Transportasi murah dan mudah

Jakarta sebagai ibu kota negara Republik Indonesia, memang saat ini masih sangat direpotkan dengan masalah kemacetan lalu lintas. Macet, macet, dan macet adalah “menu makanan” sehari-hari yang sangat meletihkan bagi warga kota Jakarta.

Apa yang ada hari ini, tentu adalah hasil apa yang dilakukan pemerintah dan otoritas sebelumnya, dari level pusat sampai dengan pemda. Bila pemerintah pusat tidak pernah melakukan aksi nyata mengatasi masalah ini, tentu tidak akan bisa mengatasi masalah ini.

Untunglah saat ini kita memiliki Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu Jokowi dan Ahok yang muncul dengan berbagai ide yang cemerlang, dengan berbagai kebijakan yang pro rakyat banyak, dan mau bekerja dan memikirkan masalah yang ditinggalkan oleh Gubernur sebelumnya yaitu Foke yang tidak berprestasi apa-apa selama menjabat dan membiarkan masyarakat Jakarta mengalami kemacetan yang makin parah dan menjalani hidup yang tidak manusiawi di kemacetan dan keruwetan kota Jakarta.

Pemikiran Gubernur Jokowi yang terintergrasi sekaligus memikirkan berbagai aspek, baik dari segi pengatasan macet, pengatasan banjir, penyiapan lahan terbuka (taman) untuk masyarakat, dan pemindahan dan pengalokasian warga penghuni liar tanah negara ke rusun (rusun susun), pemindahan pedagang kaki lima (PKL) ke dalam gedung pasar merupakan suatu langkah dan tindakan yang harus diacungi jempol.

Sebagai contoh, pak Jokowi telah mulai memikirkan dan akan merealisasikan MRT (Mass Rapid Transport), Monorel, dan memaksimalkan fungsi busway. Bahkan rencana penerapan ERP (electronic road pricing) dan penerapan mobil berplat nomer ganjil genap di jalur jalan tertentu, benar-benar menunjukkan kinerja bekerja seorang pejabat, dan bukannya gaya pejabat yang digaji dan ternyata menghabiskan sebagian waktu kerja nya hanya untuk bermain golf, atau pejabat yang hanya beriklan atas keberhasilan orang lain.

Pemikiran untuk pembuatan resapan-resapan di kavling-kavling perkantoran, perumahan, dan revitalisasi waduk seperti waduk Pluit, merupakan contoh pelaksanaan pencegahan banjir. Bahkan pembuatan taman kota merupakan pemberian hak publik kepada masyarakat untuk bisa menikmati hawa alam yang segar di tengah kota.

Pengalokasian warga penghuni liar tanah negara ke rusun (rumah susun) tentu sesuatu yang harus diterima sebagai suatu berkah. Bayangkan saja saat ini harga rusun (rumah susun) ukuran studio 18 M2 di Jakarta saja sudah bernilai ratusan juta, belum lagi dengan perjalanan waktu nanti harganya bisa naik banyak setelah ramai dan maju.

Pemindahan pedagang kaki lima (PKL) di daerah Tanah Abang dan direlokasi ke dalam Pasar Tanah Abang Blok G merupakan contoh keberhasilan luar biasa dari Gubernur Jokowi, yang sangat jeli melihat kenyataan di lapangan. Kegiatan blusukan Jokowi ternyata sangat efektif menghasilkan suatu kebijakan yang luar biasa. Gubernur-gubernur yang lalu tidak ada yang mampu mengatasi masalah Tanah Abang. Baru pak Jokowi yang mampu dan kita harus mengacungkan jempol. Kalau ternyata saat ini di Pasar Tanah Abang blok G masih sepi itu adalah hal wajar. Saat pedagang Pasar Pagi (Asemka) dipindah ke Pasar Pagi Mangga Dua, awalnya juga  pedagang nya ribut sepi, tetapi bayangkan saja saat ini coba lihat Pasar Pagi Mangga Dua, apakah masih ada yang mengatakan menyesal ? Ternyata bahkan saat ini mencari kios di Pasar Pagi Mangga Dua pun selain sulit dapat tempat, harga kios yang sangat sangat mahal, dan harga sewa yang juga luar biasa mahal. Dan berapa besar uang beredar di Pasar Pagi Mangga Dua memang telah membuat orang bisa menghargai arti sebuah kios kecil di Pasar Pagi Mangga Dua. Demikian pula dengan pedagang yang telah mendapat kios di Pasar Tanah Abang Blok G, maka suatu hari nanti akan merasakan betapa berharganya dan beruntungnya mereka.

Kembali bicara mengenai kemacetan di Jakarta, sebenarnya adalah kegagalan dari pemerintah selama ini yang tidak membuat kebijakan jangka panjang pembangunan infrastruktur yang semestinya. Minimnya kereta api dan sangat minimnya perkembangan jalan merupakan bukti kegagalan pembangunan infrastruktur yang semestinya. Membludaknya mobil pribadi dan sepeda motor merupakan contoh kesalahan besar dalam penerapan kebijakan yang baik. Apalagi diluncurkannya mobil murah pada saat kemacetan belum teratasi benar-benar suatu kebijakan yang sangat merusak. Memang warga yang tidak cukup kaya mungkin saja diharapkan bisa beli mobil murah, tapi barang murah dengan kwalitas murahan juga bisa menjadi bumerang biaya perawatan mahal. Semakin menambah polusi lalu lintas selain menambah kemacetan.

