Film bioskop Iron Man 3

Minggu ini merupakan minggu pertama diputarnya film Iron Man 3 di bioskop-bioskop utama di Jakarta. Seperti film Iron Man sebelumnya, tentu saja film Iron Man 3 ini sangat menarik  perhatian peminat film layar lebar di kota metropolitan Jakarta ini. Berikut ini adalah contoh poster film bioskop Iron Man 3 :

Film yang sukses, umumnya kemudian dibuatkan serial kedua, ketiga, dan seterusnya. Hal ini seperti terjadi pada film bioskop 007, atau Mission Impossible, Harry Porter, dan lain sebagainya. Maka mungkin juga nanti akan ada film Iron Man 4, Iron Man 5, dan seterusnya.

Dalam Iron Man 3 ini, kemampuan Iron Man 3 makin meningkat, dan sudah bisa mengendalikan baju Iron Man nya dengan gerakan tangan ataupun perintah ucapan. Sehingga dalam keadaan kritis, pakaian Iron Man ini bisa dipanggil untuk dipakaikan di tubuh Iron Man ini.

Seperti umumnya sebuah film atau cerita karangan, maka demikian juga dalam film Iron Man 3 ini, yang menemui lawan yang juga punya kekuatan yang seimbang atau luar biasa juga. Lawannya kali ini bahkan badannya bisa mengeluarkan panas ataupun api yang bisa menghanguskan dan menghancurkan. Film ini juga menggambarkan bagaimana Iron Man 3 mesti menghadapi kekalahan dulu, walaupun akhirnya Iron Man 3 tetap berjaya dan berhasil mengalahkan lawannya. Seperti lazimnya sebuah cerita karangan, maka kejahatan selalu kalah, dan akan kalah dengan kebenaran dan kebaikan. Demikian juga dengan cerita film Iron Man 3, yang akhirnya kejahatan bisa dikalahkan oleh Iron Man.

Kemampuan Iron Man dalam melakukan intruksi kepada pakaian Iron Man nya secara ucapan maupun gerakan tangan akhirnya membuat Iron Man berhasil memerintahkan pakaian Iron Man ini untuk dipakaikan pada lawannya dan juga menginstruksikan untuk menghancurkan diri sendiri, yang akhirnya membuat Iron Man berhasil mengalahkan lawannya yang sangat tangguh tersebut.

Seperti biasanya tidak selalu film serial kedua, ketiga, dan keempat atau yang terbaru akan lebih bagus dari yang pertama. Justru seringnya yang pertama adalah yang terbaik, karena membuat nama sebuah cerita menjadi terkenal sehingga melahirkan penonton setia yang menginginkan kelanjutannya secara terus-menerus.

Karenanya seorang penulis ataupun pengarang, sebaiknya membuat cerita yang sebaik dan semenarik mungkin pada karya pertama nya, lalu selanjutnya cukup menambahkan variasi lanjutan, sehingga tetap selalu menarik dan diminati.

Cerita-cerita fiksi ilmiah sudah bisa dengan mudah dijadikan dan diangkat menjadi film karena kemampuan teknologi perfilman, baik berupa kemampuan animasi, kemampuan teknologi komputer, maupun kemampuan teknologi perfilman lainnya.

Bila zaman dulu, untuk membuat sebuah film King Kong yang mempunyai fisik sangat besar, mesti dibuatkan patung atau bentuk King Kong dalam wujud asli yang sangat besar, maka zaman sekarang sudah tidak diperlukan lagi, karena semuanya bisa dibuatkan dengan teknologi komputer dan teknologi perfilman lainnya.

Demikian juga kebakaran, kerusakan-kerusakan bangunan, kehancuran gedung, jatuhnya pesawat terbang, hancurnya mobil dan lain sebagainya sudah bisa dibuat dari kemampuan komputer saja, sehingga biaya juga akan menjadi jauh lebih rendah. Yang penting cerita dan gambar image yang diberikan kepada penonton memberikan kepuasan kepada para penonton.

Karenanya sudah saatnya juga bagi para penulis untuk menulis karya-karya besar dan cerita-cerita fiksi ilmiah yang luar biasa untuk kemudian bisa difilmkan oleh para ahli perfilman. Mau mencoba ? Silakan ! Sukses anda juga memberikan hiburan berharga bagi manusia lainnya.

