Film bioskop : The Hobbit the desolation of Smaug

Berikut ini adalah poster dari film bioskop : The Hobbit the desolation of Smaug

Film bioskop the Hobbit the desolation of Smaug merupakan film dengan cerita dongeng yang berhasil diangkat ke layar lebar secara sukses. Dengan perkembangan teknologi perfilman dan dengan jiwa enterpreneur seorang producer film disertai dengan sutradara yang berpengalaman, bisa membawa cerita dongeng ke dalam layar lebar yang menjadikan suasana yang digambarkan dalam dongeng seolah menjadi dekat dan nyata.

Hal ini tentu saja menarik, selain sebagai hiburan, juga menambah imaginasi kepada penonton sehingga memiliki nilai tambah yang bisa laku dijual.

Film bioskop the Hobbit the desolation of Smaug ini memiliki durasi yang panjang yaitu dua setengah jam, sehingga jalur cerita bisa disampaikan dengan cukup terarah sehingga mudah dimengerti dan menjadi hiburan yang menarik karena tidak membuat penonton sulit mengikuti alur cerita.

Film bioskop the Hobbit the desolation of Smaug ini juga menggambarkan suatu perjalanan petualangan, yaitu dari para kurcaci yang dipimpin oleh anak mantan raja yang telah digulingkan dari kedudukannya yaitu Thorin Oakenshield. Agar bisa merebut kembali takhta ayahnya, maka Thorin Oakenshield memimpin 12 kurcaci menempuh bahaya dalam perjalanan untuk mendapatkan batu permata yang berada dalam kuasa sang naga (Smaug) yang ganas dan setiap saat bisa terbang dan menyerang dengan semburan apinya.

Bilbo Baggins yang memiliki cincin emas (ring) yang memiliki kemampuan membuat ia menghilang dan tak terlihat oleh orang lain, diandalkan sebagai pengambil batu permata tersebut di kaki sang naga Smaug yang ganas.

Dalam perjalanannya, mereka selalu diawasi dan dikejar oleh orcs suatu makhluk jahat dengan pasukan yang besar. Mereka sempat berlindung di rumah Beorn yaitu seorang makhluk yang bisa berubah wujud menjadi beruang besar yang buas.

Dan seorang ahli sihir Gandalf ikut membantu mereka dengan memberikan peta yang sangat bermanfaat, tetapi kemudian menempuh jalur jalan yang berbeda dengan janji akan ketemu di tempat tujuan yang ditentukan. Ketika mereka semua diserang oleh sekawananan besar laba-laba raksasa, mereka berhasil lolos karena dibantu oleh pihak Tauriel yang justru memenjarakan mereka. Untunglah Bilbo Bagginsyang memiliki cincin emas ajaib berhasil membebaskan mereka dan kemudian melarikan diri, lalu menyewa perahu dari Bard yang membawa mereka ke kota yang berada di tengah danau, tempat banyak nelayan hidup. Bard ini masih menyimpan panah hitam yang bisa membunuh sang naga Smaug.

Dengan bantuan petunjuk peta yang diberikan oleh ahli sihir Gandalf, akhirnya mereka berhasil tiba di tempat naga ganas Smaug.

Bilbo Baggins dengan beraninya berusaha mengambil batu permata yang berada dalam pengawasan sang naga Smaug. Hal ini membangunkan sang naga Smaug dan akhirnya terjadilah pertempuran antara para kurcaci yang dipimpin oleh Thorin Oakenshield dengan sang naga.

Sang naga Smaug akhirnya keluar dari tempatnya dan ingin membalas dendam dengan menyerang ke kota yang berada di tengah danau. Sampai di sini film nya selesai dan akan dilanjutkan dengan film lanjutannya.

Film bioskop yang menghibur dan mengesankan ini tentunya akan dinantikan lanjutannya.

Film bioskop Captain Phillips

Film berjudul Captain Phillips yang dibintangi oleh aktor terkenal Tom Hanks diangkat dari kisah nyata kasus perompakan kapal besar angkutan barang (cargo) oleh para perompak dari Somalia di perairan internasional dekat Somalia.

Berikut ini adalah foto poster filmnya sebagai berikut :

Captain Phillips selaku kapten kapal memang sudah sangat berhati-hati saat melewati perairan yang dekat dengan Somalia yang sudah terkenal dengan para perompak yang sering merompak kapal-kapal yang lewat.

