Sepeda listrik ramah lingkungan merupakan inovasi teknologi

Teknologi semakin hari semakin maju, dengan makin banyaknya penemuan-penemuan baru, maupun inovasi baru. Banyaknya ahli-ahli dari berbagai negara, dan adanya usaha R&D (research and development) telah mengantarkan kita pada teknologi yang sangat maju, sangat memanjakan kita, dan bahkan juga yang sangat ramah lingkungan.

Salah satu inovasi baru adalah rencana diluncurkannya dan dipasarkannya mobil terbang. Mobil terbang telah direncanakan akan mulai dipasarkan pada tahun 2017. Para pembuat mobil terbang telah memperlihatkan model terbaru mereka pada Festival Teknologi di Austin, Texas – Amerika Serikat dengan menjanjikan akan membuat satu model yang siap dijual pada tahun 2017.

Berikut ini adalah contoh gambar mobil terbang :

Mobil terbang

Mobil terbang

Mobil Terbang

Mobil Terbang

Aeromobil,_perusahaan_otomotif_asal_Slowakia baru-baru ini memamerkan mobil terbangnya di konferensi South by South-west Interactive. Mobil terbang tersebut bertemat duduk dua orang, dan menggunakan bahan bakar bensin biasa dan dapat melintasi jalan raya dan udara. Bisa lepas landas dari landasan pacu rumput atau aspal sepanjang hanya 300 meter atau kurang dari itu.

Para pembuat mobil terbang itu mengatakan bahwa mobil terbang bisa masuk ke tempat parkir mobil dan jalur mobil biasa, dan mempunyai kecepatan terbang maksimal 200 km/jam, dan kecepatan di jalan raya (di jalanan) tertinggi sampai kira-kira 160 km/jam.

Perusahaan itu mengatakan model yang sekarang ini yang dinamakan dengan model Flying Roadster, akan dijual dengan harga ratusan ribu US dollar. Kalau Flying Roadster cukup laris, Aeromobil berencana mengembangkan model yang bisa terbang sendiri.

Maka dunia pun akan banyak pilihan untuk kendaraan yang bisa dipakai untuk memanjakan manusia dalam memenuhi keinginannya dalam bermobilisasi ataupun berpergian. Seperti halnya sepeda listrik yang memberikan kemudahan dalam bertransportasi, dalam berkendaraan jarak dekat menengah.

Sepeda listrik (sepeda electric) jelas memberikan kelebihan dibandingkan dengan sepeda kayuh biasa. Semua kebisaan sepeda kayuh biasa ada pada sepeda listrik, sehingga sepeda listrik bisa dipakai untuk sebagai alat transportasi dengan menggowes seperti sepeda biasa, bisa dipakai untuk bersepeda ria, ataupun dalam kegiatan fun-bike lainnya. Tetapi sepeda listrik sekaligus juga memiliki kelebihan berupa tenaga listrik dari aki kering yang terpasang pada sepeda listriknya, yang berfungsi untuk menjalankan sepeda listrik dengan setrum dari aki nya saja, sehingga sudah tidak diperlukan tenaga untuk menggowes, sehingga sama sekali terasa sangat ringan, tidak melelahkan, bahkan sangat ramah lingkungan, karena tidak mengeluarkan asap, tidak ada hasil pembakaran (karena bukan sepeda motor), tidak ada getaran, dan tidak ada suara.

Dibandingkan dengan sepeda motor yang mesti dilakukan perawatan secara rutin, seperti ganti oli, tune up dan banyak kerepotan lainnya, maka pada sepeda listrik (sepeda electric) tidak dibutuhkan perawatan khusus, yang penting cukup melakukan pengisian aki keringnya dengan mencas dengan charger yang telah tersedia secara rutin sampai penuh. Kita bisa melakukan cas aki baik pada malam hari saat kita pulang setelah beraktivitas dengan sepeda listrik, ataupun di kantor bila kita memakainya ke kantor tempat kita bekerja. Sepeda listrik juga sangat praktis karena tidak dibutuhkan SIM (surat ijin mengendarai) dan juga tidak ada STNK dan BPKB.

Sepeda listrik juga sangat hemat, karena tidak butuh bahan bakar minyak (bbm), jadi tidak butuh bensin, sehingga tidak perlu antri di POM Bensin (SPBU). Bisa dibayangkan betapa sulitnya membeli bensin di SPBU yang mesti antri panjang, seperti bisa kita lihat pada foto berikut ini :

antri bensin

antri spbu

 

Karenanya_merupakan_suatu_keberuntungan bagi kita dengan kehadiran sepeda listrik yang sangat ramah lingkungan (sesuai dengan semangat go green), dan cukup dengan merawat dan mengisi aki saja secara teratur bisa membuat perjalanan kita dilingkungan perumahan, di jalan raya, ke tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, berbelanja ke pasar, belanja ke warung atau supermarket, beli makanan di restoran dan rumah makan, serta kegiatan perjalanan menjadi menyenangkan dan tidak merepotkan.

Berikut ini adalah foto-foto sepeda listrik ramah lingkungan Go Green import, sebagai berikut :

Sepeda listrik Go Green Import warna Merah Metalic

Sepeda listrik Go Green Import warna Merah Metalic

Sepeda Listrik Go Green Import warna coklat

Sepeda Listrik Go Green Import warna coklat

Sepeda Listrik Go Green Import warna Biru Silver

Sepeda Listrik Go Green Import warna Biru Silver

 Untuk_melihat_penjelasan_lebih_lengkap mengenai sepeda listrik Go Green Import ini, silakan lihat di website :  http://angelasalim.com/sepeda-listrik-sepeda-electric

ataupun website : http://angelasalim.biz/sepeda-listrik-sepeda-electric-go-green

Silakan hubungi : Pak Awi, Hp : 081389007000

untuk info dan pemesanan Sepeda Listrik Go Green Import tersebut di atas.

Iklan :

Untuk sepeda listrik type-type lain atau sepeda listrik merk Selis, silakan lihat website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric

atau : website : http://rukorumahtinggal.com/harga-jual-sepeda-listrik-selis-baru-berbagai-type

Sepeda Listrik merk Selis, hub : Pak Lim, Hp : 0818168990.

Sepeda Listrik merk Selis, hub : Pak Lim, Hp : 0818168990.

Efisiensi perusahaan dengan menggunakan sepeda listrik

Sudah ada sepeda listrik bisa kita lihat dan temui di jalanan di kota Jakarta, dan makin hari tentu akan meningkat makin banyak. Karena hematnya serta kepraktisan dari sepeda listrik ini, maka sepeda listrik yang sangat ramah lingkungan ini sudah mulai dilirik oleh banyak peminat.

Berikut ini kami mengutip salah satu artikel di Harian Warta Kota terbitan hari Senin tanggal 1 Desember 2014 pada halaman 5, dengan judul artikel adalah : “Dana Rp. 1,2 Miliar untuk Beli Sepeda Listrik”, sebagai berikut :

Perusahaan jasa pengiriman JNE akan menggunakan sepeda listrik untuk pengantaran barang di dalam kota sebagai upaya menyisiati pemberlakuan larangan motor melintas di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat.

“Kami akan menggunakan sepeda listrik untuk tetap bisa melayani pelanggan kami di jalan-jalan yang dilarang melintas motor itu”, kata Johari Zein, Managing Director JNE, seperti dikutip Antara, baru-baru ini.

Johari mengatakan, telah menyediakan 100 unit sepeda listrik dengan investasi senilai Rp. 1,2 miliar. Adanya investasi itu, pihaknya merogoh biaya tambahan untuk belanja modal, namun di sisi lain biaya operasional jadi lebih efisien.

Memang, kata Johari, kemampuan kecepatan sepeda listrik lebih rendah dibandingkan dengan motor yang berdampak pada keterlambatan pengiriman.

“Untuk itu, diperlukan uji coba bolak-balik secara keseluruhan. Kami sudah lakukan itu. Sepeda memang agak terlambat apalagi untuk pengiriman pagi-pagi”, kata Johari.

Johari mengatakan, pembatasan dengan kendaraan bermotor akan menimbulkan masalah logistik di dalam kota seperti Jakarta, yang pengiriman paling banyak dengan motor.

“Bagaimana kalau motor enggak boleh masuk, kami sebagai operator kerja keras. Korbannya bukan kami, tapi pelanggan yang akan mengalami keterlambatan pengiriman, terutama di Jalan Thamrin”, kata Johari.

Johari mengatakan, jumlah pengiriman paket ke wilayah Jakarta Pusat, terutama Jalan Thamrin dan empat Jalan Merdeka menyumbang 20.000 – 30.000 pengiriman paket dari 160.000 pengiriman paket ke seluruh wilayah Jakarta.

