Film bioskop Saving General Yang

Saving General Yang artinya : Penyelamatan Jendral Yang.

Jenderal Yang merupakan legenda, dengan pengabdiannya, Jendral Yang menjadi pahlawan karena keberaniannya, karena pengabdiannya dan kepahlawanan nya.

Saving General YANG the movie

Film bioskop berjudul Saving General Young saat tulisan ini dibuat sedang diputar di bioskop-bioskop utama di kota Jakarta. Film kolosal yang melibatkan banyak aktor ataupun figuran ini juga banyak melibatkan kuda, karena banyaknya pasukan berkuda pada zaman tersebut.

Film ini bertema pada cerita mengenai kepahlawanan Jenderal Yang, dan sepuluh tahun yang lalu ada VCD (Video Compact Disc) berseri dengan hanya 2 (dua) seri VCD saja, yang berjudul The Young Emperor’s of Yang Family. Seperti pepatah mengatakan bahwa perbuatan baik akan meninggalkan gading, maka kepahlawanan ini pun menjadi cerita turun menurun dan menjadi legenda yang dibicarakan, diceritakan ulang, dan difilmkan.

Jenderal Yang memiliki 7 anak lelaki yang semuanya digembleng oleh ayahnya dan menjadi pasukan yang hebat juga.

Film ini dimulai dengan cerita ketika anak lelaki yang ketujuh nya berlomba atau beradu silat di arena dan terjadi kecelakaan ketika lawannya ini jatuh dan akhirnya meninggal, yang ternyata adalah anak seorang Jenderal juga yang menjadi pesaing dari jenderal Yang. Dan hal ini menyebabkan dendam jenderal tersebut terhadap keluarga Yang.

Sehingga ketika terjadi pertempuran sengit, sang jenderal ini malah meninggalkan Jenderal Yang dengan sedikit pasukan mesti berhadapan dengan pasukan lawan yang begitu besar. Kalah dalam jumlah dan terjebak dalam pertempuran yang terkepung, bahkan Jenderal Yang terkena panah beracun, akhirnya Jenderal Yang mundur dan bertahan di benteng. Rupanya pihak lawan sengaja membiarkan Jenderal Yang dan sisa pasukannya mundur dari medan perang dan tidak mengejarnya untuk sementara.

Istri Jenderal Yang begitu gelisah dan akhirnya datang kepada seorang guru besar meminta petunjuk dan nasehat. Sang guru besar tidak bisa berkata-kata, dan akhirnya hanya mengirimkan tulisan berupa ramalan bahwa bila ketujuh anaknya dikirim untuk menjemput ayahnya, maka pergi tujuh pulang hanya enam.

Dan setelah mengumpulkan ketujuh anaknya dan meminta persetujuan kaisar raja, maka akhirnya ketujuh anak nya ini langsung menuju ke medan perang menerobos pasukan lawan sampai ke tempat benteng tempat Jenderal Yang bertahan. Rupanya inilah siasat lawan yang ingin agar seluruh keluarga yang bisa terkepung agar bisa dibantai semua.

Istri Jenderal Yang juga meminta kepada kaisar agar mengirim pasukan bantuan untuk membantu Jenderal Yang, dan sang kaisar pun menyetujui mengirim pasukan bantuan, tetapi jenderal saingan Jenderal Yang rupanya tidak mengirimkan seorang tentara pun. Bahkan anak ketujuh dari Jenderal Yang pergi meninggalkan ayahnya dan saudara-saudaranya yang lain untuk menemui jenderal tersebut untuk memohon agar jenderal tersebut mengerahkan pasukan bantuan, tetapi tetap jenderal ini tidak bergeming. Sehingga anak ketujuh Jenderal Yang yang memohon ini pun marah dan melemparkan senjata ke arah jenderal ini tapi meleset, dan akhirnya anak ketujuh Jenderal Yang dipanah hingga tewas tertembus banyak panah oleh pasukan jenderal tersebut.

Keenam anak Jenderal Yang berusaha mencabut panah beracun dari punggung ayahnya dan berhasil mencabut anak panah, tetapi fisik Jenderal Yang sudah sangat lemah dan sakit. Pada saat inilah lawan kemudian menyerang dan mengepung benteng pertahanan Jenderal Yang. Dengan sekuat tenaga keenam anak Jenderal Yang ini melawan sambil menyelamatkan ayahnya, dan akhirnya berhasil melarikan diri. Tetapi tentara musuh terus mengejar.

