Efisiensi perusahaan dengan menggunakan sepeda listrik

Sudah ada sepeda listrik bisa kita lihat dan temui di jalanan di kota Jakarta, dan makin hari tentu akan meningkat makin banyak. Karena hematnya serta kepraktisan dari sepeda listrik ini, maka sepeda listrik yang sangat ramah lingkungan ini sudah mulai dilirik oleh banyak peminat.

Berikut ini kami mengutip salah satu artikel di Harian Warta Kota terbitan hari Senin tanggal 1 Desember 2014 pada halaman 5, dengan judul artikel adalah : “Dana Rp. 1,2 Miliar untuk Beli Sepeda Listrik”, sebagai berikut :

Perusahaan jasa pengiriman JNE akan menggunakan sepeda listrik untuk pengantaran barang di dalam kota sebagai upaya menyisiati pemberlakuan larangan motor melintas di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat.

“Kami akan menggunakan sepeda listrik untuk tetap bisa melayani pelanggan kami di jalan-jalan yang dilarang melintas motor itu”, kata Johari Zein, Managing Director JNE, seperti dikutip Antara, baru-baru ini.

Johari mengatakan, telah menyediakan 100 unit sepeda listrik dengan investasi senilai Rp. 1,2 miliar. Adanya investasi itu, pihaknya merogoh biaya tambahan untuk belanja modal, namun di sisi lain biaya operasional jadi lebih efisien.

Memang, kata Johari, kemampuan kecepatan sepeda listrik lebih rendah dibandingkan dengan motor yang berdampak pada keterlambatan pengiriman.

“Untuk itu, diperlukan uji coba bolak-balik secara keseluruhan. Kami sudah lakukan itu. Sepeda memang agak terlambat apalagi untuk pengiriman pagi-pagi”, kata Johari.

Johari mengatakan, pembatasan dengan kendaraan bermotor akan menimbulkan masalah logistik di dalam kota seperti Jakarta, yang pengiriman paling banyak dengan motor.

“Bagaimana kalau motor enggak boleh masuk, kami sebagai operator kerja keras. Korbannya bukan kami, tapi pelanggan yang akan mengalami keterlambatan pengiriman, terutama di Jalan Thamrin”, kata Johari.

Johari mengatakan, jumlah pengiriman paket ke wilayah Jakarta Pusat, terutama Jalan Thamrin dan empat Jalan Merdeka menyumbang 20.000 – 30.000 pengiriman paket dari 160.000 pengiriman paket ke seluruh wilayah Jakarta.

“Kebutuhan masyarakat tetap tinggi terutama untuk pengiriman bisnis. Karena itu, kami jauh-jauh antisipasi, katanya. (ang).

Demikianlah kutipan dari Harian Warta Kota, yang tentu saja bisa kita baca langsung di Harian Warta Kota tersebut.

Seperti yang kita ketahui, JNE merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman yang sangat bisa diandalkan dan termasuk perusahaan yang telah sangat kita kenal, seperti halnya Tiki ataupun perusahaan jasa pengiriman (expedisi) lainnya.

Dari tulisan artikel di Harian Warta Kota tersebut, bisa kita simpulkan bahwa kehadiran sepeda listrik sebagai alat transportasi, bahkan sudah dijadikan pilihan untuk menjadi penunjang usaha (bisnis) dan bukan saja sekedar sebagai alat transportasi. Sepeda Listrik bahkan sudah digunakan untuk melancarkan usaha (bisnis) pengantaran.

Pilihan penggunaan sepeda listrik untuk jasa pengantaran tentu saja merupakan pilihan yang cerdas. Sepeda listrik yang sudah terbukti handal sebagai alat transportasi di jalan raya, juga sangat hemat, karena tidak membutuhkan bahan bakar, tidak perlu perawatan kecuali pengisian aki (cas aki) saja, sangat ramah lingkungan, tidak mengeluarkan asap, tidak mengeluarkan getaran maupun bunyi dan tidak menghasilkan polusi.