Dari layar monitor Captain Phillips telah memperhatikan dan mencurigai 2 perahu kecil yang semakin mendekat, yang ternyata memang adalah perompak. Usaha Captain Phillips membuat percakapan palsu bahwa ada panggilan kepada angkatan laut yang segera datang hanya membuat 1 perahu menjauh, sedangkan 1 perahu tetap mendekat, dan untunglah dengan manuver kapal, ia berhasil membuat ombak yang membuat perahu tersebut gagal mendekat.

Ternyata para perompak ini tidak putus asa, dan bahkan datang kembali dengan 1 kapal kecil saja yang bermuatan 4 orang perompak. Usaha Captain Phillips untuk menghindari usaha perompak mendekat ke kapalnya gagal akibat 1 pompa air tidak bekerja dengan baik sehingga ada celah bagi perompak untuk mendekat dan memasang tangga untuk naik ke atas kapal. Sehingga terjadilah kasus perompakan terhadap kapal barang dari Amerika Serikat ini.

Kapal barang yang sama sekali tidak dipersenjatai ini akhirnya jatuh ke tangan perompak. Tetapi dengan kecerdikan Captain Phillips, ia menginstruksikan para awak kapal untuk bersembunyi dan mematikan mesin. Sehingga kapal tidak bisa bergerak. Captain Phillips berusaha memberikan uang di brankas sebesar US$30.000 tetapi para perompak tidak menganggap uang tersebut dan kemudian mencoba mencari para awak kapal. Salah seorang perompak yang tidak memakai alas kaki berhasil dibuat cidera kakinya dengan terinjaknya jebakan pecahan kaca di lantai. Bahkan di saat lampu kapal dimatikan, kapten perompak sempat ditangkap oleh para awak kapal. Akhirnya disepakati agar para perompak ini pergi meninggalkan kapal dengan kapsul penyelamat dengan membawa uang yang US$30.000 tersebut. Tetapi saat kapsul pelampung akan meluncur kebawah, para perompak ini berhasil membawa lari Captain Phillips bersama mereka. Inilah drama kekerasan yang akhirnya dialami oleh Captain Phillips.

Usaha para perompak ini untuk membawa Captain Phillips ke Somalia akhirnya gagal setelah para awak kapal anak buah Captain Phillips berhasil mendapat bantuan dari angkatan laut Amerika Serikat yang mengerahkan kapal perang dan pesawat dengan tentara terlatih.

Kapten perompak berhasil dijebak untuk berunding dan ditawan, sedangkan ke 3 perompak yang berada dalam kapsul penyelamat akhirnya berhasil ditembak mati oleh para penembak jitu. Captain Phillips pun berhasil diselamatkan walaupun dalam kondisi trauma. Dan akhirnya kapten perompak dari Somalia tersebut dibawa ke Amerika dan dijatuhkan hukuman penjara.

Memang kasus perompakan di sekitar perairan dekat Somalia sangat menggelisahkan dunia internasional dan telah banyak memakan korban. Dan salah satu kisah nyata yang diangkat ke layar lebar ini meyadarkan kita betapa kejahatan bisa terjadi dimana saja.

Pemerkosa Mahasiswi di India dihukum mati

Pengadilan India pada hari Jumat tanggal 13 September 2013 menjatuhkan hukuman mati berupa hukuman gantung kepada 4 orang pemerkosa dan pembunuh seorang mahasiswi di New Delhi Desember 2012 yang lalu.

Massa yang berkumpul di ruang pengadilan bersorak kegirangan dan menyatakan puas atas keputusan hukuman mati ini. Kita pun merasa senang mendengar khabar ini, karena memang hak seorang perempuan yang lebih lemah secara fisik semestinya dilindungi dan dihormati.

Ke 4 terhukum itu adalah Akshay Thakur, Pawan Gupta, Vinay Sharma, dan Mukesh Singh. Vinay Sharma tak kuasa menangis histeris sesaat setelah mendengar keputusan hakim yang tak disangkanya ini. Rasa sesal pun sudah terlambat.

Pemerkosaan brutal ini terjadi pada tanggal 16 Desember 2012 dan telah menimbulkan gejolak dan kemarahan publik India. Ribuan warga menggelar aksi protes terhadap pemerintah yang dinilai telah gagal melindungi warga, terutama dalam memberikan rasa aman kepada perempuan. Kasus yang menimpa mahasiswi fisioterapi berusia muda 23 tahun ini pun mendorong amandemen undang-undang kejahatan terhadap perempuan.