Padahal yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah transportasi yang murah dan mudah. Bukan mobil pribadi yang murah. Rakyat tidak perlu dijadikan supir-supir dan menyetir mobil sendiri. Kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh AQJ anak bungsu dari artis kondang Ahmad Dhani merupakan contoh kegagalan kebijakan pemerintah selama ini, sehingga terpaksa anak-anak pun belajar menyetir mobil sendiri, karena anak-anak sulit berpergian dengan aman dengan transportasi umum. Orang tua tentu tak mungkin membiarkan anak-anaknya naik kendaraan umum yang tidak memenuhi syarat keamanan bahkan buat orang dewasa sekalipun. Kendaraan umum selain sangat minim, antri lama untuk mendapatkan kendaraan umum, berdiri berdesak-desakan di bus yang penuh sesak, dan banyak copet, jambret, pengamen dan sebagainya yang sangat mengkhawatirkan tentu membuat orang tua tidak bisa membiarkan anak-anaknya naik kendaraan umum. Karenanya bagi yang mampu seperti Ahmad Dhani mesti meyediakan mobil kepada setiap anaknya, dan dilengkapi dengan supir pribadi. Tetapi tentu saja dari kanak-kanak anak sudah merasa perlu belajar menyetir karena kebijakan pemerintah adalah menjadikan masyarakat menjadi supir, dengan program membanjiri kota dengan mobil, mobil murah, dan sepeda motor.

Membanjiri kota Jakarta dengan mobil pribadi, mobil murah, dan sepeda motor merupakan kebijakan yang sangat tidak manusiawi. Bahkan terkesan menindas masyarakat dengan membiarkan masyarakat mencari jalan keluar sendiri dari masalah berat kemacetan lalu lintas. Kenapa pemerintah dan pejabat tidak bisa menjadi negarawan yang memikirkan masa depan masyarakat. Yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah transportsi umum yang murah dan mudah. Ambil contoh, negara Singapore, kita bisa naik MRT bahkan dari airport langsung ke berbagai mall dan pusat-pusat bisnis dan perkantoran. Orang cukup naik MRT dan tak perlu beli mobil, tak perlu memikirkan soal parkir mobil, dan yang penting tidak perlu menjadi supir. Resiko sebagai seorang supir (walaupun keadaan memaksa) adalah kecelakaan, kalau kecelakaan seperti yang dialami AQJ anak bungsu Ahmad Dhani apakah bukannya sangat tragis, selain menyebabkan korban tewas, cidera berat, dan bahkan kena pasal pidana.

Membludaknya sepeda motor merupakan salah satu pelarian dari kondisi macet yang tak bisa ditolerir oleh masyarakat. Dengan harapan bisa menembus kemacetan dengan berbagai cara, akhirnya sepeda motor menjadi pilihan yang terpaksa diambil oleh sebagian masyarakat ibu kota. Akhirnya banyak pengendara sepeda motor seenaknya mengendarai sepeda motor tanpa memandang resiko kecelakaan, memotong jalan dan memotong mobil-mobil dengan seenaknya, menerobos lampu merah dengan seenaknya, berhenti jauh di depan garis stop saat lampu merah, bahkan memaksa lewat di antara mobil-mobil dengan resiko menyentuh dan menggores body mobil yang berada di samping kiri kanan nya. Bahkan ada juga yang berjalan berlawanan arah lalu lintas pada jalan searah. Tampaknya hal ini akan membangun suatu masyarakat yang terbiasa melanggar hukum dan membuat hukum atas kehendaknya sendiri.

Membludaknya sepeda motor juga sangat kontra produktif dengan bisnis angkutan umum, baik taxi, mikrolet, dan bus, yang akhirnya mengalami kesulitan karena kurangnya penumpang ataupun mendapatkan penghasilan yang tidak memadai. Kalau kemudian pengusaha mobil dan sepeda motor makin makmur, makin kaya, maka makin sengsara lah pengusaha angkutan umum, para supir angkutan umum ataupun supir taxi. Berarti kebijakan membludaknya sepeda motor merupakan kebijakan yang ngawur. Bahaya nya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor lebih mudah memakan korban nyawa maupun korban cidera. Hal ini sangat tidak sesuai dengan perkembangan zaman yang seharusnya justru membuat manusia makin pandai menghindari kecelakaan dan cidera.

Maka dengan adanya Gubernur Jokowi yang mau blusukan demi mengatasi berbagai masalah kota Jakarta, maka kami juga mulai merasa lega, karena kekhawatiran Jakarta akan macet total tampaknya lambat laun akan mulai bisa diatasi. Mudah-mudahan akan lahir banyak pejabat yang bisa meniru cara kerja dan mau memikirkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok dan kepentingan diri sendiri.

Saya menghayalkan akan bisa terwujud bahwa pelajar dan pekerja-pekerja cukup menggunakan transportasi umum bisa mencapai tempat sekolah dan tempat kerjanya dengan cepat, aman, dan mudah dengan transportasi umum, sehingga bisa belajar dengan lebih konsentrasi, bisa bekerja dengan tingkat produktivitas tinggi, tanpa perlu memikirkan soal menjadi supir, bermacet-macetan di jalan, memarkirkan mobil dengan susah payah dan mahal, serta memikirkan soal perbaikan dan perawatan mobil yang menguras kantong.

Turis manca negara pun akan tertarik untuk berkeliling kota Jakarta bila telah terbentuk transportasi umum yang murah dan mudah. Semoga.

