Film bioskop Ender’s Game : This is not a Game

Berikut ini adalah foto gambar poster film bioskop : “Ender’s Game : This is not a Game”.

Film yang dibintangi oleh Harrison Ford, Asa Butterfield, Hailee Steinfeld, Viola Davis, Abigail with Breslin, Ben and Kingsley

Film ini merupakan suatu fiksi ilmiah yang berlatar belakang pada pengalaman manusia yang pernah diserang oleh makhluk asing dari luar angkasa 50 tahun yang lalu, yang sempat mematikan lebih dari 10 juta manusia dan membuat kepanikan di muka bumi, sampai akhirnya seorang kapten pilot berhasil menyerang pesawat pengendali musuh dengan aksi berani (aksi bunuh diri) dan masuk ke inti pengedalinya dan menghancurkannya, sehingga makhluk asing yang berusaha menyerang dan menguasai bumi berhasil ditaklukkan.

Dengan pengalaman pahit ini dan dalam kondisi was-was dan siap siaga, maka dilatihlah anak-anak yang memiliki kelebihan, terutama yang jenius seperti Ender, akhirnya dididik dalam pesawat canggih dengan berbagai latihan termasuk latihan perang.

Anak-anak yang direkrut dalam pelatihan khusus untuk mempertahankan bumi dari serangan makhluk asing ini dilatih dalam pesawat ruang angkasa dengan isolasi khusus sehingga tidak dapat berhubungi dengan dunia luar. Berbagai latihan dari latihan bela diri, latihan perang-perangan, latihan simulasi komputer semua dilakukan secara bertahap ke tingkat yang makin hari makin sulit dan rumit.

Mereka juga diawasi dari segi kejiwaan, kepemimpinan, sampai reaksi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Ender ternyata yang dari awal telah terlihat kejeniusannya setelah menjalani kesemua latihan ini dan dari hasil pengamatan merupakan calon pimpinan terbaik yang didapat.

Diprediksi makhluk asing luar angkasa yang sedang memperkuat armada perangnya dan diperkirakan akan menyerang kembali dalam waktu kurang dari 1 bulan, akhirnya anak-anak tersebut mesti berlatih dalam kondisi kurang waktu tidur.

Setelah melewati masa latihan yang berat akhirnya Ender terpilih menjadi pemimpin (komandan) yang bertugas di medan terdepan dekat planet makhluk asing tersebut. Dan memimpin latihan-latihan perang dengan simulasi komputer. Pada latihan perang simulasi yang kedua, Ender dan teamnya kalah, tetapi pada perang simulasi yang pertama team Ender menang.

Maka sampailah pada latihan terakhir yang menentukan. Semua orang dalam team hanya mengikuti instruksi Ender sebagai komandan. Dan para senior juga hanya menyaksikan dan mengawasi saja. Dengan kemampuan memimpin dan mengambil keputusan yang tepat dalam menyerang, akhirnya  pada latihan perang terakhir ini Ender dan teamnya berhasil menghancurkan koloni musuh yaitu berhasil menembak planet musuh dari dekat sehingga menghanguskan semua makhluk yang ada di muka planet tersebut.

Setelah mengamati planet tersebut dari kaca pesawat, akhirnya Ender menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan besar karena ia telah menghancurkan suatu koloni bangsa, ia telah melakukan genosida terhadap makhluk asing di planet tersebut, yang membuat ia sangat sedih dan terpukul. Padahal lawan sudah 50 tahun tidak menyerang dan diam saja, dan ia yang menyerang. Ternyata latihan perang yang terakhir ini bukanlah permainan (game), tetapi perang yang sesungguhnya : This is not a game.

Teringat pada permainan pikiran yang pernah ia lakukan, Ender menyadari bahwa makhluk asing tersebut pernah menghubungi nya dan ia pun akhirnya berlari menuju ke planet makhluk asing tersebut dan bertemu dengan raja makhluk angkasa, yang sedang mengawasi sang ratu yang sedang sekarat. Dan mereka pun saling memahami, dan Ender pun berjanji akan mencarikan tempat baru buat mereka.

Film bioskop ini sangat menarik bila ditonton dengan penuh perhatian, dan juga bisa memberikan inspirasi pada manusia akan teknologi masa depan, serta perlunya dialog dan tidak semata-mata hanya menyerang dan memusnahkan musuh saja, karena lawan pun sebenarnya bisa diajak untuk dialog dan berdamai.

