Film Jack The Giant Slayer

Sudah memasuki 3 minggu Film Barat dengan judul : Jack the Giant Slayer masih bertengger di bioskop papan atas di Jakarta dengan penonton yang banyak tentu ada sebabnya. Film ini memang menarik. Berikut ini adalah foto dari gambar poster film Jack the Giant Slayer tersebut :

Sebenarnya di Indonesia, sudah sangat banyak kita membaca buku cergam (cerita bergambar) ataupun mendengar cerita-cerita mengenai raksasa dan pohon yang bisa mengantarkan manusia ke dunia raksasa ini. Tetapi cerita-cerita yang beredar ternyata sangat banyak versinya dan berbeda-beda isi ceritanya.

Tetapi dari film Jack the Giant Slayer inilah kita bisa mengetahui cerita yang lebih lengkap, Mungkin saja film ini pun ceritanya juga sudah disimplikasi atau dibumbui supaya menjadi kemasan film yang menarik.

Ceritanya dimulai dari putri kerajaan dan seorang anak petani yang bernama Jack. Kedua insan ini sudah dari kecil sama-sama sering mendengar cerita mengenai raksasa dan pohon yang bisa mengantarkan manusia ke dunia raksasa ini. Dan pertemuan tidak sengaja dari si Putri Kerajaan ini dengan Jack adalah suatu kebetulan ketika sang putri yang sedang melenggang di kerumunan keramaian sedang diganggu sekelompok pemuda nakal. Jack mencoba membela sang putri yang belum dikenalnya ini, dan walaupun mengalami dipukul oleh kelompok pemuda tadi. Saat kemudian muncul pasukan kerajaan yang menjemput sang putri menyadarkan Jack bahwa ternyata sang gadis yang ia coba bantu ternyata seorang Putri Raja.

Sang Raja terus-menerus ingin menjodohkan Sang Putri dengan seorang Pejabat kerajaan yang ia percayai. Pejabat kerjaan tersebut ternyata menyimpan biji pohon ajaib dan mahkota pengendali raksasa, dan suatu hari kecurian biji pohon ajaib nya. Ternyata pencurinya adalah seorang biarawan yang ingin membawa biji pohon ajaib tersebut agar tidak dikuasai oleh pejabat kerajaan tersebut. Saat biarawan tersebut dikejar-kejar, ia secara kebetulan ketemu Jack dan berhasil menukarkannya dengan kuda. Biji pohon ajaib ini akhirnya dibawa pulang oleh Jack, dan ketika di rumah ayahnya sangat kecewa dan marah karena berfikir Jack telah kena tipu. Secara tidak sengaja ada 1 biji pohon ajaib ini yang terjatuh di bawah rumahnya.

Sang Putri Raja yang menolak dijodohkan dengan pejabat kerajaan kepercayaan ayahnya, secara kebetulan mencoba melarikan diri dari kerajaan, tetapi tiba-tiba turun hujan sangat deras. Dan hanya melihat sebuah rumah di tengah lapangan sehingga datang ke rumah tersebut, ternyata di dalam rumah tersebut ia ketemu dengan Jack yang masih mengenalnya.

Dan karena air hujan kemudian mengalir dan membasahi biji pohon ajaib, akhirnya tumbuhlah pohon besar yang menjulang ke langit dan mengangkat rumah Jack ke dunia raksasa, sedangkan Jack sendiri terjatuh ke tanah kembali. Ketika rombongan raja sampai ke tempat tersebut dalam rangka pencarian sang Putri, menemukan Jack sedang pingsan dan memegang gelang Sang Putri. Sang Raja pun faham kalau sang Putri terbawa ke atas entah kemana. Maka Sang Raja mengerahkan panglima, pejabat kerajaan yang ingin ia jodohkan dengan putrinya dan sejumlah pasukan untuk menaiki dan memanjat pohon tersebut untuk mencari Sang Putri. Jack pun diijinkan ikut dalam rombongan pencarian sang Putri.

Dari sinilah cerita mulai memasuki dunia khayal yaitu memasuki dunia manusia raksasa.

