Sepeda listrik ramah lingkungan merupakan inovasi teknologi

Teknologi semakin hari semakin maju, dengan makin banyaknya penemuan-penemuan baru, maupun inovasi baru. Banyaknya ahli-ahli dari berbagai negara, dan adanya usaha R&D (research and development) telah mengantarkan kita pada teknologi yang sangat maju, sangat memanjakan kita, dan bahkan juga yang sangat ramah lingkungan.

Salah satu inovasi baru adalah rencana diluncurkannya dan dipasarkannya mobil terbang. Mobil terbang telah direncanakan akan mulai dipasarkan pada tahun 2017. Para pembuat mobil terbang telah memperlihatkan model terbaru mereka pada Festival Teknologi di Austin, Texas – Amerika Serikat dengan menjanjikan akan membuat satu model yang siap dijual pada tahun 2017.

Berikut ini adalah contoh gambar mobil terbang :

Mobil terbang

Mobil terbang

Mobil Terbang

Mobil Terbang

Aeromobil,_perusahaan_otomotif_asal_Slowakia baru-baru ini memamerkan mobil terbangnya di konferensi South by South-west Interactive. Mobil terbang tersebut bertemat duduk dua orang, dan menggunakan bahan bakar bensin biasa dan dapat melintasi jalan raya dan udara. Bisa lepas landas dari landasan pacu rumput atau aspal sepanjang hanya 300 meter atau kurang dari itu.

Para pembuat mobil terbang itu mengatakan bahwa mobil terbang bisa masuk ke tempat parkir mobil dan jalur mobil biasa, dan mempunyai kecepatan terbang maksimal 200 km/jam, dan kecepatan di jalan raya (di jalanan) tertinggi sampai kira-kira 160 km/jam.

Perusahaan itu mengatakan model yang sekarang ini yang dinamakan dengan model Flying Roadster, akan dijual dengan harga ratusan ribu US dollar. Kalau Flying Roadster cukup laris, Aeromobil berencana mengembangkan model yang bisa terbang sendiri.

Maka dunia pun akan banyak pilihan untuk kendaraan yang bisa dipakai untuk memanjakan manusia dalam memenuhi keinginannya dalam bermobilisasi ataupun berpergian. Seperti halnya sepeda listrik yang memberikan kemudahan dalam bertransportasi, dalam berkendaraan jarak dekat menengah.

Sepeda listrik (sepeda electric) jelas memberikan kelebihan dibandingkan dengan sepeda kayuh biasa. Semua kebisaan sepeda kayuh biasa ada pada sepeda listrik, sehingga sepeda listrik bisa dipakai untuk sebagai alat transportasi dengan menggowes seperti sepeda biasa, bisa dipakai untuk bersepeda ria, ataupun dalam kegiatan fun-bike lainnya. Tetapi sepeda listrik sekaligus juga memiliki kelebihan berupa tenaga listrik dari aki kering yang terpasang pada sepeda listriknya, yang berfungsi untuk menjalankan sepeda listrik dengan setrum dari aki nya saja, sehingga sudah tidak diperlukan tenaga untuk menggowes, sehingga sama sekali terasa sangat ringan, tidak melelahkan, bahkan sangat ramah lingkungan, karena tidak mengeluarkan asap, tidak ada hasil pembakaran (karena bukan sepeda motor), tidak ada getaran, dan tidak ada suara.

Dibandingkan dengan sepeda motor yang mesti dilakukan perawatan secara rutin, seperti ganti oli, tune up dan banyak kerepotan lainnya, maka pada sepeda listrik (sepeda electric) tidak dibutuhkan perawatan khusus, yang penting cukup melakukan pengisian aki keringnya dengan mencas dengan charger yang telah tersedia secara rutin sampai penuh. Kita bisa melakukan cas aki baik pada malam hari saat kita pulang setelah beraktivitas dengan sepeda listrik, ataupun di kantor bila kita memakainya ke kantor tempat kita bekerja. Sepeda listrik juga sangat praktis karena tidak dibutuhkan SIM (surat ijin mengendarai) dan juga tidak ada STNK dan BPKB.

Sepeda listrik juga sangat hemat, karena tidak butuh bahan bakar minyak (bbm), jadi tidak butuh bensin, sehingga tidak perlu antri di POM Bensin (SPBU). Bisa dibayangkan betapa sulitnya membeli bensin di SPBU yang mesti antri panjang, seperti bisa kita lihat pada foto berikut ini :

antri bensin

antri spbu

 

Karenanya_merupakan_suatu_keberuntungan bagi kita dengan kehadiran sepeda listrik yang sangat ramah lingkungan (sesuai dengan semangat go green), dan cukup dengan merawat dan mengisi aki saja secara teratur bisa membuat perjalanan kita dilingkungan perumahan, di jalan raya, ke tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, berbelanja ke pasar, belanja ke warung atau supermarket, beli makanan di restoran dan rumah makan, serta kegiatan perjalanan menjadi menyenangkan dan tidak merepotkan.