BUMN Innovation Expo & Award 2013

Pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2013 sampai dengan hari Minggu tanggal 30 Juni 2013 akan berlangsung pameran bertema : “BUMN Innovation Expo & Award 2013”, belokasi di JCC (Jakarta Convention Center) – Jakarta.

BUMN merupakan singkatan dari Badan Usaha Milik Negara.

Berikut ini adalah foto panggung pameran tersebut :

Bila kita mendengar kata BUMN, apa yang biasanya terlintas di benak kita ?

Sepintas tentu akan terlintas suatu usaha monopoli oleh negara, badan usaha yang selalu merugi, badan usaha yang tidak efisien, badan usaha yang kalah bersaing dengan swasta, badan usaha yang tidak dipimpin oleh profesional yang semestinya, badan usaha yang berkaitan dengan politik, badan usaha yang mau menangnya sendiri, dan sebagainya.

Stigma jelek ini memang sudah mendarah daging di benak masyarakat banyak, tetapi seharusnya BUMN ini harus memperbaiki diri. Sudah seharusnya menjadi badan usaha yang menguntungkan, karena memiliki kelebihan monopoli, memiliki kelebihan berupa fasilitas yang melekat pada perusahaan tersebut maupun karena penyelenggaranya adalah pihak pemerintah.

Kita lihat saja beberapa contoh perusahaan BUMN seperti dalam berbagai lini industri berikut ini :

– Dalam penerbangan udara, Merpati Nusantara Airlines merugi dan nyaris bangkrut. Sedangkan Garuda Indonesia juga mencatat sejarah kelam dengan meninggalnya pejuang HAM (Hak Asazi Manusia) Munir yang merupakan penumpang Garuda Indonesia Airlines dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam (Belanda) yang transit di Singapore. Ataupun jatuhnya pesawat Garuda Indonesia Airlines yang menyebabkan meninggalnya pejabat Australia di Bali saat kecelakaan pendaratan di airport Ngurah Rai di Pulau Bali, yang saat itu juga ada Bapak Din Samsudin yang juga penumpang Garuda Indonesia Airlines  yang hampir saja celaka juga, kalau tidak berhasil menyelamatkan diri. Dan pesawat dari Indonesia pernah mengalami dilarang mendarat di Eropah. Memang ini merupakan masa lampau, tetapi bayangan ini tidak serta merta hilang dari benak kita. Hadirnya berbagai merek penerbangan swasta di Indonesia, seperti Lion Air, Sriwijaya Air, dan banyak lagi memang merupakan ujian apakah perusahaan BUMN yang mendapat perhatian dan fasilitas lebih dari negara tersebut apakah mampu menunjukkan kedigjayaannya.

– Dalam transportasi kereta api, tampaknya masih jauh dari profesional. Saat China dan Jepang sudah memiliki dan mengoperasikan kereta api super cepat yang menghubungkan kota-kota besar dengan jarak yang sangat jauh dengan kecepatan super cepat, maka kereta api kita masih jauh dari layak. Kereta api kita masih sangat jauh dari modern. Bahkan banyak perlintasan kereta api yang melewati jalan raya dan sangat rawan kecelakaan, sewaktu-waktu bisa bertabrakan dengan mobil atau kendaraan lain karena adanya persilangan dengan moda lalu lintas darat lainnya. Apalagi perlintasan di dalam kota Jakarta yang macet parah, kalau ada mobil terjebak di perlintasan kereta api, dengan ketakutan harus menunggu melewati perlintasan kereta api, padahal jalanan macet dan mau maju ataupun mundur sangat sulit. Maka langkah besar harus dilakukan pada usaha kereta api ini, mesti dilakukan modernisasi besar-besaran dan bersifat mendesak.

– Dalam hal tenaga listrik PLN, masih sering terjadi pemadaman listrik secara mendadak, ataupun masih banyak daerah tertentu yang kekurangan supply listrik atau adanya daerah yang masih belum dijangkau oleh listrik PLN. Seringnya kita mendengar terjadinya kebakaran karena kortsliting listrik, mestinya sudah bisa dihindarkan, karena pihak PLN seharusnya bisa berperan aktif membuat aturan dan pemeriksaan standar penggunaan listrik dan instalasi yang aman. Sehingga alasan kortsiling listrik sudah seharusnya tidak lagi boleh menjadi alasan terjadinya berbagai kebakaran pada rumah-rumah, toko, pasar, dan sebagainya.