Berikut ini adalah foto contoh ERP di Singapore :

Mudik Gratis dari Perusahaan Swalayan

Setiap tahun, pada masa menjelang Lebaran (Hari Raya Idul Fitri) selalu terjadi arus mudik dalam skala sangat besar dari Jakarta ke kota-kota kecil di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Membeli tiket mudik baik dalam bentuk transportasi udara (dengan pesawat terbang), dalam bentuk transportasi darat baik melalui kereta api maupun bus bukanlah hal yang mudah. Selain jumlah tiket yang terbatas, juga harga melonjak drastis pada hari-hari menjelang Lebaran tersebut.

Tiket-tiket pada hari H-7, atau H-6, atau H-5, atau H-4, atau H-3, atau H-2, atau H-1 memang jauh-jauh hari sudah dipesan atau dibeli oleh calon pemudik, bahkan bisa lebih 1 bulan di muka.

Lalu bagaimana dengan tiket pada hari H ?  Hari H merupakan hari penting yang mana para pemudik sudah seharusnya sudah tiba di tempat udiknya (kampung halaman nya), karenanya tiket hari H justru mestinya tidak banyak peminat. Jadi kalau tujuan nya bukan mudik, maka bisa saja memesan tiket hari H tersebut, karena umumnya masih mudah memperoleh tiketnya, bahkan sampai 2 atau 3 minggu sebelum hari keberangkatan.

Karena arus mudik ini sudah terbaca pola dan karakternya, maka berbagai perusahaan bisa menggunakan momen ini untuk memberikan tiket mudik gratis kepada para pelanggannya. Perusahaan seperti Carefour atau Hypermarket juga merupakan perusahaan yang menerapkan pemberian tiket mudik gratis kepada para pelanggannya.

Berikut ini merupakan beberapa foto kegiatan mudik gratis yang diselenggarakan oleh Hypermarket :

Bus Mudik Gratis ke Surabaya
Bus Mudik Gratis ke Surabaya

Bus mudik gratis ke Solo
Bus mudik gratis ke Solo

Doa para driver (supir bus) sebelum melakukan perjalanan

Doa para driver (supir bus) sebelum melakukan perjalanan

bus mudik dari hypermarket tiba di Bungur asih - Purabaya (Surabaya)

bus mudik dari hypermarket tiba di Bungur asih - Purabaya (Surabaya)

Mudik gratis yang diselenggarakan oleh Hypermarket suatu perusahaan swalayan besar di Indonesia, dimulai dari Jakarta ke kota di Jawa Tengah seperti Semarang dan Solo, dan ke kota di Jawa Timur seperti Surabaya.

Hypermarket menyediakan tiket mudik gratis berupa tiket pesawat terbang, tiket kereta api (KA), maupun tiket bus. Untuk mendapatkan tiket mudik gratis ini maka pelanggan Hypermarket pada saat belanja mesti menggunakan Hi-Card yaitu kartu langganan yang diterbitkan oleh Hypermarket. Dan pada periode masa belanja pada menjelang Lebaran, tepatnya yaitu belanja pada masa bulan Ramadhan, maka mesti belanja dengan akumulasi jumlah belanja yang cukup sehingga memiliki e-mudik yang tersimpan dalam Hi-Card dengan jumlah yang cukup, sehingga bisa mendapatkan jatah tiket mudik gratis. Jadi kalau diistilahkan gratis di sini bukannya artinya tanpa kewajiban atau hanya diberikan cuma-cuma. Tetapi tentu harus telah belanja dengan nilai yang cukup sesuai promosi yang diselenggarakan oleh pihak Hypermarket.

Pengelolaan pemberangkatan dengan tiket bus gratis dari Hypermarket ini dimulai dengan berkumpul di depan MGK (Mega Glodok Kemayoran) pada tanggal 3 Agustus 2013 jam 06.00 pagi. Bus yang digunakan merupakan bus yang bagus, yaitu bus pariwisata dari White Horse dan Panorama, yang full AC. Penumpang mudik gratis sudah mendapatkan tiket mudik gratis seminggu sebelum keberangkatan dengan nomer bus, sehingga saat pagi hari tersebut hanya menentukan nomer kursi saja. Para supir juga berdoa terlebih dahulu demi kelancaran dan keselamatan perjalanan. Dan salah satu foto di atas menunjukkan bus White Horse telah tiba dengan selamat di Surabaya, tepatnya di stasiun bus (terminal) Purabaya di Bungur Asih. Bungur Asih ini termasuk dalam wilayah Waru – Sidoarjo, yang merupakan stasiun bus luar kota dari kota Surabaya.

Walaupun perjalanan bus dengan jarak terjauh adalah dari Jakarta ke Surabaya, tetapi bisa saja penumpang berhenti (turun) di tengah perjalanan, misalnya di Tuban, Lamongan, Babat, atau kota lainnya sesuai dengan kampung halaman dari para pemudik. Bus yang digunakan hanyalah eksklusif untuk penumpang mudik gratis Hypermarket saja, karenanya tidak berhenti sembarangan, tidak juga mengambil penumpang di tengah jalan, tidak masuk ke terminal-terminal di kota-kota yang dilewati, sehingga tidak diganggu oleh para pedagang asongan, juga tentu saja lebih aman, karena penumpangnya terdata sehingga terhindar dari penumpang gelap seperti copet, perampok dan sejenisnya.