Selain diperkosa secara bergiliran, korban dianiaya dengan batang besi. Setelah itu korban di buang dengan dilempar dari atas bus. Korban sempat dirawat di rumah sakit di Singapura sebelum akhirnya meninggal karena luka-luka parah di sekujur tubuh. Memang kejahatan ke 4 orang tersebut sangat sadis, kalaupun perempuan tersebut bisa selamat pun tentu sudah mengalami trauma berat, cidera, cacat dan kehilangan keinginan untuk hidup.

Ketika membacakan keputusan pengadilan, hakim Yogesh Khanna menjelaskan bahwa tindakan para terdakwa sungguh mengejutkan nurani kolektif bangsa India. “Di jaman ketika kejahatan terhadap kaum perempuan terus meningkat, pengadilan tak bisa menutup mata terhadap kejahatan mengerikan seperti itu,” ujarnya.

Bagi hakim Yogesh Khanna, hukuman berat ini bertujuan untuk memberikan suatu pesan yang tegas kepada seluruh rakyat India, bahwa kejahatan terhadap perempuan tidak dapat ditoleransi. Pemerkosaan dan pembunuhan adalah tindakan paling kejam dan tak berperikemanusiaan, dan kejahatan ini tidak bileh terulang.

Vinay Sharma digiring keluar ruang pengadilan karena tangisannya terlalu kencang dan amat mengganggu. Penjahat ini koq bisa menjadi cengeng dan menangis saat dirinya dihukum mati, sedangkan merasa senang saat memerkosa dan menganiaya seorang perempuan yang tidak berdaya. Hakim menolak pertimbangan salah satu pengacara terpidana, AP Singh, yang menilai kasus ini telah dipolitisasi. Apakah perempuan itu mati karena diperkosa dan dianiaya adalah fakta atau hanya politisasi? Memang pengacara sering lupa bahwa keadilan lebih penting daripada bermain kata-kata ataupun berdalih dan mencari-cari sela-sela hukum.

“Vonis ini bukan tegaknya kebenaran, tetapi itu adalah kekalahan keadilan. Hakim memutuskan kasus ini karena tekanan politik dan kemarahan publik,” kata pengacara AP Singh dengan nada tinggi. Tahukah dia, kalau mahasiswi yang telah mati itupun belum tentu merasa hukuman mati saja cukup sebagai hukuman pemerkosaan dan penganiayaan yang ia alami, apakah semua penderitaan yang ia alami sejak pemerkosaan, rasa sakit, trauma, penderitaan, dan kehilangan nyawa cukup hanya dibalas dengan hukum mati yang hanya dengan digantung saja?

Sama seperti hukuman mati lainnya di India, vonis oleh hakim Yogesh Khanna ini memang masih harus diuji lagi oleh Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung, atau memohon grasi dari Presiden.

Keluarga korban, bersama dengan sejumlah politisi, dan pejabat pemerintah telah lama menyerukan agar para pelaku segera dieksekusi. Keluarga korban berada di ruang sidang ketika vonis dibacakan dan mereka merasa puas atas vonis itu. “Saya sangat senang putri kami telah mendapat keadilan.” kata ayah korban.

Melihat kejahatan terhadap perempuan ini kita bisa bandingkan dengan kejahatan terhadap perempuan yang juga marak terjadi di Indonesia. Berikut ini contoh kejahatan terhadapan perempuan yang mendapat perhatian luas dari masyarakat Indonesia yang masih memimpikan keadilan terhadap kasus yang terjadi.

Kasus pembunuhan yang dialami oleh Holly Angela Hayu (37 tahun), yang ditemukan tewas di kamarnya di rumah susun Kalibata City tower Ebony unit E09AT – Jakarta Selatan pada tengah malam tanggal 7 Oktober 2013, merupakan contoh kekerasan dan kejahatan terhadap perempuan. Pembunuhnya dengan sadis telah menganiaya dan mengikat Holly, dan ternyata pembunuhan ini sudah direncanakan jauh-jauh hari baik oleh aktor intelektualnya maupun oleh para eksekutor-eksekutornya di lapangan, dengan ditemukannya peti mati berupa hardcase gitar untuk membuang jasad korban, plastik besar untuk membungkus jasad korban, dan kopi untuk menyamarkan bau busuk. Foto Holly bersama dengan Gatot Supiartono ditemukan di kamar tempat terjadinya pembunuhan ini, dan Gatot Supiartono yang ternyata seorang Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disebut-sebut memiliki hubungan khusus dengan Holly yang tewas bersimbah darah ini. Saat ini Gatot Supiartono sudah dicegah keluar negeri karena kasus pembunuhan ini. Kasus sadis ini tentu sangat rumit dan tidak seharusnya pembuktiannya hanya berdasarkan kesaksian-kesaksian para tersangka saja, tetapi motif utamanya mesti meyakinkan sehingga tidak salah menentukan aktor intelektualnya. Kalau motifnya tidak kuat dan meyakinkan, maka tak mungkin terjadi kasus perencanaan pembunuhan yang begini sadis.