Kalau kita bicara negatifnya, memang sangat dirasakan oleh masyarakat, tetapi harapan kita dengan mengetahui kekurangan inilah merupakan titik awal untuk mengambil langkah dalam memperbaikinya.

BUMN Innovation Expo & Award 2013 ini diikuti oleh cukup banyak perusahaan, dan untuk masuk ke acara pameran tidak dikenakan tiket masuk alias gratis. Perusahaan-perusahaan yang ikut masing-masing mempromosikan usahanya ataupun memperkenalkan perusahaan kepada para pengunjungnya.

Beberapa perusahaan yang ikut dan mempromosikan usahanya antara lain, adalah sebagai berikut :

Perusahaan farmasi BioFarma, yang memperkenalkan vaksinasi anti influenza. Vaksin Influenza HA yang dikenal sebagai Flubio dengan dosis hanya 0,5 ml per dos nya disuntikkan pada lengan tangan, dapat mencegah dan menghindarkan kita dari sakit flu ataupun influenza sampai dengan 1 (satu) tahun. Dengan harga promosi Rp. 100.000,- saja semua orang di atas umur 12 tahun bisa mendapatkan suntikan vaksinasi ini. Sedangkan menurut staff marketing BioFarma, biasanya di rumah sakit – rumah sakit besar, biayanya adalah Rp. 150.000,-. Sehingga selama 1 (satu) tahun kita akan terbebas dari sakit flu.

Perusahaan keuangan Bank Mandiri, memperkenalkan e-money yang merupakan peningkatan dari E-Toll card yang hanya bisa digunakan pada pembayaran biaya jalan tol saja, sehingga e-money nantinya juga bisa untuk membayar transaksi lainnya dan bukan hanya untuk membayar jalan toll saja. Bank Mandiri menyediakan kartu e-money yang sudah diisi dengan nilai Rp. 50.000,- yang bisa langsung dibeli dengan harga yang sama yaitu Rp. 50.000,-.

Perusahaan kontruksi Adhi Karya, memperkenalkan proyek yang akan dikerjakannya antara lain adalah Monorel Indonesia. Monorel yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia semoga segera terealisasi, dan bukan lagi sebagai wacana, apalagi seolah hanya ada bangkai-bangkai tiang beton pondasi tiang (kolom) penyangga monorel yang terbengkalai di sepanjang jalan Rasuna Said ataupun di samping gedung Manggala Wanabhakti menuju Senayan di tengah-tengah kota Jakarta. Keberadaan Monorel sudah sangat terlambat, dan semoga kehadirannya bisa segera terwujud.

Perusahaan konstruksi Waskita Karya, memperkenalkan antara lain Spun Pile yang memang merupakan tiang pancang khas produksi Waskita Karya. Spun Pile merupakan tiang pancang dengan bentuk tiang bulat dan di tengahnya berlubang, untuk mengurangi beban dari tiang itu sendiri.

Perusahaan kantor berita Antara, memperkenalkan workshop fotografi yang akan diadakan pada tanggal 28 Juni 2013 jam 14.00 sore. Serta workshop video jurnalis pada tanggal 29 Juni 2013 jam 13.00 siang. Semuanya diselenggarakan di stand Antara di JCC Jakarta Selatan.

Masih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dan semoga semuanya memberikan angin segar bagi kemajuan BUMN di Indonesia.

Film Bioskop Oblivion

Oblivion dalam bahasa Indonesia artinya Pelupaan, jadi tema film ini adalah membuat seseorang lupa dan tidak mengenal dirinya sendiri. Film Barat yang diperankan oleh Tom Cruise ini memerankan komandan pesawat ruang angkasa bernama Jack Harper yang dibuang ingatannya (dilupakan) oleh Sally, yang berniat menguasai manusia dengan memerangi manusia dengan robot-robot canggih yang diperlengkapi dengan senjata otomatis.