“Kebutuhan masyarakat tetap tinggi terutama untuk pengiriman bisnis. Karena itu, kami jauh-jauh antisipasi, katanya. (ang).

Demikianlah kutipan dari Harian Warta Kota, yang tentu saja bisa kita baca langsung di Harian Warta Kota tersebut.

Seperti yang kita ketahui, JNE merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman yang sangat bisa diandalkan dan termasuk perusahaan yang telah sangat kita kenal, seperti halnya Tiki ataupun perusahaan jasa pengiriman (expedisi) lainnya.

Dari tulisan artikel di Harian Warta Kota tersebut, bisa kita simpulkan bahwa kehadiran sepeda listrik sebagai alat transportasi, bahkan sudah dijadikan pilihan untuk menjadi penunjang usaha (bisnis) dan bukan saja sekedar sebagai alat transportasi. Sepeda Listrik bahkan sudah digunakan untuk melancarkan usaha (bisnis) pengantaran.

Pilihan penggunaan sepeda listrik untuk jasa pengantaran tentu saja merupakan pilihan yang cerdas. Sepeda listrik yang sudah terbukti handal sebagai alat transportasi di jalan raya, juga sangat hemat, karena tidak membutuhkan bahan bakar, tidak perlu perawatan kecuali pengisian aki (cas aki) saja, sangat ramah lingkungan, tidak mengeluarkan asap, tidak mengeluarkan getaran maupun bunyi dan tidak menghasilkan polusi.

Memang sepeda listrik umumnya memiliki kecepatan lebih rendah daripada sepeda motor. Tetapi sebenarnya ada sepeda listrik yang bisa ngebut dengan kecepatan tinggi, seperti sepeda listrik selis type Jalak, ataupun sepeda listrik selis type Merak, yang bisa mencapai kecepatan 90 km / jam. (silakan baca di website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric). Tetapi tentu dengan harga yang lebih mahal daripada sepeda listrik biasa lainnya. Mungkin karena harga sepeda listrik selis type Jalak ataupun type Merak yang seharga Rp. 17,8 juta, makanya tidak dijadikan pilihan untuk usaha pengantaran karena kebutuhan perusahaan pengiriman bukan hanya 1 atau 2 sepeda listrik saja, tetapi suatu armada besar yang melibatkan setidaknya 100 buah sepeda listrik.

Jadi sangat jelas, bahwa kehadiran sepeda listrik mulai akan menggeser penggunaan sepeda motor. Sepeda listrik bukan saja dipakai di lingkungan perumahan, tetapi juga di jalan raya dan dengan pilihan berbagai type dan model, maka bisa juga dipakai dari anak-anak sampai orang tua, dan sangat praktis, tidak butuh SIM (surat ijin mengendara).

Terdapat berbagai type dan merk serta berbagai spesifikasi yang berbeda-beda dari bermacam sepeda listrik (sepeda electric), sedangkan khusus untuk sepeda listrik merk Selis, bisa dilihat dan dibaca secara lengkap pada website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric

Berikut ini adalah beberapa contoh foto sepeda listrik merk Selis :

Logo Sepeda Listrik Selis Type Sniper Tosca 2 Hp 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Sniper, Hp : 0818168990

Selis Type New Go Green, Hp : 0818168990

Selis Type New Go Green, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Elang

Sepeda Listrik Selis Type Elang

Sepeda Listrik Selis Type Jalak, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Jalak, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Butterfly

Sepeda Listrik Selis Type Butterfly

Sepeda Listrik Selis Type Garuda

Sepeda Listrik Selis Type Garuda

Sepeda Listrik Selis Type MTB Victory

Sepeda Listrik Selis Type MTB Victory

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik,

silakan hubungi : Pak Lim.

Hp : 0818168990.

Sepeda Listrik Selis Type MTB 29, Hp : 0818168890

Sepeda Listrik Selis Type MTB 29

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik,

silakan hubungi : Pak Lim.

Hp : 0818168990.

Sepeda Motor yang ugal-ugalan bisa membahayakan pengguna jalan

Sepeda Motor yang menjamur di kota-kota besar di Indonesia, terutama di ibukota Jakarta, sangatlah rawan kecelakaan, karena banyaknya pengendara yang tidak disiplin, melanggar rambu jalan dan marka jalan, bahkan menerobos lampu merah, menaiki trotoar untuk pejalan kaki, menyerempet masuk ruang kosong yang sempit antara 2 mobil yang berdekatan, ataupun bahkan melawan arus lalu lintas.

Bahkan banyak juga yang memotong persis di depan mobil yang sedang berjalan, ataupun memotong jalan pada mobil yang sedang mundur untuk parkir atau berbelok arah. Sepertinya pengendara sepeda motor yang tidak disiplin ini sudah lupa manfaat sepeda motor yang ia gunakan, yang seharusnya membawa keamanan dan kemudahan, bukan sebaiknya bisa membawa celaka baik buat dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Mungkin sebagian alasan inilah, makanya pemerintah provinsi DKI Jaya mulai melakukan zona larangan motor, dan berikut ini kami mengutip dari Harian Warta Kota, terbitan Hari Selasa tanggal 6 Januari 2015 yang berjudul : “Larangan Motor Akan Ditambah 9 Jalan”, sebagai berikut :

Larangan jalan

Direktorat_Lalu_Lintas_Polda_Metro_Jaya_bersama_Pemprov_DKI tengah membahas perluasan area larangan sepeda motor. Selain di Jl. MH Thamrin dan Jl. Medan Merdeka Barat, seperti yang selama ini diuji coba, nantinya beberapa ruas jalan juga akan diberlakukan aturan yang sama.

Polda Metro Jaya mengakui, uji pelarangan melintas bagi sepeda motor di Jl. MH. Thamrin hingga Jalan Medan merdeka Barat sejauh ini berjalan efektif.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Restu Mulya Budiyanto mengatakan, berdasarkan evaluasi sementara, pelarangan itu cukup efektif untuk menekan kesemrawutan.

Untuk itu uji coba pelarangan motor akan diperluas dengan menambah 9 ruas jalan lainnya. “Rencananya di Jalan Industri, Jalan Angkasa, Jalan Garuda, Jalan Bungur, Jalan Otista, Jalan Minangkabau, Jalan Dr Soepomo, Jalan Dr. Sahardjo, dan Jalan Jendral Sudirman,” kata Restu, Senin (5/1).

Namun Restu juga mengatakan, perluasan ini masih harus menunggu evaluasi total selama sebulan pelaksanaan di Jalan Thamrin – Medan Merdeka Barat, yakni pada 14/1 mendatang.

Rencananya, untuk pelarangan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman, kemungkinan hanya diberlakukan hingga Semanggi saja. “Kita rencanakan ada  empat tahap uji coba,” jelasnya.

Namun menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, rencana perluasan area larangan sepeda motor itu masih sebatas wacana. Ditegaskan Rikwanto, dalam waktu dekat ini belum ada perluasan area larangan.

“Pemprov DKI dan Diklantas masih menunggu evaluasi. Sekarang kan masih uji coba, Kalau kajian-kajian silakan saja. Kita tunggu tanggal 17 (Januari 2015) apakah diberlakukan secara permanen,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/1).

Dikatakannya banyak hal yang dipertimbangkan sebelum larangan diberlakukan di tempat lain. Mulai dari ketersediaan angkutan umum, jalan alternatif, hingga area parkir.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membenarkan adanya rencana memperluas larangan sepeda motor. Namun kali ini baru sebatas mempanjang mulai dari Jalan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin ditambah Jalan Jendral Sudirman. Alasannya, kondisi di jalan tersebut sudah memadai dari segi transportasi publik.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa perluasan pembatasan sepeda motor menunggu pengadaan ratusan bus Transjakarta sebagai penggantinya.

“Kita akan perluas sampai Semanggi, mungkin sampai ke seluruh Sudirman atau Ratu Plaza. Tunggu busnya cukup,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/1).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku dalam pembatasan kendaraan roda dua di jalan protokol itu perlu adanya landasan hukumnya. Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 191 tahun 2014 para pengendara roda dua dilarang melintasi Jalan MH Thamrin sampai Jalan Medan merdeka Barat, Jakarta Pusat. “Ada aturannya kok,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit. Menurutnya perluasan pembatasan kendaraan roda dua hanya dilakukan sampai Jalan Jendral Sudirman.

Untuk sembilan ruas jalan yang diwacanakan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Benjamin mengaku belum mengetahui. “Saya belum dapat informasi soal itu. Tapi, berdasarkan instruksi Gubernur perluasan pembatasan kendaraan roda dua hanya sampai Jalan Jenderal Sudirman.” katanya.

