Mall MGK Kemayoran – Jakarta Pusat

Tulisan dan ulasan kami berikut ini ingin memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai Mall MGK Kemayoran.

Mall MGK Kemayoran merupakan satu-satunya mall yang berada di tengah-tangah Kota Baru Bandar Kemayoran – Jakarta Pusat. Dibangun di tengah-tengah jantung kota Jakarta, mall ini merupakan mall yang juga dipersiapkan untuk menampung pengembangan dan pindahnya para pebisnis dari Bursa Mobil Kemayoran ke lokasi yang lebih elit dan lebih representatif. Walaupun sampai saat ini Bursa Mobil Kemayoran masih beroperasi seperti biasa, Mall MGK Kemayoran telah menjadi tempat berkumpulnya usaha bengkel mobil dan penjualan spare part (suku cadang) mobil di dalam mall yang megah.

Banyak yang masih ingat tentunya, bahwa awalnya Mall MGK Kemayoran dikenal sebagai Mall Mega Glodok Kemayoran, tetapi karena untuk menghindarkan kesalahpahaman masyarakat mengenai lokasi mall ini, maka kata Glodok dihilangkan dengan menyingkat Mega Glodok Kemayoran menjadi MGK. Adanya kata Glodok pada awal nya merupakan penegasan bahwa mall ini merupakan mall teknik atau mall yang berhubungan dengan alat-alat teknik dan penunjangnya.

Lokasi Mall MGK Kemayoran ini bisa kita pelajari dengan detail dari peta kota Jakarta, ataupun bisa juga dengan google map atau google earth yang tentu merupakan fasiltas sangat canggih dari google untuk mencari lokasi yang kita ingin ketahui.

Berikut ini merupakan foto denah yang kami dapatkan dari sumber google map atau google earth yang juga menyediakan foto berupa street view, sebagai berikut :

Denah Lokasi Mall MGK Kemayoran2

Dan_berikut_ini_merupakan_foto perspektif Gedung Mall MGK Kemayoran – Jakarta Pusat :

Foto Mall MGK Kemayoran

Berikut_ini_kami_coba_memberi rincian, jalan yang mudah untuk menuju Mall MGK Kemayoran – Jakarta Pusat.

  • Kalau kita ingin melalui jalan tol, maka bila dari arah Tangerang atau dari arah Jakarta Barat, maka kita bisa keluar di pintu tol Ancol / Kemayoran. Lalu kita jalan terus sepanjang Jl. Benyamin Sueb (Jl. Landas Pacu), dan melewati lokasi PRJ (Pekan Raya Jakarta) terus sampai ke Bundaran yang ada 2 patung ondel-ondel besar. Di bundaran ini kita berputar balik arah, lalu cukup maju sedikit saja maka di sebelah kiri sudah kelihatan bangunan gedung besar tinggi yang merupakan Mall MGK Kemayoran.
  • Kalau kita dari arah Bogor atau dari arah Jakarta Selatan, dan kalau kita melalui tol, maka setelah tol Jagorawi, kita bisa masuk ke tol dalam kota yang mengarah ke Tanjung Priok. Kita bisa keluar di pintu tol Cempaka Putih, di pintu tol Sunter, ataupun pintu tol Ancol / Kemayoran. Kalau keluar di pintu tol Cempaka Putih, maka bisa lewat Cempaka Putih dan belok kanan ke arah Kemayoran Gempol / Kemayoran Jiung, sampai ketemu Bundaran yang ada payung ondel-ondel lalu masuk ke jalan jalur lambat dan sudah kelihatan Mall MGK Kemayoran.
  • Kalau kita dari arah Bekasi atau dari Jakarta Timur, maka setelah keluar dari tol Cikampek, kita bisa masuk ke tol dalam kota ke arah Tanjung Priok. Kalau kita keluar di pintu tol Sunter, maka kita bisa melewati Jl. Danau Sunter dan menuju ke Kemayoran. Kalau di sebelah kanan kita sudah ketemu Rumah Susun Kemayoran, maka kita sudah sangat dekat dengan Mall MGK Kemayoran.
  • Melalui jalan biasa, kita bisa melalui Jl. Gunung Sahari, lalu belok di perempatan yang ada hotel Golden ke arah Jl. Angkasa. Terus saja menyusuri Jl. Angkasa karena Mall MGK Kemayoran terletak di ujung hoek Jl. Angkasa.
  • Kalau dari Gajah Mada Plaza, maka kita cukup mengarah ke Jl. Sawah Besar, lalu di perempatan dengan Jl. Gunung Sahari jalan saja lurus ke arah Jl. Angkasa, melewati kantor Merpati, kantor Pelni, maka sampai di ujung Jl. Angkasa kita melihat tulisan Hypermarket dan MGK. Mall MGK Kemayoran punya beberapa pintu masuk.
  • Kalau kita dari arah Jl. Pangeran Jayakarta atau Jl. Mangga Dua, maka kita bisa lewat Jl. Industri, Jangan bingung, bila kita sudah berada di Jl. Industri, atau di Jl. Bungur, atau Jl. Garuda, atau di PRJ Kemayoran, maka berarti kita sudah dekat dengan Mall MGK Kemayoran, cukup tanya arah dengan orang di pinggir jalan, maka akan tahulah kita dimana Mall MGK Kemayoran itu.
  • Kita juga bisa naik kereta api, dan turun di stasiun KA Kemayoran, atau di stasiun KA Senen, maka sudah dekat Mall MGK Kemayoran ini. Kita bisa naik bajaj atau ojek motor ke Mall MGK Kemayoran dari stasiun KA Kemayoran, atau dari stasiun KA Senen.
  • Sedangkan bila kita mau naik BusWay, maka kita bisa naik BusWay jurusan Mangga Dua – Tanjung Priok, dan turun di halte BusWay Kemayoran yang dekat dengan Rumah Susun Kemayoran.

Sangat banyak alternatif jalan bukan? Tentu saja. Karena Mall MGK Kemayoran berada di tengah-tengah kota yang sangat strategis. Kalau kita masuk lewat pintu utama MGK Kemayoran, maka kita bisa melihat kalimat Selamat Datang di Mall MGK Kemayoran sebagai berikut :

Logo Gerbang Parkir MGK Hp 0818168990

Dan_di_Mall_MGK_Kemayoran_ini kita bisa mendapatkan bermacam peralatan teknik, berbagai spare parts (suku cadang), bahkan juga bisa membeli sepeda listrik. Contoh sepeda listrik nya adalah sebagai berikut :

Sepeda Listrik Type Garuda, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Type Garuda, Hp : 0818168990

Untuk_informasi_dan_pemesanan Sepeda Listrik merk Selis, silakan hubungi : Pak Lim,

Hp : 0818 16 8990.

(gratis ongkos kirim untuk Jabodetabek, dan bayar setelah sepeda listrik diterima /COD)

Kalau yang di atas itu adalah sepeda listrik merk Selis dengan bentuk yang lux, maka berikut ini adalah contoh sepeda listrik dengan bentuk lebih convensional, sebagai berikut :

Sepeda Listrik Selis Butterly Hp. 0818168990.

Sepeda Listrik Selis Butterly Hp. 0818168990.

Selis Type Go Green Hp. 0818168990.

Selis Type Go Green Hp. 0818168990.

Logo Selis Sniper Hijau Hp 0818168990

Sepeda Listrik Type Sniper Hp 0818168990

Untuk_melihat_foto_foto_dan_harga promosi Sepeda Listrik, silakan lihat website : www.InvestorEmas.com

 Untuk info dan pemesanan Sepeda Listrik merk Selis, silakan hubungi : Pak Lim,

Hp : 0818 16 8990.

(gratis ongkos kirim untuk Jabodetabek, dan bayar setelah sepeda listrik diterima /COD)

Untuk melihat semua type dan harga sepeda listrik Selis, bisa lihat di website : http://investoremas.com

atau lihat di website : http://www.RukoRumahTinggal.com

Sepeda listrik ramah lingkungan merupakan inovasi teknologi

Teknologi semakin hari semakin maju, dengan makin banyaknya penemuan-penemuan baru, maupun inovasi baru. Banyaknya ahli-ahli dari berbagai negara, dan adanya usaha R&D (research and development) telah mengantarkan kita pada teknologi yang sangat maju, sangat memanjakan kita, dan bahkan juga yang sangat ramah lingkungan.