Jack Harper yang memiliki keahlian teknik ruang angkasa, dilupakan dan akhirnya diberikan tugas dan misi untuk memperbaiki robot-robot yang rusak. Pekerjaan ini merupakan tugas rutin yang dikerjakan dibawah kontrol dan dikendalikan oleh Sally. Film yang bercerita tentang teknologi yang canggih karena merupakan kejadian pada tahun 2077 yang akan datang. Jadi seolah sudah memasuki tahun 2077 dengan teknologi antariksa yang jauh lebih maju, sehingga manusia juga bisa hidup di dunia luar angkasa.

Berikut ini adalah contoh gambar salah satu adegan film tersebut yang menunjukkan bahwa Jack Harper menggunakan pesawat canggih dan sedang mencari dan menemukan robot-robot untuk diperbaiki.

Sampai akhirnya suatu hari Jack Harper ini menemukan manusia yang ternyata malah ditembaki oleh robot-robot tersebut. Bahkan ketika ia mencoba menyelamatkan seorang manusia, ia hampir saja juga ditembak oleh robot tersebut.

Manusia yang ia selamatkan ternyata akhirnya membuat ia ingat, karena ternyata adalah istrinya yaitu Julia Harper.

Jack yang penasaran akhirnya datang ke lokasi dan ditangkap oleh manusia di bumi yang akhirnya mencoba menyadarkan dia, karena mereka yakin Jack harper yang dulunya adalah komandan pesawat ruang angkasa lah yang bisa menghidupkan robot yang tertangkap dan memerintahkan robot tersebut menyerang Sally dengan membawa dan meledakkan nuklir di markas Sally.

Inilah yang akhirnya mengantar Jack Harper pada kenyataan bahwa ia menyadari sebenarnya sudah dilupakan dan diperalat untuk memperbaiki robot-robot yang rusak akibat memerangi manusia, dan juga menyadari kebohongan dari Sally. Sampai akhirnya Jack Harper bergabung dengan manusia yang tersisa di bumi untuk mengalahkan Sally dan membom habis markasnya.

Cerita yang disertai dengan drama cinta dan kehidupan Jack Harper sebelumnya dengan istrinya ini melibatkan fiksi dan khayalan mengenai peralatan, teknologi dan pesawat khusus yang memang diperkirakan hanya ada di tahun 2077.

Kita tentu masih ingat dengan film serial televisi “Startrek” yang menggambarkan kehidupan dan teknologi luar angkasa yang maju. Semua fiksi ini bisa menjadi inspirasi para ilmuwan untuk menemukan peralatan ataupun pesawat-pesawat serupa. Walaupun fiksi memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lain dengan transportasi  berupa berpindahnya energi manusia itu sendiri seperti di film serial Startrek sampai saat ini belum terwujud.

Tentu kita juga pernah melihat contoh film-film mengenai mobil terbang, akhirnya memang manusia pun akhirnya bisa membuat mobil terbang. Mungkin saja seorang teknisi atau research and development dalam bidang teknologi tidak pernah berfikir atau tidak punya ide yang brilliant, tetapi dengan banyaknya fiksi-fiksi dan khayalan yang dipertontonkan di film-film, bisa menjadi inspirasi serta memacu studi dan pengembangan ke arah itu. Jadi pemimpi atau pengkhayal atau pembuat fiksi-fiksi juga sebenarnya juga sudah membuat dunia dan teknologi makin maju, dan fiksi nya dijadikan bahan untuk pengembangan teknologi juga.

Contoh lain, Pesawat tempur tanpa awak juga sudah cukup lama sudah bisa dibuat dan bahkan sudah dilibatkan dalam perang yang sebenarnya di medan perang, seperti perang di benua Afrika maupun di Timur Tengah.

Jadi menonton fiksi hari ini, bisa jadi benar-benar adalah suatu yang mungkin di masa depan. Boleh saja hari ini masih fiksi dan hanya sekedar hiburan saja.

Ketika dulu manusia hanya melihat burung terbang, sekarang benaran ada pesawat bisa terbang (pesawat  terbang), maka suatu fiksi dan inspirasi tidak boleh dipandang sepele, karena mungkin saja suatu hari nanti jadi kenyataan dan jadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari.