Mantan Wakil Kepala Dinas Perhubungan itu menambahkan bahwa yang bisa memberlakukan kebijakan pelarangan kendaraan roda dua adalah Pemerintah DKI Jakarta. Benjamin berencana dalam satu atau dua hari ke depan berkoordinasi dengan pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Menanggapi rencana perluasan larangan sepeda motor di jalanan Jakarta, para pengendara sepeda motor mengeluh. Seperti dikemukakan, Roni Surono (29), hal ini akan semakin mempersempit ruang gerak pesepeda motor.

“Ini jelas melanggar HAM. Bagaimana nasib pemotor nantinya jika jalan-jalan utama semuanya ditutup untuk motor. Ini kebijakan yang sangat tidak adil.” kata warga Bekasi itu saat ditemui di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Senin (5/1).

Evan (52), pengendara lainnya, melihat kebijakan ini semakin memtertegas perlakuan pemerintah yang lebih mementingkan si kaya atau masyarakat yang menggunakan mobil. Sementara, kata dia, masyarakat kalangan bawah pengguna sepeda motor seperti hendak disisihkan.

“Mereka (pemerintah) seperti tidak punya hati nurani. Ini sangat memprihatinkan, dimana orang kaya mendapat perhatian khusus dibandiung orang-orang berpenghasilan rendah. Jakarta ini bukan hanya milik orang kaya dan bermobil. Pengguna sepeda motor juga berhak melintasi jalan Jakarta. Kami sama-sama bayar pajak, kenapa tidak boleh menikmati?” ujar warga Klender, Jakarta Timur tersebut.

Demikian pula dengan beberapa pengusaha aksesoris sepeda motor di Jalan Otista Raya yang mengaku terkejut mendengar adanya rencana kebijakan pelarangan kendaraan bermotor melintasi Jalan Otista. “(Kebijakan) Itu sangat tidak masuk akal,” kata Edi Santoso, pemilik toko aksesoris sepeda motor Sumber Baru dengan nada tinggi.

“Ini akan merugikan banyak orang,. Tidak hanya kami pelaku usaha otomotif di sini, tapi pengendara motor. Ini kan jalan utama. Setiap hari dilewati banyak motor. Akan banyak orang marah jika kebijakan ini benar-benar diterapkan,” katanya. (sab/bin/fha).

Demikianlah kutipan selengkapnya dari Artikel di halaman 1 dari koran Warta Kota terbitan Selasa tanggal 6 Januari 2015 yang berjudul : “Larangan Motor Akan Ditambah 9 Jalan”.

Memang kita semestinya mendukung pemerintah provinsi DKI Jaya, untuk mengatur dan mengurai kemacetan, termasuk pengendalian kendaraan yang melintas di dalam kota serta jenis dan ukuran kendaraan. Dan pelaksanaan yang terintegrasi dengan penyediaan angkutan massal serta transportasi umum yang murah, mesti kita dukung. Kalau niat baik pemerintah untuk menambah angkutan massal serta penyediaan bus Transjakarta yang memenuhi kebutuhan keamanan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat serta pengembangan transportasi publik lainnya termasuk juga peremajaan angkutan umum, maka tentu mayoritas masyarakat DKI Jakarta lah yang akan meninkmatinya.

Kalau kesemrawutan sepeda motor yang berseliweran di dalam kota Jakarta dibiarkan dan berkembang tidak terkendali, maka malah akan membahayakan, membahayakan pengguna kendaraan lain, membahayakan orang-orang yang berjalan kaki serta akan menambah macetnya kota Jakarta. Satu tindakan yang tidak masuk akal adalah banyaknya sepeda motor yang berjalan berlawanan arus lalu lintas, sepertinya pengguna sepeda motor tidak mau diatur dan mulai seenaknya sendiri. Dengan suaranya yang bising, asap knalpotnya yang mengotori udara sekitar, serta seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cidera maupun kematian, maka pengguna sepeda motor sebaiknya juga menaati rambu-rambu lalu lintas, dan sopan dalam berlalu lintas.

Kita mengharapkan semua pengendara sepeda motor, termasuk pengendara mobil pribadi dan angkutan umum untuk santun dalam berlalu lintas.

Iklan :

Beralihlah ke sepeda listrik yang ramah lingkungan, hemat dan praktis.

Sepeda Listrik merk Selis, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik merk Selis, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis MTB Victory, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis MTB Victory, Hp : 0818168990

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik Selis, silakan hubungi : Ibu Maria / Pak  Lim, Hp : 0818168990.  

Persiapan untuk Macan Kemayoran Expo

Macan Kemayoran Expo merupakan suatu expo atau ajang pameran dan penjualan produk produksi dalam negeri yang digagas oleh pihak Sudin Koperasi, UMUKM dan Perdagangan. Dan akan berlangsung pada tanggal 5 – 7 Desember 2014.

Suku Dinas (Sudin) Koperasi, UMKM dan Perdagangan berkantor di Kantor Walikota Jakarta Pusat di Jl. Abdul Muis yang tepatnya terletak di Gedung C, Lantai 4.

Walaupun acara ini difasilitasi oleh pihak Sudin Koperasi, UMKM dan Perdagangan yang berkantor Walikota Jakarta Pusat, tetapi acara dan kegiatan Macan Kemayoran Expo diperuntukkan seluruh warga DKI Jaya tanpa batasan Jakarta Pusat atau Jakarta Utara dsb.

Persiapan Macan Kemayoran Expo telah dilakukan antara lain dengan diselenggarakannya technical meeting antara pihak Sudin Koperasi, UMKM dan Perdagangan dengan para peserta Macan Kemayoran Expo pada tanggal 19 November 2014. Technical Meeting ini dilakukan dalam 2 sesi, yaitu pada jam 9 pagi untuk peserta kuliner, dan jam 11 siang untuk peserta non kuliner (multi produk).

Seperti dijelaskan oleh Ibu Wari dari Sudin Koperasi, UMKM dan Perdagangan, kegiatan ini difasilitasi oleh pihak Sudin Koperasi, UMKM dan Perdagangan dengan memberikan tempat expo yang sudah diperlengkapi dengan tenda panjang, lengkap dengan penerangan lampu, dan disediakan 1 buah meja dengan 1 buah kursi untuk masing-masing peserta dengan ukuran stand yang cukup besar, yaitu ukuran stand 2,00 M x 3,00 M. Dan semua ini adalah gratis serta tidak dikenakan biaya sepeser pun. Luar biasa bukan ! Memang era pejabat ber arogan sudah mulai ditinggalkan, dan kita sudah masuk ke era pejabat melayani dan memperhatikan rakyat banyak. Ini adalah sangat sesuai dengan motto dalam kampanye Pak Jokowi terdahulu mengenai ‘kita’. Dengan istilah “kita”, maka jarak antara pejabat dan rakyat sudah memang seharusnya tidak ada. Pejabat melayani rakyat merupakan realisasi dari kerja yang sebenarnya. Terima kasih ibu Wari.

Juga dijelaskan oleh Ibu Wari dan ibu Meri (salah satu koordinator acara Macan Kemayoran Expo ini), bahwa lokasi persis nya untuk acara kegiatan Macan Kemayoran Expo ini adalah sepanjang Jl. Angkasa Damri, yaitu jalan raya antara Jl. Garuda dan Jl. Angkasa yang melewati terminal Damri. Pertigaan Jl. Garuda dengan Jl. Angkasa Damri hanya berjarak 100 meter dari Bundaran yang ada 2 buah patung ondel-ondel besar pada Jl. H. Benyamin Sueb atau dikenal dengan Jl. Landas Pacu – Kemayoran. Sedangkan pertigaan Jl. Angkasa dengan Jl. Angkasa Damri berada berseberangan jalan dengan Mall MGK Kemayoran (Mall Mega Glodok Kemayoran) – Jakarta Pusat. Ingin tahu lebih detail jalan menuju ke dekat Mall MGK Kemayoran, bisa lihat di blog sebagai berikut : http://viamore.info/blog/mall-mgk-kemayoran-jakarta-pusat

Dan untuk pengamanan kegiatan ini, pihak Sudin Koperasi, UMKM dan Perdagangan juga melibatkan Satpol PP (satuan polisi pamong praja), yang akan ikut menjaga dan mengamankan acara ini, selain tentu nya berkordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Kegiatan loading barang untuk para peserta kegiatan Macan Kemayoran Expo ini adalah pada hari pertama mulainya acara dan akan dilakukan pada jam 12.00 siang. Dan rencana nya, pembukaan acara kegiatan Macan Kemayoran Expo ini akan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Bapak Ahok).

Kegiatan Macan Kemayoran Expo ini akan berlangung selama 3 hari, dan juga dikenal dengan Night Market, yaitu : Dimulai pada hari Jumat tgl, 5 Desember 2014 dan berakhir pada hari Minggu tgl. 7 Desember 2014.