Salah satu inovasi baru adalah rencana diluncurkannya dan dipasarkannya mobil terbang. Mobil terbang telah direncanakan akan mulai dipasarkan pada tahun 2017. Para pembuat mobil terbang telah memperlihatkan model terbaru mereka pada Festival Teknologi di Austin, Texas – Amerika Serikat dengan menjanjikan akan membuat satu model yang siap dijual pada tahun 2017.

Berikut ini adalah contoh gambar mobil terbang :

Mobil terbang

Mobil terbang

Mobil Terbang

Mobil Terbang

Aeromobil,_perusahaan_otomotif_asal_Slowakia baru-baru ini memamerkan mobil terbangnya di konferensi South by South-west Interactive. Mobil terbang tersebut bertemat duduk dua orang, dan menggunakan bahan bakar bensin biasa dan dapat melintasi jalan raya dan udara. Bisa lepas landas dari landasan pacu rumput atau aspal sepanjang hanya 300 meter atau kurang dari itu.

Para pembuat mobil terbang itu mengatakan bahwa mobil terbang bisa masuk ke tempat parkir mobil dan jalur mobil biasa, dan mempunyai kecepatan terbang maksimal 200 km/jam, dan kecepatan di jalan raya (di jalanan) tertinggi sampai kira-kira 160 km/jam.

Perusahaan itu mengatakan model yang sekarang ini yang dinamakan dengan model Flying Roadster, akan dijual dengan harga ratusan ribu US dollar. Kalau Flying Roadster cukup laris, Aeromobil berencana mengembangkan model yang bisa terbang sendiri.

Maka dunia pun akan banyak pilihan untuk kendaraan yang bisa dipakai untuk memanjakan manusia dalam memenuhi keinginannya dalam bermobilisasi ataupun berpergian. Seperti halnya sepeda listrik yang memberikan kemudahan dalam bertransportasi, dalam berkendaraan jarak dekat menengah.

Sepeda listrik (sepeda electric) jelas memberikan kelebihan dibandingkan dengan sepeda kayuh biasa. Semua kebisaan sepeda kayuh biasa ada pada sepeda listrik, sehingga sepeda listrik bisa dipakai untuk sebagai alat transportasi dengan menggowes seperti sepeda biasa, bisa dipakai untuk bersepeda ria, ataupun dalam kegiatan fun-bike lainnya. Tetapi sepeda listrik sekaligus juga memiliki kelebihan berupa tenaga listrik dari aki kering yang terpasang pada sepeda listriknya, yang berfungsi untuk menjalankan sepeda listrik dengan setrum dari aki nya saja, sehingga sudah tidak diperlukan tenaga untuk menggowes, sehingga sama sekali terasa sangat ringan, tidak melelahkan, bahkan sangat ramah lingkungan, karena tidak mengeluarkan asap, tidak ada hasil pembakaran (karena bukan sepeda motor), tidak ada getaran, dan tidak ada suara.

Dibandingkan dengan sepeda motor yang mesti dilakukan perawatan secara rutin, seperti ganti oli, tune up dan banyak kerepotan lainnya, maka pada sepeda listrik (sepeda electric) tidak dibutuhkan perawatan khusus, yang penting cukup melakukan pengisian aki keringnya dengan mencas dengan charger yang telah tersedia secara rutin sampai penuh. Kita bisa melakukan cas aki baik pada malam hari saat kita pulang setelah beraktivitas dengan sepeda listrik, ataupun di kantor bila kita memakainya ke kantor tempat kita bekerja. Sepeda listrik juga sangat praktis karena tidak dibutuhkan SIM (surat ijin mengendarai) dan juga tidak ada STNK dan BPKB.

Sepeda listrik juga sangat hemat, karena tidak butuh bahan bakar minyak (bbm), jadi tidak butuh bensin, sehingga tidak perlu antri di POM Bensin (SPBU). Bisa dibayangkan betapa sulitnya membeli bensin di SPBU yang mesti antri panjang, seperti bisa kita lihat pada foto berikut ini :

antri bensin

antri spbu

 

Karenanya_merupakan_suatu_keberuntungan bagi kita dengan kehadiran sepeda listrik yang sangat ramah lingkungan (sesuai dengan semangat go green), dan cukup dengan merawat dan mengisi aki saja secara teratur bisa membuat perjalanan kita dilingkungan perumahan, di jalan raya, ke tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, berbelanja ke pasar, belanja ke warung atau supermarket, beli makanan di restoran dan rumah makan, serta kegiatan perjalanan menjadi menyenangkan dan tidak merepotkan.

Berikut ini adalah foto-foto sepeda listrik ramah lingkungan Go Green import, sebagai berikut :

Sepeda listrik Go Green Import warna Merah Metalic

Sepeda listrik Go Green Import warna Merah Metalic

Sepeda Listrik Go Green Import warna coklat

Sepeda Listrik Go Green Import warna coklat

Sepeda Listrik Go Green Import warna Biru Silver

Sepeda Listrik Go Green Import warna Biru Silver

 Untuk_melihat_penjelasan_lebih_lengkap mengenai sepeda listrik Go Green Import ini, silakan lihat di website :  http://angelasalim.com/sepeda-listrik-sepeda-electric

ataupun website : http://angelasalim.biz/sepeda-listrik-sepeda-electric-go-green

Silakan hubungi : Pak Awi, Hp : 081389007000

untuk info dan pemesanan Sepeda Listrik Go Green Import tersebut di atas.

Iklan :

Untuk sepeda listrik type-type lain atau sepeda listrik merk Selis, silakan lihat website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric

atau : website : http://rukorumahtinggal.com/harga-jual-sepeda-listrik-selis-baru-berbagai-type

Sepeda Listrik merk Selis, hub : Pak Lim, Hp : 0818168990.

Sepeda Listrik merk Selis, hub : Pak Lim, Hp : 0818168990.

Beralih ke Sepeda Listrik Go Green

Zaman telah banyak berubah. Sejak diketemukannya listrik oleh Thomas Alva Edison (lahir 11 Februari 1847 -meninggal 18 Oktober 1931), maka peradaban manusia pun banyak berubah dan mengalami kemajuan yang sangat significant bahkan boleh dibilang sangat spektakuler.

Bahkan energi listrik pun bisa disimpan dalam aki kering yang kemudian bisa dimanfaatkan dengan mudah, praktis, dan murah pula.

Berbagai macam peralatan electronic telah menggunakan aki kering, dan sangat memudahkan karena mudah dibawa-bawa dan bisa dipakai hanya saat diperlukan saja. Peralatan-peralatan yang menggunakan aki kering antara lain : kalkulator, handphone, bahkan saat ini sudah banyak digunakan sebagai tenaga listrik untuk sepeda listrik (sepeda electric).

Saat orang-orang masih menggunakan sepeda motor dengan berbagai keruwetannya, maka telah dipakai secara luas di jalan raya (terutama di kota Shanghai) yaitu sepeda listrik (sepeda electric) yang ramah lingkungan, praktis, murah, dan mudah penggunaannya.

Mengapa dikatakan praktis, karena sepeda listrik (sepeda electric) tidak menggunakan STNK (surat tanda nomor kendaraan), tidak memerlukan SIM (surat ijin mengemudi) karena sepeda listrik (sepeda electric) bisa dikayuh (digowes) seperti sepeda pada umumnya, selain bisa dijalankan dengan tenaga listrik (setrum) dari aki nya.

Juga tidak perlu memanaskan mesin, tidak perlu tune up dan service berkala, tidak perlu ganti oli, dan tidak perlu mengantri dan beli bbm (bahan bakar minyak), tidak butuh bensin, sehingga juga menjadi sangat ekonomis.

Antri untuk isi bensin

Lihat foto di atas, betapa repotnya menggunakan sepeda motor kalau setiap kehabisan bensin, mesti antri di SPBU atau pom bensin, selain capek, juga banyak polusi dan melelahkan. Dan kalau pom bensin kehabisan bensin maka tambah repot lagi. Belum lagi harga bensin yang terus naik dari tahun ke tahun.

Karenanya sepeda listrik (sepeda electric) merupakan pilihan bijak, selain mudah, praktis, juga murah, baik dari segi harga, maupun dari segi penggunaannya karena hanya diperlukan mengisi aki keringnya dengan charger yang disediakan.

Berikut ini adalah contoh Sepeda Listrik (Sepeda Electric) Go Green :

Sepeda Electric Go Green Import

Karena Sepeda Listrik termasuk masih baru di Indonesia, maka sering timbul pertanyaan : apakah sepeda listrik bisa dipakai di jalan raya ? Jawabannya tentu saja YA !