Banyak perusahaan yang mengadakan mudik gratis, karenanya para pemudik bisa bersiap-siap memanfaatkan kesempatan ini. Rata-rata perusahaan swalayan mengadakan mudik gratis seperti ini, semisal Carefour, Giant, Indomart, Alfamart, dsb.

Perusahaan-perusahan ini selain menggunakan acara ini untuk menaikkan omset penjualannya, juga telah ikut menunjang mudik yang tertib dan aman.

Para pengemudi sepeda motor yang memaksakan mengendarai sepeda motor dengan jarak jauh, sangatlah rentan akan bahaya kecelakaan lalu lintas dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi kalau sepeda motor dimuati dengan beban berlebih, dengan perjalanan yang jauh dan melelahkan disertai rasa kantuk, bisa menjadikan mudik menjadi arena adu nyawa.

Karenanya sudah saat nya pemerintah membangun kereta api super cepat dengan kapasitas yang cukup, untuk mengangkut penumpang mudik untuk masa mendatang. Selain untuk kelancaran mudik, juga untuk menghindari kecelakaan lalu lintas di masa perjalanan mudik yang dari tahun ke tahun masih saja memakan korban nyawa dalam jumlah yang besar. Satu nyawa pun berharga apalagi kalau jumlah banyak, dan kalau berdiam diri dan membiarkan korban nyawa berlangsung terus, maka artinya nyawa belum benar-benar dihargai.

Semoga di masa mendatang, mudik hanyalah ada cerita senang dan gembira, bukan macet, kecelakaan lalu lintas dan pekerjaan tambal sulam jalan jalur pantura yang tak pernah tuntas.

BUMN Innovation Expo & Award 2013

Pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2013 sampai dengan hari Minggu tanggal 30 Juni 2013 akan berlangsung pameran bertema : “BUMN Innovation Expo & Award 2013”, belokasi di JCC (Jakarta Convention Center) – Jakarta.

BUMN merupakan singkatan dari Badan Usaha Milik Negara.

Berikut ini adalah foto panggung pameran tersebut :

Bila kita mendengar kata BUMN, apa yang biasanya terlintas di benak kita ?

Sepintas tentu akan terlintas suatu usaha monopoli oleh negara, badan usaha yang selalu merugi, badan usaha yang tidak efisien, badan usaha yang kalah bersaing dengan swasta, badan usaha yang tidak dipimpin oleh profesional yang semestinya, badan usaha yang berkaitan dengan politik, badan usaha yang mau menangnya sendiri, dan sebagainya.

Stigma jelek ini memang sudah mendarah daging di benak masyarakat banyak, tetapi seharusnya BUMN ini harus memperbaiki diri. Sudah seharusnya menjadi badan usaha yang menguntungkan, karena memiliki kelebihan monopoli, memiliki kelebihan berupa fasilitas yang melekat pada perusahaan tersebut maupun karena penyelenggaranya adalah pihak pemerintah.

Kita lihat saja beberapa contoh perusahaan BUMN seperti dalam berbagai lini industri berikut ini :

– Dalam penerbangan udara, Merpati Nusantara Airlines merugi dan nyaris bangkrut. Sedangkan Garuda Indonesia juga mencatat sejarah kelam dengan meninggalnya pejuang HAM (Hak Asazi Manusia) Munir yang merupakan penumpang Garuda Indonesia Airlines dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam (Belanda) yang transit di Singapore. Ataupun jatuhnya pesawat Garuda Indonesia Airlines yang menyebabkan meninggalnya pejabat Australia di Bali saat kecelakaan pendaratan di airport Ngurah Rai di Pulau Bali, yang saat itu juga ada Bapak Din Samsudin yang juga penumpang Garuda Indonesia Airlines  yang hampir saja celaka juga, kalau tidak berhasil menyelamatkan diri. Dan pesawat dari Indonesia pernah mengalami dilarang mendarat di Eropah. Memang ini merupakan masa lampau, tetapi bayangan ini tidak serta merta hilang dari benak kita. Hadirnya berbagai merek penerbangan swasta di Indonesia, seperti Lion Air, Sriwijaya Air, dan banyak lagi memang merupakan ujian apakah perusahaan BUMN yang mendapat perhatian dan fasilitas lebih dari negara tersebut apakah mampu menunjukkan kedigjayaannya.

– Dalam transportasi kereta api, tampaknya masih jauh dari profesional. Saat China dan Jepang sudah memiliki dan mengoperasikan kereta api super cepat yang menghubungkan kota-kota besar dengan jarak yang sangat jauh dengan kecepatan super cepat, maka kereta api kita masih jauh dari layak. Kereta api kita masih sangat jauh dari modern. Bahkan banyak perlintasan kereta api yang melewati jalan raya dan sangat rawan kecelakaan, sewaktu-waktu bisa bertabrakan dengan mobil atau kendaraan lain karena adanya persilangan dengan moda lalu lintas darat lainnya. Apalagi perlintasan di dalam kota Jakarta yang macet parah, kalau ada mobil terjebak di perlintasan kereta api, dengan ketakutan harus menunggu melewati perlintasan kereta api, padahal jalanan macet dan mau maju ataupun mundur sangat sulit. Maka langkah besar harus dilakukan pada usaha kereta api ini, mesti dilakukan modernisasi besar-besaran dan bersifat mendesak.