Resident Evil – Retribution

Berikut ini beberapa gambar poster film : Resident Evil – Retribution yang akan kita bahas di bawah ini :

Resident Evil, Retribution

Resident Evil ~ Retribution

Evil Goes Global

Evil Goes Global

Film layar lebar Resident Evil – Retribution yang merupakan film Barat ini sudah ditayangkan di bioskop-bioskop utama di ibu kota Indonesia, yaitu di kota Jakarta.

Mengapa film ini disukai oleh para penonton, termasuk penonton di Indonesia ?

Tentu ada sesuatu dari film tersebut yang menarik perhatian dan minat para penonton untuk menonton film ini.

Film layar lebar berjudul Resident Evil – Retribution ini memiliki keunikan-keunikan yang tidak dimiliki oleh film-film layar lebar lainnya, antara lain menurut pendapat kami yaitu :

  • Segi lokasi, digambarkan lokasinya di dalam laut tempat eks tempat pengembangan senjata rahasia (sejata nuklir ataupun senjata kimia yang ditinggalkan oleh pihak Uni Soviet karena telah berlalunya perang dingin /cold war).
  • Adanya pihak yang ingin mencari kekayaan dengan memanfaatkan teknologi yang ada, bahkan mengembangkannya untuk menjual senjata virus dan senjata biologi yang sangat mematikan dengan membangun ruang-ruang simulasi (semacam kondisi tipuan buatan) untuk mempengaruhi negara yang sedang bertentangan agar saling membeli senjata yang dihasilkannya.
  • Adanya tokoh yang terinfeksi virus tersebut tetapi punya kelebihan daya tahan tubuh, bahkan bisa menyerap virus yang masuk di dalam tubuhnya dan menjadikannya seorang tokoh menjadi kuat dan tak terkalahkan.
  • Adanya industri pembuatan manusia-manusia buatan dengan jumlah yang sangat banyak, yang akan digunakan sebagai pasukan, yang bisa dikendalikan semuanya melalui komputer.
  • Manusia-manusia buatan yang berbentuk evil menyebar kemana-mana dan menakutkan, dan menjadikan film ini menjadi film horror, tetapi tetap ada orang yang berbaik hati dan berperi kemanusiaan.
  • Memiliki originalitas cerita, sehingga selain unik juga mendorong keingintahuan para penonton.
  • Film dikemas sebagai film action (film laga), yang tentu menarik dengan teknik-teknik berkelahi yang gesit.
  • Film ini juga dibiarkan tanpa akhir yang jelas (bersifat suspense) yang membuat penonton masih ingin tahu apa kelanjutannya.

Berbeda dari film-film horror lainnya yang menampilkan dunia gaib atau dunia hantu yang menakutkan, maka dalam film ini justru ketakutan ini sengaja dibuat dan diciptakan oleh manusia.

Makanya dikatakan “evil goes global”. Evil bukanlah ghost, evil adalah karena ulah manusia.

Manusia berlomba-lomba menciptakan berbagai senjata super, baik senjata nuklir, senjata biologi, virus dan sebagainya, tetapi kalau saja ada yang lepas kendali, atau dikuasai oleh orang yang tidak bertanggung jawab, atau orang dengan kelainan jiwa dan ambisi pribadi, maka bisa menjadi bencana dunia juga.

Ya, kreativitas membuat film ini lain dari pada yang lain. Dan kreativitas yang diaplikasikan dalam kehidupan, bahkan dalam film dan jalan ceritanya memang menjadi kemasan yang laku dijual.

Membuat cerita film yang sulit diterka oleh penonton tentu akan menjadikan film itu menarik, berbeda dengan film dengan cerita lama yang hanya dikemas dalam bentuk lain yang diulang-ulang.

Karenanya sudah waktunya film-film Nasional produksi dalam negeri tidak lagi hanya mengangkat cerita-cerita lama yang itu-itu saja, yang membuat film-film Nasional kurang diminati dan tidak berkembang.

Kalau kita perhatikan memang film-film yang sukses, justu adalah film-film yang ide dan jalan ceritanya merupakan inovasi baru, sehingga menjadi menarik bagi para penonton. Bahkan akhirnya bisa menjadi pembicaraan di masyarakat.