Dengan susah payah rombongan pasukan kerajaan ini pun memanjat pohon besar yang menjulang ke langit, dan dalam perjuangan memanjat pohon tersebut, ketika serombongan pasukan terperosok dan hanya tergantung pada tali, si pejabat kerajaan yang jahat itu pun dengan sadisnya memerintahkan asistennya untuk memotong tali yang menggantung tersebut sehingga serombongan pasukan tersebut terjatuh dan mati semua. Walaupun perlengkapan makanan pun ikut terjatuh ke tanah.

Dan akhirnya Jack, bersama si panglima, dan pejabat kerajaan yang jahat serta asistennya dan beberapa orang pasukan saja yang tersisa yang akhirnya berhasil mencapai dunia raksasa. Mereka pun bertemu dengan seorang raksasa pertama yang menyebabkan beberapa orang pasukan terbunuh dan sang panglima kerajaan tertangkap. Ketika sang panglima dibawa ke tempat para raksasa, Jack pun berusaha mengikuti sambil bersembunyi. Akhirnya sang panglima dibawa dan dikurung di dekat sang Putri Raja.

Sedangkan oknum pejabat kerajaan yang jahat tersebut juga berhasil mencapai tempat raksasa, setelah sebelumnya membunuh pasukan yang tersisa, dan asistennya terbunuh oleh raksasa yang ditemuinya. Pada detik yang kritis ia berhasil mengeluarkan mahkota yang bisa menguasai para raksasa, sehingga ia pun diangkat sebagai ketua para raksasa. Dan ketika ketemu sang Putri Raja serta sang Panglima yang dalam kurungan, ia dengan senang hati mempersilakan para raksasa untuk memakan mereka. Ia tidak lagi berfikir untuk memperistri si Putri Raja, karena ia sudah sangat yakin bisa mengalahkan sang Raja bahkan bisa menguasai para manusia dengan mengerahkan para raksasa sebagai pasukan barunya.

Ketika seorang raksasa sedang mempersiapkan masakan, dan sang Panglima sudah dibungkus adonan dan siap untuk dipanggang agar bisa dihidangkan sebagai makanan. Jack yang berhasil menyusul dan menyelinap ke dalam dapur raksasa tersebut mencari akal dan akhirnya berhasil menancapkan senjata besar ke punggung si raksasa hingga meninggal. Akhirnya Sang Putri Raja, si Panglima dan Jack berhasil melarikan diri dan siap untuk turun kembali ke bumi untuk kembali ke kerajaan mereka.

Tetapi ternyata jalan untuk turun sudah dijaga seorang raksasa yang ditugasi oleh oknum pejabat kerajaan yang sekarang menjadi ketua para raksasa tersebut agar tidak ada yang bisa turun dan memberitakan soal raksasa ini kepada manusia di bawah sana. Untunglah Jack secara tidak sengaja mendapatkan ide untuk membawa dan memasukkan rumah tawon ke dalam helmet besi yang dipakai oleh si raksasa penjaga tersebut. Akhirnya si raksasa tersebut panik karena disengat oleh begitu banyak tawon sampai bengkak-bengkak dan terjatuh ke bawah, dan meninggal di tanah.

Sang Raja yang menyaksikan mayat raksasa yang jatuh ke bumi tersebut pun akhirnya berfikir bahwa legenda mengenai raksasa adalah benar adanya. Dan berfikir bahwa pohon besar tersebut akan menjadi jalan untuk para raksasa turun dan menyerang para manusia. Sang Raja pun memutuskan untuk memotong pohon tersebut, walaupun harus mengorbankan Putri nya yang masih di atas sana. Sang Raja pun memerintahkan jenderalnya untuk memotong pohon tersebut, tapi si jenderal tidak berani melakukannya karena ada sang Putri Raja di atas sana yang belum diketemukan dan belum kembali. Akhirnya Sang Raja menghunuskan pedangnya sendiri dan memotong pohon besar tersebut sehingga akhirnya seluruh pasukannya bekerja keras memotong pohon besar tersebut.