Tragedi Kemacetan

Tragedi Kemacetan

Tersebutlah sebuah cerita, ketika terjadi bencana kecelakaan pesawat terbang, hanya terdapat 3 (tiga) orang yang selamat dari kecelakaan tersebut. Sedangkan yang lainnya semuanya meninggal. Tetapi cerita ini menjadi lain karena lokasi jatuhnya pesawat adalah di tengah lapangan tandus tak berpenghuni dan tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Pesawat terbangnya hancur, cuma meninggalkan rongsokan yang hanya bisa dipakai untuk berteduh, semua komunikasi dengan dunia luar terputus, tidak ada makanan dan minuman sama sekali.

Apa yang akan anda lakukan kalau salah seorang tersebut adalah anda sendiri. Ketika hari mulai berganti hari, mereka mulai kelaparan, dan akhirnya pikiran yang muncul adalah hanya mengenai apa yang ada di sana, dan yang ada di sana itu ya hanya 3 manusia itu saja. Sehingga terjadilah musibah kemanusiaan, karena untuk mempertahankan hidup akhirnya mereka membunuh salah satu dari mereka dan dijadikan makanan untuk bertahan hidup, dan yang dipilih adalah yang paling gemuk, yang diharapkan bisa dijadikan stock makanan untuk waktu yang lebih lama, untuk mempertahankan hidup yang lainnya.

Setelah kemudian kembali stock makanan habis lagi, dan sisa mereka berdua, maka terjadilah perkelahian untuk mempertahankan hidup lebih lama. Ini adalah tragedi. Tragedi ini terjadi karena tidak ada solusi yang bisa diberikan dari luar, hanya melihat situasi dan kondisi yang ada, tanpa daya dan sumber yang lain. Sehingga tidak ada jalan keluar yang bisa jadi pilihan.

Kita membandingkan dengan kejadian kemacetan lalu lintas, ya, coba kemacetan lalu lintas di kota Jakarta. Lebih dari 20 tahun lalu sampai sekarang, pertambahan panjang jalan dan jumlah jalan baru sangat tidak signifikan. Dari 20 tahun lalu semua orang sudah bicara soal lalu lintas yang macet, dan sampai hari ini pun bicaranya masih sama, kenapa ?  Hampir pada banyak kesempatan kita mendengar orang membahas dan membicarakan soal kemacetan tetapi sampai hari ini pun pembicaraan masih sama saja. Bicara tidak menyelesaikan masalah, tetapi hanya membuat masalah makin muncul ke permukaan saja.

Lalu keluarlah pengaturan-pengaturan yang aneh-aneh yang diharapkan dapat mengurangi dan mengatasi kemacetan itu sendiri, dengan melihat keadaan dan situasi yang ada saja, lalu hanya dibuat aturan-aturan saja, artinya seperti cerita di atas, hanya memanfaatkan apa yang ada saja, tanpa daya dan sumber tambahan dari luar. Kemudian anak-anak disuruh masuk sekolah jam 06.30 pagi. Walaupun hal ini menyebabkan anak jadi kurang tidur, malas mandi pagi karena masih dingin, ngantuk, mudah capek, daya tahan tubuh menurun, dan mudah sakit. Anak dijadikan korban akibat adanya kemacetan lalu lintas, ini benar-benar mulai jadi tragedi. Anak-anak sudah mesti bangun pagi jam 05.30 saat masih ngantuk-ngantuknya, untuk mandi dan bersiap-siap, lalu berangkat ke sekolah melalui kemacetan lalu lintas, dan kalau terlambat dihukum di kelas berdiri di depan (disetrap) dan jadi tontonan murid kelas lainnya. Lalu orang tua pekerja yang mengantar anak, kemudian mesti pulang dan berangkat kerja lagi sesudah itu, sehingga yang tadinya bisa ke tempat kerja sekalian antar anak jadi efisien, maka jadi mesti melaku dua kali perjalanan, ini menjadikan boros waktu, boros tenaga, dan boros bahan bakar, dan orang tua pun jadi mesti bangun lebih pagi dan kurang tidur juga. Lalu sebagian orang tua yang tidak sempat menjemput anak pulang sekolah, maka anak-anaknya terpaksa menunggu sampai sore atau malam setelah orang tuanya pulang kerja dan baru bisa dijemput pulang, sehingga anak-anak terpaksa menunggu di sekolah tanpa istirahat seharian.