Kasus pembunuhan lain yang sangat menyeramkan dan merupakan pembunuhan sadistik yaitu kasus pembunuhan terhadap Fransisca Yofie yang terjadi di Jl. Setra Sari Indah – Bandung. Fransisca Yofie (34 tahun) yang memiliki kisah asmara dengan Kompol A yang sebelum kematian Fransisca Yofie menugaskan orang-orang untuk mengikuti gerak-gerik Fransisca Yofie, sempat disangka sebagai otak intelektual kasus pembunuhan ini. Fransisca Yofie yang menjabat sebagai Branch Manager PT. Verena Multi Finance juga akrab disapa dengan Sisca ini sebenarnya sedang berpindah-pindah tempat tinggal karena sedang menghindari Kompol A ini. Kematian Fransisca Yofie (Sisca Yophie) yang diduga kehabisan darah karena bacokan dan diseret dengan sepeda motor benar-benar mengangetkan masyarakat Indonesia karena kesadisannya. Saat rekronstruksi banyak yang meragukan pengakuan semata dari pelaku-pelaku pembunuhan yang menyatakan bahwa rambut korban tersangkut pada gear roda. Berikut ini adalah salah satu foto adegan rekonstruksi yang sangat diragukan tersebut :

Semoga pihak berwajib dan pihak berwenang bisa menegakkan keadilan dan mengungkap fakta yang sebenarnya, dan agar pembunuh-pembunuh (baik aktor intelektual maupun eksekutor pembunuh) nya bisa dihukum seberat-beratnya demi keadilan dan agar di kemudian hari para perempuan bisa memiliki rasa aman dan mendapat perlindungan hukum yang cukup.

Hukuman buat Koruptor

Hukuman buat Koruptor memang sering menjadi pembahasan dan pembicaraan. Kenapa ? Karena banyak rakyat yang merasakan penderitaan ataupun merasakan efek dari aksi dari para koruptor yang selain merugikan negara, juga sangat merugikan kemanusiaan dan masa depan masyarakat yang dirasakan baik langsung maupun tidak langsung.

Berikut ini kami mengutip artikel dari Koran Kompas hari Selasa tanggal 9 Juli 2013 yang lalu dari tajuk “Kilas Luar Negeri” yang berjudul : “Mantan Menteri China Dihukum Mati”, sebagai berikut :

Liu Zhijun(60), mantan Menteri Perkeretaapian China, Senin (8/7), di Beijing dijatuhi hukuman mati dengan penanggguhan 2 tahun. Ia divonis mati oleh pengadilan di Beijing karena terbukti melakukan penyuapan dan penyalahgunaan wewenang selama menjabat sebagai menteri selama 8 ┬átahun. Setelah dipuji sebagai “bapak” jaringan rel kereta berkecepatan tinggi di China, pada tahun 2011. Liu dipecat dan dilaporkan terlibat dalam skandal 800 juta yuan (130 juta dolar AS). Liu dihukum karena menerima suap sebesar 4,6 juta yuan sebagai bayaran karena telah membantu mengamankan kontrak dan mempromosikan 11 orang. Pengadilan menyatakan, Liu terlibat dalam kejahatan “sejumlah besar uang” yang menyebabkan kerugian aset publik serta melanggar hak-hak dan kepentingan negara dan rakyat China. Liu divonis hukuman mati dengan penangguhan 2 tahun. Di China, biasanya hukuman mati diubah menjadi hukuman seumur hidup. Di bawah hukum China, hukuman mati bisa dijatuhkan untuk penerima suap dengan nilai melebihi 100.000 yuan. (AFP/LOK).