Jenderal Yang akhirnya meninggal setelah berfikir bahwa kalau ia tiada pun mungkin akan lebih baik buat anak-anaknya. Sebenarnya anak-anaknya sudah ingin memakamkan ayahnya, tetapi anak keenam ingin agar mayat ayahnya dibawa pulang. Akhirnya merekapun membawa ayahnya walaupun sudah meninggal dengan pakaian kebesaran Jenderalnya.

Teringat akan tulisan ramalan guru besar bahwa tujuh pergi enam pulang, maka anak sulung Jenderal Yang akhirnya mengorbankan dirinya untuk memberi waktu kepada adik-adiknya untuk menyelamatkan diri. Tetapi ia tewas di tangan musuh karena seorang diri melawan pasukan besar. Anak kedua Jenderal Yang yang kembali karena khawatir akan nasib kakaknya akhirnya juga tewas melawan pasukan besar tersebut.

Pengejaran pun berlanjut, dan akhirnya anak Jenderal Yang keempat dan anak kelima bertahan melawan pasukan pengejar dan mendorong beramai-ramai pasukan tersebut jatuh ke jurang. Sehingga pasukan pengejarnya tinggal sedikit.

Pada saat berusaha menyelamatkan diri tiba-tiba melesat-lesat panah-panah beracun yang rupanya sama dengan panah yang mengenai Jendral Yang. Dan anak ketiga Jenderal Yang yang ketiga akhirnya beradu panah dengan pemanah tersbut dan akhirnya berhasil membunuh lawannya tersebut. Tetapi akhirnya ia terbunuh oleh pimpinan pasukan lawan.

Tersisalah pimpinan pasukan lawan seorang diri yang berhadapan langsung dengan anak keenam yang berusaha tetap membawa lari mayat ayahnya kembali ke istana. Tetapi karena dikejar akhirnya terjadilah perkelahian satu lawan satu yang sangat seru dan akhirnya anak keenam ini berhasil mengalahkan pimpinan pasukan lawan ini.

Ketika ia akan membunuh pimpinan pasukan ini tiba-tiba ia membiarkan ia hidup. Pimpinan lawannya ini memang sangat mendendam Jenderal Yang dan ingin membalas dendam dan membunuh semua anak-anak Jenderal Yang, ia menyimpan dendam yang sangat mendalam karena Jenderal Yang pernah mengalahkan ayahnya yang pimpinan pasukan besar hingga tewas, dan menyebabkan ibunya meninggal dalam kesedihan, Makanya dengan sisa tenaga terakhirnya ia berusaha membokong dan membunuh anak keenam Jenderal Yang. Tetapi anak keenam Jenderal yang yang waspada akhirnya berhasil membunuhnya.

Akhirnya anak keenam Jenderal Yang ini berhasil membawa pulang mayat ayahnya Jenderal besar Yang. Rupanya tulisan guru besar itu mungkin salah diperspeksikan, bahwa dari tujuh anak yang pergi enam yang pulang, bukan artinya enam anak yang pulang tapi anak keenam yang pulang.

Anak keenam berhasil selamat dan kejadian ini pun berhasil diketahui oleh kaisar dan rakyatnya, sehingga jenderal saingan ayahnya menjadi rusak namanya, dan hanya mayat anak keempat dan kelima yang terjun ke jurang yang mendorong pasukan musuh ke jurang yang tidak diketemukan, sedangkan anak kesatu, kedua, ketiga, ketujuh diketemukan semua.

Demikianlah inti cerita kebesaran keluarga Jenderal Yang, keluarga yang saling mendukung, berani dan siap berkorban, dan memiliki jiwa ksatria seorang pasukan.

Film Jack The Giant Slayer

Sudah memasuki 3 minggu Film Barat dengan judul : Jack the Giant Slayer masih bertengger di bioskop papan atas di Jakarta dengan penonton yang banyak tentu ada sebabnya. Film ini memang menarik. Berikut ini adalah foto dari gambar poster film Jack the Giant Slayer tersebut :

Sebenarnya di Indonesia, sudah sangat banyak kita membaca buku cergam (cerita bergambar) ataupun mendengar cerita-cerita mengenai raksasa dan pohon yang bisa mengantarkan manusia ke dunia raksasa ini. Tetapi cerita-cerita yang beredar ternyata sangat banyak versinya dan berbeda-beda isi ceritanya.