  • Hari ke – 1 :  tgl. 5 Desember 2014, jam 13.00 – 20.00 WIB.
  • Hari ke – 2 :  tgl. 6 Desember 2014, jam 15.00 – 20.00 WIB.
  • hari ke  – 3 :  tgl. 7 Desember 2014, jam 15.00 – 20.00 WIB.

Acara ini akan dipromosikan juga oleh pihak Sudin Koperasi, UMKM dan Perdagangan. Ini semua merupakan kecintaan pihak Sudin terhadap rakyat dan usaha kecil yang dikenal dengan UMKM.

Mari kita ramai-ramai menyukseskan acara Macan Kemayoran Expo yang akan berlangsung di Jl. Angkasa Damri – Jakarta Pusat pada waktu dekat ini.

Dengan gratis nya stand expo. maka tentu juga para pedagang bisa memberikan harga terbaik dan harga murah, yang tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Banyaknya peserta kuliner, tentu memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk memuaskan rasa penasaran akan berbagai macam makanan nusantara, juga berbagai macam minuman pelepas dahaga.

Produk non kuliner, akan meliputi berbagai kebutuhan sehari-hari, baik berupa baju fashion, kemeja, baju batik, celana, rok, kaos, sandal, sepatu, tas, dompet, topi, sarung bantal kotak, sarung bantal cinta, accesories, pernak-pernik, kerajian tangan, handicraft, karya seni dan banyak lagi.

Tentu semuanya akan memberikan kesan yang berarti bagi pengunjung yang selepas sibuk kerja seharian, bisa berkuliner dan ber night market. Jangan lewatkan acara Macan Kemayoran Expo yang baru ini !

Macan Kemayoran Expo 2014

Macan Kemayoran Expo 2014

Iklan :

Dapatkan informasi lengkap, brosur-brosur, harga khusus promosi maupun penjelasan mengenai sepeda listrik Selis buatan Indonesia pada salah satu stand Macan Kemayoran Expo.

Sepeda Listrik Selis buatan Indonesia

Sepeda Listrik Selis buatan Indonesia

Sepeda Listrik Selis Type Victory, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Victory, Hp : 0818168990

Untuk informasi dan pemesanan Sepeda Listrik Selis, silakan hubungi : Pak Lim,

Hp : 0818 16 8990.

Bajaj sebagai transportasi umum khas Jakarta

Bajaj merupakan kendaraan umum ukuran kecil yang masih didambakan oleh masyarakat kota Jakarta.

Bentuk Bajaj yang khas menjadikan kendaraan umum ini membedakan moda transportasi di dalam kota Jakarta dengan kota-kota lain di Indonesia.

Tetapi kendaraan umum Bajaj ini tidak diperkenankan melalui jalan-jalan protokol utama, karenanya bajaj lebih banyak memenuhi kebutuhan transportasi dalam jarak dekat atau jarak menengah, dan sering juga masuk ke dalam kompleks perumahan atau ke lingkungan jalan kecil yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar.

Berikut ini contoh-contoh bajaj yang dimaksud :

Bajaj-bajaj yang malang melintang di lalu lintas di kota Jakarta ini adalah warna merah atau merah oranye.

Tetapi belakangan ini sudah ada Bajaj yang berwarna biru, dan bajaj biru telah mulai berbaur dengan bajaj merah walaupun jumlah bajaj biru masih relatif sedikit.

Perbedaan mendasar dari Bajaj berwarna merah dan Bajaj berwarna biru ini adalah dari bahan bakarnya.

Sama-sama beroda tiga, bajaj berwarna merah menggunakan bahan bakar berupa bensin campur. Sedangkan bajaj berwarna biru menggunakan bensin, tetapi bisa juga menggunakan BBG (bahan bakar gas), atau bajaj biru ini ada yang bisa menggunakan bensin sekaligus juga bisa menggunakan BBG (bahan bakar gas), jadi maksudnya pada bajaj biru bisa memiliki sekaligus dua alternatif bahan bakar yang difungsikan pada bajaj berwarna biru tersebut.

Perbedaan bajaj merah dan bajaj biru selain dari bahan bakarnya, kalau kita perhatikan bentuk fisiknya, karena umumnya bajaj merah ini sudah berumur tua, maka sering bentuknya sudah tidak rapi. Tetapi bahan body bajaj warna merah umumnya dari bahan besi pelat yang lebih tebal sehingga lebih kuat dan lebih tahan terhadap benturan. Di samping itu karena bahan bakarnya adalah bensin campur dan karena jenis mesinnya, ternyata bunyi bajaj merah ini sangat berisik dan getaran nya pun sangat kasar, sehingga kurang disukai dibandingkan dengan bajaj biru yang suara mesinnya jauh lebih halus. Tetapi walaupun dengan suara berisiknya dan getaran yang kasar, bajaj merah ini tetap dibutuhkan oleh para penumpang umum di kota Jakarta yang merasakan sangat kurang mendukungnya kendaraan umum (transportasi umum) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berhubung Bajaj berwarna biru ini relatif lebih baru, maka uang setoran yang harus dibayar para supir bajaj kepada pemilik (pengusaha) bajaj biru lebih mahal sehingga sering mengenakan ongkos lebih mahal dibandingkan dengan bajaj berwarna merah. Para pengusaha yang mengoperasikan bajaj berwarna biru ini umumnya belum balik modal, belum mencapai BEP (break even point), maka memang setoran yang dikenakan kepada pengendara bajaj berwarna biru lebih tinggi dibandingkan dengan bajaj berwarna merah.

Dengan makin menjamurnya sepeda motor di kota Jakarta ini, Bajaj dan sepeda motor saling berebut jalanan di jalan raya yang semakin menjadikan jalanan semakin semrawut. Para supir bajaj pun juga saat ini mesti bersaing dengan tukang ojek sepeda motor. Kapasitas bajaj ini bisa mengangkut 2 sampai 3 orang, walaupun kadang 4 orang pun kalau dipaksakan bisa saja masuk bila penumpangnya adalah 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak, dengan berpangkuan.

Sebagai kendaraan umum yang khas Jakarta, lukisan maupun miniatur bajaj sering menjadi koleksi yang diminati.

Mau lihat miniatur bajaj yang merupakan karya seni berupa handicraft dari bahan kuningan (bronze), bisa lihat di website : http://angelasalim.com/produk-miniatur-dari-sepeda-becak-bajaj

Miniatur Bajaj handicraft

Miniatur Bajaj handicraft

Sedangkan kalau Anda memerlukan kendaraan yang simple dan hemat serta bebas polusi, maka sepeda listrik / sepeda elektrik / sepeda electric / e-bike merupakan jawaban yang tepat, juga sangat cocok untuk kendaraan dalam kompleks perumahan atau di dalam lingkungan perumahan. Untuk sepeda listrik (sepeda electric), silakan lihat website sebagai berikut : http://angelasalim.com/sepeda-listrik-sepeda-electric

Transportasi murah dan mudah

Jakarta sebagai ibu kota negara Republik Indonesia, memang saat ini masih sangat direpotkan dengan masalah kemacetan lalu lintas. Macet, macet, dan macet adalah “menu makanan” sehari-hari yang sangat meletihkan bagi warga kota Jakarta.

Apa yang ada hari ini, tentu adalah hasil apa yang dilakukan pemerintah dan otoritas sebelumnya, dari level pusat sampai dengan pemda. Bila pemerintah pusat tidak pernah melakukan aksi nyata mengatasi masalah ini, tentu tidak akan bisa mengatasi masalah ini.

Untunglah saat ini kita memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu Jokowi dan Ahok yang muncul dengan berbagai ide yang cemerlang, dengan berbagai kebijakan yang pro rakyat banyak, dan mau bekerja dan memikirkan masalah yang ditinggalkan oleh Gubernur sebelumnya yaitu Foke yang tidak berprestasi apa-apa selama menjabat dan membiarkan masyarakat Jakarta mengalami kemacetan yang makin parah dan menjalani hidup yang tidak manusiawi di kemacetan dan keruwetan kota Jakarta.

Pemikiran Gubernur Jokowi yang terintergrasi sekaligus memikirkan berbagai aspek, baik dari segi pengatasan macet, pengatasan banjir, penyiapan lahan terbuka (taman) untuk masyarakat, dan pemindahan dan pengalokasian warga penghuni liar tanah negara ke rusun (rusun susun), pemindahan pedagang kaki lima (PKL) ke dalam gedung pasar merupakan suatu langkah dan tindakan yang harus diacungi jempol.

Sebagai contoh, pak Jokowi telah mulai memikirkan dan akan merealisasikan MRT (Mass Rapid Transport), Monorel, dan memaksimalkan fungsi busway. Bahkan rencana penerapan ERP (electronic road pricing) dan penerapan mobil berplat nomer ganjil genap di jalur jalan tertentu, benar-benar menunjukkan kinerja bekerja seorang pejabat, dan bukannya gaya pejabat yang digaji dan ternyata menghabiskan sebagian waktu kerja nya hanya untuk bermain golf, atau pejabat yang hanya beriklan atas keberhasilan orang lain.