Berikut ini adalah foto-foto sepeda listrik ramah lingkungan Go Green import, sebagai berikut :

Sepeda listrik Go Green Import warna Merah Metalic

Sepeda listrik Go Green Import warna Merah Metalic

Sepeda Listrik Go Green Import warna coklat

Sepeda Listrik Go Green Import warna coklat

Sepeda Listrik Go Green Import warna Biru Silver

Sepeda Listrik Go Green Import warna Biru Silver

 Untuk_melihat_penjelasan_lebih_lengkap mengenai sepeda listrik Go Green Import ini, silakan lihat di website :  http://angelasalim.com/sepeda-listrik-sepeda-electric

ataupun website : http://angelasalim.biz/sepeda-listrik-sepeda-electric-go-green

Silakan hubungi : Pak Awi, Hp : 081389007000

untuk info dan pemesanan Sepeda Listrik Go Green Import tersebut di atas.

Iklan :

Untuk sepeda listrik type-type lain atau sepeda listrik merk Selis, silakan lihat website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric

atau : website : http://rukorumahtinggal.com/harga-jual-sepeda-listrik-selis-baru-berbagai-type

Sepeda Listrik merk Selis, hub : Pak Lim, Hp : 0818168990.

Sepeda Listrik merk Selis, hub : Pak Lim, Hp : 0818168990.

Jalanan Macet Parkir pun Sulit

Seperti yang kita ketahui, untuk kota Jakarta, saat ini parkir di gedung-gedung atau mall sudah mencapai Rp. 4.000,- per jam. Lewat 1 detik pun sudah mesti bayar tambahan jam. Jadi bila 1 jam 1 detik berarti sudah dihitung 2 jam, yang berarti Rp, 8.000,-. Padahal kadang-kadang dari pengambilan tiket parkir masuk sampai mendapatkan tempat parkir, mungkin saja kita mesti berputar-putar dalam keputusasaan sampai lebih dari setengah jam untuk mendapatkan tempat parkir yang kosong. Keluar dari tempat parkir pun tidak mudah, bisa juga mencapai setengah jam. Tetapi semua kesulitan dari mencari tempat parkir yang kosong dan keluar dari tempat parkir yang mesti antri panjang juga termasuk biaya yang harus dibayarkan saat bayar biaya parkir, di sini jelas ada ketidak adilan. Ada hal yang salah. Gedung parkir dan pengelolanya makin kaya sedangkan konsumen makin tertindas. Apakah ini adalah kebijakan yang baik dan adil ?

Lalu kenapa juga biaya parkir bisa juga dikenakan kepada pemilik rumah, pemilik ruko, pemilik kantor yang parkir di depan rumahnya, di depan rukonya, ataupun di depan kantornya? Hal ini terjadi terutama di daerah-daerah pusat keramaian. Dimana-mana muncul tukang parkir yang tidak jelas bekerja untuk siapa, kemana saja uang parkir yang didapat, semua uang tersebut tidak jelas pengelolaannya dan berakhir dimana ?

Bahkan di depan sekolah, tempat les buat anak-anak, rumah sakit pun parkir disamakan, padahal tidak ada nilai tambah (tidak ada penghasilan) dari kegiatan menjemput anak di sekolahan, atau mengantar anak ke tempat les, atau berobat di rumah sakit. Bukankah semua ini hanya memberatkan masyarakat. Sepertinya semua orang asal sudah menjaga jalanan, sudah boleh jadi preman jalanan atau raja jalanan dan memungut uang parkir.

Kalau kebijakan menaikkan harga parkir mobil adalah untuk mengurangi mobil pribadi, maka itu sama saja seperti petinju yang sudah terdesak di pojok ring tinju yang tidak bisa mundur lagi dan terus dicecar dengan pukulan-pukulan mematikan, maka petinju itu hanya bisa bertahan tanpa berdaya. Maka demikianlah pengendara mobil pribadi ketika harga parkir dinaikkan hanya bisa bertahan saja seperti petinju yang sudah terpojok di sudut ring tinju. Mau beralih ke kendaraan umum, yang mana? Kan belum siap.