Memang sepeda listrik umumnya memiliki kecepatan lebih rendah daripada sepeda motor. Tetapi sebenarnya ada sepeda listrik yang bisa ngebut dengan kecepatan tinggi, seperti sepeda listrik selis type Jalak, ataupun sepeda listrik selis type Merak, yang bisa mencapai kecepatan 90 km / jam. (silakan baca di website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric). Tetapi tentu dengan harga yang lebih mahal daripada sepeda listrik biasa lainnya. Mungkin karena harga sepeda listrik selis type Jalak ataupun type Merak yang seharga Rp. 17,8 juta, makanya tidak dijadikan pilihan untuk usaha pengantaran karena kebutuhan perusahaan pengiriman bukan hanya 1 atau 2 sepeda listrik saja, tetapi suatu armada besar yang melibatkan setidaknya 100 buah sepeda listrik.

Jadi sangat jelas, bahwa kehadiran sepeda listrik mulai akan menggeser penggunaan sepeda motor. Sepeda listrik bukan saja dipakai di lingkungan perumahan, tetapi juga di jalan raya dan dengan pilihan berbagai type dan model, maka bisa juga dipakai dari anak-anak sampai orang tua, dan sangat praktis, tidak butuh SIM (surat ijin mengendara).

Terdapat berbagai type dan merk serta berbagai spesifikasi yang berbeda-beda dari bermacam sepeda listrik (sepeda electric), sedangkan khusus untuk sepeda listrik merk Selis, bisa dilihat dan dibaca secara lengkap pada website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric

Berikut ini adalah beberapa contoh foto sepeda listrik merk Selis :

Logo Sepeda Listrik Selis Type Sniper Tosca 2 Hp 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Sniper, Hp : 0818168990

Selis Type New Go Green, Hp : 0818168990

Selis Type New Go Green, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Elang

Sepeda Listrik Selis Type Elang

Sepeda Listrik Selis Type Jalak, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Jalak, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Butterfly

Sepeda Listrik Selis Type Butterfly

Sepeda Listrik Selis Type Garuda

Sepeda Listrik Selis Type Garuda

Sepeda Listrik Selis Type MTB Victory

Sepeda Listrik Selis Type MTB Victory

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik,

silakan hubungi : Pak Lim.

Hp : 0818168990.

Sepeda Listrik Selis Type MTB 29, Hp : 0818168890

Sepeda Listrik Selis Type MTB 29

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik,

silakan hubungi : Pak Lim.

Hp : 0818168990.

Sedikit tentang Indonesia Brand Forum

Pada hari Senin tanggal 20 Mei 2013 sudah dilangsungkan : Indonesia Brand Forum 2013 dengan thema : Kebangkitan Nasional Kedua, Kebangkitan Merek Indonesia.

Kegiatan yang dilangsungkan di JCC (Jakarta Convention Center) – Senayan, Jakarta Selatan ini membicarakan mengenai topik : “Strategi Merek Indonesia Menandingi Raksasa Global dan Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri”.

Berikut ini adalah foto dari kegiatan tersebut :

Indonesia Brand Forum 2013 Kebangkitan Nasional Kedua
Indonesia Brand Forum 2013 Kebangkitan Nasional Kedua

Indonesia Brand Forum 2013

Indonesia Brand Forum 2013

Indonesia Brand Forum 2013 ini juga menampilkan pembicara-pembicara dari perusahaan yang memiliki merek yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia, seperti antara lain dari : JNE, D’ Cost, Kino, MAK, Bhineka.com, dan Ranch Market.

Dalam waktu yang terbatas, masing-masing wakil dari JNE, D”Cost, Kino, MAK, Bhineka.com, dan Ranch Market memberikan beberapa pandangan mereka serta cara mereka memperkenalkan merek (brand) mereka sehingga bisa dikenal luas di masyarakat luas di Indonesia sini, dalam arti menjadikan merek mereka menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, pihak JNE yaitu perusahaan yang bergerak di bidang kurir (jasa pengiriman) ini memperkenalkan produk baru yang disebut sebagai : “PESONA” singkatan dari Pesanan Oleh-oleh Nusantara.