Pemikiran untuk pembuatan resapan-resapan di kavling-kavling perkantoran, perumahan, dan revitalisasi waduk seperti waduk Pluit, merupakan contoh pelaksanaan pencegahan banjir. Bahkan pembuatan taman kota merupakan pemberian hak publik kepada masyarakat untuk bisa menikmati hawa alam yang segar di tengah kota.

Pengalokasian warga penghuni liar tanah negara ke rusun (rumah susun) tentu sesuatu yang harus diterima sebagai suatu berkah. Bayangkan saja saat ini harga rusun (rumah susun) ukuran studio 18 M2 di Jakarta saja sudah bernilai ratusan juta, belum lagi dengan perjalanan waktu nanti harganya bisa naik banyak setelah ramai dan maju.

Pemindahan pedagang kaki lima (PKL) di daerah Tanah Abang dan direlokasi ke dalam Pasar Tanah Abang Blok G merupakan contoh keberhasilan luar biasa dari Gubernur Jokowi, yang sangat jeli melihat kenyataan di lapangan. Kegiatan blusukan Jokowi ternyata sangat efektif menghasilkan suatu kebijakan yang luar biasa. Gubernur-gubernur yang lalu tidak ada yang mampu mengatasi masalah Tanah Abang. Baru pak Jokowi yang mampu dan kita harus mengacungkan jempol. Kalau ternyata saat ini di Pasar Tanah Abang blok G masih sepi itu adalah hal wajar. Saat pedagang Pasar Pagi (Asemka) dipindah ke Pasar Pagi Mangga Dua, awalnya juga  pedagang nya ribut sepi, tetapi bayangkan saja saat ini coba lihat Pasar Pagi Mangga Dua, apakah masih ada yang mengatakan menyesal ? Ternyata bahkan saat ini mencari kios di Pasar Pagi Mangga Dua pun selain sulit dapat tempat, harga kios yang sangat sangat mahal, dan harga sewa yang juga luar biasa mahal. Dan berapa besar uang beredar di Pasar Pagi Mangga Dua memang telah membuat orang bisa menghargai arti sebuah kios kecil di Pasar Pagi Mangga Dua. Demikian pula dengan pedagang yang telah mendapat kios di Pasar Tanah Abang Blok G, maka suatu hari nanti akan merasakan betapa berharganya dan beruntungnya mereka.

Kembali bicara mengenai kemacetan di Jakarta, sebenarnya adalah kegagalan dari pemerintah selama ini yang tidak membuat kebijakan jangka panjang pembangunan infrastruktur yang semestinya. Minimnya kereta api dan sangat minimnya perkembangan jalan merupakan bukti kegagalan pembangunan infrastruktur yang semestinya. Membludaknya mobil pribadi dan sepeda motor merupakan contoh kesalahan besar dalam penerapan kebijakan yang baik. Apalagi diluncurkannya mobil murah pada saat kemacetan belum teratasi benar-benar suatu kebijakan yang sangat merusak. Memang warga yang tidak cukup kaya mungkin saja diharapkan bisa beli mobil murah, tapi barang murah dengan kwalitas murahan juga bisa menjadi bumerang biaya perawatan mahal. Semakin menambah polusi lalu lintas selain menambah kemacetan.

Padahal yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah transportasi yang murah dan mudah. Bukan mobil pribadi yang murah. Rakyat tidak perlu dijadikan supir-supir dan menyetir mobil sendiri. Kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh AQJ anak bungsu dari artis kondang Ahmad Dhani merupakan contoh kegagalan kebijakan pemerintah selama ini, sehingga terpaksa anak-anak pun belajar menyetir mobil sendiri, karena anak-anak sulit berpergian dengan aman dengan transportasi umum. Orang tua tentu tak mungkin membiarkan anak-anaknya naik kendaraan umum yang tidak memenuhi syarat keamanan bahkan buat orang dewasa sekalipun. Kendaraan umum selain sangat minim, antri lama untuk mendapatkan kendaraan umum, berdiri berdesak-desakan di bus yang penuh sesak, dan banyak copet, jambret, pengamen dan sebagainya yang sangat mengkhawatirkan tentu membuat orang tua tidak bisa membiarkan anak-anaknya naik kendaraan umum. Karenanya bagi yang mampu seperti Ahmad Dhani mesti meyediakan mobil kepada setiap anaknya, dan dilengkapi dengan supir pribadi. Tetapi tentu saja dari kanak-kanak anak sudah merasa perlu belajar menyetir karena kebijakan pemerintah adalah menjadikan masyarakat menjadi supir, dengan program membanjiri kota dengan mobil, mobil murah, dan sepeda motor.

Membanjiri kota Jakarta dengan mobil pribadi, mobil murah, dan sepeda motor merupakan kebijakan yang sangat tidak manusiawi. Bahkan terkesan menindas masyarakat dengan membiarkan masyarakat mencari jalan keluar sendiri dari masalah berat kemacetan lalu lintas. Kenapa pemerintah dan pejabat tidak bisa menjadi negarawan yang memikirkan masa depan masyarakat. Yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah transportsi umum yang murah dan mudah. Ambil contoh, negara Singapore, kita bisa naik MRT bahkan dari airport langsung ke berbagai mall dan pusat-pusat bisnis dan perkantoran. Orang cukup naik MRT dan tak perlu beli mobil, tak perlu memikirkan soal parkir mobil, dan yang penting tidak perlu menjadi supir. Resiko sebagai seorang supir (walaupun keadaan memaksa) adalah kecelakaan, kalau kecelakaan seperti yang dialami AQJ anak bungsu Ahmad Dhani apakah bukannya sangat tragis, selain menyebabkan korban tewas, cidera berat, dan bahkan kena pasal pidana.

Membludaknya sepeda motor merupakan salah satu pelarian dari kondisi macet yang tak bisa ditolerir oleh masyarakat. Dengan harapan bisa menembus kemacetan dengan berbagai cara, akhirnya sepeda motor menjadi pilihan yang terpaksa diambil oleh sebagian masyarakat ibu kota. Akhirnya banyak pengendara sepeda motor seenaknya mengendarai sepeda motor tanpa memandang resiko kecelakaan, memotong jalan dan memotong mobil-mobil dengan seenaknya, menerobos lampu merah dengan seenaknya, berhenti jauh di depan garis stop saat lampu merah, bahkan memaksa lewat di antara mobil-mobil dengan resiko menyentuh dan menggores body mobil yang berada di samping kiri kanan nya. Bahkan ada juga yang berjalan berlawanan arah lalu lintas pada jalan searah. Tampaknya hal ini akan membangun suatu masyarakat yang terbiasa melanggar hukum dan membuat hukum atas kehendaknya sendiri.

Membludaknya sepeda motor juga sangat kontra produktif dengan bisnis angkutan umum, baik taxi, mikrolet, dan bus, yang akhirnya mengalami kesulitan karena kurangnya penumpang ataupun mendapatkan penghasilan yang tidak memadai. Kalau kemudian pengusaha mobil dan sepeda motor makin makmur, makin kaya, maka makin sengsara lah pengusaha angkutan umum, para supir angkutan umum ataupun supir taxi. Berarti kebijakan membludaknya sepeda motor merupakan kebijakan yang ngawur. Bahaya nya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor lebih mudah memakan korban nyawa maupun korban cidera. Hal ini sangat tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang seharusnya justru membuat manusia makin pandai menghindari kecelakaan dan cidera.

Maka dengan adanya Gubernur Jokowi yang mau blusukan demi mengatasi berbagai masalah kota Jakarta, maka kami juga mulai merasa lega, karena kekhawatiran Jakarta akan macet total tampaknya lambat laun akan mulai bisa diatasi. Mudah-mudahan akan lahir banyak pejabat yang bisa meniru cara kerja dan mau memikirkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok dan kepentingan diri sendiri.

Saya menghayalkan akan bisa terwujud bahwa pelajar dan pekerja-pekerja cukup menggunakan transportasi umum bisa mencapai tempat sekolah dan tempat kerjanya dengan cepat, aman, dan mudah dengan transportasi umum, sehingga bisa belajar dengan lebih konsentrasi, bisa bekerja dengan tingkat produktivitas tinggi, tanpa perlu memikirkan soal menjadi supir, bermacet-macetan di jalan, memarkirkan mobil dengan susah payah dan mahal, serta memikirkan soal perbaikan dan perawatan mobil yang menguras kantong.

Turis manca negara pun akan tertarik untuk berkeliling kota Jakarta bila telah terbentuk transportasi umum yang murah dan mudah. Semoga.