Memang Sepeda Listrik untuk digunakan sebagai alat transportasi di jalan raya. Sepeda Listrik bukanlah sepeda-sepeda mainan, tetapi adalah alat transportasi di jalan raya yang bisa diandalkan.

Juga ada pertanyaan siapa saja yang menggunakan Sepeda Listrik ? Jawabannya bisa siapa saja, mulai dari anak-anak (yang kakinya sudah bisa sampai menginjak lantai dalam posisi naik sepeda listrik) sampai orang dewasa ataupun orang tua.

Dari semua lapis masyarakat, orang-orang dari golongan ekonomi mapan seperti di perumahan-perumahan mewah, sangat memerlukan sepeda listrik sebagai transportasi di dalam lingkungan perumahan, yang jarak dari satu cluster rumah ke cluster rumah lainnya cukup jauh, bahkan jarak dari rumah ke gerbang utama atau ke jalan raya sangat jauh, maka Sepeda Listrik ini sangat bermanfaat dan membantu.

Mengantar anak-anak ke sekolah juga sangat mudah dan praktis dengan sepeda listrik, selain murah juga sangat ramah lingkungan.

Ibu-ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar tradisional, sangat cocok menggunakan sepeda listrik. Sepeda Listrik bisa juga dipinjamkan pada para pembantu rumah tangga untuk meringankan tugas ibu dalam melaksanakan tugas belanja ke pasar ataupun belanja kebutuhan-kebutuhan mendadak yang diperlukan oleh keluarga. Belanja makanan (baik makan pagi, makan siang, maupun makan malam) bisa dilakukan oleh pembantu rumah tanggan dengan cepat cukup dengan menggunakan sepeda listrik ke restoran, cafe ataupun warung di sekitar perumahan.

Sepeda listrik juga hanya membutuhkan space atau tempat yang tidak begitu besar untuk penyimpanannya di rumah.

Dengan berbagai kegunaan dan manfaatnya serta kepraktisan dan kemudahannya, maka pilihan sepeda listrik sudah mulai menjadi pilihan bijak saat ini.

Berikut ini adalah contoh sepeda listrik yang dimaksud :

Sepeda listrik Go Green Merah dilihat dari samping depan

Untuk Informasi dan Pemesanan, silakan hubungi :

Pak Awi, Hp : 0813 8900 7000.

Efisiensi perusahaan dengan menggunakan sepeda listrik

Sudah ada sepeda listrik bisa kita lihat dan temui di jalanan di kota Jakarta, dan makin hari tentu akan meningkat makin banyak. Karena hematnya serta kepraktisan dari sepeda listrik ini, maka sepeda listrik yang sangat ramah lingkungan ini sudah mulai dilirik oleh banyak peminat.

Berikut ini kami mengutip salah satu artikel di Harian Warta Kota terbitan hari Senin tanggal 1 Desember 2014 pada halaman 5, dengan judul artikel adalah : “Dana Rp. 1,2 Miliar untuk Beli Sepeda Listrik”, sebagai berikut :

Perusahaan jasa pengiriman JNE akan menggunakan sepeda listrik untuk pengantaran barang di dalam kota sebagai upaya menyisiati pemberlakuan larangan motor melintas di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat.

“Kami akan menggunakan sepeda listrik untuk tetap bisa melayani pelanggan kami di jalan-jalan yang dilarang melintas motor itu”, kata Johari Zein, Managing Director JNE, seperti dikutip Antara, baru-baru ini.

Johari mengatakan, telah menyediakan 100 unit sepeda listrik dengan investasi senilai Rp. 1,2 miliar. Adanya investasi itu, pihaknya merogoh biaya tambahan untuk belanja modal, namun di sisi lain biaya operasional jadi lebih efisien.

Memang, kata Johari, kemampuan kecepatan sepeda listrik lebih rendah dibandingkan dengan motor yang berdampak pada keterlambatan pengiriman.

“Untuk itu, diperlukan uji coba bolak-balik secara keseluruhan. Kami sudah lakukan itu. Sepeda memang agak terlambat apalagi untuk pengiriman pagi-pagi”, kata Johari.

Johari mengatakan, pembatasan dengan kendaraan bermotor akan menimbulkan masalah logistik di dalam kota seperti Jakarta, yang pengiriman paling banyak dengan motor.

“Bagaimana kalau motor enggak boleh masuk, kami sebagai operator kerja keras. Korbannya bukan kami, tapi pelanggan yang akan mengalami keterlambatan pengiriman, terutama di Jalan Thamrin”, kata Johari.

Johari mengatakan, jumlah pengiriman paket ke wilayah Jakarta Pusat, terutama Jalan Thamrin dan empat Jalan Merdeka menyumbang 20.000 – 30.000 pengiriman paket dari 160.000 pengiriman paket ke seluruh wilayah Jakarta.

“Kebutuhan masyarakat tetap tinggi terutama untuk pengiriman bisnis. Karena itu, kami jauh-jauh antisipasi, katanya. (ang).

Demikianlah kutipan dari Harian Warta Kota, yang tentu saja bisa kita baca langsung di Harian Warta Kota tersebut.

Seperti yang kita ketahui, JNE merupakan salah satu perusahaan jasa pengiriman yang sangat bisa diandalkan dan termasuk perusahaan yang telah sangat kita kenal, seperti halnya Tiki ataupun perusahaan jasa pengiriman (expedisi) lainnya.

Dari tulisan artikel di Harian Warta Kota tersebut, bisa kita simpulkan bahwa kehadiran sepeda listrik sebagai alat transportasi, bahkan sudah dijadikan pilihan untuk menjadi penunjang usaha (bisnis) dan bukan saja sekedar sebagai alat transportasi. Sepeda Listrik bahkan sudah digunakan untuk melancarkan usaha (bisnis) pengantaran.

Pilihan penggunaan sepeda listrik untuk jasa pengantaran tentu saja merupakan pilihan yang cerdas. Sepeda listrik yang sudah terbukti handal sebagai alat transportasi di jalan raya, juga sangat hemat, karena tidak membutuhkan bahan bakar, tidak perlu perawatan kecuali pengisian aki (cas aki) saja, sangat ramah lingkungan, tidak mengeluarkan asap, tidak mengeluarkan getaran maupun bunyi dan tidak menghasilkan polusi.

Memang sepeda listrik umumnya memiliki kecepatan lebih rendah daripada sepeda motor. Tetapi sebenarnya ada sepeda listrik yang bisa ngebut dengan kecepatan tinggi, seperti sepeda listrik selis type Jalak, ataupun sepeda listrik selis type Merak, yang bisa mencapai kecepatan 90 km / jam. (silakan baca di website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric). Tetapi tentu dengan harga yang lebih mahal daripada sepeda listrik biasa lainnya. Mungkin karena harga sepeda listrik selis type Jalak ataupun type Merak yang seharga Rp. 17,8 juta, makanya tidak dijadikan pilihan untuk usaha pengantaran karena kebutuhan perusahaan pengiriman bukan hanya 1 atau 2 sepeda listrik saja, tetapi suatu armada besar yang melibatkan setidaknya 100 buah sepeda listrik.

Jadi sangat jelas, bahwa kehadiran sepeda listrik mulai akan menggeser penggunaan sepeda motor. Sepeda listrik bukan saja dipakai di lingkungan perumahan, tetapi juga di jalan raya dan dengan pilihan berbagai type dan model, maka bisa juga dipakai dari anak-anak sampai orang tua, dan sangat praktis, tidak butuh SIM (surat ijin mengendara).

Terdapat berbagai type dan merk serta berbagai spesifikasi yang berbeda-beda dari bermacam sepeda listrik (sepeda electric), sedangkan khusus untuk sepeda listrik merk Selis, bisa dilihat dan dibaca secara lengkap pada website : http://investoremas.com/selis-sepeda-listrik-sepeda-electric

Berikut ini adalah beberapa contoh foto sepeda listrik merk Selis :

Logo Sepeda Listrik Selis Type Sniper Tosca 2 Hp 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Sniper, Hp : 0818168990

Selis Type New Go Green, Hp : 0818168990

Selis Type New Go Green, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Elang

Sepeda Listrik Selis Type Elang

Sepeda Listrik Selis Type Jalak, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Jalak, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis Type Butterfly

Sepeda Listrik Selis Type Butterfly

Sepeda Listrik Selis Type Garuda

Sepeda Listrik Selis Type Garuda

Sepeda Listrik Selis Type MTB Victory

Sepeda Listrik Selis Type MTB Victory

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik,

silakan hubungi : Pak Lim.