Dengan produk Pesona ini pihak JNE akan melayani pengiriman makanan. Sesuai sifat makanan, ada yang bersifat makanan segar yang tidak memiliki daya tahan lama atau akan tetap enak kalau dimakan masih segar, maka dengan produk Pesona ini diharapkan pengiriman bisa cepat, misalnya dengan layanan same day service (pengiriman sampai pada hari yang sama) atau layanan kilat lainnya sehingga makanan bisa masih segar atau belum rusak saat tiba di tempat penerima paket kiriman. Untuk lebih jelasnya silakan hubungi pihak JNE yang bermotto Express Across Nations ini.

Pihak D”Cost yaitu usaha restoran seafood memiliki pandangan yang unik. Menurut pihak D”Cost maka seperti bermain yoyo, maka semua itu akan kembali, karenanya D’Cost melakukan bentuk-bentuk promosi yang unik dan lain dari yang lain.

Misalnya : Up to you pay, yang memberikan pelanggan untuk makan dengan bayar sesuai kemauan pelanggan. Atau : Discount berdasarkan umur, sehingga keluarga bisa mengajak orang tuanya untuk makan, karena semakin tua salah satu pemilik KTP yang makan, maka semakin besar pula discountnya, sehingga orang tua bisa diajak dan dihargai oleh yang muda pada kesempatan ini. Atau : Pesta pernikahan yang baru bayar bila sudah hamil, maksudnya setelah sang istri hamil baru bayar dan inipun hanya berdasarkan pengakuan dari pasangan yang menikah setelah ada kehamilan di suatu hari mendatang. Semua promosi yang unik ini, menurut pihak D’Cost akan menyebabkan rasa simpati masyarakat terhadap perusahaan.

Pihak D’Cost pun sudah mengembangkan usaha bisnisnya ke Stupid Baker dan juga ke Sushi Bodo. Dengan menggunakan nama-nama perusahaan yang unik pula seperti PT. Pendekar Bodo, PT. Bocuan Gapapa, PT. Kosong Melompong (maaf kalau ada salah penulisan). Memang perusahaan D’Cost ini telah berkembang dengan sangat cepat dan memiliki banyak tempat usaha.

Pihak MAK yang merupakan perusahaan furniture rumah sakit, seperti contoh ranjang buat rumah sakit, kursi buat penderita penyakit dan sebagainya juga mempertunjukkan video kegiatan perusahaannya. Pihak MAK yang menyatakan ketika terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998 yang saat itu nilai Yen Jepang melonjak tinggi, justru memberikan kesempatan perusahaan untuk maju dan bisa bersaing karena menggunakan nilai Rupiah yang murah.

Pihak Kino menjelaskan mengenai peningkatan omset pertahunnya yang melonjak tinggi dengan penyerapan jumlah tenaga kerja yang juga bertambah sangat besar.

Demikian sekilas saja beberapa pandangan yang disampaikan baik oleh pihak JNE, D’Cost, Kino, MAK, Bhineka.com dan Ranch Market, dan pada foto di atas terdapat pembagian piagam untuk wakil dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Kegiatan Indonesia Brand Forum 2013 ini juga diikuti perusahaan lainnya seperti antara lain : Laboratorium Klinik Prodia, Sido Muncul, Dwi Sapta, Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah, BioFarma, Martha Tilaar Group, Sariayu Martha Tilaar, Allera, First Position, Garuda Indonesia, JNE, Teh Botol, Djarum, Kino The Innovator, ellips, adhi, Promag, D’Cost, Tempo, Kompas, Femina, smartFM, Warta Ekonomi, LuarBiasa, MarkBiz, TDA.