Berikut ini adalah foto contoh ERP di Singapore :

Pedagang Asongan di Jakarta

Seperti yang sering kita saksikan, di kota-kota besar di Indonesia banyak pedagang asongan, bahkan sepanjang jalur Pantura (Pantai Utara) yang membentang dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur juga sering kita temui para pedagang asongan. Bahkan tak jarang mereka mengejar bus-bus yang melintas yang hendak berhenti, yang hendak masuk ke pom bensin (SPBU), yang hendak masuk terminal dan yang sedang ngetem menunggu penumpang.

Kita batasi saja mengenai pedagang asongan di kota Jakarta saja. Berikut ini beberapa foto pedagang asongan yang sedang menjajakan dagangannya :

Foto-foto(gambar-gambar) ini dengan sangat jelas menunjukkan kegiatan pedagang asongan sedang bereaksi di tengah jalan di kota Jakarta.

Mereka bukan hanya menjual rokok atau air minum mineral atau sekedar lap tissue ataupun koran, tetapi juga barang-barang yang sangat besar pun dijual di tengah jalan di antara mobil-mobil dalam kemacetan lalu lintas kota Jakarta.

Kasur yang diisi angin dengan ukuran 1,00 M x 2,00 M bisa juga dijual di tengah jalan oleh para pedagang asongan ini. Karena kasurnya isi angin, tentu saja ringan beratnya sehingga mudah dibawa-bawa, tetapi ukuran nya yang besar yaitu 1,00 M x 2,00 M memang menjadi perhatian khusus. Barang sebesar itu juga dijual oleh para pedagang asongan, juga seperti sofa dari plastik yang berisi angin, berbagai lukisan dan gambar pigura, bermacam buku, majalah,  peta, patung, hiasan, mainan anak-anak pun dijual oleh para pedagang asongan.

Fenomena ini memang sangat berbeda dengan di negara maju, bahkan di negara tetangga sesama negara Asean pun sulit ditemukan pedagang semacam ini di jalanan. Lalu kemana para pejabat dan wakil rakyat, apakah mereka pernah memikirkan mengenai wajah jalanan yang seharusnya di ibu kota Jakarta ini. Kalau di jalanan kita mesti ketemu dengan para pedagang asongan yang seolah tidak takut ditabrak kendaraan, para pak ogah yang memasang badan di belokan atau pada putaran balik sehingga mobil terpaksa berjalan lambat sehingga ada alasan pak ogah minta uang persenan. Bahkan saat berhenti di lampu merah, para pengamen mulai mendekat, ada yang mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil, ada yang pura-pura melap kap mobil, ada yang bernyanyi sebisanya, yang semuanya hanya ingin meminta uang kepada para pengemudi mobil yang ditemuinya.

Jadi selain para pengemudi kendaraan pribadi atau mobil pribadi mesti berjalan menerobos kemacetan lalu lintas, juga berebut jalan dengan sepeda motor yang sudah tidak ada aturan jalur lagi, dan akhirnya juga ketemu dengan berbagai jenis manusia di lampu merah. Memang tidak semua lampu merah ada para pengamen ini, tetapi apakah para pengemudi mobil tidak mempunyai hak privasi, atau tidak punya hak untuk tenang atau tidak punya hak untuk tidak diganggu sama sekali ?

Keberadaan pedagang asongan mungkin juga bagi sebagian kecil pengemudi dijadikan kegiatan iseng dengan menanyakan harga, atau menawar dan membeli, tetapi kehadiran pedagang asongan yang makin hari makin banyak menunjukkan selain kelemahan pemerintah dalam menertibkan kehidupan masyarakat, juga menunjukkan banyaknya penganggur yang terpaksa mencari nafkah dengan tidak menghargai nyawa dan keselamatan diri mereka sendiri.

Memang sangat ironis bila dibandingkan dengan koruptor di Indonesia yang hartanya mencapai triliunan atau ratusan milyar rupiah, padahal masih sangat banyak masyarakat yang hanya sekedar mencari nafkah untuk kelangsungan hidup (bukan untuk kaya) saja sudah dengan tidak menghargai nyawanya dan keselamatan diri mereka sendiri. Berdagang dengan berlarian di jalanan, ataupun terjepit di antara mobil yang melintas. Mungkin saat kendaraan macet berat, para pedagang asongan ini lebih mudah beroperasi dan menjajakan dagangannya.

Bahkan ada juga penjual bakpao yang kadang menempatkan gerobak dagangannya di median di tengah jalan dan berharap bisa berjualan kepada para pengemudi mobil yang terjebak di kemacetan yang bosan atau stress dengan kenyataan yang tak bisa dihindarkannya.

Mungkin masalah pedagang asongan bisa menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pemerintah pusat untuk memikirkan dan membuat solusi nyata, sehingga masalah kemanusiaan berupa keselamatan dan kesejahteraan para pedagang asongan juga menjadi agenda pemerintah ke depannya. Pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi bangsa, akan memberi lapangan kerja bagi mereka, sehingga tidak perlu membahayakan nyawa dengan berdagang di antara hilir mudik mobil yang bisa membahayakan nyawa dan keselamatan orang yang berkeluyuran di tengah jalan.

Film bioskop Fast and Furious 6

Berikut ini adalah foto dari poster pada bioskop di Gajah Mada Plaza, sebagai berikut :

Film bioskop Fast & Furious 6 ini diputar sekaligus di 2 bioskop yang ada di Gajah Mada Plaza. Biasanya ada 2 film bioskop yang berbeda, tetapi minggu ini diputar hanya satu judul film saja.

Apa yang menarik dari Fast & Furious 6 ini ?

Seperti judul film yang memiliki kata Fast, yang dalam bahasa Indonesia berarti cepat, maka dalam film ini ditampilkan hal-hal yang berhubungan dengan cepat ini.

Kebut-kebutan mobil dalam kejar-kejaran untuk mengalahkan dan menangkap para kriminal merupakan adegan utama dalam film ini.

Dalam film ini, polisi terpaksa mengandalkan suatu regu mantan penjahat untuk membantu mengalahkan penjahat yang sangat lihay dan sulit untuk ditaklukkan karena kehebatan dan kecepatan mereka. Tentunya dengan imbalan regu mantan penjahat ini mendapatkan kebebasan bila mereka berhasil menangkap penjahat yang sangat lihay tersebut.

Di film ini, kebetulan perempuan mantan pacar dari pemimpin regu mantan penjahat ini justru diperalat oleh penjahat tersebut. Selama ini mereka mengira mantan pacarnya tersebut sudah tewas, tetapi ternyata belum tewas, tetapi sudah lupa ingatan, sehingga bekerja untuk penjahat lain tersebut, bahkan sempat menembak pemimpin regu mantan penjahat yang dulunya adalah pacarnya, karena ia sudah tidak mengenali dirinya dan masa lalunya.

Bagaimana cara dan jalan sehingga perempuan mantan pacar dari pemimpin regu mantan penjahat ini akhirnya bisa diingatkan kembali akan jati diri dan keluarganya menjadi hal menarik juga dalam film ini.

Dalam film ini kehebatan dalam kebut-kebutan mobil, digunakan untuk menangkap dan menaklukkan musuh yang sangat disegani yang merupakan penjahat yang bahkan menyerang konvoi militer dan berambisi menguasai peralatan militer canggih yang sangat membahayakan bila disalahgunakan.

Sepanjang film, disuguhkan kecepatan bahkan juga adegan pesawat terbang yang akan dipakai oleh penjahat untuk kabur pun mesti dikalahkan oleh regu mantan penjahat yang memiliki kemampuan bergerak cepat dengan kemampuan mengendarai mobil secara kebut-kebutan.

Kebut-kebutan ini bukanlah untuk ditiru.

Kebut-kebutan yang ada di Indonesia yang sering melibatkan geng motor sangat jauh berbeda. Kalau geng motor ini hanya berlaku kasar, tidak terdidik dan menjadi sumber kriminal baru, maka geng motor tidak lebih dari suatu geng yang menjadi musuh masyarakat dan akan dibasmi oleh pihak berwajib.

Kemampuan kebut-kebutan ataupun kemampuan kebut dan melarikan diri setelah merampas dan menjambret tas-tas wanita yang belakangan marak di kota Jakarta, hanya menunjukkan sifat pengecut dari kriminal-kriminal jalanan yang sangat meresahkan para wanita pengguna kendaraan umum seperti bajaj atau yang berpergian membawa tas sesuai kebutuhan dan sifat dari wanita itu sendiri.

Menunggu bus di halte bus, berdiri di pinggir jalan menunggu kendaraan umum pun para wanita ini bisa menjadi sasaran dari penjahat jalanan yang selalu siap menjambret tas mereka.