– Dalam hal tenaga listrik PLN, masih sering terjadi pemadaman listrik secara mendadak, ataupun masih banyak daerah tertentu yang kekurangan supply listrik atau adanya daerah yang masih belum dijangkau oleh listrik PLN. Seringnya kita mendengar terjadinya kebakaran karena kortsliting listrik, mestinya sudah bisa dihindarkan, karena pihak PLN seharusnya bisa berperan aktif membuat aturan dan pemeriksaan standar penggunaan listrik dan instalasi yang aman. Sehingga alasan kortsiling listrik sudah seharusnya tidak lagi boleh menjadi alasan terjadinya berbagai kebakaran pada rumah-rumah, toko, pasar, dan sebagainya.

Kalau kita bicara negatifnya, memang sangat dirasakan oleh masyarakat, tetapi harapan kita dengan mengetahui kekurangan inilah merupakan titik awal untuk mengambil langkah dalam memperbaikinya.

BUMN Innovation Expo & Award 2013 ini diikuti oleh cukup banyak perusahaan, dan untuk masuk ke acara pameran tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Perusahaan-perusahaan yang ikut masing-masing mempromosikan usahanya ataupun memperkenalkan perusahaan kepada para pengunjungnya.

Beberapa perusahaan yang ikut dan mempromosikan usahanya antara lain, adalah sebagai berikut :

Perusahaan farmasi BioFarma, yang memperkenalkan vaksinasi anti influenza. Vaksin Influenza HA yang dikenal sebagai Flubio dengan dosis hanya 0,5 ml per dos nya disuntikkan pada lengan tangan, dapat mencegah dan menghindarkan kita dari sakit flu ataupun influenza sampai dengan 1 (satu) tahun. Dengan harga promosi Rp. 100.000,- saja semua orang di atas umur 12 tahun bisa mendapatkan suntikan vaksinasi ini. Sedangkan menurut staff marketing BioFarma, biasanya di rumah sakit – rumah sakit besar, biayanya adalah Rp. 150.000,-. Sehingga selama 1 (satu) tahun kita akan terbebas dari sakit flu.

Perusahaan keuangan Bank Mandiri, memperkenalkan e-money yang merupakan peningkatan dari E-Toll card yang hanya bisa digunakan pada pembayaran biaya jalan tol saja, sehingga e-money nantinya juga bisa untuk membayar transaksi lainnya dan bukan hanya untuk membayar jalan toll saja. Bank Mandiri menyediakan kartu e-money yang sudah diisi dengan nilai Rp. 50.000,- yang bisa langsung dibeli dengan harga yang sama yaitu Rp. 50.000,-.

Perusahaan kontruksi Adhi Karya, memperkenalkan proyek yang akan dikerjakannya antara lain adalah Monorel Indonesia. Monorel yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia semoga segera terealisasi, dan bukan lagi sebagai wacana, apalagi seolah hanya ada bangkai-bangkai tiang beton pondasi tiang (kolom) penyangga monorel yang terbengkalai di sepanjang jalan Rasuna Said ataupun di samping gedung Manggala Wanabhakti menuju Senayan di tengah-tengah kota Jakarta. Keberadaan Monorel sudah sangat terlambat, dan semoga kehadirannya bisa segera terwujud.

Perusahaan konstruksi Waskita Karya, memperkenalkan antara lain Spun Pile yang memang merupakan tiang pancang khas produksi Waskita Karya. Spun Pile merupakan tiang pancang dengan bentuk tiang bulat dan di tengahnya berlubang, untuk mengurangi beban dari tiang itu sendiri.

Perusahaan kantor berita Antara, memperkenalkan workshop fotografi yang akan diadakan pada tanggal 28 Juni 2013 jam 14.00 sore. Serta workshop video jurnalis pada tanggal 29 Juni 2013 jam 13.00 siang. Semuanya diselenggarakan di stand Antara di JCC Jakarta Selatan.

Masih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dan semoga semuanya memberikan angin segar bagi kemajuan BUMN di Indonesia.

Masih adakah Trotoar yang layak ?

Trotoar yang layak tentu diperlukan oleh para pejalan kaki. Bahkan mereka yang menggunakan kendaraan umum juga memerlukan trotoar untuk berjalan dari halte ataupun sebaliknya. Jarak halte bus menyebabkan makin dibutuhkannya trotoar agar orang-orang bisa mempunyai jalur jalan untuk menuju ke halte bus, ataupun menuju tujuan setelah turun dari halte bus. Begitu juga orang-orang yang ingin berjalan menuju ke gedung-gedung tetangga pun membutuhkan trotoar.

Berikut ini ada foto dari Harian “Seputar Indonesia” terbitan tanggal 16 Maret 2011 halaman 12 rubrik Megapolitan, dengan tulisan di bawah foto tersebut : Sejumlah pengendara motor melintas di trotoar tepi saluran Mookervart, Jakarta Barat, kemarin. Mereka mengambil jalan pintas ini untuk menghindari kemacetan di Jalan Daan Mogot.

Lewat Trotoar

Memperhatikan foto di atas terlihat dengan jelas, bahwa hak pejalan kaki sudah diserobot dan direbut oleh pengendara sepeda motor. Tetapi walaupun trotoar dipakai oleh pengendara sepeda motor pun, jalanan tetap macet dan kecepatan laju sepeda motor pun tidak lantas menjadi lancar. Kesembrawutan dan ketidakteraturan pemanfaatan jalur jalan dan trotoar, jelas menandakan bahwa kemacetan sudah sangat parah, dan membuat pengendara menjadi stress dan terpaksa melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Ini menandakan bahwa langkah darurat sudah harus diambil, dan kenapa pengemudi dan pemakai jalan hanya bisa berkeluh kesah terus-menerus bertahun-tahun tanpa solusi ? Apakah masih ada orang yang peduli selain yang berkeluh-kesah dan yang pasrah saja ?

