Menonton Sie Jin Kwie kena fitnah

Sie Jin Kwie 1Sie Jin Kwie 2Sie Jin Kwie 3Sie Jin Kwie 16Sie Jin Kwie 7

Sie Jin Kwie

Pada tanggal 4 Maret 2011 sampai dengan tanggal 26 Maret 2011 setiap hari (kecuali hari Senin) diadakan pertunjukkan SIE JIN KWIE KENA FITNAH di Graha Budaya – PKJ (Pusat Kesenian Jakarta) Taman Ismail Marzuki -di Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat.

Pertunjukkan yang dibawakan oleh TEATER KOMA ini merupakan produksi ke -122 dari Teater Koma dalam rangka ulang tahun Teater Koma yang ke – 34 ( 1977 – 2011 ). Pertunjukkan ini dimulai malam hari pada jam 19.30 dan selesai pada tengah malam pada jam 23.30 WIB. Memang pertunjukkannya sangat panjang dan lama (kurang lebih 4 jam) dan hanya disertai 1 kali break (istirahat 20 menit saja).

SIE JIN KWIE KENA FITNAH in merupakan Naskah karya : Tio Keng Jian dan Lo Koan Chung. Saduran dan Sutradaranya : N. Riantiarno.

Ringkasan kisahnya sebagai berikut :

Pada pertengahan abad ke – 7, di negeri China. Waktu berlalu, Kaisar Dinasti Tang LISIBIN memerintah negeri yang kian makmur. Sementara itu, Raja Muda SIE JIN KWIE memerintah wilayahnya dengan adil dan bijaksana.

Sayang seribu sayang, Sie Jin Kwie jatuh dalam perangkap yang dirancang oleh BEIJIN dan suaminya, LITOCONG, dibantu oleh pengurus rumah tangga mereka, THIOJIN. Sie Jin Kwie difitnah berlaku tidak senonoh. Surat pengaduan dikirim kepada Kaisar. Tanpa pikir panjang, Kaisar langsung naik pitam dan berniat menghukum mati Sie Jin Kwie.

Banyak pihak yang berusaha menolong Sie Jin Kwie. LIUKIMHUA, istri Sie Jin Kwie dan putri mereka, SIEKIMLIAN, didukung para sahabat sang Raja Muda, berupaya keras meredakan amarah Kaisar.

Di tengah kemelut itu, datang tantangan perang dari negeri asing. Negeri Tang di ujung tanduk, sebab panglima perang andalan mereka sedang menanti hukuman mati.

TEATER KOMA mengemas cerita ini dalam Drama Perbauran antara Opera China (lengkap dengan kostum-kostum mewah kerajaan China zaman dulu), disertai kombinasi Boneka Potehi, Golek Menak, Wayang Wong, dan Wayang Tavip. Ini merupakan suatu karya kombinasi yang membuat pertunjukan menjadi menarik dan memberikan nilai lebih pada pertunjukkan tersebut. Sehingga ramai penonton. Dengan tiket dimulai dari Rp. 50.000,- sampai dengan Rp. 200.000,- (tergantung hari dan kelas) pertunjukkan ini menyedot banyak penonton yang menikmati pertunjukkan tersebut sampai kurang lebih 4 jam penuh.

Saat break (istirahat) yang 20 menit tersebut, para penonton ramai berebut membeli snack dan minuman yang dijual di area lobby. Di sini terlihat bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan akan memberi berkah juga pada usaha lain seperti usaha jasa makanan.

Dari sini kita bisa melihat bahwa kreativitas memang perlu. Menampilkan suatu cerita lama, walaupun sudah sangat kuno dari zaman dahulu tetap bisa dikemas menjadi pertunjukkan yang menarik dari masa ke masa. Dan tidak perduli dari mana pun asal cerita itu, semuanya tetap bisa menjadi tontonan yang menarik dan laku sebagai komoditas tontonan.

Kita bisa melihat suatu kenyataan bahwa keberhasilan suatu pertunjukkan bisa memberikan lapangan kerja atau menggairahkan usaha-usaha pendukung lainnya. Tetapi saat ini sedang terjadi gonjang-ganjing masalah pajak film import (film Hollywood). Akibatnya BlitzMegaplex mulai sepi penonton, karena kekurangan supply film-film import yang bermutu. Bahkan pihak BlitzMegaplex sudah sampai pada tahap mempertimbangkan untuk menutup usaha dengan melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) secara besar-besaran (mudah-mudahan hal ini tidak terjadi). Hal ini sangat ironis, negara kita yang tingkat penganggurannya begitu tinggi kenapa mesti membuat suatu kebijakan yang berefek langung ataupun tidak langsung pada langkah-langkah PHK yang akan berakibat semakin banyaknya pengangguran. Dan kalaupun importir film Hollywood lalu menghentikan import film, bukankah kenaikan pajak menjadi tidak menghasilkan apa-apa, bahkan penghasilan pajak akan turun. Jadi target apa yang akan dicapai. Rakyat pun akan ketinggal informasi dunia luar (dalam hal perkembangan film-film bermutu dengan berbagai kreasi, imaginasi dan kemajuan teknologi perfilmannya). Dunia bisnis perlu keseimbangan, pajak yang terlalu membebani pengusaha dan masyarakat kalau sudah keluar dari keseimbangan sebaiknya ditinjau ulang. Bahkan di negera China saja, saat ini sedang merencanakan menaikkan batas penghasilan tidak kena pajak. Hal ini agar masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik, dan meningkatkan konsumsi, sehingga bisa ikut menggairahkan ekonomi, dan menjadi salah satu penggerak ekonomi. Bukankah lebih baik menggiatkan eksplorasi sumber daya alam dan memaksimalkan produksi sampai kepada produk jadi untuk dipasarkan ke seluruh dunia, dan menyiapkan infrastruktur yang berkelas internasional, serta pembangunan infrastruktur pendukung yang sudah sangat terlambat dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan dibandingkan dengan negara-negara Asia tetangga kita saja, kita sudah sangat jauh ketinggalan.

Lebih baik berfikir dan bertindak kreatif, seperti contoh pertunjukkan yang ditampilkan oleh Teater Koma tersebut. Sehingga walaupun sudah 34 tahun tiada berhenti, dan tidak mengenal titik. Yang ada hanya koma, itulah harapan kita. Teater Koma hanya ada koma, tidak ada titik.