Sudah seharusnya aparat penegak hukum lebih proaktif, dan kemampuan CCTV dalam merekam kegiatan jalanan sebaiknya mulai diterapkan, sehingga kejahatan-kejahatan jalanan ini bisa dideteksi dan bisa ditangkap dengan segera.

Kalau kemampuan kebut-kebutan hanya dipakai untuk tindakan kriminal dan kejahatan atau untuk melarikan diri, maka memang semua itu tidak ada artinya. Seharusnya justru kemampuan kebut-kebutan ini bisa dimanfaatkan secara baik misalnya dalam ajang perlombaan resmi yang bergenggsi, di lapangan yang memang disediakan khusus untuk itu.

Masyarakat mesti kompak dan selalu siap membantu menangkap para penjahat jalanan yang beraksi di tengah keramaian kota Jakarta tersebut, agar para penjahat tersebut bisa diberantas, dan para wanita akan merasa aman berpegian dengan kendaraan umum.

Jalanan Macet Parkir pun Sulit

Seperti yang kita ketahui, untuk kota Jakarta, saat ini parkir di gedung-gedung atau mall sudah mencapai Rp. 4.000,- per jam. Lewat 1 detik pun sudah mesti bayar tambahan jam. Jadi bila 1 jam 1 detik berarti sudah dihitung 2 jam, yang berarti Rp, 8.000,-. Padahal kadang-kadang dari pengambilan tiket parkir masuk sampai mendapatkan tempat parkir, mungkin saja kita mesti berputar-putar dalam keputusasaan sampai lebih dari setengah jam untuk mendapatkan tempat parkir yang kosong. Keluar dari tempat parkir pun tidak mudah, bisa juga mencapai setengah jam. Tetapi semua kesulitan dari mencari tempat parkir yang kosong dan keluar dari tempat parkir yang mesti antri panjang juga termasuk biaya yang harus dibayarkan saat bayar biaya parkir, di sini jelas ada ketidak adilan. Ada hal yang salah. Gedung parkir dan pengelolanya makin kaya sedangkan konsumen makin tertindas. Apakah ini adalah kebijakan yang baik dan adil ?

Lalu kenapa juga biaya parkir bisa juga dikenakan kepada pemilik rumah, pemilik ruko, pemilik kantor yang parkir di depan rumahnya, di depan rukonya, ataupun di depan kantornya? Hal ini terjadi terutama di daerah-daerah pusat keramaian. Dimana-mana muncul tukang parkir yang tidak jelas bekerja untuk siapa, kemana saja uang parkir yang didapat, semua uang tersebut tidak jelas pengelolaannya dan berakhir dimana ?

Bahkan di depan sekolah, tempat les buat anak-anak, rumah sakit pun parkir disamakan, padahal tidak ada nilai tambah (tidak ada penghasilan) dari kegiatan menjemput anak di sekolahan, atau mengantar anak ke tempat les, atau berobat di rumah sakit. Bukankah semua ini hanya memberatkan masyarakat. Sepertinya semua orang asal sudah menjaga jalanan, sudah boleh jadi preman jalanan atau raja jalanan dan memungut uang parkir.

Kalau kebijakan menaikkan harga parkir mobil adalah untuk mengurangi mobil pribadi, maka itu sama saja seperti petinju yang sudah terdesak di pojok ring tinju yang tidak bisa mundur lagi dan terus dicecar dengan pukulan-pukulan mematikan, maka petinju itu hanya bisa bertahan tanpa berdaya. Maka demikianlah pengendara mobil pribadi ketika harga parkir dinaikkan hanya bisa bertahan saja seperti petinju yang sudah terpojok di sudut ring tinju. Mau beralih ke kendaraan umum, yang mana? Kan belum siap.

Semrawut dan Macet di Jakarta

Dari foto di atas terlihat di sebelah kanan ada busway (Bus Trans Jakarta) di jalur busway, dan di depan sebelah kiri sebuah bus (Bus Metro Mini) memotong di depan busway (Bus Trans Jakarta) tersebut, dan di belakang bus (Bus Metro Mini) tersebut ada mobil pribadi dengan jarak yang sangat dekat (mepet), dan antara mobil pribadi dan busway (Bus Trans Jakarta) ada sepeda motor sedang memaksa masuk di space sempit antara busway (Bus Trans Jakarta) dan mobil pribadi. Hal ini selain sangat membahayakan nyawa dan juga sangat beresiko pada kerusakan mobil yang akan tergores oleh stang sepeda motor, juga menjadikan jalan raya di Jakarta sangat semrawut.  Tidak ada pemisahan antara mobil dan sepeda motor dan sepeda motor boleh seenaknya menyelonong ke mana-mana. memang nyawa sepertinya kurang berharga dan sulit mempertahankan body dan cat mobil dalam keadaan mulus karena dengan mudahnya disenggol oleh sepeda motor.

Kalau selalu pemerintah atau pejabat berfikir bahwa pengguna mobil adalah orang kaya, maka itu jelas salah besar !

Kenapa salah besar ? Karena mobil di Jakarta bukanlah barang mewah untuk dipamerkan, tetapi kendaraan yang dibutuhkan karena kegagalan pemerintah dalam melayani rakyatnya dengan transportasi massal yang baik, yang murah, dan manusiawi.

Mobil juga ada kelas-kelas nya, baik dari merk nya, dari type nya maupun dari harga nya. Kalau mobil-mobil termurah dari merk-merk biasa dan bukan dari merk-merk yang dikenal sebagai mobil mewah, maka mestinya dikategorikan sebagai mobil biasa, dan tidak layak disamakan ataupun diklasifikasikan sebagai mobil mewah.

Pernah kita mendengar kata-kata sebagai berikut : bisa beli mobil, tetapi tidak sanggup beli bahan bakar minyak (bbm) nya. Jadi mungkin saja ada kelompok kelas masyarakat yang hanya mampu membeli mobil (mungkin juga masih kredit dan belum lunas), tetapi kesulitan membeli bbm (bahan bakar minyak) nya. Dalam kondisi transportasi massal belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, maka terpaksa rakyat mesti membeli mobil walaupun beli dengan terpaksa sehingga menyulitkan likwiditas keuangan.

Memang negara bisa berpesta pora dengan pajak kendaraan yang begitu besar dan menggiurkan, tetapi masyarakat begitu tersiksa, apalagi saat sudah memiliki mobil, terpaksa jadi supir (dengan menyetir mobil sendiri) karena untuk membayar supir belum tentu mampu, lalu ketika masuk ke dalam hiruk pikuk jalanan, ternyata kadang untuk jarak tempuh pendek saja bisa memakan waktu berjam-jam, karena kemacetan yang luar biasa.

Jalanan begitu semrawut, sepeda motor bisa dengan seenaknya memotong di depan mobil, atau memepet dari sebelah kiri, memepet dari sebelah kanan, bahkan kadang kala ada sepeda motor yang dengan seenaknya berjalan berlawan arah arus jalan. Semuanya hanya mencari peluang atau kesempatan untuk berjalan lebih cepat, karena sudah terlalu banyak waktu habis di jalan, sedangkan sudah ditunggu orang, atau sudah terlambat dari janji atau terlambat dari jadwal. Orang-orang pada buru-buru dan cenderung emosional dan stress, hal yang tidak baik untuk kesehatan jiwa tentunya.

Mobil-mobil juga sering sangat berdekatan, kadang-kadang mobil di sebelah kiri atau pun di sebelah kanan bisa bersentuhan kaca spionnya atau bertabrakan kaca spionnya. Kemacetan membuat pengendara mobil sulit memprediksi waktu tempuh. Waktu yang dihabiskan di jalanan begitu lama sehingga membuat waktu produktif sangat tersita, sehingga membuat banyak orang yang kehilangan kesempatan untuk berproduksi, untuk bekerja, untuk mencari penghasilan, dan untuk memiliki waktu bersama keluarga.

Menaikkan uang parkir dengan harapan pemakai kendaraan pribadi (mobil pribadi) beralih ke kendaraan umum itu adalah mustahil bila transportasi umum tidak memadai, tidak aman, dan tidak nyaman. Sering kita menyaksikan jalur busway yang kosong tanpa bus, sedangkan di luar jalur busway begitu macet luar biasa. Tentu hal ini sangat ironis sekali, bahkan banyak penumpang busway yang menumpuk dan antri untuk naik busway. Seharusnya jalur busway yang sudah mengambil lebar jalan sehingga menjadikan jalan makin sempit, agar bisa digunakan secara maksimal, busway mesti ditambah dan tidak seharusnya penumpang antri. Bukankah calon penumpang yang ada saja sudah antri, apalagi kalau pemilik kendaraan pribadi ikut naik busway, maka antrian akan tambah parah? Jadi mestinya busway cukup dan tidak terjadi antri yang menyulitkan di halte-halte busway supaya pengendara mobil pribadi mau beralih dan naik busway.