Semrawut dan Macet di Jakarta

Dari foto di atas terlihat di sebelah kanan ada busway (Bus Trans Jakarta) di jalur busway, dan di depan sebelah kiri sebuah bus (Bus Metro Mini) memotong di depan busway (Bus Trans Jakarta) tersebut, dan di belakang bus (Bus Metro Mini) tersebut ada mobil pribadi dengan jarak yang sangat dekat (mepet), dan antara mobil pribadi dan busway (Bus Trans Jakarta) ada sepeda motor sedang memaksa masuk di space sempit antara busway (Bus Trans Jakarta) dan mobil pribadi. Hal ini selain sangat membahayakan nyawa dan juga sangat beresiko pada kerusakan mobil yang akan tergores oleh stang sepeda motor, juga menjadikan jalan raya di Jakarta sangat semrawut.  Tidak ada pemisahan antara mobil dan sepeda motor dan sepeda motor boleh seenaknya menyelonong ke mana-mana. memang nyawa sepertinya kurang berharga dan sulit mempertahankan body dan cat mobil dalam keadaan mulus karena dengan mudahnya disenggol oleh sepeda motor.

Kalau selalu pemerintah atau pejabat berfikir bahwa pengguna mobil adalah orang kaya, maka itu jelas salah besar !

Kenapa salah besar ? Karena mobil di Jakarta bukanlah barang mewah untuk dipamerkan, tetapi kendaraan yang dibutuhkan karena kegagalan pemerintah dalam melayani rakyatnya dengan transportasi massal yang baik, yang murah, dan manusiawi.

Mobil juga ada kelas-kelas nya, baik dari merk nya, dari type nya maupun dari harga nya. Kalau mobil-mobil termurah dari merk-merk biasa dan bukan dari merk-merk yang dikenal sebagai mobil mewah, maka mestinya dikategorikan sebagai mobil biasa, dan tidak layak disamakan ataupun diklasifikasikan sebagai mobil mewah.

Pernah kita mendengar kata-kata sebagai berikut : bisa beli mobil, tetapi tidak sanggup beli bahan bakar minyak (bbm) nya. Jadi mungkin saja ada kelompok kelas masyarakat yang hanya mampu membeli mobil (mungkin juga masih kredit dan belum lunas), tetapi kesulitan membeli bbm (bahan bakar minyak) nya. Dalam kondisi transportasi massal belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, maka terpaksa rakyat mesti membeli mobil walaupun beli dengan terpaksa sehingga menyulitkan likwiditas keuangan.

Memang negara bisa berpesta pora dengan pajak kendaraan yang begitu besar dan menggiurkan, tetapi masyarakat begitu tersiksa, apalagi saat sudah memiliki mobil, terpaksa jadi supir (dengan menyetir mobil sendiri) karena untuk membayar supir belum tentu mampu, lalu ketika masuk ke dalam hiruk pikuk jalanan, ternyata kadang untuk jarak tempuh pendek saja bisa memakan waktu berjam-jam, karena kemacetan yang luar biasa.

Jalanan begitu semrawut, sepeda motor bisa dengan seenaknya memotong di depan mobil, atau memepet dari sebelah kiri, memepet dari sebelah kanan, bahkan kadang kala ada sepeda motor yang dengan seenaknya berjalan berlawan arah arus jalan. Semuanya hanya mencari peluang atau kesempatan untuk berjalan lebih cepat, karena sudah terlalu banyak waktu habis di jalan, sedangkan sudah ditunggu orang, atau sudah terlambat dari janji atau terlambat dari jadwal. Orang-orang pada buru-buru dan cenderung emosional dan stress, hal yang tidak baik untuk kesehatan jiwa tentunya.

Mobil-mobil juga sering sangat berdekatan, kadang-kadang mobil di sebelah kiri atau pun di sebelah kanan bisa bersentuhan kaca spionnya atau bertabrakan kaca spionnya. Kemacetan membuat pengendara mobil sulit memprediksi waktu tempuh. Waktu yang dihabiskan di jalanan begitu lama sehingga membuat waktu produktif sangat tersita, sehingga membuat banyak orang yang kehilangan kesempatan untuk berproduksi, untuk bekerja, untuk mencari penghasilan, dan untuk memiliki waktu bersama keluarga.