Tetapi dari film Jack the Giant Slayer inilah kita bisa mengetahui cerita yang lebih lengkap, Mungkin saja film ini pun ceritanya juga sudah disimplikasi atau dibumbui supaya menjadi kemasan film yang menarik.

Ceritanya dimulai dari putri kerajaan dan seorang anak petani yang bernama Jack. Kedua insan ini sudah dari kecil sama-sama sering mendengar cerita mengenai raksasa dan pohon yang bisa mengantarkan manusia ke dunia raksasa ini. Dan pertemuan tidak sengaja dari si Putri Kerajaan ini dengan Jack adalah suatu kebetulan ketika sang putri yang sedang melenggang di kerumunan keramaian sedang diganggu sekelompok pemuda nakal. Jack mencoba membela sang putri yang belum dikenalnya ini, dan walaupun mengalami dipukul oleh kelompok pemuda tadi. Saat kemudian muncul pasukan kerajaan yang menjemput sang putri menyadarkan Jack bahwa ternyata sang gadis yang ia coba bantu ternyata seorang Putri Raja.

Sang Raja terus-menerus ingin menjodohkan Sang Putri dengan seorang Pejabat kerajaan yang ia percayai. Pejabat kerjaan tersebut ternyata menyimpan biji pohon ajaib dan mahkota pengendali raksasa, dan suatu hari kecurian biji pohon ajaib nya. Ternyata pencurinya adalah seorang biarawan yang ingin membawa biji pohon ajaib tersebut agar tidak dikuasai oleh pejabat kerajaan tersebut. Saat biarawan tersebut dikejar-kejar, ia secara kebetulan ketemu Jack dan berhasil menukarkannya dengan kuda. Biji pohon ajaib ini akhirnya dibawa pulang oleh Jack, dan ketika di rumah ayahnya sangat kecewa dan marah karena berfikir Jack telah kena tipu. Secara tidak sengaja ada 1 biji pohon ajaib ini yang terjatuh di bawah rumahnya.

Sang Putri Raja yang menolak dijodohkan dengan pejabat kerajaan kepercayaan ayahnya, secara kebetulan mencoba melarikan diri dari kerajaan, tetapi tiba-tiba turun hujan sangat deras. Dan hanya melihat sebuah rumah di tengah lapangan sehingga datang ke rumah tersebut, ternyata di dalam rumah tersebut ia ketemu dengan Jack yang masih mengenalnya.

Dan karena air hujan kemudian mengalir dan membasahi biji pohon ajaib, akhirnya tumbuhlah pohon besar yang menjulang ke langit dan mengangkat rumah Jack ke dunia raksasa, sedangkan Jack sendiri terjatuh ke tanah kembali. Ketika rombongan raja sampai ke tempat tersebut dalam rangka pencarian sang Putri, menemukan Jack sedang pingsan dan memegang gelang Sang Putri. Sang Raja pun faham kalau sang Putri terbawa ke atas entah kemana. Maka Sang Raja mengerahkan panglima, pejabat kerajaan yang ingin ia jodohkan dengan putrinya dan sejumlah pasukan untuk menaiki dan memanjat pohon tersebut untuk mencari Sang Putri. Jack pun diijinkan ikut dalam rombongan pencarian sang Putri.

Dari sinilah cerita mulai memasuki dunia khayal yaitu memasuki dunia manusia raksasa.

Dengan susah payah rombongan pasukan kerajaan ini pun memanjat pohon besar yang menjulang ke langit, dan dalam perjuangan memanjat pohon tersebut, ketika serombongan pasukan terperosok dan hanya tergantung pada tali, si pejabat kerajaan yang jahat itu pun dengan sadisnya memerintahkan asistennya untuk memotong tali yang menggantung tersebut sehingga serombongan pasukan tersebut terjatuh dan mati semua. Walaupun perlengkapan makanan pun ikut terjatuh ke tanah.

Dan akhirnya Jack, bersama si panglima, dan pejabat kerajaan yang jahat serta asistennya dan beberapa orang pasukan saja yang tersisa yang akhirnya berhasil mencapai dunia raksasa. Mereka pun bertemu dengan seorang raksasa pertama yang menyebabkan beberapa orang pasukan terbunuh dan sang panglima kerajaan tertangkap. Ketika sang panglima dibawa ke tempat para raksasa, Jack pun berusaha mengikuti sambil bersembunyi. Akhirnya sang panglima dibawa dan dikurung di dekat sang Putri Raja.