Dan kalau seperti estimasi yang telah dibicarakan berbagai pihak bahwa kemungkinan Jakarta akan macet total dalam beberapa tahun mendatang, dalam arti kendaraan tak bisa bergerak maju lagi (?), apakah kita sebagai manusia yang punya akal budi, yang punya pemimpin dan punya berbagai sumber daya akan membiarkan hal ini benar-benar menjadi kenyataan. Berbagai wacana, studi banding, seminar, talk show, diskusi, dan bermacam-macam bentuk omong-omong kosong apakah masih ada manfaatnya lagi ? Hal ini harus dijadikan perhatian serius dan harus diperlakukan sebagai suatu bencana yang harus langsung diambil tindakan, bukan lagi hanya pembahasan dan omong-omong.

Kejadian macet sampai berjam-jam, bahkan sampai tengah malam sudah sering menjadi kenyataan. Bahkan pernah kemacetan sampai menjelang pagi hari, terutama saat terjadi hujan lebat, banjir, ditambah pohon tumbang. Ataupun karena ada kecelakaan lalu lintas, sehingga perjalanan terganggu, dan makin lama menjadi kemacetan parah yang menjalar kemana-mana. Sekali saja kejadian seperti ini sudah seharusnya diambil langkah-langkah pencegahan dan tindakan nyata supaya hal yang tidak diinginkan ini bisa segera menjadi mimpi masa lalu saja.

Lawan yang harus dihadapi suatu bangsa bukan hanya agresi dari bangsa lain. Tetapi juga musuh dari dalam, bencana alam, dan kondisi lingkungan. Dan kalau kemacetan lalu lintas kita setarakan dengan lawan berat seolah kita diserang oleh pasukan asing, maka dengan kemampuan kita yang memiliki berbagai sumber daya dan akal budi, seharusnya kita harus bisa memenangkan perang tersebut. Kita harus bisa menang menghadapi kemacetan lalu lintas, dengan pembangunan infrastruktur yang jelas dan segera.

Sekian puluh tahun yang lalu bahkan bangsa Belanda yang terkenal dengan sebutan Kompeni mampu membangun infrastruktur kereta api, untuk kepentingan Kompeni dan juga bisa berfungsi untuk umum juga, yang sisa-sisanya masih ada sampai saat ini. Kalau puluhan tahun yang lalu, dengan medan yang lebih berat, dengan peralatan yang belum semodern sekarang saja, Kompeni yang dari bangsa lain saja mampu membangun rel-rel kereta api dan membuat jalur transportasi, kenapa sekarang kita seolah jadi orang lumpuh yang seolah hanya bisa berputus asa ? Sudah waktunya kita membalikkan tangan merubah kenyataan pahit kemacetan lalu lintas dan menjadikan kota yang lebih manusiawi. Yang tentunya akan juga berimplikasi baik pada segi-segi kehidupan yang lain, terutama kelancaran berbisnis dan lancar dalam pelayanan kepada konsumen.

Semua ini harus kita jadikan tantangan yang mesti segera kita atasi, dan semoga.

Tragedi Kemacetan

Tragedi Kemacetan

Tersebutlah sebuah cerita, ketika terjadi bencana kecelakaan pesawat terbang, hanya terdapat 3 (tiga) orang yang selamat dari kecelakaan tersebut. Sedangkan yang lainnya semuanya meninggal. Tetapi cerita ini menjadi lain karena lokasi jatuhnya pesawat adalah di tengah lapangan tandus tak berpenghuni dan tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Pesawat terbangnya hancur, cuma meninggalkan rongsokan yang hanya bisa dipakai untuk berteduh, semua komunikasi dengan dunia luar terputus, tidak ada makanan dan minuman sama sekali.

Apa yang akan anda lakukan kalau salah seorang tersebut adalah anda sendiri. Ketika hari mulai berganti hari, mereka mulai kelaparan, dan akhirnya pikiran yang muncul adalah hanya mengenai apa yang ada di sana, dan yang ada di sana itu ya hanya 3 manusia itu saja. Sehingga terjadilah musibah kemanusiaan, karena untuk mempertahankan hidup akhirnya mereka membunuh salah satu dari mereka dan dijadikan makanan untuk bertahan hidup, dan yang dipilih adalah yang paling gemuk, yang diharapkan bisa dijadikan stock makanan untuk waktu yang lebih lama, untuk mempertahankan hidup yang lainnya.

Setelah kemudian kembali stock makanan habis lagi, dan sisa mereka berdua, maka terjadilah perkelahian untuk mempertahankan hidup lebih lama. Ini adalah tragedi. Tragedi ini terjadi karena tidak ada solusi yang bisa diberikan dari luar, hanya melihat situasi dan kondisi yang ada, tanpa daya dan sumber yang lain. Sehingga tidak ada jalan keluar yang bisa jadi pilihan.