Lalu ada lagi pengaturan jalur jalan 3 in 1. Mobil dengan penumpang kurang dari 3 orang tidak boleh lewat jalur 3 in 1. Hal ini menyebabkan perjalanan menjadi lebih panjang karena mesti mengambil jalan-jalan alternatif yang lebih jauh, boros bahan bakar juga. Sedangkan ada juga yang terhambat untuk beraktivitas karena harus menunggu habisnya jam jalur 3 in 1 ini. Banyak juga yang menggunakan jasa joki 3 in 1 yang berdiri banyak di pinggiran jalan saat jam-jam berlakunya 3 in 1. Akhirnya lahirlah pekerjaan informal sebagai joki 3 in 1, orang jadi malas bekerja, cukup menemani pengendara mobil yang mau lewat jalur 3 in 1 duduk dalam mobil saja dapat penghasilan. Sedangkan pengemudi yang mengambil dan membayar joki 3 in 1 dihadapkan pada kenyataan harus memberikan tumpangan pada joki 3 in 1 yang tidak dikenal dengan segala resikonya. Akhirnya mobil yang berpenumpang kurang dari 3 orang dan ditemani joki 3 in 1 bisa lewat jalur 3 in 1. Ini benar-benar jadi dagelan.

Dan juga mulai banyak perubahan tempat-tempat belokan. Makin hari tempat belokan dibuat makin jauh, sehingga untuk membelok saja mesti menempuh jalan yang jauh dulu. Sebagian perempatan kendaraan tidak bisa untuk berbelok atau melintas jalan, dan mesti berbelok di tempat yang jauh. Sehingga waktu kendaraan di jalanan makin panjang. Seharusnya kendaraan sudah bisa cepat masuk gedung parkir, atau sudah masuk jalur jalan kompleks perumahan, tetapi pada kenyataannya masih harus berputar-putar di tempat di jalanan sehingga menjadi lama, boros waktu, boros bahan bakar dan menjadikan pengendara jadi stress. Berlama-lamaan di jalan, sebagian besar kendaraannya ya itu-itu saja dan hanya berputar-putar.

Kemudian muncullah jalur bus way. Mestinya kalau jalur jalan bus way ini adalah jalan baru yang dibuat, tentu akan sangat bermakna dan berpengaruh. Tetapi sayangnya, hanya mengambil begitu saja jalur jalan yang ada, sehingga jalur jalan yang tadinya 4 jalur jadi 3 jalur, yang 3 jalur jadi 2 jalur, dan gawatnya yang 2 jalur tinggal cuma 1 jalur jalan saja. Jelas telah terjadi penyempitan badan jalan secara signifikan. Lalu kemacetan kendaraan pribadi pun jadi bertambah-tambah. Pengendara mobil pribadi juga sulit untuk beralih ke busway. Itupun kadang kita bisa lihat penumpang bus way yang antri dan menunggu sangat lama di halte bus. Penyempitan jalur jalan ini persis seperti contoh cerita di atas, sehingga menjadi kanibal dan memakan yang lain, dan menyisakan jalan yang lebih sempit. Sedangkan jatah jalan untuk kendaraan lain yang sudah diambil satu jalur tidak dimanfaatkan secara maksimal, kelihatan lenggang, bus way yang ada sangat sedikit, penumpang berjubel dan mengantri berdesak-desakan. Kalau hanya berhitung untung rugi dari pelayanan publik, maka kerugian yang terbesar justru ada pada kerugian negara dan masyarakat. Waktu yang terbuang, fasilitas yang tak dimaksimalkan penggunaannya, dan semua runtutan kerugian yang tak ternilai yang tidak bisa hanya dibandingkan dan dikalkulasi dari untung ruginya bisnis bus way itu sendiri. Pelayanan publik seharusnya sudah tidak boleh menghitung untung rugi, karena itu adalah mutlak untuk kesejahteraan masyarakat. Dan kalau jeli, justru keuntungan akan datang dari segi yang lain, seperti efisiensi waktu, produktivitas yang meningkat dan pada akhirnya akan meningkatkan penghasilan masyarakat dan penerimaan negara secara tidak langsung.

Kalau kita melihat pola berfikir dan bertindak, maka kita bisa samakan antara cara pengaturan lalu lintas dengan hanya mengotak-atik apa yang ada saja, baik dengan membuat pengaturan dan aturan-aturan saja, tanpa memberikan daya dan sumber yang berarti ke dalamnya. Dan hal ini sama dengan kejadian tragedi kemanusiaan pada cerita kecelakaan pesawat terbang di atas, yang mana mereka terjebak pada situasi tidak dapat berbuat apa-apa dan menjadi kanibal dan hanya bertahan pada apa yang ada di hadapannya saja.