Dari kutipan Harian Kompas mengenai vonis hukuman mati bagi mantan menteri di China ini, terlihat dengan sangat jelas, bahwa walaupun mantan Menteri tersebut punya jasa besar sehingga sempat disebut sebagai “bapak” jaringan rel kereta berkecepatan tinggi, tetapi hukum tetap ditegakkan dan hukuman terhadap koruptor memang tidak bisa ditawar-tawar atau ditimbang-timbang, karena korupsi lebih jahat dari kejahatan phisik yang terlihat. Korupsi oleh seorang pejabat negara memang sangat serius dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Menjual wewenang dengan menerima uang suap dan merugikan kepentingan negara, bangsa dan masyarakat luas, serta masa depan bangsa benar-benar harus dihukum keras.

Pejabat-pejabat tinggi bukanlah orang yang tidak berpenghasilan, ia sudah mendapatkan gaji, berbagai fasilitas dari negara baik berupa fasilitas perumahan, fasilitas mobil dinas, fasilitas perjalanan dinas, fasilitas serta tunjuangan-tunjangan lainnya, yang tentu sudah sangat cukup buat penghidupannya, karenanya bukan saja sangat tidak layak untuk melakukan pencurian uang negara, sangat tidak layak melakukan tindak kejahatan korupsi dan menerima uang suap dan menjual wewenang yang dipercayakan kepadanya.

Apalagi pejabat-pejabat yang sama sekali tidak memperlihatkan kinerja yang jelas dan melakukan korupsi dan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, memang harus dihukum sangat keras, supaya keadilan dan rasa keadilan bisa dirasakan oleh masyarakat.

Keberanian dan ketegasan pemerintah China dalam memberantas korupsi memang sangat di appresiasi dan dihargai oleh masyarakat China sendiri maupun masyarakat internasional, lalu bagaimana dengan negara kita Indonesia ? Apakah kita ingin tetap terpuruk dalam kehidupan yang tidak berkeadilan ? Dalam hukum yang tidak tegas ? Dan seolah hukum hanya berlaku tajam ke bawah dan tumpul ke atas ? Saat seorang pengangguran yang kelaparan mencuri ayam, begitu tertangkap langsung dijebloskan ke penjara dan berakhir di penjara. Sedangkan pejabat kaya raya yang mencuri uang negara dan uang rakyat dalam jumlah besar, hanya dijadikan aktor yang senyum-senyum di layar televisi dan menjadi headline-headline di surat khabar – surat khabar, serta tanpa kejelasan bagaimana proses hukum dan vonisnya. Dan ketika dijatuhkan vonis pengadilan hukumannya begitu ringan dan rakyat merasakan ketidakadilan dan seolah hukum bisa dibeli atau bisa dikendalikan oleh pejabat ataupun orang-orang yang berkantong tebal.

Bahkan ketika ada Hari Raya Idul Fitri (Lebaran) dan Peringatan HUT RI 17 Agustus, para koruptor juga ikut menikmati remisi dan pengurangan hukuman. PP No. 99/2012 yang antara lain berisi mengenai pengetatan pemberian remisi atau pemotongan masa tahanan terhadap narapidana antara lain kasus korupsi, apakah sudah cukup ? Sewajarnya kalau hukuman buat koruptor adalah hukuman mati atau hukuman seumur hidup, maka kalaupun ada emisi maka hukumannya masih tetap berarti, tetapi kalau hukumannya hanya berupa vonis dalam satuan tahun atau bulan saja yang bahkan tidak lebih dari jumlah jari dalam satu tangan kita, maka remisi bisa membuat mereka seolah cuma bermain dengan hukuman itu sendiri. Apalagi selama di penjara kalau kemudian mereka bisa berjalan-jalan kemana-mana dengan seenaknya, apalah artinya hukuman itu ?

Adanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memang sangat dinantikan kinerjanya oleh masyarakat luas. Dengan keterbatasan personal dan usia lembaga KPK ini tentulah tidak bisa menuntaskan korupsi dalam waktu cepat. Tetapi niat dan itikad sudah ada untuk melakukan pemberantasan korupsi yang dimotori oleh KPK ini. Karenanya kita harapkan suatu hari nanti para pejabat kita bisa makin sadar, terutama setelah terjadinya regenerasi yang akan berjalan sejalan dengan berjalannya waktu.

Manusia punya akal budi, dan manusia merupakan makhluk paling sempurna di dunia ini, karenanya seharusnyalah hal-hal yang merupakan kejahatan kemanusiaan seperti korupsi ini bisa menjadi musuh dan momok yang seharusnya dihindarkan oleh seluruh manusia di bumi ini.