Hp : 0818168990.

Sepeda Listrik Selis Type MTB 29, Hp : 0818168890

Sepeda Listrik Selis Type MTB 29

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik,

silakan hubungi : Pak Lim.

Hp : 0818168990.

Sepeda Motor yang ugal-ugalan bisa membahayakan pengguna jalan

Sepeda Motor yang menjamur di kota-kota besar di Indonesia, terutama di ibukota Jakarta, sangatlah rawan kecelakaan, karena banyaknya pengendara yang tidak disiplin, melanggar rambu jalan dan marka jalan, bahkan menerobos lampu merah, menaiki trotoar untuk pejalan kaki, menyerempet masuk ruang kosong yang sempit antara 2 mobil yang berdekatan, ataupun bahkan melawan arus lalu lintas.

Bahkan banyak juga yang memotong persis di depan mobil yang sedang berjalan, ataupun memotong jalan pada mobil yang sedang mundur untuk parkir atau berbelok arah. Sepertinya pengendara sepeda motor yang tidak disiplin ini sudah lupa manfaat sepeda motor yang ia gunakan, yang seharusnya membawa keamanan dan kemudahan, bukan sebaiknya bisa membawa celaka baik buat dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Mungkin sebagian alasan inilah, makanya pemerintah provinsi DKI Jaya mulai melakukan zona larangan motor, dan berikut ini kami mengutip dari Harian Warta Kota, terbitan Hari Selasa tanggal 6 Januari 2015 yang berjudul : “Larangan Motor Akan Ditambah 9 Jalan”, sebagai berikut :

Larangan jalan

Direktorat_Lalu_Lintas_Polda_Metro_Jaya_bersama_Pemprov_DKI tengah membahas perluasan area larangan sepeda motor. Selain di Jl. MH Thamrin dan Jl. Medan Merdeka Barat, seperti yang selama ini diuji coba, nantinya beberapa ruas jalan juga akan diberlakukan aturan yang sama.

Polda Metro Jaya mengakui, uji pelarangan melintas bagi sepeda motor di Jl. MH. Thamrin hingga Jalan Medan merdeka Barat sejauh ini berjalan efektif.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Restu Mulya Budiyanto mengatakan, berdasarkan evaluasi sementara, pelarangan itu cukup efektif untuk menekan kesemrawutan.

Untuk itu uji coba pelarangan motor akan diperluas dengan menambah 9 ruas jalan lainnya. “Rencananya di Jalan Industri, Jalan Angkasa, Jalan Garuda, Jalan Bungur, Jalan Otista, Jalan Minangkabau, Jalan Dr Soepomo, Jalan Dr. Sahardjo, dan Jalan Jendral Sudirman,” kata Restu, Senin (5/1).

Namun Restu juga mengatakan, perluasan ini masih harus menunggu evaluasi total selama sebulan pelaksanaan di Jalan Thamrin – Medan Merdeka Barat, yakni pada 14/1 mendatang.

Rencananya, untuk pelarangan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman, kemungkinan hanya diberlakukan hingga Semanggi saja. “Kita rencanakan ada  empat tahap uji coba,” jelasnya.

Namun menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, rencana perluasan area larangan sepeda motor itu masih sebatas wacana. Ditegaskan Rikwanto, dalam waktu dekat ini belum ada perluasan area larangan.

“Pemprov DKI dan Diklantas masih menunggu evaluasi. Sekarang kan masih uji coba, Kalau kajian-kajian silakan saja. Kita tunggu tanggal 17 (Januari 2015) apakah diberlakukan secara permanen,” ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (5/1).

Dikatakannya banyak hal yang dipertimbangkan sebelum larangan diberlakukan di tempat lain. Mulai dari ketersediaan angkutan umum, jalan alternatif, hingga area parkir.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membenarkan adanya rencana memperluas larangan sepeda motor. Namun kali ini baru sebatas mempanjang mulai dari Jalan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin ditambah Jalan Jendral Sudirman. Alasannya, kondisi di jalan tersebut sudah memadai dari segi transportasi publik.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa perluasan pembatasan sepeda motor menunggu pengadaan ratusan bus Transjakarta sebagai penggantinya.

“Kita akan perluas sampai Semanggi, mungkin sampai ke seluruh Sudirman atau Ratu Plaza. Tunggu busnya cukup,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/1).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengaku dalam pembatasan kendaraan roda dua di jalan protokol itu perlu adanya landasan hukumnya. Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 191 tahun 2014 para pengendara roda dua dilarang melintasi Jalan MH Thamrin sampai Jalan Medan merdeka Barat, Jakarta Pusat. “Ada aturannya kok,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benjamin Bukit. Menurutnya perluasan pembatasan kendaraan roda dua hanya dilakukan sampai Jalan Jendral Sudirman.

Untuk sembilan ruas jalan yang diwacanakan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Benjamin mengaku belum mengetahui. “Saya belum dapat informasi soal itu. Tapi, berdasarkan instruksi Gubernur perluasan pembatasan kendaraan roda dua hanya sampai Jalan Jenderal Sudirman.” katanya.

Mantan Wakil Kepala Dinas Perhubungan itu menambahkan bahwa yang bisa memberlakukan kebijakan pelarangan kendaraan roda dua adalah Pemerintah DKI Jakarta. Benjamin berencana dalam satu atau dua hari ke depan berkoordinasi dengan pihak Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Menanggapi rencana perluasan larangan sepeda motor di jalanan Jakarta, para pengendara sepeda motor mengeluh. Seperti dikemukakan, Roni Surono (29), hal ini akan semakin mempersempit ruang gerak pesepeda motor.

“Ini jelas melanggar HAM. Bagaimana nasib pemotor nantinya jika jalan-jalan utama semuanya ditutup untuk motor. Ini kebijakan yang sangat tidak adil.” kata warga Bekasi itu saat ditemui di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, Senin (5/1).

Evan (52), pengendara lainnya, melihat kebijakan ini semakin memtertegas perlakuan pemerintah yang lebih mementingkan si kaya atau masyarakat yang menggunakan mobil. Sementara, kata dia, masyarakat kalangan bawah pengguna sepeda motor seperti hendak disisihkan.

“Mereka (pemerintah) seperti tidak punya hati nurani. Ini sangat memprihatinkan, dimana orang kaya mendapat perhatian khusus dibandiung orang-orang berpenghasilan rendah. Jakarta ini bukan hanya milik orang kaya dan bermobil. Pengguna sepeda motor juga berhak melintasi jalan Jakarta. Kami sama-sama bayar pajak, kenapa tidak boleh menikmati?” ujar warga Klender, Jakarta Timur tersebut.

Demikian pula dengan beberapa pengusaha aksesoris sepeda motor di Jalan Otista Raya yang mengaku terkejut mendengar adanya rencana kebijakan pelarangan kendaraan bermotor melintasi Jalan Otista. “(Kebijakan) Itu sangat tidak masuk akal,” kata Edi Santoso, pemilik toko aksesoris sepeda motor Sumber Baru dengan nada tinggi.

“Ini akan merugikan banyak orang,. Tidak hanya kami pelaku usaha otomotif di sini, tapi pengendara motor. Ini kan jalan utama. Setiap hari dilewati banyak motor. Akan banyak orang marah jika kebijakan ini benar-benar diterapkan,” katanya. (sab/bin/fha).

Demikianlah kutipan selengkapnya dari Artikel di halaman 1 dari koran Warta Kota terbitan Selasa tanggal 6 Januari 2015 yang berjudul : “Larangan Motor Akan Ditambah 9 Jalan”.

Memang kita semestinya mendukung pemerintah provinsi DKI Jaya, untuk mengatur dan mengurai kemacetan, termasuk pengendalian kendaraan yang melintas di dalam kota serta jenis dan ukuran kendaraan. Dan pelaksanaan yang terintegrasi dengan penyediaan angkutan massal serta transportasi umum yang murah, mesti kita dukung. Kalau niat baik pemerintah untuk menambah angkutan massal serta penyediaan bus Transjakarta yang memenuhi kebutuhan keamanan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat serta pengembangan transportasi publik lainnya termasuk juga peremajaan angkutan umum, maka tentu mayoritas masyarakat DKI Jakarta lah yang akan meninkmatinya.