Hal ini sangat disayangkan. Banyak sekali waktu terbuang hanya untuk membahas, dan membicarakan soal kemacetan lalu lintas. Banyaknya penganguran, berarti juga banyak tenaga kerja, dan sangat siap untuk bekerja full time 3 shift sehari yaitu 24 jam sehari. Pekerja-pekerja yang ingin bekerja lembur untuk mendapatkan penghasilan lebih juga sangat banyak. Jangankan membangun jalan, membuat Candi Borobudur yang menjadi salah satu keajaiban dunia saja manusia kita mampu. Apalagi sekarang teknologi sudah begitu maju. Banyak alternatif jalan bisa dibuat. Dan semua itu tentu tidak bisa hanya berputar-putar di tempat dengan membuat peraturan-peraturan yang aneh-aneh saja, tetapi perlu suatu tindakan nyata memasukkan daya dan sumber dari luar, berupa tenaga kerja, bahan, teknologi dan management.

Harus ada penambahan panjang  jalan dan lebar jalan, serta alternatif kendaraan lain, seperti Kereta Api, Kereta Api Bawah Tanah, Light Rail Train (LRT), Mass Rapid Transport (MRT), Monorail, Sky Train, Jalan Layang, Jalan Tol, Terowongan dan sebagainya. Dan semuanya sudah harus dibangun dan didesain bukan saja untuk kebutuhan kemacetan lalu lintas pada hari ini, tetapi harus menjawab masalah lalu lintas untuk puluhan tahun ke depan. Bahkan saluran-saluran pembuangan air, atau pembuatan kanal-kanal untuk pengendalian air banjir pun bisa dibuat sebanyak mungkin yang sekaligus juga bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas air (transportasi air), bahkan bisa juga bermanfaat untuk wisata selain fungsi drainase nya.

Pada saat terjadi perubahan iklim dan cuaca, burung-burung tertentu bisa terbang jauh menyeberangi lautan untuk mencari kehidupan yang lebih aman dan nyaman. Manusia berakal budi. Jadi tidak perlu didekte lagi, begitu segala sesuatu menjadi baik, jalanan lancar, transportasi baik dan rapi, serta nyaman dan mendapat pelayanan yang menyenangkan, maka otomatis, orang-orang akan pindah dan memanfaatkan semua kemudahan ini. Sehingga orang-orang yang mencicil kendaraan dengan mengurangi jatah makan keluarga sehari-hari, atau perlu banyak biaya ekstra akibat kerusakan kendaraan, resiko kecelakaan lalu lintas dan capek dalam mengendarai kendaraan akan otomatis beralih dengan sendirinya. Juga tidak perlu lagi orang antri berlama-lama  untuk memarkirkan dan mengeluarkan kendaraan dari gedung-gedung parkir, karena manusia pada dasarnya mau hidup nyaman, aman, dan mudah. Manusia tidak perlu diberikan banyak peraturan dan pengaturan, karena semakin berbudaya dan semakin maju manusia, mereka akan makin sadar dan tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan, bahkan mungkin bisa lebih baik dari yang bisa dibayangkan oleh yang membuat bermacam aneh-aneh peraturan dan pengaturan. Maka harapan kita agar tragedi kemacetan suatu hari akan menjadi kenangan pahit masa lalu dari generasi yang lalu. Dan sementara ini kita cukup menikmati semua pepesan kosong dari omong-omong soal usaha mengatasi kemacetan lalu lintas yang hanya berkutak-katik di atas kertas dan di belakang meja saja, persis seperti cerita kecelakaan pesawat terbang di atas, yang mana sisa manusia yang hidup hanya berkutak dengan dirinya sendiri saja.

Bagaimana pendapat Anda ?? Setujukah ???

Silakan berikan komentar Anda yang bisa membuat kita membangun semangat yang lebih baik. Terima kasih.

Catatan : Gambar karikatur di atas bersumber dari gambar pada Harian “Seputar Indonesia” (kartun editorial) pada kolom Opini halaman 9 terbitan hari Selasa tgl. 22 Februari 2011.