Kita membandingkan dengan kejadian kemacetan lalu lintas, ya, coba kemacetan lalu lintas di kota Jakarta. Lebih dari 20 tahun lalu sampai sekarang, pertambahan panjang jalan dan jumlah jalan baru sangat tidak signifikan. Dari 20 tahun lalu semua orang sudah bicara soal lalu lintas yang macet, dan sampai hari ini pun bicaranya masih sama, kenapa ?  Hampir pada banyak kesempatan kita mendengar orang membahas dan membicarakan soal kemacetan tetapi sampai hari ini pun pembicaraan masih sama saja. Bicara tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya membuat masalah makin muncul ke permukaan saja.

Lalu keluarlah pengaturan-pengaturan yang aneh-aneh yang diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi kemacetan itu sendiri, dengan melihat keadaan dan situasi yang ada saja, lalu hanya dibuat aturan-aturan saja, artinya seperti cerita di atas, hanya memanfaatkan apa yang ada saja, tanpa daya dan sumber tambahan dari luar. Kemudian anak-anak disuruh masuk sekolah jam 06.30 pagi. Walaupun hal ini menyebabkan anak jadi kurang tidur, malas mandi pagi karena masih dingin, ngantuk, mudah capek, daya tahan tubuh menurun, dan mudah sakit. Anak dijadikan korban akibat adanya kemacetan lalu lintas, ini benar-benar mulai jadi tragedi. Anak-anak sudah mesti bangun pagi jam 05.30 saat masih ngantuk-ngantuknya, untuk mandi dan bersiap-siap, lalu berangkat ke sekolah melalui kemacetan lalu lintas, dan kalau terlambat dihukum di kelas berdiri di depan (disetrap) dan jadi tontonan murid kelas lainnya. Lalu orang tua pekerja yang mengantar anak, kemudian mesti pulang dan berangkat kerja lagi sesudah itu, sehingga yang tadinya bisa ke tempat kerja sekalian antar anak jadi efisien, maka jadi mesti melaku dua kali perjalanan, ini menjadikan boros waktu, boros tenaga, dan boros bahan bakar, dan orang tua pun jadi mesti bangun lebih pagi dan kurang tidur juga. Lalu sebagian orang tua yang tidak sempat menjemput anak pulang sekolah, maka anak-anaknya terpaksa menunggu sampai sore atau malam setelah orang tuanya pulang kerja dan baru bisa dijemput pulang, sehingga anak-anak terpaksa menunggu di sekolah tanpa istirahat seharian.

Lalu ada lagi pengaturan jalur jalan 3 in 1. Mobil dengan penumpang kurang dari 3 orang tidak boleh lewat jalur 3 in 1. Hal ini menyebabkan perjalanan menjadi lebih panjang karena mesti mengambil jalan-jalan alternatif yang lebih jauh, boros bahan bakar juga. Sedangkan ada juga yang terhambat untuk beraktivitas karena harus menunggu habisnya jam jalur 3 in 1 ini. Banyak juga yang menggunakan jasa joki 3 in 1 yang berdiri banyak di pinggiran jalan saat jam-jam berlakunya 3 in 1. Akhirnya lahirlah pekerjaan informal sebagai joki 3 in 1, orang jadi malas bekerja, cukup menemani pengendara mobil yang mau lewat jalur 3 in 1 duduk dalam mobil saja dapat penghasilan. Sedangkan pengemudi yang mengambil dan membayar joki 3 in 1 dihadapkan pada kenyataan harus memberikan tumpangan pada joki 3 in 1 yang tidak dikenal dengan segala resikonya. Akhirnya mobil yang berpenumpang kurang dari 3 orang dan ditemani joki 3 in 1 bisa lewat jalur 3 in 1. Ini benar-benar jadi dagelan.

Dan juga mulai banyak perubahan tempat-tempat belokan. Makin hari tempat belokan dibuat makin jauh, sehingga untuk membelok saja mesti menempuh jalan yang jauh dulu. Sebagian perempatan kendaraan tidak bisa untuk berbelok atau melintas jalan, dan mesti berbelok di tempat yang jauh. Sehingga waktu kendaraan di jalanan makin panjang. Seharusnya kendaraan sudah bisa cepat masuk gedung parkir, atau sudah masuk jalur jalan kompleks perumahan, tetapi pada kenyataannya masih harus berputar-putar di tempat di jalanan sehingga menjadi lama, boros waktu, boros bahan bakar dan menjadikan pengendara jadi stress. Berlama-lamaan di jalan, sebagian besar kendaraannya ya itu-itu saja dan hanya berputar-putar.

Kemudian muncullah jalur bus way. Mestinya kalau jalur jalan bus way ini adalah jalan baru yang dibuat, tentu akan sangat bermakna dan berpengaruh. Tetapi sayangnya, hanya mengambil begitu saja jalur jalan yang ada, sehingga jalur jalan yang tadinya 4 jalur jadi 3 jalur, yang 3 jalur jadi 2 jalur, dan gawatnya yang 2 jalur tinggal cuma 1 jalur jalan saja. Jelas telah terjadi penyempitan badan jalan secara signifikan. Lalu kemacetan kendaraan pribadi pun jadi bertambah-tambah. Pengendara mobil pribadi juga sulit untuk beralih ke busway. Itupun kadang kita bisa lihat penumpang bus way yang antri dan menunggu sangat lama di halte bus. Penyempitan jalur jalan ini persis seperti contoh cerita di atas, sehingga menjadi kanibal dan memakan yang lain, dan menyisakan jalan yang lebih sempit. Sedangkan jatah jalan untuk kendaraan lain yang sudah diambil satu jalur tidak dimanfaatkan secara maksimal, kelihatan lenggang, bus way yang ada sangat sedikit, penumpang berjubel dan mengantri berdesak-desakan. Kalau hanya berhitung untung rugi dari pelayanan publik, maka kerugian yang terbesar justru ada pada kerugian negara dan masyarakat. Waktu yang terbuang, fasilitas yang tak dimaksimalkan penggunaannya, dan semua runtutan kerugian yang tak ternilai yang tidak bisa hanya dibandingkan dan dikalkulasi dari untung ruginya bisnis bus way itu sendiri. Pelayanan publik seharusnya sudah tidak boleh menghitung untung rugi, karena itu adalah mutlak untuk kesejahteraan masyarakat. Dan kalau jeli, justru keuntungan akan datang dari segi yang lain, seperti efisiensi waktu, produktivitas yang meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan masyarakat dan penerimaan negara secara tidak langsung.