Kalau kesemrawutan sepeda motor yang berseliweran di dalam kota Jakarta dibiarkan dan berkembang tidak terkendali, maka malah akan membahayakan, membahayakan pengguna kendaraan lain, membahayakan orang-orang yang berjalan kaki serta akan menambah macetnya kota Jakarta. Satu tindakan yang tidak masuk akal adalah banyaknya sepeda motor yang berjalan berlawanan arus lalu lintas, sepertinya pengguna sepeda motor tidak mau diatur dan mulai seenaknya sendiri. Dengan suaranya yang bising, asap knalpotnya yang mengotori udara sekitar, serta seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cidera maupun kematian, maka pengguna sepeda motor sebaiknya juga menaati rambu-rambu lalu lintas, dan sopan dalam berlalu lintas.

Kita mengharapkan semua pengendara sepeda motor, termasuk pengendara mobil pribadi dan angkutan umum untuk santun dalam berlalu lintas.

Iklan :

Beralihlah ke sepeda listrik yang ramah lingkungan, hemat dan praktis.

Sepeda Listrik merk Selis, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik merk Selis, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis MTB Victory, Hp : 0818168990

Sepeda Listrik Selis MTB Victory, Hp : 0818168990

Untuk info dan pemesanan sepeda listrik Selis, silakan hubungi : Ibu Maria / Pak  Lim, Hp : 0818168990.  

Transportasi Umum vs Kendaraan Pribadi

Bila ada pertanyaan, manakah yang anda pilih : Transportasi Umum atau Kendaraan pribadi, maka jawabannya mungkin hampir selaras dengan jawaban pertanyaan : Makan di Restoran atau Memasak sendiri untuk makan.

Hidup sangatlah singkat, apakah anda yakin anda bisa hidup lebih dari 99 tahun ?

Sangat jarang orang yang bisa melewati usia 99 tahun, kalaupun bisa, belum tentu kebahagiaan yang didapat. Kenapa ? karena bila usia sudah di atas 99 tahun mungkin biaya hidup bisa jadi mahal, baik untuk mempetahankan hidup, mengobati penyakit, ataupun merepotkan keluarga dan sanak saudara baik secara materi (uang, obat, dll) maupun secara waktu (waktu untuk menemani, untuk merawat, dll), karena mereka mesti menyisihkan waktu yang sibuk untuk merawat anda.

Tapi bukannya kita tidak menghargai hidup, hanya saja suatu kenyataan bahwa kalau umur sudah lebih dari 99 tahun, maka bukanlah sesuatu yang ideal lagi untuk mereka yang tidak punya kebugaran.

Karena itu, kalau kita anggap saja umur hidup kita adalah 99 tahun, maka kita sudah semestinya menikmatinya dengan baik-baik. Agar hidup punya arti dan makna.

Saat lahir dan saat bayi, kesadaran kita belum seperti orang dewasa. Kesenangan dan kebahagiaan kita diberikan oleh orang tua dan orang yang merawat dan membina kita. Saat kecil, waktu kita banyak dipakai untuk belajar dan bermain. Saat remaja, waktu kita juga banyak dihabiskan untuk belajar, sekolah, dan bermain juga tentunya. Setelah itu kita memasuki masa bekerja, berkarier, berwirausaha, berbisnis, berdagang, berprofesi, ataupun kegiatan mencari penghasilan lainnya.

Lalu sudah sepertiga waktu kita berlalu, dan tinggal sepertiga, setengah, atau dua pertiga dari usia kita bersisa.

Sedangkan dari waktu yang ada pun, kita masih mesti tidur kira-kira 8 jam sehari, lalu berarti waktu kita menjadi sangat singkat di dunia ini yang bisa dinikmati.

Karenanya NIKMATILAH HIDUP DAN USIA ANDA SELAGI BISA.

Tetapi masalahnya ada faktor luar yang menyebabkan kita sulit untuk mewujudkan keinginan kita ini, salah satunya adalah kenyataan kebijaksanaan pemerintah dimana kita hidup dan kemajuan infrastruktur kota yang kita tempati.

Ambil contoh saja kota Jakarta yang merupakan ibukota negara Indonesia.

Kalau anda sudah keluar rumah, baik pergi berbelanja ke mall, pergi ke sekolah, pergi bekerja, apakah masih cocok kalau anda mesti pulang ke rumah hanya untuk masak dan kemudian kembali ke sekolah ataupun ke tempat kerja anda? Tentu sangat kurang realistis, karena untuk pulang pergi selain memakan waktu yang lama, bahan mentah untuk memasak juga mungkin anda belum sempat beli yang masih segar-segar, dan untuk memasak juga perlu waktu. Jadi tentu pilihan yang logis adalah makan di mall, di dekat sekolah, atau di dekat tempat kerja. Betulkah ?

Untuk hidup, anda tidak perlu menanam padi, menanam sayur, memelihara ayam atau hewan lainnya. anda cukup makan di warung makan, rumah makan, atau restoran dan cafe. Ini sangat realistis dan dengan demikian anda bisa juga merasakan bermacam-macam makanan yang enak-enak tanpa perlu tahu bahan bakunya, bahkan tak perlu tahu bagaimana cara memasaknya.  Tidak perlu jadi tukang masak atau cook untuk bisa makan enak.

Dengan pemikiran yang sama, kita tidak perlu jadi supir untuk bisa sampai ke tujuan kita. Itulah yang seharusnya terjadi. Tetapi apa yang terjadi di kota Jakarta kota Metropolitan ini? Sangat banyak supir yang kita lihat setiap hari, baik supir mobil sedan, supir mobil mewah, supir mobil tua, sampai supir motor (supir kendaraan bermotor). Pengendara motor (pengendaraan sepeda motor) juga adalah identik dengan supir, betul kan ?

Apa yang bisa anda banggakan kalau anda mesti jadi supir seperti ini, sedangkan orang-orang di negara maju, bisa kemana-mana cuma dengan MRT (mass rapid transport), dengan kereta listrik, dengan monorel, dengan sky lift, dengan kereta super sonic, taxi, dengan bus mewah ber AC, dan kendaraan umum ataupun transportasi umum yang nyaman, manusiawi, aman, dan tepat waktu (on time).

Maka jawaban pilihan terhadap pertanyaan antara Transportasi Umum versus Kendaraan Pribadi, mestinya orang waras akan memilih Transportasi Umum. Memang kendaraan pribadi tetap berguna, tetapi hanya untuk waktu-waktu tertentu, seperti saat acara keluarga, saat rekreasi keluarga, saat acara privat, dan saat acara bisnis tertentu saja. Sedangkan kalau seorang pekerja kalau ke kantor mesti menggunakan kendaraan pribadi (karena transportasi umum belum mendukung atau belum layak), maka bayangkan saja, mungkin harus sudah jalan dari rumah 1 jam lebih awal, kalau tak ada parkir di dalam gedung, maka di parkir di pinggir jalan atau di lapangan parkir, sehingga mobil dijemur dan jadi basah kalau hujan, lalu mobil hanya dijemur panas saja sepanjang hari tanpa dipakai lagi, lalu baru dikendarai lagi melalui macet-macetan saat pulang kerja. Memarkirkan mobil pun tidak mudah, dengan sempitnya lahan parkir dan terbatasnya lahan parkir, maka kadangkala perlu waktu sampai setengah jam untuk memarkirkan mobil. Bayangkan saja, apa sih enaknya seperti itu, bila anda bisa memilih ada transportasi umum, lalu anda naik, misalnya ada MRT, lalu anda naik, dengan ongkos yang lebih murah dari ongkos parkir (bahkan belum dihitung buat bensin atau bahan bakar), maka anda bisa sampai ke kantor lebih cepat, bisa bekerja lebih banyak sehingga lebih produktif, bisa berangkat lebih siang dan pulang lebih cepat sampai di rumah, sehingga waktu buat keluarga lebih banyak.

Orang yang berpergian ke mall juga mesti berputar-putar hanya untuk memarkirkan mobilnya, dan menghabiskan waktu banyak, padahal lewat 1 menit saja sudah bertambah 1 jam bayar parkirnya. Belum lagi di dalam mall, biasanya eskalator sengaja di buat rumit, maksudnya untuk naik turunnya di buat tidak pada jalur yang sama, supaya pengunjung mesti berputar-putar kalau mau naik atau turun eskalator, sehingga lebih banyak waktu terbuang di mall hanya untuk mencapai parkir, membuat orang-orang makin mudah kena stress dan juga membuat waktu untuk hidup senang makin berkurang atau juga menjadi sangat minim. Padahal kalau dengan menggunakan transportasi umum, kita tidak perlu menghabiskan waktu untuk memarkirkan kendaraan, tidak perlu repot membawa-bawa kunci mobil yang semuanya memberi beban tambahan pada hidup yang sangat singkat waktunya ini.