Sedangkan di dunia raksasa sana, Sang panglima mempersilakan Jack menjaga dan menyertai Sang Putri Raja menuruni pohon besar tersebut. Sang Panglima tetap bertahan di dunia raksasa sana karena ingin menggagalkan usaha oknum pejabat kerajaan yang jahat tersebut. Ia pun bersembunyi dan mencari kesempatan untuk bertindak. Ketika ia mendapatkan kesempatan, ia langsung menyerang si oknum pejabat kerajaan tersebut, sehingga terjadilah perkelahian. Saat perkelahian tersebut sang raksasa berusaha memecahkan bebatuan untuk memendam kedua orang ini agar mati terkubur. Pada akhirnya oknum pejabat kerajaan tersebut berhasil ditaklukkan dan mati tertimpa batu yang dilemparkan para raksasa ke dalam lubang tempat berkelahi. Sang Panglima pun berhasil melarikan diri dan secepatnya lari ke arah pohon besar dan berusaha turun ke bawah.

Pada saat Jack dan Sang Putri Raja hampir sampai ke bawah tiba-tiba pohon besar berhasil ditebang oleh Sang Raja beserta pasukannya, pohonnya pun melintir-lintir dan bergejolak menghantam kemana-mana. Untunglah akhirnya Jack dan Sang Putri berhasil melompat dan selamat mendarat di tanah. Demikian juga dengan Sang Panglima walaupun dengan susah payah juga berhasil melompat dan selamat mendarat di tanah. Akhirnya mereka bertemu Raja dan menjelaskan kejadian di atas sana, baik mengenai oknum pejabat yang akan dijodohkan dengan Putri nya yang ternyata seorang yang jahat dan sudah lama merencanakan akan menguasai kerajaan, serta adanya para raksasa di atas sana.

Di atas sana, pemimpin raksasa akhirnya bisa mendapatkan mahkota sehingga bisa mengendalikan seluruh raksasa dan siap-siap turun ke bumi untuk menguasai dan memakan manusia. Tapi ternyata pohon besar untuk turun sudah tidak ada, akhirnya setelah dicari didapatlah 3 buah biji pohon ajaib dari kantong oknum pejabat kerajaan yang sudah mati tersebut. Akhirnya ke 3 biji pohon ajaib itupun dilempar ke air dan tumbuhlah 3 pohon besar yang akhirnya seluruh raksasa turun ke bumi dalam semangat untuk mendapatkan makanan berupa manusia.

Jack yang sedang bersama kudanya ketika melihat dari bayangan air, sangat kaget melihat 3 pohon besar yang sedang tumbuh ke bawah dan para raksasa sedang berusaha turun ke bawah. Maka dengan memacu kudanya sekuat tenaga mengejar rombongan Raja dan sang Putri Raja untuk segera lari secepatnya dan menuju ke istana untuk berlindung, sambil berteriak-teriak memberitahukan akan adanya raksasa.

Setelah para raksasa turun semua ke bumi, maka mereka pun mulai mengejar raja dan rombongannya, sampai akhirnya sang Raja berhasil mencapai gerbang istana dan masuk ke dalam istana. Seluruh usaha untuk mengatasi para raksasa pun dilakukan. Jembatan untuk masuk ke gerbang istana berhasil diangkat, tetapi belum tertutup rapat sudah dipaksa dibuka dari luar, sehingga saling tarik menarik. Terjadilah pertempuran dengan panah dan panah api dari pasukan kerajaan melawan para raksasa yang membakar potongan pohon untuk dilontarkan ke arah istana dan membakar dan merusak dimana-mana.