Menaikkan uang parkir dengan harapan pemakai kendaraan pribadi (mobil pribadi) beralih ke kendaraan umum itu adalah mustahil bila transportasi umum tidak memadai, tidak aman, dan tidak nyaman. Sering kita menyaksikan jalur busway yang kosong tanpa bus, sedangkan di luar jalur busway begitu macet luar biasa. Tentu hal ini sangat ironis sekali, bahkan banyak penumpang busway yang menumpuk dan antri untuk naik busway. Seharusnya jalur busway yang sudah mengambil lebar jalan sehingga menjadikan jalan makin sempit, agar bisa digunakan secara maksimal, busway mesti ditambah dan tidak seharusnya penumpang antri. Bukankah calon penumpang yang ada saja sudah antri, apalagi kalau pemilik kendaraan pribadi ikut naik busway, maka antrian akan tambah parah? Jadi mestinya busway cukup dan tidak terjadi antri yang menyulitkan di halte-halte busway supaya pengendara mobil pribadi mau beralih dan naik busway.

Pencanangan dimulainya pembangunan MRT (mass rapid transport) oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Jokowi merupakan langkah awal yang baik, walaupun sudah sangat terlambat. Tetapi bagaimanapun juga terlambat masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Memang kita bisa berharap pada Bapak Jokowi karena beliau memiliki pemikiran bahwa transportasi umum mesti lebih diprioritaskan, mesti ditata dan dibangun. Bukan seperti yang selama ini terjadi, rakyat dibiarkan mencari jalan pintas sendiri, sehingga bermunculan sepeda motor – sepeda motor yang membuat lalu lintas makin semrawut dan tidak keruan. Kecelakaan lalu lintas makin tinggi dan banyak yang menjadi korban kecelakaan di jalanan dengan banyaknya sepeda motor, apalagi pengendaranya banyak yang asal bisa saja. Munculnya banyak sepeda motor juga sangat menyulitkan usaha mobil-mobil angkot (angkutan kota) yang menjadi kekurangan penumpang. Konsumsi bahan bakar minyak juga menjadi meningkat luar biasa, karena bila banyak sepeda motor maka konsumsi bahan bakar akan banyak juga, berbeda dengan kendaraan umum, yang tentunya jauh lebih hemat bahan bakar, karena dengan konsumsi bbm (bahan bakar minyak) yang sedikit sudah mampu mengangkut banyak orang. Jadi yang terjadi selama ini sangat bertolak belakang dengan keinginan menghemat bahan bakar minyak (bbm), dengan membiarkan sepeda motor makin banyak dan transportasi massal tidak dikembangkan dengan sewajarnya.

Di samping itu, banyaknya beton-beton pembatas jalan dari beton atau beton-beton yang cuma ditaruh begitu saja di jalanan, sebenarnya juga sangat membahayakan pengendara lalu lintas. Mestinya pembatas-pembatas jalanan menggunakan material-material yang manusiawi juga, sehingga bila secara tidak sengaja disenggol oleh mobil, maka mobilnya tidak rusak. Kita bisa melihat beton-beton pembatas yang tinggi-tinggi di ujung Jalan Diponegoro menuju Jalan Salemba, atau di Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading. Sedikit saja mobil menyentuh beton tersebut maka akan rusaklah mobilnya. Beton-beton pembatas jalan ini pun sangat membahayakan terutama saat terjadi banjir, karena beton-beton tersebut tidak terlihat dan tertutup genangan air banjir.

Memang lalu lintas begitu macet dan semrawut, tetapi kita masih berharap hadirnya Gubernur baru DKI Jakarta Jokowi bisa membuka jalan untuk mengatasinya secara bertahap agar generasi mendatang bisa lebih mudah dalam berpergian, dengan lebih banyak alternatif kendaraan umum yang nyaman, aman dan layak serta manusiawi.

Jalan Darat dari Jakarta ke Palembang

Palembang sebagai ibu kota Propinsi Sumatera, merupakan kota yang sangat terkenal dengan Sungai Musi yaitu sungai besar yang membelah kota Pakembang menjadi Palembang bagian Ulu dan Palembang bagian Ilir. Dan di tengah Sungai Musi terdapat sebuah jembatan yang menjadi icon kota Palembang yaitu Jembatan Ampera.

Perjalanan dari Jakarta ibu kota negara Indonesia ke Palembang di Pulau Sumatera, mesti melalui Selat Sunda, dan ini terhubung dengan kapal-kapal Fery. Dan sebelum tiba di kota Palembang mesti melewati Propinsi Lampung.

Kapal Ferry dilihat dari atas menara Siger Lampung

Kapal Ferry dilihat dari atas menara Siger Lampung

Menara Siger di Bakauheni Lampung

Menara Siger di Bakauheni Lampung

Jembatan Ampera di atas Sungai Musi pada malam hari

Jembatan Ampera di atas Sungai Musi (malam)

Perjalanan darat dari Jakarta mesti ke arah pelabuhan Merak terlebih dahulu, baru kemudian bisa naik ke kapal Fery.