Jadi apakah masyarakat masih akan membeli banyak mobil pribadi? Kalau transportasi umum ideal sudah ada, maka tak mungkin orang waras akan membeli banyak mobil pribadi, menjadi supir tanpa mendapatkan gaji dengan resiko menabrak orang bisa jadi masuk penjara, mesti mengurus SIM yang repot dan mahal, bahkan mesti pintar-pintar menghindari tabrakan dengan sepeda motor yang melintas seenaknya atau memotong seenaknya bahkan menyenggol seenaknya karena sempitnya jalan dan pemerintah tidak mampu mengendalikan kedisiplinan pengendara sepeda motor untuk mengendarai sesuai aturan yang semestinya, bahkan juga karena pemerintah juga tidak menyediakan jalur khusus bagi pengendara sepeda motor. Mayoritas pengendara sepeda motor sebenarnya tidak layak mengendarai sepeda motor, bukan saja dari ketidakdisiplinan mereka, tetapi berjalan melawan arah, berbelok seenaknya tanpa tanda-tanda, naik ke trotoar, memotong median jalan, parkir melintang seenaknya di jalan, jalan di jalur tengah yang seharusnya buat mobil, bahkan masuk ke jalur busway. Seringnya dan banyaknya kecelakaan, menyisakan cacat bahkan nyawa hilang bagai tidak ada harganya lagi, apakah tidak jadi bahan evaluasi bagi penguasa dan pemerintah?

Bayangkan saja, berapa besar pemborosan dan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dari kendaraan pribadi yang banyak, baik mobil dan motor. Dan ini sangat bertentangan dengan kenyataan terbatasnya bahan bakar fosil di bumi ini yang bisa habis pada suatu hari nanti, juga betapa besar polusi yang dihasilkan dan racun di udara yang kita produksi setiap harinya.

Pemerintah yang baik tentu memilih memajukan transportasi umum, seperti Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jaya Bapak Jokowi dan Bapak Ahok yang memilih memajukan transportasi umum untuk masyarakat. Walaupun kondisi infrastruktur yang sangat parah dan sangat ketinggalan di kota Jakarta ini akibat dari gubernur-gubernur sebelumnya, kita berharap kepada kedua bapak ini untuk memperbaikinya, dan saya yakin pasti akan bisa berhasil guna, hanya masalah waktu saja.  Mari kita menunggu, dan ikut mendukung program transportasi umum yang baik dan tertib, terintegrasi dan aman serta bukan saja manusiawi bahkan bisa  mengarah ke nyaman dan berkelas.

Majunya transportasi umum juga akan membuka banyak lapangan kerja. Supir taxi, angkot, mokrolet, mini bus, dan bus pun bisa bertahan hidup karena orang-orang tetap membutuhkan jasa mereka. Dan masyarakat tidak perlu jadi supir sendiri, seperti orang yang mau makan tak perlu masak sendiri.

Sehingga harapan kita kendaraan pribadi akan pelan-pelan berkurang sendiri karena sudah adanya transportasi umum yang baik, agar sepeda motor tidak lagi membahayakan jalanan ibu kota Jakarta, lambat laun bisa juga tergantikan dengan sepeda atau sepeda listrik yang ramah lingkungan dan juga baik sebagai bentuk penyehatan masyarakat sebagai bentuk olah raga bersepeda.

Contoh gambar sepeda listrik (sepeda electric)

Sepeda Listrik (Electric Bicycle) Go Green
Sepeda Listrik (Electric Bicycle) Go Green

Sepeda Listrik Go Green dengan keranjang pakai tutup

Sepeda Listrik Go Green dengan keranjang pakai tutup

Sepeda Listrik Merajai Shanghai

Melihat judul di atas, yaitu : Sepeda Listrik Merajai Shanghai, adalah sama dengan judul artikel di Harian Kompas, terbitan hari Rabu Tanggal 14 November 2012 dalam Teropong – Internasional, rubrik Transportasi, tulisan Lukas Adi Prasetya.

Tetapi kami ingin membahasnya dengan sisi pandang yang sedikit berbeda.

Berikut ini contoh foto Sepeda Listrik atau dikenal juga dengan nama Sepeda Electric :

Sepeda Listrik / Sepeda Electric

Sepeda Listrik / Sepeda Electric

Terlihat dengan jelas di foto Sepeda Listrik / Sepeda Electric ini, tentu kita bisa melihat fungsinya yang sebenarnya sama dengan sepeda motor biasa, yaitu bisa membonceng, bisa dijalankan tanpa dikayuh karena pada sepeda listrik ada aki yang menjadi tenaga listrik untuk menjalankan sepeda listrik ini. Bahkan pada Sepeda Listrik ini, juga dilengkapi dengan keranjang di depan yang bisa untuk membawa dan mengangkut barang-barang.

Dari segi bentuk juga tidak berbeda banyak antara sepeda listrik dengan sepeda motor, tetapi penggunaan sepeda listrik jauh lebih praktis. Tidak dibutuhkan SIM (Surat Ijin Mengendarai) untuk Sepeda Listrik, karena sepeda listrik termasuk kategori sepeda biasa. Sepeda listrik bisa dijalankan dengan dikayuh (digowes) saja tanpa menghidupkan mesinnya sama sekali. Tidak ada pelat nomer polisi seperti sepeda motor, dan tidak ada BPKB dan STNK sehingga biayanya menjadi murah dan tidak perlu terikat dengan berbagai urusan administrasi.

Kelebihan lain dari sepeda listrik adalah bahwa sepeda listrik tidak perlu tiap hari dipanaskan mesinnya bila tidak digunakan, sehingga tidak merepotkan. Sedangkan sepeda motor perlu dipanaskan mesinnya setiap hari untuk memelihara mesin dan akinya agar selalu berfungsi normal.

Tanpa menggunakan bahan bakar seperti bensin, tentu saja membuat Sepeda Listrik ini murah dalam oprasionalnya dan juga tidak menimbulkan polusi dari sisa pembakaran bahan bakar bensin yang terjadi pada sepeda motor.

Ini semua tentu menjadi alasan yang kuat sehingga Sepeda Listrik bisa merajai Sanghai, yang merupakan kota bisnis terbesar di negara China.

Di Sanghai, sepeda listrik ini diberikan lajur tersendiri yang lapang. Kita bisa melihat sepeda listrik hilir mudik di tengah-tengah padatnya lalu lintas kota Sanghai. Bahkan sepeda listrik ini sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan transportasi kota Sanghai, mendampingi berbagai merk mobil dan truk.

Pagi-pagi sekali, sepeda listrik ini telah mengantar pemiliknya ke tempat kerja, mengantar anak ke sekolah, juga ke pasar, ke toko dan berbagai kegiatan lainnya. Anak-anak muda berangkat kuliah bahkan pasangan suami istri pun ada yang bersepeda listrik dengan santai. Petugas delivery order restoran cepat saji, loper koran, bahkan penjual sayur keliling juga memakai sepeda listrik. Sangat jarang ada sepeda motor di jalanan.

Di sepanjang jalan, tempat-tempat parkir  banyak dipenuhi dengan sepeda listrik dan dikunci rodanya di tempat parkir.

Pengemudi mobil dan truk menghormati para pengendara sepeda listrik, mereka biasanya mempersilakan sepeda listrik melaju duluan jika berpapasan.

Mengapa sepeda listrik bisa merajai kota Sanghai ? Ternyata pemerintah China telah lama melarang motor bensin dipergunakan di kota besar, namun masih boleh digunakan di pinggiran kota dan di kota kecil saja. Alasannya, kota-kota di China semakin padat dan semakin tercemar polusi. Namun sejalan dengan itu, pemerintah China juga serius mendorong warganya untuk bersepeda maupun bersepeda listrik, antara lain dengan membuat jalur tersendiri yang cukup lapang jika dua sepeda listrik berpapasan.

Hampir di seluruh jalan di China memiliki tempat parkir sepeda kayuh maupun sepeda listrik. Tentu saja biaya parkir untuk sepeda listrik ini juga jauh lebih murah dari pada parkir mobil.