Sedangkan pemimpin raksasa berhasil dibakar dan dipanah sehingga jatuh ke dalam air. Rupanya pemimpin raksasa ini tidak mati dan makin garang, dan mulai menghancurkan lantai istana dari saluran air di bawah istana, sampai ketemu Sang Putri Raja dan Jack, yang sedang ditugasi oleh Raja untuk masuk ke dalam istana untuk naik ke atas untuk memberitakan bencana penyerangan raksasa ini kepada negara-negara tetangga. Akhirnya Sang Putri Raja berhasil ditangkap oleh si pemimpin raksasa ini, demikian juga dengan Jack. Pada detik yang sangat kritis dan tanpa harapan ini, Jack ingat akan sisa 1 biji pohon ajaib yang ia sempat simpan di kalungnya. Ia pun melemparkan biji pohon ajaib itu ke dalam mulut pemimpin raksasa tersebut, dan akhirnya tumbuhlah pohon besar yang akhirnya menjepit raksasa tersebut sehingga akhirnya sang Putri Raja dan Jack berhasil membebaskan diri dan bahkan Jack berhasil mengambil mahkota yang dipegang pemimpin raksasa tersebut.

Sedangkan di halaman istana, gerbang sudah hampir roboh, banyak pasukan yang mati karena para raksasa melemparkan berbagai benda besar-besar menghantam ke dalam kerajaan. Akhirnya pertahanan gerbang istana pun jebol, para raksasa langsung bergerombol menyerang masuk dan siap memakan para manusia. Sang Raja di depan masih siap menghadapi walaupun sudah putus asa. Untunglah muncul Sang Putri dan Jack yang membawa mahkota yang bisa mengendalikan semua raksasa tersebut. Berakhirnya pertempuran dan para raksasa pun di suruh pulang ke atas sana ke dunia raksasa tempat mereka berasal, pohon-pohon ajaib pun dibakar habis, dan mahkota nya kemudian dilapis emas berlian, kemudian disimpan dalam meseum sejarah kerajaan.

Apakah cerita yang selama ini anda pernah baca sama dengan cerita di atas, kalaupun memang beda, maka kita bisa mengerti lebih baik cerita aslinya. Yang penting semua itu mengandung makna pendidikan yang bermanfaat.

Menonton Sie Jin Kwie kena fitnah

Sie Jin Kwie 1Sie Jin Kwie 2Sie Jin Kwie 3Sie Jin Kwie 16Sie Jin Kwie 7

Sie Jin Kwie

Pada tanggal 4 Maret 2011 sampai dengan tanggal 26 Maret 2011 setiap hari (kecuali hari Senin) diadakan pertunjukkan SIE JIN KWIE KENA FITNAH di Graha Budaya – PKJ (Pusat Kesenian Jakarta) Taman Ismail Marzuki -di Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Pertunjukkan yang dibawakan oleh TEATER KOMA ini merupakan produksi ke -122 dari Teater Koma dalam rangka ulang tahun Teater Koma yang ke – 34 ( 1977 – 2011 ). Pertunjukkan ini dimulai malam hari pada jam 19.30 dan selesai pada tengah malam pada jam 23.30 WIB. Memang pertunjukkannya sangat panjang dan lama (kurang lebih 4 jam) dan hanya disertai 1 kali break (istirahat 20 menit saja).

SIE JIN KWIE KENA FITNAH in merupakan Naskah karya : Tio Keng Jian dan Lo Koan Chung. Saduran dan Sutradaranya : N. Riantiarno.

Ringkasan kisahnya sebagai berikut :

Pada pertengahan abad ke – 7, di negeri China. Waktu berlalu, Kaisar Dinasti Tang LISIBIN memerintah negeri yang kian makmur. Sementara itu, Raja Muda SIE JIN KWIE memerintah wilayahnya dengan adil dan bijaksana.

Sayang seribu sayang, Sie Jin Kwie jatuh dalam perangkap yang dirancang oleh BEIJIN dan suaminya, LITOCONG, dibantu oleh pengurus rumah tangga mereka, THIOJIN. Sie Jin Kwie difitnah berlaku tidak senonoh. Surat pengaduan dikirim kepada Kaisar. Tanpa pikir panjang, Kaisar langsung naik pitam dan berniat menghukum mati Sie Jin Kwie.

Banyak pihak yang berusaha menolong Sie Jin Kwie. LIUKIMHUA, istri Sie Jin Kwie dan putri mereka, SIEKIMLIAN, didukung para sahabat sang Raja Muda, berupaya keras meredakan amarah Kaisar.