Pencanangan dimulainya pembangunan MRT (mass rapid transport) oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Jokowi merupakan langkah awal yang baik, walaupun sudah sangat terlambat. Tetapi bagaimanapun juga terlambat masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Memang kita bisa berharap pada Bapak Jokowi karena beliau memiliki pemikiran bahwa transportasi umum mesti lebih diprioritaskan, mesti ditata dan dibangun. Bukan seperti yang selama ini terjadi, rakyat dibiarkan mencari jalan pintas sendiri, sehingga bermunculan sepeda motor – sepeda motor yang membuat lalu lintas makin semrawut dan tidak keruan. Kecelakaan lalu lintas makin tinggi dan banyak yang menjadi korban kecelakaan di jalanan dengan banyaknya sepeda motor, apalagi pengendaranya banyak yang asal bisa saja. Munculnya banyak sepeda motor juga sangat menyulitkan usaha mobil-mobil angkot (angkutan kota) yang menjadi kekurangan penumpang. Konsumsi bahan bakar minyak juga menjadi meningkat luar biasa, karena bila banyak sepeda motor maka konsumsi bahan bakar akan banyak juga, berbeda dengan kendaraan umum, yang tentunya jauh lebih hemat bahan bakar, karena dengan konsumsi bbm (bahan bakar minyak) yang sedikit sudah mampu mengangkut banyak orang. Jadi yang terjadi selama ini sangat bertolak belakang dengan keinginan menghemat bahan bakar minyak (bbm), dengan membiarkan sepeda motor makin banyak dan transportasi massal tidak dikembangkan dengan sewajarnya.

Di samping itu, banyaknya beton-beton pembatas jalan dari beton atau beton-beton yang cuma ditaruh begitu saja di jalanan, sebenarnya juga sangat membahayakan pengendara lalu lintas. Mestinya pembatas-pembatas jalanan menggunakan material-material yang manusiawi juga, sehingga bila secara tidak sengaja disenggol oleh mobil, maka mobilnya tidak rusak. Kita bisa melihat beton-beton pembatas yang tinggi-tinggi di ujung Jalan Diponegoro menuju Jalan Salemba, atau di Jalan Boulevard Barat Kelapa Gading. Sedikit saja mobil menyentuh beton tersebut maka akan rusaklah mobilnya. Beton-beton pembatas jalan ini pun sangat membahayakan terutama saat terjadi banjir, karena beton-beton tersebut tidak terlihat dan tertutup genangan air banjir.

Memang lalu lintas begitu macet dan semrawut, tetapi kita masih berharap hadirnya Gubernur baru DKI Jakarta Jokowi bisa membuka jalan untuk mengatasinya secara bertahap agar generasi mendatang bisa lebih mudah dalam berpergian, dengan lebih banyak alternatif kendaraan umum yang nyaman, aman dan layak serta manusiawi.

Jalan Darat dari Jakarta ke Palembang

Palembang sebagai ibu kota Propinsi Sumatera, merupakan kota yang sangat terkenal dengan Sungai Musi yaitu sungai besar yang membelah kota Pakembang menjadi Palembang bagian Ulu dan Palembang bagian Ilir. Dan di tengah Sungai Musi terdapat sebuah jembatan yang menjadi icon kota Palembang yaitu Jembatan Ampera.

Perjalanan dari Jakarta ibu kota negara Indonesia ke Palembang di Pulau Sumatera, mesti melalui Selat Sunda, dan ini terhubung dengan kapal-kapal Fery. Dan sebelum tiba di kota Palembang mesti melewati Propinsi Lampung.

Kapal Ferry dilihat dari atas menara Siger Lampung

Kapal Ferry dilihat dari atas menara Siger Lampung

Menara Siger di Bakauheni Lampung

Menara Siger di Bakauheni Lampung

Jembatan Ampera di atas Sungai Musi pada malam hari

Jembatan Ampera di atas Sungai Musi (malam)

Perjalanan darat dari Jakarta mesti ke arah pelabuhan Merak terlebih dahulu, baru kemudian bisa naik ke kapal Fery.

Kalau untuk kendaraan pribadi bisa naik di deck atas kapal Fery, sedangkan untuk mobil-mobil angkutan mesti masuk ke deck bawah kapal Fery, karenanya saat terjadi macet panjang antrain truk di pelabuhan Merak yang akan menyeberang ke Bakauheni, maka kendaraan pribadi masih relatif lancar karena bisa masuk ke deck atas kapal Fery yang terpisah dengan truk-truk angkutan.

Dari Bakauheni menuju kota Palembang bisa melalui Jalur Tengah maupun Jalur Timur.

Perbedaan Jalur Tengah dan Jalur Timur  terletak pada jarak tempuh, kondisi medan jalan, dan daerah yang dilewati. Jalur Tengah melalui kota Bandar Lampung, lalu Kotabumi, Baturaja, dan terus ke Palembang.

Sedangkan Jalur Timur merupakan jalur jalan yang melalui tepi kota (tidak melewati dalam kota).

Bila kita memilih perjalanan yang santai dan relax sambil berekreasi, maka bisa melalui Jalur Tengah, sehingga dari Bakauheni kita bisa menuju ke Pasir Putih (di Kalianda), Kota Bandar Lampung (baik Panjang, Teluk Betung, maupun Tanjung Karang) dan kita juga bisa berekreasi ke Pantai Mutun. Lalu kita bisa menuju ke Bandar Jaya, Kota Bumi, Martapura dan Batu Raja, lalu bisa terus ke Muara Enim, dan Indralaya, lalu terus dan kemudian tiba di Jembatan Ampera (kota Palembang).

Di lampung banyak ditemukan pete (sehingga harga nya murah), pisang (banyak juga dibikin dalam bentuk keripik pisang), dan banyak restoran Padang dengan makanan seperti ayam goreng, ayam gulai, ayam bakar, ayam sambel hijau, ayam pop, ayam goreng telor, ayam rendang, dan masih banyak makanan Padang yang lezat. Juga di Lampung sudah bisa ditemui pempek yang merupakan makanan khas Palembang.

Banyak bangunan di dalam kota Lampung yang memasang lambang Siger yang merupakan lambang kota Lampung pada bagian muka bangunannya. Menara Siger terdapat di Bakauheni dan dari dalam gedung, setelah menaiki anak tangga sampai lantai tertinggi nya kita bisa melihat kegiatan dan kapal Fery di Pelabuhan Bakauheni, serta pulau-pulau kecil di Selat Sunda.

Kota Bandar Lampung menjadi kota transit dari Jakarta ke Palembang atau kota-kota lain di Sumatera. Karenanya di Kota Bandar Lampung juga banyak terdapat Hotel. Pada saat ini tidak banyak Mall besar atau Plaza-plaza besar di Kota Bandar Lampung. Hanya terdapat sedikit Mall yang hanya dari kelas menengah bawah saja.

Sedangkan bila kita lebih memilih perjalanan yang cepat, maka sebaiknya kita melalui Jalur Timur, walaupun jalur ini tentu saja tidak melalui kota-kota besar dan tak terlalu banyak tempat beristirahat yang besar-besar. Dan jalan di Jalur Timur ini relatif lebih rata, tidak seperti jalan antara Kotabumi ke Baturaja pada Jalur Tengah yang jalannya banyak sekali kelokan (berkelok-kelok) dan jarak tempuh serta waktu tempuh tentu akan lebih panjang.

Kota Palembang terkenal dengan Jembatan Ampera, yang di malam hari terlihat indah juga. Kedua pilar besar sebenarnya awalnya untuk mengangkat bagian tengah jembatan agar kapal-kapal besar bisa lewat saat bagian tengah jembatan diangkat. Tapi karena sudah tidak berfungsi lagi maka kedua pilar tersebut hanya menjadi icon Jembatan Ampera saja. Dengan tinggi nya arus lalu lintas dari ulu ke ilir dan juga sebaliknya melalui Jembatan Ampera, maka untuk mengangkat bagian tengah jembatan juga menjadi tidak efektif lagi karena hanya akan menyebabkan kemacetan lalu lintas saja. Karenanya rencananya akan dikembangkan pelabuhan dan dermaga di Tanjung Api-Api.

Palembang selain terkenal dengan makanan khas pempek, merupakan ibuk kota Sumatera Selatan dan penghasil buah-buahan seperti duku, rambutan, durian. Juga banyak hasil alam seperti kayu, kopi, dan karet. Selain juga menghasilkan bbm (bahan bakar minyak), batubara, juga menjadi pusat pabrik pupuk yang dikenal dengan Pupuk Sriwijaya.

Palembang juga merupakan pusat kerajaan Sriwijaya pada masa silam.