Karena kebijakan pemerintah kita belum mengarahkan warganya untuk bersepeda setiap hari, maka tentu saja kalau kita bersepeda di tengah-tengah kota bisa saja berbahaya karena bercampur baur dengan motor bensin, mobil, bus, sampai truk. Maka sepeda listrik ini hanya cocok di dalam lingkungan kompleks perumahan, atau di jalan-jalan lingkungan yang bukan merupakan jalur jalan kendaraan umum.

Banyaknya kompleks perumahan yang besar-besar, tentu saja sangat menyulitkan warga untuk keluar ke jalan raya yang jauh dari rumah, dan ini sebenarnya bisa diatasi dengan bersepeda listrik.

Maka ada baiknya kita memulai dengan bersepeda listrik dan mulai meninggalkan sepeda motor yang memboroskan bbm (bahan bakar minyak) bensin dan menghasilkan polusi yang tinggi.

Ingin tahu lebih banyak mengenai sepeda listrik, atau ingin membeli sepeda listrik, silakan baca website :

http://angelasalim.com/sepeda-listrik-sepeda-electric

Harga sepeda listrik juga jauh lebih murah dibandingkan dengan sepeda motor bensin.

Sepeda Listrik (Electric Bicycle) Go Green

Sepeda Listrik (Electric Bicycle) Go Green

Sepeda Listrik Go Green dengan keranjang pakai tutup

Sepeda Listrik Go Green dengan keranjang pakai tutup

Kemacetan Lalu Lintas yang Teratur

Berikut ini adalah foto dari Harian Kompas, hari Selasa tanggal 19 Juli 2011 halaman 11 mengenai Internasional.

Kemacetan Lalu Lintas yang Teratur

Dan komentar fotonya adalah sbb : Ratusan pengemudi taksi memblokir jalan di pusat kota Athena – Yunani, selama unjuk rasa, Senin (18/7). Pengemudi taksi geram dengan rencana meliberalisasi peraturan ketat yang melindungi profesi mereka sebagai bagian dari program pemulihan keuangan negara. Protes serupa sebelumnya dilakukan berbagai kelompok profesi lain.

Apa yang kita lihat dari foto diatas sangat menarik dan menjadi pembahasan dalam tulisan kami berikut ini.

Menarik karena betapa teraturnya mobil taksi di jalan raya. Macet tapi teratur. Bahkan jauh lebih teratur dibandingkan dengan kemacetan di jalan-jalan raya di dalam kota Jakarta. Kalau saja kemacetan lalu lintas di Jakarta bisa teratur seperti susunan mobil dalam foto tersebut di atas, mungkin kita bisa mengurangi stress terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang tidak manusiawi di dalam kota Jakarta.

Macet dan kemacetan yang kita alami di jalan-jalan raya di kota Jakarta sangat jauh dari keteraturan seperti foto di atas, mobil acak-acak, ada yang dari kiri ingin memotong jalan ke kanan atau sebaliknya, ada mobil yang di luar jalur yang seharusnya. Belum lagi kadang diselip oleh bajaj, mikrolet, angkot, bus, bahkan sepeda motor yang menyelip dan memotong di sela-sela jalan tanpa keteraturan sama sekali. Yang lebih mengagetkan kadang ada sepeda motor yang berjalan berlawanan arah, atau ada orang yang sedang mendorong gerobak dagangan juga ikut berebut jalur jalan. Sepeda pun kadang-kadang bisa muncul tanpa terduga. Semua ketidakteraturan berlangsung setiap hari dan sangat melelahkan para pengemudi karena khawatir akan bersenggolan dengan kendaraan lain yang berjalan terlalu berdekatan, atau bahkan kaca spion sering disenggol oleh motor yang memaksa menyalip.

Kalau saja kemacetan bisa seteratur seperti di foto, maka tentu kekhawatiran bersenggolan dengan mobil lain atau dengan sepeda motor bisa berkurang, sehingga mengurangi stress, walaupun tentu saja macet bukanlah hal yang kita inginkan.

Juga kalau kita kembali melihat gambar foto di atas, kita bisa lihat tiang-tiang di jalanan yang tentunya berfungsi sangat baik untuk kepentingan transportasi seperti kereta api dan sebagainya. Sangat berbeda jauh dengan kondisi tiang-tiang di Jalan Rasuna Said yang terbengkalai yang menjadikan pandangan dan pemandangan yang sangat jelek serta membahayakan berlalu lintas juga. Tiang-tiang yang rencananya untuk monorel, tak pernah selesai dan terbengkelai bertahun-tahun menjadikan wajah ibu kota Jakarta menjadi benar-benar sangat memalukan sebagai suatu ibu kota.

Kadang saya sering berandai-andai saja. Kenapa pejabat atau para ahli transportasi tidak mencoba berlalu lintas setiap hari secara coba-coba semua moda transportasi yang ada di Jakarta. Coba naik bus kota, rasakan sesak-sesakan di dalam bus. Atau coba naik busway, rasakan antri yang lama dan panjang, sedangkan jalur jalan busway hanya sepi-sepi saja. Atau coba rasakan naik mikrolet dan angkot yang kadang-kadang stop mendadak, atau stop ditengah-tengah jalan. Atau coba naik ojek motor yang menyalip-nyalib seenaknya. Atau coba menyeberang jalan, yang kadang betapa sulitnya karena tidak ada rambu ataupun kurangnya jembatan penyeberangan.

Mungkin karena pejabat atau ahli transportasi selama ini hanya jalan dan merasakan jalan di luar negeri karena mungkin terlalu sering keluar negeri, sehingga seolah tidak sadar apa yang sedang terjadi dalam kemacetan lalu lintas di Jakarta. Atau mungkin juga karena setiap mau melewati suatu jalanan, ada pengawal yang mengusir-usir pengendara lain dalam membuka jalan khusus untuk dilewati sehingga tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi di tengah jalanan di dalam kota Jakarta.

Kesembrawutan lalu lintas tentulah bukannya diinginkan oleh masyarakat pemakai jalan. Mungkin karena frustasi di jalan, terjebak kemacetan, kehabisan waktu, dan kelelahan. Dan karena situasi yang sulit sedangkan tidak tahu harus berkeluh kesah kepada siapa, akhirnya saling berebut jalan dan akhirnya terjadilah awut-awutan seperti yang kita lihat dan alami setiap hari.

Semakin cepat niat penyelesaian kemacetan lalu lintas dengan investasi besar-besaran dalam pengembangan infrastruktur dan transportasi serta realisasi secepatnya dan senyatanya sangat dinantikan. Kalau masih terus berwacana atau hanya membuat peraturan-peraturan dan pembatasan-pembatasan, maka itu bukanlah suatu penyelesaian, tetapi hanya pengalihan masalah dan juga mungkin akan melahirkan masalah baru yang jauh besar di kemudian hari.

Janganlah penambahan mobil atau penambahan kendaraan dijadikan alasan dan kambing hitam. Justru bertambahnya kendaraan pribadi karena masalah yang ada tidak terselesaikan sehingga memaksa masyarakat membeli kendaraan pribadi supaya bisa berpergian dengan lebih fleksible. Kalau penambahan kendaraan pribadi dijadikan kambing hitam, bisa kita membandingkan dengan penambahan manusia di dunia ini. Pertanyaannya : Apakah kalau manusia bertambah lalu harus terjadi kekurangan makanan dan manusia menjadi kelaparan ? Kenyataannya kan tidak demikian, manusia bertambah, makanan tidak lantas kekurangan, bahkan produksi makanan berlebihan, makanan kaleng, makanan yang diawetkan kenyataannya makin banyak, tidak kehabisan, bahkan bisa makan sampai kekenyangan dan berlebihan, dan menjadikan orang-orang banyak yang over weight (kegemukan).

Jadi sudah waktunya tidak perlu mencari kambing hitam, tetapi bangunlah infrastruktur yang memang sudah sangat ketinggalan dan sangat terlambat ini. Kalau memang ada niat untuk membangun, dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka pada waktunya nanti pasti semua masalah bisa diatasi. Manusia punya akal budi dan bisa beradaptasi dengan baik, maka seharusnya semuanya bisa diatasi, asal ada niat dan memang kita saat ini berlomba dengan waktu, jangan sampai kemacetan yang semakin meningkat setiap hari berubah menjadi neraka berlalu lintas.

Semoga segala masalah bisa teratasi secepatnya, dan biarkan yang terjadi sekarang menjadi kenangan buruk saja untuk masa yang akan datang. Semoga !