The Expendables

Masih ingatkah Anda akan film Holywood yang berjudul The Expendables ?

Yang tentu mudah diingat adalah hadirnya banyak bintang-bintang film tenar yang saat ini usianya sudah mulai tua, atau menginjak usia senja. Dan ini tentu saja merupakan nilai jual dari film tersebut, karena penggemar dari masing-masing bintang film tersebut akan menontonnya.

Walaupun kemampuan fisik para bintang film tua ini tentu telah menurun, tetapi kemampuan acting mereka tentu masih mampu menarik para penonton.

Setelah sukses dengan The Expendables 1, maka akhirnya dibuatlah film The Expendables 2, Back for War.

Berikut ini adalah gambar poster yang dipakai dalam iklan film The Expendables 2 ini yang dipasang di bioskop-bioskop yang memutar film tersebut, sebagai berikut :

The Expendables 2, Back for War.

Hadirnya banyak bintang film top tentu saja merupakan satu hal yang menarik dicermati, dan bisa ditiru oleh produser-produser film layar lebar lainnya.

Tetapi tentu saja tetap harus menjaga kwalitas film itu sendiri, baik dari segi cerita, maupun dari segi penampilan lainnya. Dan Film Expendables 2, Back for War termasuk sukses dalam hal ini.

Kehadiran bintang film tua yang menjadi aktor utama yaitu : Sylvestor Stallone, serta aktor-aktor terkenal lainnya walaupun hanya tampil sebentar-sebentar saja, dikemas sedemikian rupa, supaya tidak terasa kalau kehadiran bintang-bintang top lainnya tersebut adalah terlalu dipaksakan.

Dalam hal ini diperlukan keselarasan cerita dan kepandaian sutradara dalam mengemasnya.

Mungkin fenomena memunculkan dan menggabungkan banyak bintang-bintang top tua akan menjadi fenomena yang akan diikuti oleh produser-produser lainnya.

Di dalam film The Expendables 2, Back for War, bintang-bintang top yang tampil selain Sylvestor Stallone, juga ada Statham, Jet Li, Lundgren, Chuck Norris, Van Damme,  Bruce Willis, Schwarzenegger, dan lain lagi. (sorry kalau ada salah eja nama bintang filmnya).

The Avengers

Photo berikut ini tentulah tidak asing bagi sebagian besar warga masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta. Karena sejak awal Mei 2012 ini, film Barat ( film Hollywood ) yang berjudul The Avengers ini sangat mendominasi bioskop-bioskop 21 dan bioskop-bioskop XXI di Jakarta. Sebagai contoh dari misalnya 8 bioskop XXI yang ada di satu lokasi gedung, bisa sampai 7 boskop yang memutar film The Avengers ini. Dan itu pun bisa berlangsung sampai 2 (dua ) minggu lebih. Film The Avengers yang merupakan salah satu film box office ini meraup keuntungan luar biasa, karena menyedot penonton yang begitu banyak dari semua umur.

The AvengerMengapa film ini sangat diminati dan digemari oleh para penonton bukan saja di negara pembuat film nya, bahkan sampai ke negara Indonesia sini ?

Memang manusia membutuhkan hiburan antara lain berupa tontonan film, tetapi bukan sekedar itu saja, inovasi, penemuan-penemuan baru, fiksi, dan khayalan-khayalan serta hal-hal baru, sangat diminati dan digemari manusia pada umumnya.

Film-film yang berisi hal-hal tersebut menjadi sangat menarik. Film The Avengers jelas memberikan inovasi baru, merupakan fiksi dan membangun khayalan serta juga memberikan hiburan.

Tampilnya banyak tokoh-tokoh manusia super sekaligus menambah kwalitas dari cerita film ini. Manusia-manusia super nya antara lain : Thor, Iron Man, Hulk, Captain America dan lainnya.

Ceritanya pun sudah melibatkan teknologi terkini seperti adanya peralatan-peralatan super modern, bahkan juga adanya senjata nuklir.