Kalau kita melihat pola berfikir dan bertindak, maka kita bisa samakan antara cara pengaturan lalu lintas dengan hanya mengotak-atik apa yang ada saja, baik dengan membuat pengaturan dan aturan-aturan saja, tanpa memberikan daya dan sumber yang berarti ke dalamnya. Dan hal ini sama dengan kejadian tragedi kemanusiaan pada cerita kecelakaan pesawat terbang di atas, yang mana mereka terjebak pada situasi tidak dapat berbuat apa-apa dan menjadi kanibal dan hanya bertahan pada apa yang ada di hadapannya saja.

Hal ini sangat disayangkan. Banyak sekali waktu terbuang hanya untuk membahas, dan membicarakan soal kemacetan lalu lintas. Banyaknya penganguran, berarti juga banyak tenaga kerja, dan sangat siap untuk bekerja full time 3 shift sehari yaitu 24 jam sehari. Pekerja-pekerja yang ingin bekerja lembur untuk mendapatkan penghasilan lebih juga sangat banyak. Jangankan membangun jalan, membuat Candi Borobudur yang menjadi salah satu keajaiban dunia saja manusia kita mampu. Apalagi sekarang teknologi sudah begitu maju. Banyak alternatif jalan bisa dibuat. Dan semua itu tentu tidak bisa hanya berputar-putar di tempat dengan membuat peraturan-peraturan yang aneh-aneh saja, tetapi perlu suatu tindakan nyata memasukkan daya dan sumber dari luar, berupa tenaga kerja, bahan, teknologi dan management.

Harus ada penambahan panjang  jalan dan lebar jalan, serta alternatif kendaraan lain, seperti Kereta Api, Kereta Api Bawah Tanah, Light Rail Train (LRT), Mass Rapid Transport (MRT), Monorail, Sky Train, Jalan Layang, Jalan Tol, Terowongan dan sebagainya. Dan semuanya sudah harus dibangun dan didesain bukan saja untuk kebutuhan kemacetan lalu lintas pada hari ini, tetapi harus menjawab masalah lalu lintas untuk puluhan tahun ke depan. Bahkan saluran-saluran pembuangan air, atau pembuatan kanal-kanal untuk pengendalian air banjir pun bisa dibuat sebanyak mungkin yang sekaligus juga bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas air (transportasi air), bahkan bisa juga bermanfaat untuk wisata selain fungsi drainase nya.

Pada saat terjadi perubahan iklim dan cuaca, burung-burung tertentu bisa terbang jauh menyeberangi lautan untuk mencari kehidupan yang lebih aman dan nyaman. Manusia berakal budi. Jadi tidak perlu didekte lagi, begitu segala sesuatu menjadi baik, jalanan lancar, transportasi baik dan rapi, serta nyaman dan mendapat pelayanan yang menyenangkan, maka otomatis, orang-orang akan pindah dan memanfaatkan semua kemudahan ini. Sehingga orang-orang yang mencicil kendaraan dengan mengurangi jatah makan keluarga sehari-hari, atau perlu banyak biaya ekstra akibat kerusakan kendaraan, resiko kecelakaan lalu lintas dan capek dalam mengendarai kendaraan akan otomatis beralih dengan sendirinya. Juga tidak perlu lagi orang antri berlama-lama  untuk memarkirkan dan mengeluarkan kendaraan dari gedung-gedung parkir, karena manusia pada dasarnya mau hidup nyaman, aman, dan mudah. Manusia tidak perlu diberikan banyak peraturan dan pengaturan, karena semakin berbudaya dan semakin maju manusia, mereka akan makin sadar dan tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan, bahkan mungkin bisa lebih baik dari yang bisa dibayangkan oleh yang membuat bermacam aneh-aneh peraturan dan pengaturan. Maka harapan kita agar tragedi kemacetan suatu hari akan menjadi kenangan pahit masa lalu dari generasi yang lalu. Dan sementara ini kita cukup menikmati semua pepesan kosong dari omong-omong soal usaha mengatasi kemacetan lalu lintas yang hanya berkutak-katik di atas kertas dan di belakang meja saja, persis seperti cerita kecelakaan pesawat terbang di atas, yang mana sisa manusia yang hidup hanya berkutak dengan dirinya sendiri saja.

Bagaimana pendapat Anda ?? Setujukah ???

Silakan berikan komentar Anda yang bisa membuat kita membangun semangat yang lebih baik. Terima kasih.

Catatan : Gambar karikatur di atas bersumber dari gambar pada Harian “Seputar Indonesia” (kartun editorial) pada kolom Opini halaman 9 terbitan hari Selasa tgl. 22 Februari 2011.