan dan perawatan jalan secara rutin yang memberikan penghasilan bagi pekerja, juga akan bermanfaat meningkatkan daya beli masyarakat. Meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan konsumsi yang akan ikut berperan dalam menggerakkan roda perekonomian juga.

Perbaikan jalan memang ada, tapi sangat lambat sekali, dan sangat menganggu pengguna jalan. Seharusnya pekerjaan-pekerjaan yang bersifat mengganggu kepentingan orang banyak ini, bisa dilakukan secara cepat dan express, maksudnya seharusnya pekerjaan dilakukan secara non-stop dalam 24 jam sehari, dan mengutamakan pekerjaan pada malam hari saat gangguan menjadi berkurang. Kami sangat yakin banyak pekerja yang siap bekerja malam hari, bahkan banyak pekerja yang siap bekerja lembur agar mendapatkan penghasilan lebih. Kalau menyangkut kepentingan umum, seharusnya sudah tidak boleh menghitung untung rugi atau besarnya biaya. Dan kalaupun biaya pekerjaan menjadi lebih mahal untuk membayar pekerja yang bekerja lembur atau bekerja tengah malam, seharusnya tidak ada kerugian juga buat otoritas, karena uangnya juga mengalir untuk pekerja rakyat negara kita. Bukankah ini lebih baik daripada membagi-bagikan uang kepada orang miskin, sehingga terjadi antrian orang miskin, dan banyak orang kemudian mengaku jadi orang miskin agar mendapat uang. Seharusnya kita bisa membangun rasa bangga kepada masyarakat karena mereka bisa bekerja dengan baik, bukan menerima uang dengan mengaku sebagai orang miskin, sehingga budaya malu untuk hal-hal yang bersifat negatif bisa membuat bangsa lebih berbudaya.

Perbaikan jalan pun sebaiknya mesti yang baik dan kuat, karena kerusakan berulang-ulang akan sangat merugikan juga. Sebagai contoh, jalur jalan busway yang baru dibangun belum lama saja sudah rusak lagi dan rusak lagi. Perbaikannya juga lama, dan berulang-ulang. Buswaynya pun terpaksa jalan ke luar jalur busway nya. Kalau dari awal perencanaan konstruksi jalannya sudah memperhitungkan faktor kekuatan yang semestinya dengan faktor keamanan yang cukup, mestinya hal ini tidak boleh terjadi. Memang beban busway yang penuh penumpang dengan kecepatan laju yang tinggi dan juga dengan pengereman yang mendadak memerlukan konstruksi yang kuat pada jalur jalan busway ini. Zaman sudah begitu maju, semua ini bisa diprediksi dan bisa dihitung, konstruksi jalan juga bisa direncanakan selayaknya dengan perhitungan yang matang. Dengan memperhitungkan kondisi tanah, kadar air tanah baik saat musim kemarau maupun musim hujan, daya dukung tanah dan jenis tanahnya, maka seharusnya semua jalur busway bisa dibuat yang kuat dan tidak mudah rusak. Bukankah lebih mahal kalau setelah rusak lalu harus dibongkar dan dibangun kembali. Jangankan hanya membuat jalur jalan busway yang kuat dan tahan, membangun runway pesawat terbang di atas rawa-rawa pun manusia sanggup melakukannya.

Bila saja kondisi tanah pendukung jalan ternyata kurang bagus, seharusnya dilakukan dulu perbaikan tanah (soil improvement). Berbagai teknik perbaikan tanah bisa diterapkan sesuai dengan keadaan tanah dan kondisi di lapangan. Bisa saja menggunakan perkuatan dengan cerucuk, atau perbaikan tanah dengan teknik injeksi, column stone, penggalian dan penggantian lapisan tanah pendukung, dan disertai pemadatan yang cukup. Sehingga benar-benar didapat lapisan tanah yang sudah mempunyai daya dukung dengan faktor keamanan yang cukup, sehingga bisa dibuatkan lapisan beton ataupun aspal hotmix di atasnya. Kalau perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara baik dan memenuhi syarat-syarat perhitungan teknis, seharusnya kerusakan jalan bisa diminimalisasi.

Kalau saja manajemen perbaikan dan perawatan jalan bisa berjalan baik dengan tingkat respon yang cepat, maka kerugian di pihak pengguna jalan akan berkurang, dan setidaknya bisa mengurangi kemacetan lalu lintas, walaupun ini bukanlah solusi untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Tetapi yang terjadi saat ini, ketika ada kerusakan parah di jalan-jalan, masyarakat hanya bisa menggerutu dan putus asa, dan tak mengerti apa yang harus dilakukan agar perbaikan jalan itu bisa segera terealisasi. Semoga suatu hari nanti tidak ada lagi jalan rusak yang dibiarkan berlama-lama membahayakan pengguna jalan dan juga menambah kemacetan lalu lintas. Harapan kita semua agar segalanya makin hari makin baik, karena manusia punya akal budi dan bisa merubah dunia dan keadaan yang jelek menjadi baik.