Bila Amerika punya tokoh-tokoh manusia super seperti Captain America, Iron Man, dan sebagainya, sebenarnya dari cerita-cerita bergambar (cergam) zaman dulu, di Indonesia pun banyak tokoh-tokoh manusia super berjiwa satria seperti Godam, Gundala putra Petir, Gina, dan banyak lagi, yang seharusnya juga bisa diramu menjadi sebuah cerita menarik dan dijadikan karya besar dalam bentuk film layar lebar.

Seharusnya Indonesia tidak perlu terlalu banyak membuat film-film hantu atau film horror yang menyangkut kuntilanak, pocong, mayat hidup, setan, atau makhluk kubur lainnya. Dan bisa membuat inovasi-inovasi baru seperti yang dilakukan oleh pihak Hollywood.

Bahkan cerita tokoh seperti Mandala Siluman Buaya bisa menjadi cerita film yang sangat menarik dan bisa memberikan makna lebih kalau bisa diramu dengan melibatkan berbagai kecanggihan dan teknik perfilman modern.

Sudah seharusnya kita pun bisa membuat film-film bermutu, sehingga kita juga bisa menjual film ke negara lain.

Kita bisa lihat negara Amerika dengan film-film Holywood nya, India dengan film-film Bollywood nya, Hongkong dengan film-film Mandarin nya, bahkan Korea dengan film Korea nya sudah mulai menjual film ke seluruh dunia.

Sudah saat nya Indonesia pun membuat film-film bermutu, yang bisa dijual pula ke luar negeri, bukan nya seperti keadaan sekarang ini,yang bahkan di negara sendiri saja tidak laku. Dengan rakyat yang sekitar 230 juta orang, dengan berbagai suku dan budaya, tentu tak habis cerita menarik yang bisa digali dan digarap untuk menjadi film bermutu.

Bahkan kejadian-kejadian politik, berbagai intrik dan persaingan menuju pemimpin bangsa pun seharusnya juga bisa menjadi sumber cerita dan film yang menarik. Kematian tokoh-tokoh politik pun bisa menjadi sumber cerita.

Dan tentunya nantinya juga akan melahirkan sutradara besar, bintang-bintang film top, bintang-bintang kelas dunia dan bahkan bisa memberikan efek domino menggerakkan sektor ekonomi lainnya. Jadi jangan hanya bermimpi, sudah saat nya bangun dan berkarya dan membuat karya besar. Semoga !

Menonton Sie Jin Kwie kena fitnah

Sie Jin Kwie 1Sie Jin Kwie 2Sie Jin Kwie 3Sie Jin Kwie 16Sie Jin Kwie 7

Sie Jin Kwie

Pada tanggal 4 Maret 2011 sampai dengan tanggal 26 Maret 2011 setiap hari (kecuali hari Senin) diadakan pertunjukkan SIE JIN KWIE KENA FITNAH di Graha Budaya – PKJ (Pusat Kesenian Jakarta) Taman Ismail Marzuki -di Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Pertunjukkan yang dibawakan oleh TEATER KOMA ini merupakan produksi ke -122 dari Teater Koma dalam rangka ulang tahun Teater Koma yang ke – 34 ( 1977 – 2011 ). Pertunjukkan ini dimulai malam hari pada jam 19.30 dan selesai pada tengah malam pada jam 23.30 WIB. Memang pertunjukkannya sangat panjang dan lama (kurang lebih 4 jam) dan hanya disertai 1 kali break (istirahat 20 menit saja).

SIE JIN KWIE KENA FITNAH in merupakan Naskah karya : Tio Keng Jian dan Lo Koan Chung. Saduran dan Sutradaranya : N. Riantiarno.

Ringkasan kisahnya sebagai berikut :

Pada pertengahan abad ke – 7, di negeri China. Waktu berlalu, Kaisar Dinasti Tang LISIBIN memerintah negeri yang kian makmur. Sementara itu, Raja Muda SIE JIN KWIE memerintah wilayahnya dengan adil dan bijaksana.

Sayang seribu sayang, Sie Jin Kwie jatuh dalam perangkap yang dirancang oleh BEIJIN dan suaminya, LITOCONG, dibantu oleh pengurus rumah tangga mereka, THIOJIN. Sie Jin Kwie difitnah berlaku tidak senonoh. Surat pengaduan dikirim kepada Kaisar. Tanpa pikir panjang, Kaisar langsung naik pitam dan berniat menghukum mati Sie Jin Kwie.