Kalau untuk kendaraan pribadi bisa naik di deck atas kapal Fery, sedangkan untuk mobil-mobil angkutan mesti masuk ke deck bawah kapal Fery, karenanya saat terjadi macet panjang antrain truk di pelabuhan Merak yang akan menyeberang ke Bakauheni, maka kendaraan pribadi masih relatif lancar karena bisa masuk ke deck atas kapal Fery yang terpisah dengan truk-truk angkutan.

Dari Bakauheni menuju kota Palembang bisa melalui Jalur Tengah maupun Jalur Timur.

Perbedaan Jalur Tengah dan Jalur Timur  terletak pada jarak tempuh, kondisi medan jalan, dan daerah yang dilewati. Jalur Tengah melalui kota Bandar Lampung, lalu Kotabumi, Baturaja, dan terus ke Palembang.

Sedangkan Jalur Timur merupakan jalur jalan yang melalui tepi kota (tidak melewati dalam kota).

Bila kita memilih perjalanan yang santai dan relax sambil berekreasi, maka bisa melalui Jalur Tengah, sehingga dari Bakauheni kita bisa menuju ke Pasir Putih (di Kalianda), Kota Bandar Lampung (baik Panjang, Teluk Betung, maupun Tanjung Karang) dan kita juga bisa berekreasi ke Pantai Mutun. Lalu kita bisa menuju ke Bandar Jaya, Kota Bumi, Martapura dan Batu Raja, lalu bisa terus ke Muara Enim, dan Indralaya, lalu terus dan kemudian tiba di Jembatan Ampera (kota Palembang).

Di lampung banyak ditemukan pete (sehingga harga nya murah), pisang (banyak juga dibikin dalam bentuk keripik pisang), dan banyak restoran Padang dengan makanan seperti ayam goreng, ayam gulai, ayam bakar, ayam sambel hijau, ayam pop, ayam goreng telor, ayam rendang, dan masih banyak makanan Padang yang lezat. Juga di Lampung sudah bisa ditemui pempek yang merupakan makanan khas Palembang.

Banyak bangunan di dalam kota Lampung yang memasang lambang Siger yang merupakan lambang kota Lampung pada bagian muka bangunannya. Menara Siger terdapat di Bakauheni dan dari dalam gedung, setelah menaiki anak tangga sampai lantai tertinggi nya kita bisa melihat kegiatan dan kapal Fery di Pelabuhan Bakauheni, serta pulau-pulau kecil di Selat Sunda.

Kota Bandar Lampung menjadi kota transit dari Jakarta ke Palembang atau kota-kota lain di Sumatera. Karenanya di Kota Bandar Lampung juga banyak terdapat Hotel. Pada saat ini tidak banyak Mall besar atau Plaza-plaza besar di Kota Bandar Lampung. Hanya terdapat sedikit Mall yang hanya dari kelas menengah bawah saja.

Sedangkan bila kita lebih memilih perjalanan yang cepat, maka sebaiknya kita melalui Jalur Timur, walaupun jalur ini tentu saja tidak melalui kota-kota besar dan tak terlalu banyak tempat beristirahat yang besar-besar. Dan jalan di Jalur Timur ini relatif lebih rata, tidak seperti jalan antara Kotabumi ke Baturaja pada Jalur Tengah yang jalannya banyak sekali kelokan (berkelok-kelok) dan jarak tempuh serta waktu tempuh tentu akan lebih panjang.

Kota Palembang terkenal dengan Jembatan Ampera, yang di malam hari terlihat indah juga. Kedua pilar besar sebenarnya awalnya untuk mengangkat bagian tengah jembatan agar kapal-kapal besar bisa lewat saat bagian tengah jembatan diangkat. Tapi karena sudah tidak berfungsi lagi maka kedua pilar tersebut hanya menjadi icon Jembatan Ampera saja. Dengan tinggi nya arus lalu lintas dari ulu ke ilir dan juga sebaliknya melalui Jembatan Ampera, maka untuk mengangkat bagian tengah jembatan juga menjadi tidak efektif lagi karena hanya akan menyebabkan kemacetan lalu lintas saja. Karenanya rencananya akan dikembangkan pelabuhan dan dermaga di Tanjung Api-Api.

Palembang selain terkenal dengan makanan khas pempek, merupakan ibuk kota Sumatera Selatan dan penghasil buah-buahan seperti duku, rambutan, durian. Juga banyak hasil alam seperti kayu, kopi, dan karet. Selain juga menghasilkan bbm (bahan bakar minyak), batubara, juga menjadi pusat pabrik pupuk yang dikenal dengan Pupuk Sriwijaya.

Palembang juga merupakan pusat kerajaan Sriwijaya pada masa silam.