Di tengah kemelut itu, datang tantangan perang dari negeri asing. Negeri Tang di ujung tanduk, sebab panglima perang andalan mereka sedang menanti hukuman mati.

TEATER KOMA mengemas cerita ini dalam Drama Perbauran antara Opera China (lengkap dengan kostum-kostum mewah kerajaan China zaman dulu), disertai kombinasi Boneka Potehi, Golek Menak, Wayang Wong, dan Wayang Tavip. Ini merupakan suatu karya kombinasi yang membuat pertunjukan menjadi menarik dan memberikan nilai lebih pada pertunjukkan tersebut. Sehingga ramai penonton. Dengan tiket dimulai dari Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 200.000,- (tergantung hari dan kelas) pertunjukkan ini menyedot banyak penonton yang menikmati pertunjukkan tersebut sampai kurang lebih 4 jam penuh.

Saat break (istirahat) yang 20 menit tersebut, para penonton ramai berebut membeli snack dan minuman yang dijual di area lobby. Di sini terlihat bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan akan memberi berkah juga pada usaha lain seperti usaha jasa makanan.

Dari sini kita bisa melihat bahwa kreativitas memang perlu. Menampilkan suatu cerita lama, walaupun sudah sangat kuno dari zaman dahulu tetap bisa dikemas menjadi pertunjukkan yang menarik dari masa ke masa. Dan tidak perduli dari mana pun asal cerita itu, semuanya tetap bisa menjadi tontonan yang menarik dan laku sebagai komoditas tontonan.

Kita bisa melihat suatu kenyataan bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan bisa memberikan lapangan kerja atau menggairahkan usaha-usaha pendukung lainnya. Tetapi saat ini sedang terjadi gonjang-ganjing masalah pajak film import (film Hollywood). Akibatnya BlitzMegaplex mulai sepi penonton, karena kekurangan supply film-film import yang bermutu. Bahkan pihak BlitzMegaplex sudah sampai pada tahap mempertimbangkan untuk menutup usaha dengan melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) secara besar-besaran (mudah-mudahan hal ini tidak terjadi). Hal ini sangat ironis, negara kita yang tingkat penganggurannya begitu tinggi kenapa mesti membuat suatu kebijakan yang berefek langung ataupun tidak langsung pada langkah-langkah PHK yang akan berakibat semakin banyaknya pengangguran. Dan kalaupun importir film Hollywood lalu menghentikan import film, bukankah kenaikan pajak menjadi tidak menghasilkan apa-apa, bahkan penghasilan pajak akan turun. Jadi target apa yang akan dicapai. Rakyat pun akan ketinggal informasi dunia luar (dalam hal perkembangan film-film bermutu dengan berbagai kreasi, imaginasi dan kemajuan teknologi perfilmannya). Dunia bisnis perlu keseimbangan, pajak yang terlalu membebani pengusaha dan masyarakat kalau sudah keluar dari keseimbangan sebaiknya ditinjau ulang. Bahkan di negera China saja, saat ini sedang merencanakan menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak. Hal ini agar masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik, dan meningkatkan konsumsi, sehingga bisa ikut menggairahkan ekonomi, dan menjadi salah satu penggerak ekonomi. Bukankah lebih baik menggiatkan eksplorasi sumber daya alam dan memaksimalkan produksi sampai kepada produk jadi untuk dipasarkan ke seluruh dunia, dan menyiapkan infrastruktur yang berkelas internasional, serta pembangunan infrastruktur pendukung yang sudah sangat terlambat dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan dibandingkan dengan negara-negara Asia tetangga kita saja, kita sudah sangat jauh ketinggalan.

Lebih baik berfikir dan bertindak kreatif, seperti contoh pertunjukkan yang ditampilkan oleh Teater Koma tersebut. Sehingga walaupun sudah 34 tahun tiada berhenti, dan tidak mengenal titik. Yang ada hanya koma, itulah harapan kita. Teater Koma hanya ada koma, tidak ada titik.