Banyak pihak yang berusaha menolong Sie Jin Kwie. LIUKIMHUA, istri Sie Jin Kwie dan putri mereka, SIEKIMLIAN, didukung para sahabat sang Raja Muda, berupaya keras meredakan amarah Kaisar.

Di tengah kemelut itu, datang tantangan perang dari negeri asing. Negeri Tang di ujung tanduk, sebab panglima perang andalan mereka sedang menanti hukuman mati.

TEATER KOMA mengemas cerita ini dalam Drama Perbauran antara Opera China (lengkap dengan kostum-kostum mewah kerajaan China zaman dulu), disertai kombinasi Boneka Potehi, Golek Menak, Wayang Wong, dan Wayang Tavip. Ini merupakan suatu karya kombinasi yang membuat pertunjukan menjadi menarik dan memberikan nilai lebih pada pertunjukkan tersebut. Sehingga ramai penonton. Dengan tiket dimulai dari Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 200.000,- (tergantung hari dan kelas) pertunjukkan ini menyedot banyak penonton yang menikmati pertunjukkan tersebut sampai kurang lebih 4 jam penuh.

Saat break (istirahat) yang 20 menit tersebut, para penonton ramai berebut membeli snack dan minuman yang dijual di area lobby. Di sini terlihat bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan akan memberi berkah juga pada usaha lain seperti usaha jasa makanan.

Dari sini kita bisa melihat bahwa kreativitas memang perlu. Menampilkan suatu cerita lama, walaupun sudah sangat kuno dari zaman dahulu tetap bisa dikemas menjadi pertunjukkan yang menarik dari masa ke masa. Dan tidak perduli dari mana pun asal cerita itu, semuanya tetap bisa menjadi tontonan yang menarik dan laku sebagai komoditas tontonan.

Kita bisa melihat suatu kenyataan bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan bisa memberikan lapangan kerja atau menggairahkan usaha-usaha pendukung lainnya. Tetapi saat ini sedang terjadi gonjang-ganjing masalah pajak film import (film Hollywood). Akibatnya BlitzMegaplex mulai sepi penonton, karena kekurangan supply film-film import yang bermutu. Bahkan pihak BlitzMegaplex sudah sampai pada tahap mempertimbangkan untuk menutup usaha dengan melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) secara besar-besaran (mudah-mudahan hal ini tidak terjadi). Hal ini sangat ironis, negara kita yang tingkat penganggurannya begitu tinggi kenapa mesti membuat suatu kebijakan yang berefek langung ataupun tidak langsung pada langkah-langkah PHK yang akan berakibat semakin banyaknya pengangguran. Dan kalaupun importir film Hollywood lalu menghentikan import film, bukankah kenaikan pajak menjadi tidak menghasilkan apa-apa, bahkan penghasilan pajak akan turun. Jadi target apa yang akan dicapai. Rakyat pun akan ketinggal informasi dunia luar (dalam hal perkembangan film-film bermutu dengan berbagai kreasi, imaginasi dan kemajuan teknologi perfilmannya). Dunia bisnis perlu keseimbangan, pajak yang terlalu membebani pengusaha dan masyarakat kalau sudah keluar dari keseimbangan sebaiknya ditinjau ulang. Bahkan di negera China saja, saat ini sedang merencanakan menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak. Hal ini agar masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik, dan meningkatkan konsumsi, sehingga bisa ikut menggairahkan ekonomi, dan menjadi salah satu penggerak ekonomi. Bukankah lebih baik menggiatkan eksplorasi sumber daya alam dan memaksimalkan produksi sampai kepada produk jadi untuk dipasarkan ke seluruh dunia, dan menyiapkan infrastruktur yang berkelas internasional, serta pembangunan infrastruktur pendukung yang sudah sangat terlambat dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan dibandingkan dengan negara-negara Asia tetangga kita saja, kita sudah sangat jauh ketinggalan.

Lebih baik berfikir dan bertindak kreatif, seperti contoh pertunjukkan yang ditampilkan oleh Teater Koma tersebut. Sehingga walaupun sudah 34 tahun tiada berhenti, dan tidak mengenal titik. Yang ada hanya koma, itulah harapan kita. Teater Koma hanya ada koma, tidak ada titik.