Kawasan Khusus Pejalan Kaki

Pagi ini saya baru saja membaca Harian “Kompas” terbitan hari Minggu tgl. 6 Maret 2011 halaman 12 Rubrik : Foto Pekan Ini, dengan artikel berjudul : “Suatu Hari di Negeri Pejalan Kaki” dan terlampir gambar fotonya yang berjudul : “Kepadatan di Jalur Pedestrian” sebagai berikut :

Kepadatan d Jalur Pedestrian

Disimak dari foto tersebut, terlihat kesibukan dan keasikan dalam berjalan kaki. Berjalan kaki bisa menjadi menyenangkan dan juga tentu lebih sehat. Secara tidak langsung orang-orang yang sibuk, maupun orang yang tidak pernah berolah raga, menjadi berolah raga dalam bentuk jalan kaki.

Di dalam artikel di Harian Kompas tersebut mengambil contoh kota Hongkong sebagai Negeri Pejalan Kaki. Saya yakin banyak turis yang jalan-jalan ke Hongkong juga akan senang berjalan kaki, sambil melihat-lihat toko-toko di kiri-kanan jalan dengan berbagai kesibukan yang menyenangkan. Dalam suasana ramai yang menyenangkan, orang bisa berjalan berkil0-kilometer tanpa merasa jauh, bahkan tidak merasa lelah sama sekali. Mungkin sambil sesekali mampir di toko-toko yang menjual barang-barang yang menarik perhatian. Berjalan bisa lebih menyenangkan dari pada naik dan duduk di atas kendaraan dan hanya lewat saja tanpa banyak kesan dan kenangan yang berarti.

Setiap negara bisa saja menciptakan kawasan khusus pejalan kaki. Bila didukung dengan suasana yang aman dan nyaman, dengan banyaknya kegiatan bisnis yang menarik pengunjung, disertai pohon-pohon yang membuat cuaca menjadi sejuk dan menyenangkan, maka orang-orang akan senang berjalan kaki di kawasan khusus pejalan kaki ini. Bahkan orang-orang juga senang duduk-duduk sambil makan minum di berbagai rumah makan di kawasan tersebut. Bahkan suasana seperti ini bisa menjadi kesan yang menyenangkan dan menjadi kesan yang tak terlupakan.

Sejak puluhan tahun yang lalu, di kota Sydney di negara Australia, ada kawasan China Town, yang suasananya juga menyenangkan karena menjadi kawasan pejalan kaki. Walaupun orang parkir mobil agak jauh, kemudian saat memasuki kawasan China Town ini lalu hanya berjalan kaki, tapi orang-orang merasa senang, karena suasananya menyenangkan, aman dan nyaman. Berbagai fasilitas dari mesin ATM (automatic teller machine), telepon-telepon umum (public phone), serta berbagai kegiatan bisnis, dari restoran, cafe, food court, mini market, sampai toko-toko sangat mudah ditemukan, dan membuat suasana menjadi menyenangkan.

Seharusnya di dalam kota Jakarta pun bisa dibuat Kawasan Pejalan Kaki seperti ini. Dan ini akan lebih menyenangkan dan lebih baik dari pada mengadakan Car Free Day, dengan menutup jalan protokol seperti Jalan Sudirman atau Jalan MH Thamrin. Sama sekali efektivitas dari Car Free Day itu tidak punya arti apa-apa, hanya memindahkan kemacetan lalu lintas pada hari Minggu saja. Orang yang ingin buru-buru dalam perjalanan, baik karena ada janji atau kegiatan keluarga atau kegiatan lainnya bisa sangat terganggu dengan adanya Car Free Day tersebut. Kalau ada janji atau keperluan mendadak, tak mungkin hanya karena ada Car Free Day lalu orang harus membatalkan janji atau menunda hal yang tak boleh ditunda. Dan karena kurangnya informasi adanya Car Free Day, lalu setelah tiba dekat jalan ditutup, lalu harus berbelok ke jalan-jalan kecil yang sama sekali tak memadai untuk dilewati, dengan bermacet-macetan dan mesti berhadapan dengan banyaknya pak Ogah (orang-orang yang tak jelas identitasnya yang ikut-ikut pura-pura mengatur lalu lintas hanya untuk minta imbalan uang, padahal orang-orang ini dengan sengaja menghadang kendaraan yang mau lewat dengan badannya supaya lebih macet dan supaya diberi uang). Akibat berpindahnya kemacetan dan bertambah lamanya kendaraan-kendaraan terjebak dalam kemacetan di jalan-jalan lain dan berputar-putar dalam kebingungan, bukankah terjadi pemborosan waktu dan bahan bakar yang lebih banyak. Akibatnya juga polusi dari kendaraan bertambah, bukannya berkurang dengan adanya Car Free Day seperti yang diharapkan. Orang yang mengadakan Car Free Day hanya melihat jalan yang ditutup jadi sepi, tapi mungkin tidak melihat berpindahnya kemacetan dan makin macetnya jalan di gang-gang kecil yang makin menyengsarakan pengemudi, dan bertambahnya polusi dari kendaraan yang macet-macetan tersebut.

Memang kota Jakarta sangat jauh bila dibandingkan dengan kota pejalan kaki yang lain. Banyak jalan-jalan yang bahkan tanpa trotoar untuk pejalan kaki. Kalaupun ada, banyak sekali hambatan dalam berjalan kaki. Ambil contoh saja, orang berjalan kaki dari Harmoni ke Gajah Mada Plaza di Jakarta Pusat. Ternyata berjalan kaki bisa sangat berbahaya, banyak motor-motor yang berjalan memotong jalan, berlawanan arah, bahkan banyak sekali parkir mobil dan motor di pinggir jalan (seperti di Jl. Gajah Mada di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat), yang menyebabkan orang yang mau berjalan kaki mesti berjalan menembus barisan motor dan mobil yang diparkir tersebut dengan susah payah. Belum lagi adanya got terbuka, atau sebagian tertutup dan sebagian terbuka, yang bisa menyebabkan kaki masuk lubang got atau terjatuh. Di tambah panas terik matahari karena kurangnya pohon-pohon penyejuk. Dan juga saat menyeberang di persimpangan atau di pertigaan (seperti di Persimpangan Jl. Gajah Mada dengan Jl. Kemakmuran),  mesti sangat berhati-hati karena sulitnya menyeberang, kendaraan tampaknya tak ada yang mau mengalah untuk orang yang mau menyeberang, sedangkan lampu khusus untuk menyeberang tidak ada. Benar-benar berjalan kaki jadi sulit dan bisa saja jadi berbahaya.

Atau lihat saja contoh di Jl. Pangeran Jayakarta di Jakarta Utara, yang satu sisi jalannya selalu tergenang air sepanjang tahun, baik musim panas apalagi musim hujan. Saat pejalan kaki berjalan dari arah Jl. Gunung Sahari ke arah Jl. Pangeran Jayakarta, saat melewati pinggir jalan tersebut mesti sangat berhati-hati, bisa-bisa ada kendaraan yang lewat kemudian genangan air tadi memercik dan membasahi seluruh pakaian pejalan kaki di pinggir jalan tersebut. Sandal dan sepatu juga sangat cepat menjadi rusak karena terendam air saat pejalan kaki mesti melewati genangan air tersebut. Bahkan pengendara motor pun saat berhenti, dan kakinya terpaksa menginjak jalan supaya tidak terjatuh, maka sandal dan sepatunya pun akan jadi basah.

Kalau melihat kenyataan bahwa berjalan kaki di kota Jakarta tidak lagi menyenangkan, apakah lalu kalau ada himbauan agar orang yang memakai kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum bisa menjadi efektif ? Tentu saja tidak, karena semua manusia menginginkan kesenangan dan ingin menghindarkan kesusahan, jadi walaupun orang yang tak mampu pun jadi bermimpi ingin punya kendaraan sendiri.

Karenanya pembangunan infrastruktur jalan mesti mempertimbangkan semuanya ini. Perlu dipikirkan juga pedestrian buat pejalan kaki. Kalau di kota Beijing atau di kota Sanghai – Tiongkok, ada jalur-jalur jalan khusus buat orang yang bersepeda. Atau bahkan di kota Kuala Lumpur – Malaysia, ada jalur khusus di samping jalan tol untuk mobil, yang dikhususkan untuk pengendara sepeda motor. Maka sudah saatnya selain mengatasi kemacetan dengan pembangunan infrastruktur yang berorientasi mengatasi kemacetan mobil, perlu juga dipikirkan untuk jalur sepeda motor dan juga jalur untuk pejalan kaki, supaya semua bagian masyarakat bisa menikmati hidupnya masing-masing. Semoga.