Sedangkan oknum pejabat kerajaan yang jahat tersebut juga berhasil mencapai tempat raksasa, setelah sebelumnya membunuh pasukan yang tersisa, dan asistennya terbunuh oleh raksasa yang ditemuinya. Pada detik yang kritis ia berhasil mengeluarkan mahkota yang bisa menguasai para raksasa, sehingga ia pun diangkat sebagai ketua para raksasa. Dan ketika ketemu sang Putri Raja serta sang Panglima yang dalam kurungan, ia dengan senang hati mempersilakan para raksasa untuk memakan mereka. Ia tidak lagi berfikir untuk memperistri si Putri Raja, karena ia sudah sangat yakin bisa mengalahkan sang Raja bahkan bisa menguasai para manusia dengan mengerahkan para raksasa sebagai pasukan barunya.

Ketika seorang raksasa sedang mempersiapkan masakan, dan sang Panglima sudah dibungkus adonan dan siap untuk dipanggang agar bisa dihidangkan sebagai makanan. Jack yang berhasil menyusul dan menyelinap ke dalam dapur raksasa tersebut mencari akal dan akhirnya berhasil menancapkan senjata besar ke punggung si raksasa hingga meninggal. Akhirnya Sang Putri Raja, si Panglima dan Jack berhasil melarikan diri dan siap untuk turun kembali ke bumi untuk kembali ke kerajaan mereka.

Tetapi ternyata jalan untuk turun sudah dijaga seorang raksasa yang ditugasi oleh oknum pejabat kerajaan yang sekarang menjadi ketua para raksasa tersebut agar tidak ada yang bisa turun dan memberitakan soal raksasa ini kepada manusia di bawah sana. Untunglah Jack secara tidak sengaja mendapatkan ide untuk membawa dan memasukkan rumah tawon ke dalam helmet besi yang dipakai oleh si raksasa penjaga tersebut. Akhirnya si raksasa tersebut panik karena disengat oleh begitu banyak tawon sampai bengkak-bengkak dan terjatuh ke bawah, dan meninggal di tanah.

Sang Raja yang menyaksikan mayat raksasa yang jatuh ke bumi tersebut pun akhirnya berfikir bahwa legenda mengenai raksasa adalah benar adanya. Dan berfikir bahwa pohon besar tersebut akan menjadi jalan untuk para raksasa turun dan menyerang para manusia. Sang Raja pun memutuskan untuk memotong pohon tersebut, walaupun harus mengorbankan Putri nya yang masih di atas sana. Sang Raja pun memerintahkan jenderalnya untuk memotong pohon tersebut, tapi si jenderal tidak berani melakukannya karena ada sang Putri Raja di atas sana yang belum diketemukan dan belum kembali. Akhirnya Sang Raja menghunuskan pedangnya sendiri dan memotong pohon besar tersebut sehingga akhirnya seluruh pasukannya bekerja keras memotong pohon besar tersebut.

Sedangkan di dunia raksasa sana, Sang panglima mempersilakan Jack menjaga dan menyertai Sang Putri Raja menuruni pohon besar tersebut. Sang Panglima tetap bertahan di dunia raksasa sana karena ingin menggagalkan usaha oknum pejabat kerajaan yang jahat tersebut. Ia pun bersembunyi dan mencari kesempatan untuk bertindak. Ketika ia mendapatkan kesempatan, ia langsung menyerang si oknum pejabat kerajaan tersebut, sehingga terjadilah perkelahian. Saat perkelahian tersebut sang raksasa berusaha memecahkan bebatuan untuk memendam kedua orang ini agar mati terkubur. Pada akhirnya oknum pejabat kerajaan tersebut berhasil ditaklukkan dan mati tertimpa batu yang dilemparkan para raksasa ke dalam lubang tempat berkelahi. Sang Panglima pun berhasil melarikan diri dan secepatnya lari ke arah pohon besar dan berusaha turun ke bawah.

Pada saat Jack dan Sang Putri Raja hampir sampai ke bawah tiba-tiba pohon besar berhasil ditebang oleh Sang Raja beserta pasukannya, pohonnya pun melintir-lintir dan bergejolak menghantam kemana-mana. Untunglah akhirnya Jack dan Sang Putri berhasil melompat dan selamat mendarat di tanah. Demikian juga dengan Sang Panglima walaupun dengan susah payah juga berhasil melompat dan selamat mendarat di tanah. Akhirnya mereka bertemu Raja dan menjelaskan kejadian di atas sana, baik mengenai oknum pejabat yang akan dijodohkan dengan Putri nya yang ternyata seorang yang jahat dan sudah lama merencanakan akan menguasai kerajaan, serta adanya para raksasa di atas sana.