Dengan forum ini diharapkan akan makin banyak muncul merek Indonesia yang akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Jasa pengiriman via Tiki (Titipan Kilat)

Tiki singkatan dari Titipan Kilat, saat ini boleh dibilang merupakan salah satu perusahaan jasa ekxpedisi atau perusahaan jasa pengiriman paket yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Kalau zaman dahulu, kalau orang ingin mengirimkan surat dan paket, maka orang-orang ingat akan PT. Pos Indonesia. Sehingga masyarakat jadi tahu dimana tempat kantor pos, masyarakat membeli dan mengumpulkan stock atau persediaan perangko. Perangko menjadi barang penting dan berbagai design dan gambar pada perangko menjadi perhatian juga. Maka memang zaman telah banyak berubah. Kalau dulu banyak ditemukan kotak-kotak surat dari PT. Pos Indonesia di jalan-jalan tertentu yang membantu masyarakat yang ingin mengirim surat tetapi tidak mau repot, cukup memasukkan surat yang sudah ditempeli dengan perangko yang cukup ke dalam kotak surat, dan diharapkan surat akan sampai ke tujuan sesuai dengan jangka waktu tertentu. Tetapi saat ini sudah sulit ditemukan kotak-kotak surat di jalan-jalan. Orang sudah banyak beralih ke sms via handphone, bbm via blackberry ataupun email dan message via media social lainnya seperti facebook, twitter, dan lainnya.

Dan pengiriman paket juga orang mulai beralih ke perusahaan jasa pengiriman swasta seperti TIKI, JNE, TIKIndo dan masih banyak perusahaan sejenis lainnya.

Berikut ini adalah contoh gambar kegiatan Tiki :

Foto di atas adalah contoh armada mobil Tiki yang mengantar berbagai paket ke alamat penerima, dan di bawah ini adalah contoh para kurir Tiki yang siap mengantar paket-paket yang dikirimkan oleh para pelanggan Tiki ke alamat yang dituju :

Dengan masa bhakti perusahaan jasa pengiriman ini yang sudah sangat lama, jelas perusahaan swasta ini bahkan lebih disukai oleh masyarakat perkotaan untuk mengirimkan surat dan paket daripada perusahaan negara yang dikelola oleh BUMN seperti PT. Pos Indonesia.

Tidak seperti di negara maju lainnya, perusahaan milik negara malah sangat maju dan disegani oleh masyarakat, tetapi di sini malah perusahaan yang dipimpin oleh pemerintah dengan menguasai berbagai fasilitas dan kemudahan serta jaringan yang luas, tetapi kalah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan swasta. Ini bisa kita lihat dari sepinya kantor-kantor pos, sedangkan kantor-kantor jasa pengiriman swasta penuh dengan pengirim yang antri. Tiki ataupun Tiki JNE ataupun perusahaan lainnya sudah memiliki merk yang dikenal baik oleh masyarakat.

Pengiriman via Tiki juga ada berbagai bentuk layanan, seperti layanan disertai asuransi, layanan dokumen, layanan paket dengan pengiriman hari libur, layanan pengiriman kilat dan layanan pengiriman reguler, serta layanan pengiriman ekonomis. Tersedianya Jasa layanan ini juga tergantung dari kota pengirim dan lokasi kota yang dituju.

Yang paling umum digunakan oleh masyarakat adalah jasa pengiriman kilat dan jasa pengiriman reguler.

Jasa pengiriman kilat pada Tiki dikenal dengan istilah ONS ( singkatan dari Overnight Service ) dan TDS ( singkatan dari Two Days Service ). Berbeda dengan istilah di JNE, yang menggunakan istilah YES ( singkatan dari Yakin Esok Sampai ).

Bahkan pada layanan YES dari JNE, bila kita mengirim dari kantor pusat atau kantor agen utama, maka ketika paketnya sampai ke alamat tujuan, kita juga bisa dikirimi sms yang memberitahukan bahwa paket JNE nya sudah diterima dengan jam dan nama penerimanya disebutkan juga.

Usaha yang memberikan solusi kepada masyarakat yang memerlukan, memang merupakan usaha yang selain bermanfaat buat masyarakat juga penghasilan dari usaha ini tentu akan membanggakan bagi pekerja dan manajemen perusahaan, serta pemegang saham perusahaan.

Selanjutnya kami akan memberikan informasi kantor-kantor cabang TIKI di seluruh Indonesia, yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. (menyusul ya !).