Film Witch Hunters

Film Barat berjudul : Hansel and Gretel Witch Hunters merupakan film yang menggambarkan kemenangan kebaikan melawan kejahatan. Berikut ini adalah foto dari poster film Hansel and Gretel Witch Hunter :

Hansel and gretel Witch HuntersHansel & gretel Witch Hunters

Film yang menceritakan tentang penyihir (witch), bahwa selain ada penyihir jahat, ternyata juga ada penyihir baik.

Cerita dimulai dengan Hansel seorang anak lelaki kecil dan Gretel seorang anak perempuan kecil yang terpaksa ditinggalkan oleh ayahnya di tengah hutan yang gelap di malam hari.

Dalam ketakutannya sepasang anak (adik beradik) ini berjalan dan menemukan rumah dengan pintu dari permen, dan mereka masuk ke dalam rumah permen ini. Ternyata di dalam rumah tersebut dihuni seorang penyihir jahat, yang memaksa mereka memakan permen dan juga menyiksa mereka berdua. Ketika ada kesempatan, kedua anak ini akhirnya melakukan perlawanan, bahkan akhirnya mampu melemparkan penyihir jahat tersebut ke dalam bara api yang membakar dan melenyapkan penyihir jahat tersebut.

Dari pengalaman mengalahkan penyihir jahat ini, dan dari pengetahuan mereka bahwa melenyapkan penyihir mesti melalui dibakar, maka akhirnya kedua anak ini tumbuh dalam pekerjaan melakukan pemburuan terhadap penyihir (witch hunters).

Sampai akhirnya kedua anak Hansel dan Gretel ini tumbuh menjadi pemuda dan pemudi yang gagah perkasa dalam memerangi dan memburu penyihir jahat. Sampai akhirnya mereka tiba pada suatu desa yang banyak kehilangan anak kecil akibat diculik oleh penyihir jahat. Disinilah drama dan keruwetan serta perjuangan kedua pemburu penyihir (witch hunters) ini akhirnya menemukan penyihir agung yang jahat yang bermaksud membuat penyihir jahat tidak bisa dimusnahkan dengan dibakar yaitu dengan meminum darah dari 12 anak kecil dari 12 bulan kelahiran yang lengkap dari bulan kelahiran Januari sampai dengan bulan kelahiran Desember, disertai memakan anak jantung penyihir baik. Dari sinilah diketahui asal usul dan kenapa Hansel dan Gretel ditinggalkan oleh orang tuanya di tengah hutan, yaitu karena jantung Gretel yang diincar oleh penyihir jahat, sehingga ditinggal di hutan agar terpisah dan tidak berhasil digabungkan oleh penyihir jahat yang hanya ingin memanfaatkan malam khusus yang hanya ada dalam sekian tahun sekali itu.

Jadi dari sinilah akhirnya Hansel dan Gretel tahu akan pengorbanan ayahnya yang seorang petani dan ibunya yang seorang penyihir baik. Karena penyihir jahat tak berhasil memanfaatkan momen waktu yang ada, akhirnya ayah dan ibu kedua anak ini difitnah sehingga ibunya dibakar dan ayahnya digantung mati.

Melalui perjuangan yang berat dan beberapa kali gagal, akhirnya Hansel dan Gretel berhasil mengalahkan dan membunuh penyihir jahat dan membebaskan anak-anak kecil yang diculik.

Drama juga muncul dari seorang penyihir baik yang diselamatkan oleh Hansel (ketika akan dibakar warga) karena ia gagal mengidentifikasi perempuan tersebut adalah seorang penyihir, dan pada akhirnya perempuan penyihir baik ini menjadi teman spesial dan membantu Hansel dalam melawan penyihir jahat walaupun akhirnya ia harus terbunuh.

Melalui perjuangan yang sulit, akhirnya Hansel dan Gretel berhasil mengalahkan dan memusnahkan penyihir jahat yang agung, sehingga selimut kegelapan berakhir.

Kemasan film ini menjadi film action menjadikan film ini menarik untuk ditonton.

Berbeda dengan film-film Nasional yang sering mengangkat cerita alam kubur, setan, hantu, pocong, kuntilanak, jelangkung, mayat hidup, tengkorak, kesurupan, santet, dan sebagainya, maka film Barat juga punya film horror seperti Zombie, Vampire, dan Penyihir.

Supaya menarik seharusnya film dengan tema seperti ini mestinya bukannya dibuat sangat banyak dan tanpa batas seperti pada film-film Nasional, tetapi seharusnya dikemas secara khusus dan menarik, serta mestinya dibuat sebagai selingan saja.  Sehingga bisa tetap menjadi film yang menarik dan diminati.