Di atas sana, pemimpin raksasa akhirnya bisa mendapatkan mahkota sehingga bisa mengendalikan seluruh raksasa dan siap-siap turun ke bumi untuk menguasai dan memakan manusia. Tapi ternyata pohon besar untuk turun sudah tidak ada, akhirnya setelah dicari didapatlah 3 buah biji pohon ajaib dari kantong oknum pejabat kerajaan yang sudah mati tersebut. Akhirnya ke 3 biji pohon ajaib itupun dilempar ke air dan tumbuhlah 3 pohon besar yang akhirnya seluruh raksasa turun ke bumi dalam semangat untuk mendapatkan makanan berupa manusia.

Jack yang sedang bersama kudanya ketika melihat dari bayangan air, sangat kaget melihat 3 pohon besar yang sedang tumbuh ke bawah dan para raksasa sedang berusaha turun ke bawah. Maka dengan memacu kudanya sekuat tenaga mengejar rombongan Raja dan sang Putri Raja untuk segera lari secepatnya dan menuju ke istana untuk berlindung, sambil berteriak-teriak memberitahukan akan adanya raksasa.

Setelah para raksasa turun semua ke bumi, maka mereka pun mulai mengejar raja dan rombongannya, sampai akhirnya sang Raja berhasil mencapai gerbang istana dan masuk ke dalam istana. Seluruh usaha untuk mengatasi para raksasa pun dilakukan. Jembatan untuk masuk ke gerbang istana berhasil diangkat, tetapi belum tertutup rapat sudah dipaksa dibuka dari luar, sehingga saling tarik menarik. Terjadilah pertempuran dengan panah dan panah api dari pasukan kerajaan melawan para raksasa yang membakar potongan pohon untuk dilontarkan ke arah istana dan membakar dan merusak dimana-mana.

Sedangkan pemimpin raksasa berhasil dibakar dan dipanah sehingga jatuh ke dalam air. Rupanya pemimpin raksasa ini tidak mati dan makin garang, dan mulai menghancurkan lantai istana dari saluran air di bawah istana, sampai ketemu Sang Putri Raja dan Jack, yang sedang ditugasi oleh Raja untuk masuk ke dalam istana untuk naik ke atas untuk memberitakan bencana penyerangan raksasa ini kepada negara-negara tetangga. Akhirnya Sang Putri Raja berhasil ditangkap oleh si pemimpin raksasa ini, demikian juga dengan Jack. Pada detik yang sangat kritis dan tanpa harapan ini, Jack ingat akan sisa 1 biji pohon ajaib yang ia sempat simpan di kalungnya. Ia pun melemparkan biji pohon ajaib itu ke dalam mulut pemimpin raksasa tersebut, dan akhirnya tumbuhlah pohon besar yang akhirnya menjepit raksasa tersebut sehingga akhirnya sang Putri Raja dan Jack berhasil membebaskan diri dan bahkan Jack berhasil mengambil mahkota yang dipegang pemimpin raksasa tersebut.

Sedangkan di halaman istana, gerbang sudah hampir roboh, banyak pasukan yang mati karena para raksasa melemparkan berbagai benda besar-besar menghantam ke dalam kerajaan. Akhirnya pertahanan gerbang istana pun jebol, para raksasa langsung bergerombol menyerang masuk dan siap memakan para manusia. Sang Raja di depan masih siap menghadapi walaupun sudah putus asa. Untunglah muncul Sang Putri dan Jack yang membawa mahkota yang bisa mengendalikan semua raksasa tersebut. Berakhirnya pertempuran dan para raksasa pun di suruh pulang ke atas sana ke dunia raksasa tempat mereka berasal, pohon-pohon ajaib pun dibakar habis, dan mahkota nya kemudian dilapis emas berlian, kemudian disimpan dalam meseum sejarah kerajaan.

Apakah cerita yang selama ini anda pernah baca sama dengan cerita di atas, kalaupun memang beda, maka kita bisa mengerti lebih baik cerita aslinya. Yang penting semua itu mengandung makna pendidikan yang bermanfaat.